KPU Minta Baliho Paslon Dicopot



Bima, PorosNTB.com-Kamis (15/2) memasuki tahapan kampanye hingga 23 Juni mendatang. Menyikapi hal itu, KPU Kabupaten Bima meminta tim penghubung maupun partai pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB agar segera mencopot alat peraga kampanye berupa baliho yang terpampang di jalan raya.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Bima saat rapat koordinasi persiapan kegiatan kampanye pemilihan Gubernur dsn Walil Gubernur NTB 2018, kemarin.

Acara yang berlangsung di aula KPU setempat itu dihadiri pimpinan partai politik, Panwaslu, tim penghubung Paslon, TNI Polri dan media massa.

Ketua KPU Yuddin Chandra Nan Arif SH MH mengatakan, pasca penetapan pasangan calon pada 12 Februari lalu, KPU provinsi telah menetapkan nomor urut calon sehari setelahnya. Dengan hasil undian nomor urut 1 Suhaili-Amin, nomor 2 Ahyar-Mori, 3 Zul-Rohmi dan 4 Ali-Sakti.

Dengan demikian kata dia, tahapan kampanye Pilkada sudah akan dimulai. Sehingga alat peraga kampanye milik Paslon yang terpampang di jalan raya agar ditertibkan.

"Kita imbau lebih awal kepada Parpol dan penghubung agar sukarela menertibkan baliho Paslon. Karena mulai besok, kami, Panwaslu dan sejumlah aparat keamanan akan menurunkan semua baliho itu. Ini sesuai regulasi yang ada," tegasnya.

Selain itu, Yuddin juga meminta agar
nama-nama tim penghubung Paslon segera diserahkan ke KPU.

Sementara divisi SDM KPU Muhammad Waru SH MH menyampaikan, jika alat peraga kampanye Paslon sudah marak di jalan raya. Dia meminta agar ditertibkan sebelum dieksekusi pihak lain.

"Sebelum dieksekusi pihak keamanan, diminta dengan hormat agar tim penghubung menurunkan alat peraga itu," ujarnya.

Dia menjelaskan, alat peraga kampanye akan disediakan oleh KPU. Sehingga Paslon tidak perlu lagi buang duit karena akan menguras dana kampanye.

Meski demikian, Paslon diberi kewenangan untuk memasang sendiri alat peraga yang telah diberikan KPU.

"Kita fasilitasi pembuatan baliho, umbul-umbul dan spanduk. Untuk tempat pemasangan baliho tergantung pemerintah daerah," terangnya.

Dia merincikan, baliho akan disiapkan masing-masing 5 buah per Paslon. Umbul-umbul sebanyak 20 buah tiap kecamatan untuk masing-masing Paslon dan spanduk 2 buah per desa juga masing-masing Paslon.

"Pemasangan baliho mulai 15 Februari hingga 23 Juni.  Pemeliharaan, tanggung jawab Paslon. Ada juga bahan kampanye burupa brosur selebaran pamflet yang akan kita siapkan," bebernya.

Meski demikian, Paslon juga dapat mencetak bahan kampanye berupa selebaran dengan ketentuan, ukurannya harus sama dengan yang difasilitasi KPU. Selain itu, ada bahan kampanye lain yang bisa dicetak yaitu kaos dan sebagainya.

"Mari sama-sama menjaga alat peraga pasangan calon masing-masing. Begitu juga tim Paslon saat kampanye tidak saling sikut dan menghujat," ajaknya.

Untuk kampanye di media sosial, Paslon dan tim pendukung harus mendaftarkan akun ke KPU. Sementara Kampanye terbuka berupa rapat umum akan dilaksanakan di dua pulau Sumbawa dan Lombok.

"Acaa debatnya diagendakan sebanyak dua kali mulai 5 Mei dan 23 Juni," ungkapnya.

Waru juga mengimbau Paslon dan media untuk tidak mengikat kontrak kerjasama pemasangan iklan. Karena semuanya sudah disiapkan oleh KPU.

"Mulai besok tidak ada lagi iklan Paslon di koran atau media online," pungkasnya. (Poros-07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.