Banner iklan disini Banner iklan disini

STKIP Tamsis Torehkan Tinta Emas Selama 2018




Bima, porosntb.com-Tahun 2018 menjadi tahun yang begitu spesial bagi STKIP Taman Siswa Bima. Karena mampu menorehkan sejumlah prestasi bertaraf nasional hingga internasional. Bahkan hingga di injury time, "kampus merah" tersebut sukses menutup tahun dengan tinta emas.

Kampus yang beralamat di jalan Lintas Talabiu-Bima Desa Padolo Kecamatan Palibelo itu patut berbangga dengan segudang prestasi yang sudah diraih selama setahun. Apalagi belum lama ini, kampus tersebut sukses memboyong sejumlah medali yang dipersembahkan mahasiswa dan dosennya di ajang Porprov NTB.

Tercatat, sebanyak 27 atlet asal civitas akademika STKIP Tamsis yang menggondol medali di ajang olahraga empat tahunan tersebut. 13 orang diantaranya berhasil meraih emas, enam orang menyumbang medali perak dan tiga orang puas dengan medali perunggu.

Mereka adalah Suhaya, Adiharyanto, Setiawan, Dwi, Ardian Warsidik, Dadin, Setiawanbipa, Muslimah, Suci Ramadhan, Gufrianto, Munira Indrawati, Laili Fitrianingsih dan Andika Putra sebagai peraih medali emas. Sedangkan Medali Perak dipersembahkan Suci Ramadhan, Muslimah, Muhamad Salim, M.Fikrin,  Angga Pratama dan Akrabil Husada. Sementara Medali Perunggu disumbang Salahuddin, Al Furkan dan Munira Indrawati.

"Kami merasa, ini menjadi momentum generasi emasi di STKIP Taman Siswa Bima. Selain meraih emas di Porprov, pada Oktober lalu kita juga meraih juara di bidang sepak bola. Ini menjadi hadiah akhir tahun buat kami," tutur ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi.

Diakui, jurusan Penjaskesrek memiliki keunggulan di cabang olahraga. Ini yang menjadi salah satu visi kampus dalam melahirkan atlet yang siap tampil di tingkat nasional. 

"Prestasi ini menunjukkan bahwa proses selama ini membuahkan hasil positif," tambahnya.

Mendukung hal itu, pihak lembaga sendiri akan memperhatikan mahasiswa dan dosen berprestasi tersebut. Dengan memberikan beasiswa kepada nahasiswa dan mengarahkan dosen Penjaskesrek berprestasi untuk mendapatkan sertifikasi sebagai wasit, pemain hingga pelatih. 

"Mereka tetap kita awasi untuk dibentuk soft skillnya. Yang jelas yayasan bangga dengan capaian ini," tandasnya.

Tidak saja itu, dalam pelaksanaan program unggulan di kampus, juga telah menuai hasil positif. Seperti program iklim pikir dan dzikir yang sudah dua tahun berjalan. Belum lama ini, untuk program dzikir bidang mata kuliah Ketamansiswaan, sekitar 75 hingga 100 mahasiswa sudah menyetor hafalan Al Qur'an ke para dosen.

Dengan adanya mata kuliah tersebut, mahasiswa intens mengikuti kegiatan ekstrakurikuler serta menyerahkan surat-surat panjang yang akan dihafal. 

Doktor Ibnu menilai jika hal tersebut sangat relevan dalam mendukung visi meningkatkan mutu, iman dan taqwa sesuai kebiasaan masyarakat Bima. Terlebih lagi, kampus setempat sudah mendapatkan hibah general education dari Kemenristekdikti yang fokus pada pengembangan diri mahasiswa sesuai program kampus.

"Mahasiswa yang sudah hafal ayat panjang akan dikuatkan lagi untuk pengembangan soft skilnya. Kita juga akan beri target untuk kuliah ke jenjang yang lebih tinggi," terang dosen ilmu politik ini.

Selain menghafal Al Qur'an, mahasiswa juga belajar leadership. Serta pelajaran karakter untuk menjadi seorang yang benar-benar qurani.

"Kita juga menyampaikan terimakasih kepada ibu direktorat jendral Belmawa yang punya program strategis dalam peningkatan nilai-nikai keislaman," pungkasnya. (Poros-07)

Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.