Tim surveyor Komisi Akreditasi FKTP Akan Pre Surveilans di Puskesmas Ngali


Bima, Poros.NTB.- Tim surveyor Komisi Akreditasi Fasilitasi Kesehatan Tingkat Pusat (FKTP) akan melakukan Pre Surveillance Akreditasi Tahun 2018 terhadap Puskesmas Ngali Kecamatan Belo, Kamis (6/12/18).

Drg. Mahrita, Dr. Lili Sriwahyuni Sulistiowati, MM, serta Dr. Heri Budiwaluyo, MM Tim yang tergabung dalam tim Surveyor sebelumnya telah melakukan temu bicara dengan Pemerintah Daerah diwakili Assisten Administrasi Umum Setda Bima H. Makruf, SE yang ditemani Kepala Dinas Kesehatan beserta Jajaranya selaku tim Pembina akeditasi, tim pendamping Akreditasi Kabupaten Bima, Kepala Puskesmas Ngali Kecamatan Belo beserta jajaranya, di Aula Hotel Marina Kota Bima, Rabu Malam (5/12).

H. Makruf, SE dalam pengantarnya, atas nama Pemerintah Daerah, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Surveyor FKTP yang akan menilai Puskesmas Ngali sebagai target survey, sehingga seluruh pihak terkait dapat mengambil hikmah guna melakukan penataan dan perbaikan pada sektor pelayanan kesehatan.

“Sebagaimana yang kita maklumi bersama bahwa arah pembangunan kesehatan Indonesia pada Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap III periode 2015-2019 adalah program Indonesia sehat dengan sasaran meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas.” Ujar H. Makruf, SE.

Lanjutnya, Pelayanan kesehatan di Puskesmas yang berkualitas memegang peranan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah sebagai pelayan publik yang merupakan salah satu pilar dalam memenuhi tuntutan reformasi birokrasi.

Selanjutnya, kata dia, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas maka Puskesmas merupakan salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wajib terakditasi ini sesuai peraturan menteri kesehatan nomor 46 tahun 2015.

Akreditasi merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014  bahwa setiap Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali.

Oleh karena itu dengan dilakukannya Akreditasi Puskesmas, merupakan Pengakuan terhadap Puskesmas  yang diberikan oleh Lembaga Independen Penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah dinilai bahwa  Puskesmas  tersebut  memenuhi standar akreditasi.

Untuk diketahui, tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.
H. Makruf juga menekankan kepada Kepala Dinas Kesehatan agar terus memberikan pembinaan dan arahan hingga akhirnya semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Bima dapat terakreditasi melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Pasca pelaksanaan akreditasi ini, Dinas Kesehatan akan menjadikan seluruh rangkaian proses akreditasi sebagai wahana pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap system manajemen, system manajemen mutu dan system penyelenggaraan pelayanan klinik, serta penerapan manajemen resiko.

Bagi Puskesmas se-kabupaten Bima, akreditasi ini akan memberikan keunggulan kompetitif, menjamin Puskesmas yang berkualitas hal ini dapat ditempuh dengan meningkatkan pendidikan pada staf, meningkatkan pengelolaan resiko, meningkatkan dan membangun kerja tim antar staf serta meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, tertib pendokumentasian dan konsistensi dalam bekerja.

Intinya, menurut H. Makruf, momentum Survei Akreditasi Puskesmas menjadi media evaluasi atas segala upaya perbaikan mutu pelayanan yang selama ini telah diikhtriarkan serta apapun hasilnya menjadi motivasi peningkatan kinerja.

Pada konteks ini, Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan maksimal, memotivasi, dan mempelancar proses pelaksanaan akreditasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Dr. H.Ganis Kristanto, P, dalam pengantarnya, akreditasi puskesmas ini dalam rangka proses penilaian esternal oleh komisioner Akreditasi terhadap puskesmas apakah sesuai standar akresitasi puskesmas yang ditetapkan sehingga dapat meningkatkan sistem mutu dan system pelayanan di puskesmas maupun pelayanan kesehatan primer.

Sementara itu jumlah Puskesmas yang akan di akreditasi tahun 2018 ini sebanyak 21 puskesmas yang salah satunya Puskesmas Ngali Kecamatan Belo.

Dr H. Ganis, yang merupakan sosok dokter senior yang sudah mengabdi lebih dari separuh usianya di Kabupaten Bima ini, menghimbau kepada kepala puskesmas Ngali Kecamatan Belo beserta jajaranya dapat menyiapkan dokumen terkait dengan keberadaan puskesmas itu sendiri.


“Sehingga pada saatnya nanti tim penilai dapat menilai keberadaan puskesmas Ngali tersebut dengan melihat dari dekat keberadaan puskesmas serta melakukan sesi Tanya jawab,” tutupnya. (Aden)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.