"AYO NYOBLOS..!!!", TNI - Polri Menjamin Keamanan Pelaksanaan Pilpres & Pileg 2019 Hingga ke TPS

Banner iklan disini

Kasus Dugaan Penganiayaan TKW, Akhirnya diselesaikan Secara Damai

Ilustrasi Jabat Tangan sebagai simbol penyelesaian masalah secara damai
Bima, Poros NTB.- Kasus dugaan penganiayaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Rosnani (25), yang dikatakannya, dilakukan oleh majikannya sempat marak diberitakan media local dan nasional, baik daring maupun cetak.

Awal mencuat, 1 Februari lalu. Saat Ros, sapaan akrabnya, mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima.

Bupati Bima sendiri, Hj. Indah Dhamayanti Putri sempat membesuk Ros pasca dirawat di RSUD Sondosia, Senin (4/2/19) lalu, hingga diberi pelayanan “istimewa” oleh Pemerintah Daerah untuk proses pemulihannya.

Hanya saja, majikan Ros, berinisial OP menyesalkan maraknya pemberitaan yang menurut dia sangat menyudutkan dirinya itu.

Awalnya OP, kepada pewarta Poros NTB via Whatsapp, mengutarakan akan hadir di Bima, Maret mendatang, guna mengkIarifikasi kejadian yang sebenarnya.

Namun, bisa jadi tak mau “berita fitnah” yang merusak citra an nama baiknya itu berlama-lama dikonsumsi publik, wanita kelahiran 1984 ini akhirnya mengakomodasi pihak Keluarga yang dikuasakan Ros untuk menemuinya di Jakarta, Senin (11/2/19) kemarin.

Hadir menemui OP, Algayam, warga Kelurahan Sambinae Kecamatan Mpunda, Kota Bima, dan Teddy Kuswara yang juga merupakan Wartawan Poros NTB, warga Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, sebagai pihak yang dikuasakan Ros tertanggal 8 Februari 2019, guna memediasi kedua pihak.

Sementara OP, saat itu ditemani oleh dua kuasa hukumnya,  Suhardi Lamaira, SH, MH, dan Pardomuan Oloan Lubis.

Hasil mediasi kedua pihak, akhirnya menelorkan Perjanjian Perdamaian antara OP sebagai Pihak Pertama, dan Algayam serta Teddy sebagai Pihak Kedua.

Menyitir isi perjanjian perdamaian para pihak, bahwa terkait dengan perbuatan PIHAK KEDUA yang telah menuduh PIHAK PERTAMA melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan tanpa dasar dan bukti yang mana telah menimbulkan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media online diantaranya yaitu, https://www.bimakini.com/2019/02/disiksa-di-singapura-tkw-asal-tolotangga-dirawat-di-rsud-sondosia/https://daerah.sindonews.com/read/1375474/174/seorang-tki-asal-bima-disiksa-majikan-di-singapura-1549033078.

Poros NTB sendiri sempat melansir pemberitaan serupa. (Baca : Nasib Tragis TKW AsalTolotangga : Dipukul, Disiram Air Panas, Hingga Disetrika Majikan)


Bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, Para Pihak setuju untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui jalur Mediasi dengan membuat kesepakatan perdamaian ini.


Para Pihak kemudian sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian Perdamaian ini dengan ketentuan dan persyaratan. Pertama, Pihak Kedua dengan ini mengakui telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik Pihak Pertama dengan menyebarkan permberitaan hohong melalui media online yang disebutkan di atas.

Kedua, Pihak Kedua berjanji akan mengklarifikasi dan/atau mencabut seluruh pemberitaan/laporannya baik pada Instansi Pemerintahan, Kepolisian, maupun pihak manapun.

Ketiga, Bahwa Pihak Kedua berjanji akan memulihkan nama baik Pihak Pertama dengan meminta maaf dan mengklarifikasi melalui media online atas pemberitaan bohong yang lelah diberitakannya.

Keempat, Bahwa Pihak Pertama akan memberikan bantuan uang pengobatan kepada Pihak Kedua sebesar Rp. 20.000.000.

Sebagai Konsekuensi Yuridisnya, Terhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian Perdamaian ini, maka melekat suatu kewajiban kepada Pihak Kedua, sebagaimana point kedua dan ketiga di atas,  dalam waktu 7 x 24 jam.

Apabila tidak dilaksanakan, maka Pihak Pertama dapat nenempuh jalur hukum baik secara pidana maupun perdata.

Perjanjian Perdamaian itu sendiri telah ditandatangani oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua, dengan saksi-sasksi,  Ramona Kristina Bulan, dan Suhardi Lamaira, SH, MH
.
  
Penandatangan perjanjian damai oleh para pihak ini, tentunya menunjukkan, bahwa Pihak Kedua mengakui dengan sadar dan tanpa paksaan, bahwa pengakuan Rosnani sebagaimana dimuat oleh beberapa media itu bohong belaka, dan masuk kategori fitnah. (Red)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.