Banner iklan disini Banner iklan disini

PGRI Perjuangkan Guru Honorer Jadi PNS

KONKERCAB: Wakil Bupati Bima Drs Dahlan M Noer foto bersama pengurus PGRI kabupaten dan provinsi. 



Bima, porosntb.com-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berjanji akan memperjuangkan nasip para guru honorer untuk diangkat menjadi PNS. Hal ini terungkap saat Konferensi Kerja Cabang, PGRI Woha, Sabtu (1/9). Konkercab yang dihadiri langsung Wakil Bupati Bima Drs Dahlan M Noer dan Ketua PGRI NTB, H Ali Rahim tersebut bertajuk “Kita tingkatkan kesadaran kolektif dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk pendidikan bermutu”. 

Selain sebagai ajang silaturahmi antar pengurus PGRI, konferensi kerja tersebut bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan. Serta mencari formulasi dalam memperjuangkan hak-hak para guru sukarela dan honorer daerah. 

Sekretaris PGRI Kabupaten Bima Drs Chairunnas MPd yang juga hadir pada saat itu menyampaikan beberapa hal. Salah satunya melihat kembali hal-hal yang mungkin akan difokuskan dalam rangka membantu para guru ke depan. 

“Tugas kami untuk membantu profesionalisme guru dan profesionalisme organisasi,” katanya. 

Menurutnya, profesionilisme guru tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas dan mutu pendidikan. Meski demikian, dalam perjalanannya ada hal-hal yang terkadang terbentur dengan masyarakat dan segala macam.

Hal senada juga disampaikan Ketua PGRI Provinsi NTB Drs H Ali Rahim. Kata dia, sejauh ini pihaknya terus menggodok perlindungan terhadap guru. Perlindungan guru itu adalah mengawal agar guru bisa melaksanakan tugas dengan baik. 

Contohnya sambung pria asal Bima ini, jika terjadi selisih pendapat dengan masyarakat, maka akan segera diluruskan. 

“Masyarakat tidak boleh memvonis guru jika terjadi persoalan dengan murid. Untuk UUD perlindungan anak, kita juga sudah bahas ini dengan pihak terkait agar guru tidak terjerat pidana,” ungkapnya. 

Selain itu, program kerja PGRI juga memperjuangkan para guru yang statusnya masih honorer agar diangkat menjadi PNS. Karena guru honorer sudah lebih dari ribuan orang. 

“Di Indonesia masih kekurangan guru. Sebanyak 7 ratus ribu guru negeri yang dibutuhkan saat ini. Namun yang tersedia baturu sekitar 4 ratus ribuan. Ini yang terus kita dorong,” tuturnya. 

“Untuk itu, setiap diadakan konfrensi guru nasional, kami selalu memperjuangkan nasib guru honorer agar menjadi PNS dengan terus mendesak pemerintah,” imbuhnya.

Konferensi kerja cabang PGRI Woha itu juga dihadiri Camat Woha Irfan DJ SH didampingi pengurus PGRI Kabupaten Bima dan sejumlah guru di kecamatan setempat. Kegiatan yang berlangsung sehari itu dipusatkan di halaman kantor Camat Woha.(poros-07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.