Banner iklan disini Banner iklan disini

Bejat, Oknum Guru Berstatus PNS Diduga Pegang Payudara Siswi SD

Kanit PPA Polresta saat melakukan identifikasi di TKP



Bima, porosntb.com-Oknum guru bersatus pegawai negeri sipil berinisial YS terpaksa berurusan dengan polisi. Oknum yang mengajar di SDN Inpres Radu Desa Bala Kecamatan Wera Kabupaten Bima ini diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya sendiri, sebut saja Bunga. 

Peristiwa yang mencoreng nama PGRI dan dunia pendidikan itu dilakukan di dalam ruang kelas pada Rabu, (3/10/18) lalu. Saat itu korban meminta buku pada temannya di kelas V. Setelah keluar dari ruangan itulah SY memegang payudara korban. Namun tidak semua siswa melihat kecuali teman korban berinisial DN. 

Setelah mendapat perlakuan tak senonoh, siswi yang masih duduk di kelas VI itu kemudian pulang ke rumahnya sambil menangis. 

"Pada saat kejadian kami sedang di sawah. Kami baru tahu setelah oknum datang langsung ke rumah meminta maaf sekaligus klarifikasi kronologis yang sebenarnya," ujar ibu korban yang enggan menyebutkan namanya. 

Setelah itu, dia menanyakan kembali kepada anaknya tentang peristiwa memalukan tersebut. "Ceritanya beda seperti yang disampaikan oleh guru tersebut," terang ibu korban. 

Karena tidak terima, keluarga langsung melaporka. Kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditangani lebih lanjut. 

Sementara Kepala SDN Inpres Radu Hurman SPdI mengakui tidak tahu kronologis kejadiannya. Dia baru tahu setelah adanya laporan dari masyarakat. 

"Siswi itu pulang dan menangis lalu menceritakan pada temannya. Datangkan kakek dari teman korban melapor ke sekolah," ujarnya. 

Menindak lanjuti hal itu, pihak sekolah melaporkan pada kepala UPT Dikpora kecamatan. Sementara KUPT Dikpora, Mawardin, SPdI yang dimintai tanggapannya, mengatakan, upaya untuk memanggil guru tersebut telah dilakukan.

"Saya sudah  panggil guru tersebut untuk mengetahui kronoligis kejadian. Guru YS mengambil lembar jawaban usai memberikan soal ulangan. Tapi oleh siswi itu tidak mau kumpulkan, malah disimpan di dadanya. Makanya guru YS mengambil paksa lembar jawaban tersebut," jelas kepala UPT mengutip cerita oknum guru tersebut. (Poros-07) 

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.