SLBN Bima Gelar Pendampingan Implementasi K-13

PENDAMPINGAN: Kepala UPT Layanan Dikpora Provinsi NTB Abas MPd didampingi kepala SLBN Bima, Sriyati SPd (kanan) saat membuka kegiatan implementasi K-13.


BIMA-Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kabupaten Bima menggelar kegiatan pendampingan implementasi kurikulum 2013 (K-13). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu, diikuti seluruh SLB se Kabupaten Bima dan berakhir pada Minggu (7/10) kemarin.
Kegiatan yang dipusatkan di aula SLBN Kabupaten Bima itu, masing-masing sekolah mengirim dua gurunya. Para guru digembleng dengan sejumlah materi mulai penyusunan RPP, penguatan implementasi dan asesmen bagi pada guru. Sehingga diharapkan para guru mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya dalam mengajar siswa divabel.

Kepala UPT Layanan Dikmen Dikpora NTB Abas MPd menyampaikan, kegiatan pembekalan untuk guru tersebut diharapkan mampu menciptakan guru yang memiliki kompetensi. Sehingga dapat diterapkan kepada peserta didik dari masing-masing jenis ketunaan.
“Apa yang diberikan narasumber selama kegiatan ini harus dijadikan bekal. Agar diimplementasikan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Menurut dia, RPP akan dijadikan landasan untuk disempurnakan lagi. Melalui kegitan itu, para guru akan memahami penyempurnaan RPP karena digembleng oleh tutor terbaik tingkat nasional dan provinsi.

“Tutor ini dari instruktur nasional Bandung dan provinsi. Sengaja kita undang agar pemahaman guru lebih maksimal,” katanya.

Kepala SLBN, Sriyati SPd menambahkan, pendampingan Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus Tahun 2018 ini diikuti seluruh guru di SLB. Meski pun, anggarannya khusus buat SLBN, namun dia merasa jika guru di sekilah lain juga membutuhkan ilmu yang sama.

“Makanya saya undang semua guru SLB yang ada di Bima. Biar ilmunya sama-sama kita dapat. Kita juga sudah siapkan perlengkapan selama mereka (guru) megikuti kegiatan. Seperti tas, flashdisk dan alat tulis,” bebernya.

Sri menambahkan, tujuan diadakan pendampingan Kurikulum 2013 ini agar menghasilkan guru pendidikan khusus yang menguasai konsep kebijakan kurikulum. Serta mampu mempratekkan kegiatan pembelajaran dan penilaian. Sehingga diperoleh peningkatan kualitas peserta didik.

"Guru mampu mempraktekkan pembelajaran aktif, guru mampu menerapkan sistem penilaian yang sesuai dengan anak berkebutuhan khusus dan terkuasainya konsep dan kebijakan implementasi Kurikulum 2013," tutup ibu tiga anak ini.(poros-07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.