Wabup : Soal Jenazah Pulang Pakai Ojek, Bukan Miskomunikasi Tetapi Pelanggaran

Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan M Noer saat berkunjung kerumah duka, Jum'at 16/03/18 siang tadi 

Bima, Porosntb.com- Menanggapi kasus jenazah orang miskin yang ditahan sekalgun dipulangkan dengan menggunakan ojek  yang ditangani bagian Nicu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan M Noer menegaskan, bahwa kasus tersebut bukan miskomunikasi, melainkan murni oknum pegawai telah lalai dalam melaksanakan tugas sebagai Bidan.

"Kasus ini bukan miskomunikasi, tetapi kelalaian dan pelanggaran,"ungkap Wabup saat berkunjung ke rumah duka di Desa Waro, Jum'at 16/3 siang tadi.

Dikatakanya, bahwa prosedur di RSUD Bima sudah jelas dan tertera Pelayanan Prima sesuai UUD 44 tentang Rumah Sakit, untuk warga miskin diutamakan pelayanannya. Apalagi pasien sudah menunjukan surat keterangan miskin dari Kantor Desa dan Kantor Kecamatan.

"Kalo surat keterangan miskin sudah ditunjukan pasien, pihak Rumah Sakit harus melayani semaksimal mungkin. Apalagi, pasien sedang berduka,"tegasnya.

Dan menanggapi persoalan tersebut, Dae Leo sapaan akrabnya. Pihaknya tinggal menunggu hasil investigasi dari Inspektorat yang sudah diintruksikan sejak kemarin (Kamis, red). Jika semua sudah dilakukan tinggal pemerintah memutuskan untuk sangsi yang diberikan kepada oknum bidan yang diduga telah melanggar undang-undang kesehata.

"Kalau sudah dilakukan investigasi, saya (Wabup, red) akan memberikan sangsi berdasarkan PP 53 kepada oknum tersebut dan yang jelas sesuai perbuatannya,"terangnya.(Poros-11)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.