Kasek SMPN 1 Kobi Ambil Sepihak Tanah Milik Sekolah, BPKAD : Benar!


Kota Bima, Poros NTB.- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Kota Bima, HJ. Normah, S.Pd dipermasalahkan lantaran menggunakan secara sepihak tanah milik sekolah yang dikepalainya, guna memperlebar gang menuju rumahnya.

Pengambilan tanah sekolah yang luasnya sekitar 1,5 x 15 meter itu, dikatakan sepihak, karena tanpa melaporkannya terlebih dahulu ke Pemerintah Kota Bima selaku pengelola dan penanggung jawab tanah negara.

Tanah terkait, letaknya di sebelah timur sekolah, dari utara menuju selatan, hingga di depan rumah pribadi sang Kasek.

Sementara, pantauan Poros, di beberapa rumah warga tetangganya tidak diperlebar. Sehingga memang terkesan hanya untuk kepentingan pribadi Kasek semata.

Kepala Bidang Barang Milik Daerah  BPKAD Kota Bima, Abdillah, S.Sos, saat ditemui di kantornya kemarin, membenarkan, Kasek SMPN I Kota Bima ini telah menggunakan tanah sekolah yang luasnya puluhan meter itu untuk kepentingan pribadinya.

“Benar! Dengan cara membongkar pagar sekolah yang menuju rumahnya. Dari gang 1,5 meter menjadi 3 meter tanpa melaporkan kepada Pemkot Bima.” Tutur Abdillah.

Pihaknya, lanjut Abdillah, sudah melakukan peneguran kepada Kasek bersangkutan. Namun dijawab untuk kepentingan umum.

Kalau memang untuk kepentingan umum, Abdillah pun meminta untuk bersurat secara tertulis kepada Pemkot.

 “Saya sudah melakukan peneguran kasek itu untuk kembalikan tanah sekolah,tapi jawabannya  untuk kepentingan umum sehingga saya minta untuk membuat surat secara tertulis tapi suratnya belum masuk hingga sekarang,” ungkapnya.

Hal senada juga dibenarkan oleh mantan Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs H. Alwi, M.Pd. 


“Bahwa  kasek itu telah mengambil tanah sekolah  tanpa bersurat dulu kepada pihak Dinas Dikpora untuk memperlebar gang menuju kerumahnya. Kita tegur, tapi alasannya yang mengambil pihak Badan Kewasdayaan Masyarakat  (BKM) untuk kepentingan umum.” Tanggap H. Alwi.

Hj Normah,S.Pd sendiri, saat dikonfirmasi terkait pengambilan sepihak tanah sekolah untuk kepentingan pribadinya, mengelak!

Ia menyatakan, pihak BKM yang mengambil tanah tersebut guna memperlerbar gang untuk kepentingan umum, dengan cara membongkar pagar sekolah, lalu dibiarkan begitu saja.

Oleh pihak sekolah, aku Hj. Normah, lalu memasang kembali pagar itu agar tidak terbuka.

“Sesuai permintaan pihak BKM atau masyarakat   sekitar lebar 1,5 meter dan panjang sekitar puluhan meter,” jelasnya.

Terkait pertanyaan yang mencuat, kenapa dibongkar sampai didepan rumah Kasek saja?  Sementara yang lain tidak?


Alasannya, lanjut dia, saat terjadi pembongkaran tahun 2018 lalu, ada pro dan kontra, sehingga dibongkar  hanya sampai didepan rumahnya saja. Sementara yang lain menunggu jawaban Walikota yang diakuinya sudah melaporkan secara tertulis oleh lurah dan pihak BKM. (Jedo)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.