CV. Lewa Mori Urai Kericuhan Demo Pupuk di Desa Sakuru

Kepala Pemasaran CV. Lewa Mori, Wildan, S.PdI (kanan) didampingi isteri, Anisa Wildan, saat berada di lokasi demo
Bima, Poros NTB.- Menanggapi demonstrasi ratusan petani terkait kelangkaan pupuk di Desa Sakuru Kecamatan Woha, Senin (24/9/18) lalu, pihak CV. Lewa Mori sebagai distributor angkat bicara.

Menurut Kepala Pemasaran CV Lewa Mori, Wildan, S.PdI, pupuk urea bersubsidi untuk Desa Sakuru sebenarnya tidak langka.

Persepsi kelangkaan pupuk yang meresahkan petani itu, kata Wildan, lebih dikarenakan kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak pengecer di desa tersebut.

Pihak pengecer yang dimaksud, yakni, UD. Berdikari, UD. Kasih Sayang, dan UD. Sumber Tani.

“Tidak benar bahwa pupuk langka di Sakuru. Ini semua karena kurangnya sosialisasi oleh pengecer. CV. Lewa Mori sudah mendistribusikan pupuk, bahkan melebihi kuota permintaan pupuk subsidi di Desa Sakuru,” terang Wildan, saat melakukan audiensi dengan para demonstran.


Saat demonstrasi berlangsung, demonstran memang menuntut pihak distributor untuk hadir.

Wildan yang dikabari via HP terkait tuntutan demonstran, langsung hadir di lokasi bersama isteri, Anisa Wildan, yang juga Direktris CV. Lewa Mori.

Tanggapan cepat dari pihak distributor ini ternyata membuahkan hasil. Ratusan petani yang dimotori Forum Komunikasi Mahasiswa Desa Sakuru, menjadi lebih terkendali saat melihat kehadiran pihak distributor saat itu, dan langsung menggelar audiensi guna mencari solusi.

Selain menepis persepsi kelangkaan pupuk, Wildan juga menyinggung harga pupuk.

Saat ini, urainya, Harga Eceran Tertinggi (HET) berkisar antara Rp. 90 hingga 93 rbu per sak, tanpa menggunakan sistem penjualan secara paket antara pupuk bersubsidi dan non-subsidi.

CV. Lewa Mori, lanjut Wildan, akan selalu berpihak pada para petani, karena itu ia meminta para petani agar tidak segan-segan melaporkan ke pihaknya, jika ada pengecer yang melanggar ketentuan.

“Apabila ditemukan para pengecer melanggar aturan main yang ditentukan CV Lewi Mori, maka pihak kami akan menindak tegas pengecer nakal serta akan dicabut ijin operasinya,” tegasnya.

Tak sampai itu, pihak CV Lewi Mori juga, janji Wildan, siap mengantar pupuk ke desa-desa yang bermasalah dengan harga (HET).

Mendengar uraian Wildan, pihak demonstran nampak tenang dan bubar dengan tertib. Aksi demonstrasi yang dikhawatirkan ricuh tersebut akhirnya berujung damai. (Ted)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.