"AYO NYOBLOS..!!!", TNI - Polri Menjamin Keamanan Pelaksanaan Pilpres & Pileg 2019 Hingga ke TPS

Banner iklan disini

Pihak Keluarga Meminta Maaf Atas Pengakuan TKW Disiksa Majikannya


Rosnani (Kanan)
Bima, Poros NTB.- Pihak keluarga Rosnani, TKW asal Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, meminta maaf secara terbuka kepada public, atas pengakuannya disiksa dan diperlakukan tak manusiawi oleh majikannya di Singapura.

“Kami atas nama keluarga, meminta maaf kepada (bekas) majikan Rosnani, Ibu OP. Karena akibat pengakuan Rosnani,  yang mengatakan mengalami penyiksaan fisik dari majikannya, telah mencoreng citra dan mana baik Ibu OP lewat pemberitaan-pemberitaan yang mengutip pengakuannya (Rosnani) .” Ujar Algayam, mewakili keluarga Ros.

“Untuk  itu lewat kesempatan ini, kami (keluarga) menyatakan, bahwa apa yang sempat diberitakan lewat beberapa media online dan cetak itu, Tidak benar adanya. Dengan kata lain Ibu OP tidak pernah melakukan penyiksaan seperti apa yang dituduhkan Rosnani sebelumnya.” Ungkapnya.


Pernyataan Algayam ini dilontarkannya kepada sejumlah awak media, guna memulihkan nama baik OP yang sempat merasa tertekan akibat berita-berita yang faktanya fitnah belaka.

Karena setelah ditelisik lebih dalam, berdasarkan informasi dari OP yang disertai “rekam medis” dan faktur pembayaran gaji yang disodorkan OP lewat pengacaranya, secara langsung mementahkan beberapa klaim Rosnani.

“Yang jelas, Ros itu kita perlakukan baik-baik. Kita bahkan memberikan kebebasan bagi Ros untuk keluar rumah.” Ungkap OP.

Pernah suatu waktu, tutur OP, saat keluar bersama Ros, sempat ketemu polisi (singapura). Saat itu, polisi menanyakan wajahnya Ros yang melepuh.

“Saat itu Ros ditanyakan polisi, apakah dia baik-baik saja? Ros menjawab, saya baik-baik saja. Polisi bertanya lagi, apakah dia butuh bantuan, Ros menjawab tidak. Terus polisi Tanya lagi, kenapa mukanya Ros diperban. Dia menjawab kecelakaan dan setelah itu saya membantu menjelaskan karena Bahasa inggrisnya kurang baik,” kenang OP

“Waktu dengan dokter yang diutarakan alergi detergen dan sensitif air adalah karena tangannya bernanah dan seperti borok-borok hitam,” ungkapnya lagi

OP juga mengatakan, alat masak di rumahnya semua merek WMF yangg terbuat dari cromargan stainless steel yang menghantarkan panas lebih cepat dan jauh lebih panas dari alat masak biasa

“Jadi kalau tidak sengaja nempel dengan kulit bisa melepuh,” ujarnya.

Ia juga membantah, klaim Ros yang tidak menerima gaji selama 18 bulan.

“Ini (faktur-faktur) tanda terima gajinya. Semuanya ditandatangani Ros sendiri,“ katanya sembari menunjukkan faktur-faktur gaji yang diterima Ros kepada para pihak.

Pihak keluarga juga mengakui, secara psikologis, Ros memang tidak stabil. Faktor utama penyebabnya, bukan karena tekanan-tekanan yang diterimanya dari majikan. Ada penyebab internal Ros sendiri yang keluarga enggan membeberkannya.

Namun sekarang, kondisi fisik dan psikisnya sudah berangsur membaik, setelah melalui perawatan rutin yang diterimanya sejak di RSUD Sondosia hingga diinap-rawat di RSUD Kota Bima.

“Alhamdulillah Ros sekarang sudah diijinkan (dokter) pulang ke rumah, meski sesekali diharuskan check-up,” kata Algayam.

Untuk itu, Pihak keluarga Ros, mengucapkan terima kasih kepada OP yang telah bersusah payah datang dari Singapura ke Jakarta untuk mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya.

“Ini bukti kalau ibu OP orangnya baik, bertanggung jawab dan kooperatif,” tukas Algayam, yang juga merupakan anggota Brimob Detasemen Pelopor A Bima ini.

Saat ini, kata dia, pihak keluarga tengah melakukan usaha pencabutan kembali laporan kasus yang sempat masuk di Polres Bima Kabupaten, dan telah melaporkan hasil klarifikasi beserta surat perjanjian damai para pihak ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima. (Red)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.