Brimob "Habok" Polisi, Keluarga Polisi Ngamuk dan Blokir Jalan

Sejumlah warga Desa Tambe saat memblokade jalan lintas Bima-Sumbawa. 
Bima, porosntb.com-Kasus kekerasan sesama seragam kembali mencoreng institusi kepolisian. Kali ini melibatkan oknum anggota Provost Mako Brimob Bima dengan anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Bolo Kabupaten Bima. 

Anggota Mapolsek Bolo, Bripka Junaidin diduga ditampar oknum anggota Brimob berinisial, S. Peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan sepak bola antar club di lapangan Mako Brimob, Selasa (18/12/18) kemarin.

Akibatnya, pihak keluarga anggota Polisi asal Desa Tambe Kecamatan Bolo mengamuk hingga memblokade jalan lintas Bima-Sumbawa tepatnya di desa setempat. Kondisi ini menyebabkan arus lalulintas trans Bima-Sumbawa lumpuh total. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, blokade jalan negara tersebut merupakan aksi spontan pihak keluarga. Lantaran tidak terima denan ulah oknum anggota Brimob. 

Anggota Polsek Bolo, Bripka Junaidin yang ditemui mengaku, aksi pemblokiran jalan tersebut di luar sepengetahuan dirinya. Bahkan dia mengetahui hal itu setelah tiba di kediamannya di Desa Tambe.

"Saya tiba di lokasi pemblokiran jalan lalu menenangkan warga untuk membuka akses jalan tersebut," ujarnya. 

Dia menceritakan kronologis penamparan itu, karena dirinya masuk ke lapangan saat club sepak bola yang didukung mencetak gol. Bukan saja dia yang masuk ke lapangan saat itu, tapi semua suporter club. Pada saat itu, datang oknum anggota Brimob tersebut menyuruh mereka keluar lapangan.

"Saya sudah berada di luar garis lapangan. Tapi masih saja saya disuruh keluar. Saya menjawab dengan santun jika saya juga anggota. Tapi dia malah menampar pipi kanan saya," ceritanya. 

Akibat kejadian tersebut spontan sejumlah anggota Brimob menghampirinya. Tapi beruntung, saat itu bisa dicegah oleh salah satu anggota Brimob lain. 

Terkait kejadian tersebut dia sudah menyampaikan kepada atasannya. Agar persoalan tersebut bisa ditindaklanjuti.

Kapolsek Bolo AKP Muhtar HI S Sos membenarkan adanya pemblokiran jalan tersebut. Reaksi tersebut merupakan spontan dilakukan pihak keluarga dan warga Desa Tambe. 

Terkait dengan persoalan tersebut pihaknya sudah menindaklanjuti. Dengan mempertemukan perwakilan pihak keluarga dan Danki Brimob Bima di Mapolsek Bolo.

"Dalam pertemuan itu sudah ada solusinya. Kedua pihak sudah saling meminta maaf," pungkasnya. (poros-05)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.