Pemdes se-Kecamatan Monta Minta UD rahmawati Gantikan CV Lewa Mori Sebagai Distributor

Kepala Desa Tolouwi, Ismail, ST

Bima, Poros NTB.- Kepala Desa Tolouwi, Ismail, ST, menyatakan, akan mendesak pihak PT. Pupuk kaltim Perwakilan NTB agar mengevaluasi dan mencabut izin distributor pupuk untuk Kecamatan Monta yang saat ini dipegang CV. Lewa Mori.

Ismail yang mengaku telah melakukan koordinasi dengan beberapa unsur Pemerintah Desa lain, khususnya wilayah Monta Dalam, menuntut agar izin distribusi pupuk untuk Kecamatan Monta kembali diserahkan kepada H. Ibrahim, pemilik UD Rahmawati.

“Seluruh masyarakat dan Pemerintah Desa beserta anggota BPD mengharapkan kehadiran kembali UD Rahmawati untuk menggantikan CV lewa mori,” ujar Ismail saat berada di tengah massa yang membludak di depan Kantor UPT Pertanian Monta, Senin (7/1/18) pagi tadi.

Alasannya, karena sejak izin distributor dipegang CV Lewa Mori, banyak masalah yang mengemuka. Mulai dari kelangkaan, kesenjangan harga yang tidak sesuai dengan harga HET yang dikeluarkan Pemda lewat bupati. Hingga hal-hal yang berkaitan dengan ketidakjelasan antara harga dari pengecer dengan harga yang ditentukan distributor.

“Ini yang menyebabkan terjadinya permasalahan di masing-masing desa. Karena semakin tingginya harga pupuk yang tidak sesuai dengan harga eceran yang semestinya, dan dipaksa untuk menjual paket dengan pupuk non subsidi seharga 170 ribu,” cecarnya.

Karena itu, ia menegaskan, semua Pemerintah Desa se-Kecamatan Monta mengharapkan kehadiran kembali H. Ibrahim untuk menetralisir keadaan dan kebutuhan pupuk yang ada di Monta.

Menurut hemat Ismail, beberapa tahun sebelumnya, saat H, Ibrahim menangani distribusi pupuk di wilayah Monta, tidak banyak masalah yang timbul setiap tahun saat musim tanam tiba.

“Malah tidak ada masalah, karena saat itu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat pada saat musim tanam,” utaranya

Ia menilai H. Ibrahim merupakan sosok yang mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pengecer dan PPL, bahkan dengan bhabinsa dan bhabinkamtibmas, serta Pemerintah Desa. Sehingga di Monta, imbuhnya, saat itu aman tanpa masalah berarti.

Menurutnya beda jauh dengan CV. Lewa Mori, yang enggan melakukan pengawasan, serta mengkoordinir kemudahan pelayanan demi menjaga keamanan yang baik.

“Berdasarkan hasil kesepakatan pertemuan di UPT Monta, mengharapkan perubahan distributor ini. Mulai dari masyarakat umum, Pemdes, BPD, Tokoh Pemuda dan Karang Taruna,” tandas Ismail. (Teddy)

Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.