Awas! Travel Umroh Bodong Sudah Masuk Bima


Bima, PorosNTB.com-Kasus travel umroh bodong rupanya tidak saja terjadi di kota-kota besar. Ternyata di sekitar kita, kasus tersebut sudah mengintai. Para korbannya sudah ada di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Sebanyak 17 orang warga Kecamatan Bolo yang diduga telah ditipu Owner Tour dan Travel Burja berinisial BH, 45 tahun melaporkan hal itu ke polsek setempat, Sabtu (24/2). Modusnya, oknum pemilik travel umroh ini menjanjikan untuk mengantarkan para korban ke kota Mekkah dengan menyetor uang sebesar Rp 25 juta. Namun, hingga kemarin keberangkatan para korban ke tanah suci tersebut belum juga ada kejelasan.

Kapolsek Bolo AKP Muhtar HI Sos membenarkan adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh owner travel warga Desa Rada tersebut. Hal itu terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari para korban AL bersama 16 orang lainnya pada Sabtu (24/2) lalu.

“Ini terungkap setelah ada pengaduan korban yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Dijelaskan, sesuai keterangan korban, pelaku sudah tiga kali berjanji untuk memberangkatkan para korban. Yakni pada tanggal 9 dan 19 Desember 2017 serta pada 26 Januari 2018.

“Karena tidak ditepati, akhirnya korban mengadukan ke Polsek sekaligus membatalkan niatnya berangkat umroh,” terangnya.

Meski pelaku kembali memberikan janji akan memberangkatkan para korban pada 15 Maret 2018 mendatang, namun para korban tidak lagi percaya. Karena sudah sering makan janji pelaku. Para korban pun membatalkan niatnya untuk umroh dan meminta uangnya dikembalikan.

Banyaknya keluarga korban yang datang ke Polsek Bolo membuat suasana sempat gaduh. Tepat saat pelaku digiring ke Mapilsek setempat. Cacian dan cercaan dari keluarga korban pun tak terhindarkan. Kondisi ini memicu kepolisian setempat mengalihkan kasusnya ke Polres Bima Kabupaten.

“Dikhawatirkan akan berisiko besar terkait keamanan pelaku. Terpaksa pelaku kita giring ke Polres Bima,” kata Kapolsek.

Dia menambahkan, 17 warga yang menjadi korban penipuaan ini yakni tujuh warga asal Desa Rato, empat orang asal Desa Tambe, tiga orang asal Desa Leu dan tiga orang lainnya warga asli Kecamatan Bolo yang  berdomisili di Mataram.

“17 korban merupakan warga asli Kecamatan Bolo. Mereka merupakan korban penipuan perjalanan umroh,” pungkasnya. (Poros-05)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.