Banner iklan disini Banner iklan disini

Kepala BPBD Bima : Haram Menjual Air Tangki BPBD

Ir. HM. Taufik Rusdi, MAP
Bima, Poros NTB.- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Ir. HM. Taufik Rusdi, MAP, Menyatakan, haram bagi pihak BPBD menjual air kepada masyarakat.

“Yang jual itu di toko saja, air kemasan gelas, botol. Kalau air tangki itu tidak dijual. Pemerintah tidak menjual air seperti itu. Haram!” tegas H. Taufik, saat ditemui di lokasi Simulasi Tanggap Keadaan Darurat yang di gelar di areal Bandara, Kamis (25/10/18)

Hal itu ditegaskannya, guna menanggapi pemberitaan miring di salah satu media local yang menyebut adanya dugaan personil BPBD Bima yang menjual air kepada masyarakat di Desa Roi Kecamatan Palibelo, seharga Rp. 300 ribu per tangki.

Ternyata setelah dikonfirmasi pihaknya ke Kepala Desa Roi, ternyata berita adanya dugaan dimaksud tidak benar adanya.

“Saya akan tindak tegas seandainya benar ada petugas BPBD yang menjual air kepada masyarakat,” ujarnya dengan geram.

Tapi untung, kenyataan tidak seperti yang diberitakan.

“Bagaimana kita tega menjual air kepada masyarakat yang sedang kesusahan?” imbuhnya.

Memang betul, menurut H.Taufik, jika diuangkan 1 tangki air bisa mencapai Rp. 300 ribu.

“Tapi tidak untuk dijual, sekali lagi tidak untuk dijual” tekannya.

Melainkan sekedar pengandaian.

Bisa jadi, media yang memberitakan itu, gagal paham dengan pengandaian itu.

Lepas dari itu, BPBD sendiri hampir setiap hari mengoperasikan mobil tangki mereka untuk menyalurkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kemarin, datang beberapa warga Desa Parado ke kantor minta air bersih,” tuturnya.

Realisasinya, Rabu (24/10/18) kemarin, BPBD langsung mendrop 10 ribu liter air yang dimuat 2 mobil tangki untuk warga Parado.

“Hari ini (Kamis), masih kita kirim lagi mobil tangki ke sana.” Jelas H. Taufik.


Bayangkan, lanjutnya, Parado yang dulunya dibanggakan karena airnya, sekarang malah meminta dikirimkan air. Saking ganasnya efek kemarau yang terjadi saat ini. Apalagi di daerah lain. (Teddy) 
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.