Heboh! Isue Polisi Sweeping Motor Membuat Warga Bima Panik



Bima, PorosNTB.com-Masyarakat di wilayah KAE (Kecamatan Palibelo, Belo, Woha, Monta) Kabupaten Bima heboh dengan beredarnya isue sweping kendaraan bodong di rumah-rumah warga oleh aparat kepolisian Resor Bima. Sejumlah warga resah dan was-was karena kendaraan mereka ada yang belum bayar pajak.

Isue tersebut sudah menyebar di kalangan warga setempat. Kabar dari mulut ke mulut itu menyebutkan jika aparat kepolisian sedang malakukan sweping di masing-masing desa. Selain itu, disebutkan juga jika sudah banyak kendaraan warga yang tidak lengkap diangkut dengan mobil Dalmas kepolisian. 

Kondisi tersebut membuat pemilik motor yang belum bayar pajak ngos-ngosan. Mereka kalang kabut dan mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan kendaraan dari operasi sweping. Seperti menyembunyikan di sawah dan semak-semak.

Kondisi ini terjadi di Desa Tente Kecamatan Woha, dan Desa Cenggu dan Runggu Kecamatan Belo. Mendengar kabar tersebut, sejumlah pemilik kendaraan juga banyak yang menghindar dan membawa kendaraannya keluar dari desanya.

Tokoh pemuda Desa Runggu Kecamatan Belo, Edo Rusyadin mengaku, kabar tersebut sudah menyebar ke telinga warga. Dia juga mengaku kaget melihat aktivitas pemilik motor yang lalu lalang dengan wajah panik.

"Isue-nya, ada kepolisian yang turun operasi dan sweping kendaraan bodong di rumah-rumah warga. Dari tadi siang sampai sekarang, itu polisi yang mau sweping nggak nongol-nongol. Makanya saya curiga ini kabar hoax," ujarnya, Jumat (16/2/18) malam.

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Bima ini menilai, isue tersebut tidak bisa dipercaya. Karena tidak dibenarkan dalam UU lalulintas terkait operasi sweping kendaraan di rumah-rumah warga. Dia khawatir, isue tersebut akan memicu instabilitas wilayah dan menggiring opini negatif publik kepada aparat kepolisian.

"UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan tidak ada yang membenarkan sweping di rumah warga. Karena cela hukumnya banyak. Jika saja kendaraan tidak bayar pajak maupun STNK mati, tidak semerta-merta harus diangkut dan diamankan begitu saja. Karena UU tersebut hanya berlaku saat kendaraan berada di jalan raya dan sedang dipakai. Nah, kalau kendaraan hanya berada di rumah dan tidak dipakai, regulasinya dari mana mau diamankan. Bisa jadi, polisinya diteriaki maling. Apalagi swepingnya malam-malam," terangnya.

Dia juga mendesak aparat kepolisian segera merespon isue tersebut agar tidak membias. Karena bisa saja, kabar tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyerang institusi kepolisian.

"Kapolres harus beri klarifikasi. Jangan biarkan isue ini, karena akan mengancam stabilitas di Bima," katanya.

Sementara Kapolres Bima Kabupaten melalui Kasat Lantas IPTU Putu Caka membantah adanya isue tersebut. Dia menegaskan, tidak ada anggotanya yang melakukan operasi tersebut.

"Jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan nama Polres Bima," tegasnya. (poros07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.