Nasib Tragis TKW Asal Tolotangga : Dipukul, Disiram Air Panas, Hingga Disetrika Majikan

Ilustrasi
Bima, Poros NTB.- Tak pernah terlintas sebelumnya dalam benak Ros, TKW asal Desa Tolotangga Kecamatan Monta, bahwa keberangkatannya sebagai TKW di Singapura akan berakhir pilu. Ia terpaksa kembali ke tanah kelahirannya dengan kondisi fisik yang mengenaskan, akibat perlakuan tak manusiawi oleh majikannya, yang berinisial OP.

Sang majikan secara beringas menyiramnya dengan air panas. Tak puas hanya menyiramnya dengan air panas, menurut Ros, majikannya juga sempat menyetrikanya, menyebabkan kulit di sepanjang punggungnya melepuh sedemikan rupa.

Mimpi Ros yang awalnya hanya ingin mencari nafkah di negeri orang karena kepincut gaji tinggi yang diiming-imingi Perusahaan TKI harus terkubur dalam-dalam.

Pengakuan Ros, awalnya ia ragu untuk pergi ke Singapura. Pasalnya, orang yang merekrutnya merupakan orang yang berbeda dengan yang mensponsornya. Namun apa daya, terhimpit masalah ekonomi dan iming-iming gaji tinggi membuatnya nekat mengadu nasib.

“Perjanjian awal, saya akan diberangkatkan ke Singapura lewat jasa PT Aroya. Tapi sampai di Jakarta, kita malah dilempar ke PT Sukma Alzaidin Ilham, di Bekasi timur,” tutur Ros lirih sembari menahan sakit, saat ditemui di ruang perawatan RSUD Sondo Sia.

Lanjutnya, ia terkatung-katung selama dua bulan di penampungan, baru akhirnya diterbangkan ke Singapura.

Mirisnya lagi, Ros ternyata dibohongi oleh pihak PT. Dalam perjanjian, ia hanya akan melayani satu rumah, namun nyatanya harus melayani dua rumah.
Merasa ditipu, Ros sempat mengadukan hal itu kepada agensi TKI di
Singapura dan meminta untuk dipindahkan ke majikan lain, karena tak sanggup mengerjakan dua rumah sekaligus.

Seminggu kemudian, ia dipindahkan ke majikan yang baru oleh agensi.

“Majikan baru yang itu, isterinya berkebangsaan Indonesia dan suaminya warga negara Jepang. Saya hafal alamat rumah majikan itu di Jakarta, karena saya sudah tiga kali di ajak ke sana.” Kenang Ros.

Enam bulan pertama, tuturnya, ia bekerja seperti biasa. Namun memasuki bulan ketujuh ia mulai merasakan perlakuan majikan barunya itu yang kerap menyiksanya hanya karena hal-hal sepele.

“Hal sepele saja sudah dipukul. Salah gosok (setrika) baju saja, tubuh saya langsung disetrikanya,” ujarnya.

Penyiksaan itu secara rutin diterimanya selama delapan bulan.

Ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga pula”, sudah kerap menerima siksaan fisik selama 8 bulan, pun gaji sampai 8 bulan ditangguhkan majikan.

“Saya hanya mendapat makan sehari sekali. Itupun hanya nasi putih,tuturnya lagi.

Untungnya pengalaman tragisnya itu telah berlalu. Kini ia pulang, meski dengan kondisi tubuh yang kurus kering dan penuh lepuhan di sekujur punggungnya. Tapi ia sudah kembali berada di tengah-tengah keluarga yang peduli kepadanya.

Semangat hidupnya perlahan kembali bergelora. Apalagi Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bima telah menunjukan simpati dan empati yang luar biasa terhadap nasib yang dialami Ros.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, begitu mendengar khabar tentang Ros, langsung bergegas untuk membesuknya di RSUD Sondosia, gunakan memberikan dukungan moril dan jaminan financial untuk pemulihan penuh.

“Kami sekeluarga sangat terharu dan berterima kasih atas perhatian Bupati Bima untuk Ros,” ungkap salah seorang anggota keluarga Ros.

Sementara selama dirawat di RUSD Sondosia, Ros nampaknya memang diperlakukan “istimewa”. Ia yang awalnya diinap di Kelas C, sebagaimana BPJSnya, akhirnya dipindahkan ke Kelas A.

Tak hanya itu, Ros kemudian dirujuk ke RSUD Kota Bima untuk menerima perawatan intensif di Kelas A. Bahkan sebagaimana laporan pewarta Poros, akan dipindahkan ke Kelas VIP.

Selain meminta pihak Rumah Sakit untuk serius memberikan pelayanan yang prima selama proses pemulihan luka bakar yang dialami Ros. Bupati juga telah menginstruksikan pihak Disnakertran untuk serius mengurus persoalan yang dihadapi Ros ini.


Bupati menegaskan, bahwa sponsor sebagai perpanjangan tangan PJTKI harus bertanggung jawab, (Tim)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.