Jika Ada Petugas Pakai Keki Setop Kendaraan Saat Razia, Kadishub : Tabrak Saja

Drs. Syafruddin
Bima, Poros NTB.- Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, Drs. Syafruddin, tanpa tedeng aling-aling mengatakan, jika ada pegawai berseragam keki yang berani menyetop kendaraan saat operasi razia gabungan berlangsung, maka tabrak saja.

Pernyataan yang terkesan emosional dari Syafruddin ini dilontarkannya saat menanggapi tidak dilibatkannya pihak Dishub oleh UPT Bappenda Panda yang nota bene sebagai penyelenggara operasi razia gabungan.

Sementara pegawai berseragam keki yang ditujuinya “tabrak saja” itu, adalah pegawai Bappenda.

“Mereka itu tidak berhak berdiri di tengah jalan untuk menyetop kendaraan dan memeriksa,” ujar Syafruddin, ditemui di kantornya, Jumat (28/9/18)

“jadi kalau melihat petugas PNS berseragam keki berani menyetop kendaraan tabrak saja,” geramnya.

Baca Juga : Dishub Kabupaten Bima Gerah Tak Dilibatkan dalam Operasi Gabungan

Menurut pria yang berpembawaan lugas ini, tugas Bappenda hanya berurusan dengan pajak. Bukan sok-sokan menyetop kendaraan untuk diperiksa.

“Mereka hanya boleh duduk di tenda yang disediakan di lokasi (razia), sambil menunggu pengendara yang bermasalah dengan pajak, ” terang Syafruddin.

Informasi yang didapat Poros, tidak dilibatkannya Dishub dalam operasi razia gabungan ini di luar kewenangan UPT Bappenda Panda. Karena Bappenda Panda menggelar razia berdasarkan Surat Keputusan dari Dispenda Provinsi NTB, yang tentunya menuangkan pihak-pihak yang akan dilibatkan.

Bahkan Kepala Seksi Pendataan dan Penempatan UPT Bappenda Panda, Norris Satria, terkesan menyalahkan pihak Dishub.

“Seharusnya Dishub langsung berkoordinasi dengan kami antar instansi,” ujar Norris, seperti dilansir berita11.

Pernyataan Norris di atas malah semakin memicu emosi Kepala Dishub Kabupaten Bima.

“Mereka itu UPT, bawahan kami. Kita ini Dinas kok, masa iya berkoordinasi dengan UPT,” jengkelnya.

Di era otonomi daerah saat ini, Syafruddin menganggap Bappenda telah melampaui kewenangannya.

Senada dengan Syafruddin, Kanit Laka Lantas Polres Bima Kabupaten, ditemui di lokasi razia membenarkan, petugas Bappenda memang tidak berhak menyetop kendaraan. Mereka hanya boleh duduk di tempat yang disediakan untuk memproses pelanggar pajak yang diarahkan


“Tapi mau bagaimana lagi? Bappenda yang punya hajat,” getir Kanit Laka Lantas (Teddy)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.