Potensi Rumah Adat Warisan Leluhur Bima Sebagai Obyek Wisata Budaya


Poros NTB.- Ketertarikan para wisatawan untuk mengunjungi sebuah wilayah tidak selalu identik dengan keindahan alamnya. Namun yang tak kalah menarik bagi para wisatawan, yakni tinggalan budaya leluhur sebuah daerah yang turun temurun masih dilestarikan keberadaannya selama ratusan tahun oleh masyarakat setempat.

Di Bima, NTB, contohnya, ada rumah tradisional unik yang berbentuk kerucut dan fotogenik. Bangunan tradisional yang kelestariannya masih dijaga hingga sekarang, namanya Uma Lengge. Diketahui bangunan tersebut sudah ada sejak jaman nenek Moyang dan menjadi ciri khas Suku Mbojo atau Bima.

Dari namanya, sudah tergambar bagaimana uniknya bangunan tradisional tersebut. Uma Lengge, Uma berarti berarti rumah dan Lengge berarti mengerucut atau pucuk yang menyilang.

Dari model bangunannya, secara umum struktur Uma Lengge berbentuk kerucut setinggi 5-7 cm, dengan menggunakan 4 batang kayu sebagai tiang penyangga. Sementara pada bagian atapnya, terbuat dari tumbuh-tumbuhan alang-alang yang sekaligus menutupi tiga per empat bagian rumah sebagai dinding dan memiliki pintu masuk dibagian bawah atap.

Dibagian dalam terdapat langit-langit atau taja uma yang terbuat dari kayu lontar, serta lantai sebagai alasnya yang terbuat dari kayu pohon pinang atau pohon kelapa. Pada bagian tiang rumah juga digunakan kayu sebagai penyanggah, yang fungsinya sebagai penguat setiap tiang-tiang uma lengge.

Uma lengge terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama dipergunakan untuk menerima tamu dan kegiatan upacara adat. Lantai kedua berfungsi sebagai tempat tidur sekaligus dapur. Sementara pada lantai ketiga digunakan untuk menyimpan bahan makanan, seperti padi dan lain-lain.

Jika Anda seorang traveler yang ingin berkunjung dan melihat langsung Uma Lengge, ada tiga lokasi yang bisa Anda pilih. Pertama di Desa Maria Kecamatan Wawo, Desa Mbawa Kecamatan Donggo dan di Desa Sambori Kecamatan Lambitu. Semuanya berada di Kabupaten Bima.

Terdapat perbedaan model rumah Uma Lengge pada tiga wilayah tersebut. Di Desa Mbawa dan Desa Padende (Donggo) disebut Uma Leme karena rumah tersebut atapnya lebih runcing dari pada Uma Lengge. Begitu juga Di Kecamatan Donggo juga memiliki perbedaan dengan uma lengge yang ada di Sambori maupun uma lengge yang ada di Wawo.

Meskipun keberadaannya sebagai tempat tinggal, Uma Lengge tak lagi digunakan oleh warga Bima atau fungsinya telah dialihkan menjadi tempat penyimpanan gabah pagi. Dan juga telah digunakan sebagai situs wisata sejarah tradisional Bima
. (Aden/detik)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.