Sekda Ajak ASN Tingkatkan Keimanan


Bima, Poros NTB.- Pembinaan Imtaq Gabungan jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang dilaksanakan tiap minggu pertama awal bulan, Jum’at (1/2) di halaman kantor Bupati Bima.
Dihadiri oleh  para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD dan staf ini dilakukan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bima kepada Allah, SWT.
Oleh karena itu kepada seluruh kepala OPD, ASN, saya selaku Sekda mengajak seluruh aparatur agar sama-sama berupaya untuk membekali diri supaya menjadi lebih baik dan bermakna dalam kehidupan, dengan modal keimanan dan ketaqwaan kita sebagai aparatur sipil negara”.
Demikian ungkapan sekda Kabupaten Bima Drs. HM. Taufik HAK, M.Si pada saat memberikan arahan terkait dengan kegiatan IMTAQ Gabungan in.
Sekda Menekankan pentingnya mengikuti kegiatan siraman rohani agar ASN dapat meningkatkan semangat kerja dan menjadikan kerja sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Begitu pula terkait dengan peningkatan SDM Manusia perlu ditingkatkan melalui proses yang harus dibangun sehingga terwujud manusia seutuhnya atau manusia yang berbobot atau yang berkualitas sesuai dengan hakikat dan sasaran pembangunan nasional Indonesia maupun daerah kita.
Dengan peningkatan SDM kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya fikir dan daya fisiknya. SDM atau manusia menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Peralatan yang handal atau canggih tanpa peran aktif SDM, tidak berarti apa-apa. Daya pikir adalah kecerdasan yang dibawa lahir (modal dasar) sedangkan kecakapan diperoleh dari usaha (belajar dan pelatihan).
Keberadaan Sumber daya manusia memiliki keinginan, harga diri, pikiran, hak asasi, ingin dihormati dan lain-lain.
Maka dari itu sumber daya manusia harus diperlakukan sama secara hati-hati dan penuh kearifan. Sumber daya manusia adalah ujung tombak pelayanan, sangat diandalkan untuk memenuhi standar mutu yang diinginkan.
Upayaupaya manusia itu bukan sesuatu yang statis, tetapi terus berkembang dan berubah, seirama dengan dinamika kehidupan manusia, yang berlangsung dalam kebersamaan sebagai suatu masyarakat.
Oleh karena itu salah satu situasi yang mendukung adalah seluruh peraturan pengelolaan sumber daya manusia yang berdampak pada perlakuan yang sama.
Sekda  berharap, kegiatan bernuansa keagamaan semacam ini terus dilakukan, selain untuk menambah wawasan keimanan jajaran Pemkab Bima, juga bisa memaknai ceramah agama dengan sebaik-baiknya dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam melaksanakan pola kerja.
Sementara itu menurut  Ustad Dedy Wahyuddin, S.Kep. M.Ked. Trop dalam tausiahnya menguraikan tentang keberadaan kita selaku umat muslim agar selalu mendekatkan diri kepada Allah, SWT dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganya, berdoa dan selalu berzikir terhadap Allah, SWT usai kita melaksanakan sholat.
Dengan melaksanakkan perintahnya ini, diharapkan kita selaku umat manusia agar selalu mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT
Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan olehnya.
Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup) sehingga semua itu harus patut kita sukuri bersama.
Begitupula dengan kita bertaqwa akan membuat seseorang memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tidak bertakwa akan mendatangkan kesulitan dan bencana.
Oleh sebab itu, kita semuanya dan seluruh muslimin sesungguhnya sangat butuh akan takwa. Allah telah menyebutkan di dalam Al-Qur’an, ayat-ayat yang berkaitan dengan takwa dan keutamaannya, begitu pula Rasulullah  di dalam hadits-haditsnya.
“Maka takwa merupakan wasiat Allah dan Rasul-Nya yang harus dipahami maksudnya dan senantiasa dijaga serta dijalankan oleh setiap muslim.
Sebagai seorang muslim, kita  memiliki dua hal yang harus kita perhatikan yang pertama adalah hablumminallah (hubungan kita sebagai hamba dengan Allah SWT) dan yang kedua, yang tak kalah pentingnya adalah hablum minan nas (hubungan baik sesama manusia).
Seorang muslim belum dapat mengklaim dirinya sebagai seorang yang terbaik jika salah satu diantara keduanya belum dijalankan dengan baik pula”. Jelasnya.
Begitupula dengan amanah yang diberikan, agar amanah tersebut dapat dijalankan dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada beliau dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan roda pemerintahan.
“jangan mempermainkan amanah yang diberikan tersebut akan berakibat fatal bagi ASN yang mempermainkan  amanah yang diberikan tersebut”. Imbuhnya. (Hum)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.