Banner iklan disini Banner iklan disini

PRAHARA RUMAH TANGGA: Uba Indehoi di Warung Janda, Mano Juga Siap Menjanda


Bima, Porosntb.com-Menikah berpuluh tahun bukan jaminan dalam mempertahankan mahligai rumah tangga. Kesetiaan dan kepercayaan lah yang menjadi kunci langgengnya sebuah rumah tangga.

Pasangan yang satu ini contohnya. Pasutri yang sudah menikah 12 tahun lalu ini kami aliaskan namanya agar identitasnya tetap terjamin kerahasiaannya. Dalam rubrik ini redaksi menyebutnya pasangan Uba dan Manohara yang disingkat Mano.

Rumah tangga pasangan yang sudah memiliki dua buah hati itu kini diambang kehancuran. Mano resmi mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) Bima beberapa hari lalu. Alasannya, karena Mano sudah tidak tahan dengan perlakuan Uba yang sering gonta ganti pasangan.

Sejak awal-awal pernikahan, memang Uba ini cukup genit dan doyan bermain mata dengan perempuan lain. Sering kali dipergoki oleh Mano, namun tetap saja tidak membuat Uba sadar.

Puncaknya, beberapa waktu lalu Uba kepergok sedang indehoi dengan pecar barunya yang berstatus janda. Perselingkuhan itu terjadi di warung si janda warga desa tetangga.

Memang saat itu Mano sengaja membuntuti Uba. Karena Uba selalu saja keluar malam dan infonya kerap nongkrong di warung kopi milik si janda.

Setelah Mano mengumpulkan semua informasi, tepat malam minggu lalu Mano langsung memergoki suaminya dengan si janda. Benar saja, saat itu Mano melihat langsung bagaimana mesrahnya belaian janda kepada suaminya.

Hal ini membuat hati Mano hancur berkeping-keping bagaikan kaca yang dilempar batu. Karena baru kali ini dia menyaksikan langsung perselingkuhan suaminya.

Percekcokan mulut antara Mano dan si janda pun pecah saat itu. Namun Uba lebih memilih si janda dan meminta Mano pulang ke rumah.

Mano tak sanggup lagi melanjutkan hubungan suami istri dengan Uba. Ia lelah harus menghadapi suami yang doyan mainin perasaan perempuan.

“Saya terus berpikir, sampai kapan dia akan seperti itu,” ujar Mano.

Menurutnya, perselingkuhan Uba tercatat sudah sepuluh kali dilakukan. Bagai gayung bersambut, lepas dari tangan perempuan yang satu, disambut lagi oleh tangan perempuan lain.

"Padahal saat pacaran, dia tidak pernah berselingkuh," katanya.


Semula Mano enggan berpisah dengan Uba karena pertimbangan anak. Tetapi karena terus disakiti, Mano juga siap menjanda.

Meski gugatan cerai sudah dilayangkan, namun Uba dan Mano masih tinggal satu rumah. Namun komunikasi diantara mereka sudah dingin.

"Saya hanya ingin berpisah dan di pengadilan nanti saya ajukan untuk mengasuh anak-anak," tutupnya dengan mata berkaca-kaca. (Poros-07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.