Kepemimpinan Dinda-Dahlan Disorot, Bupati : Saya Apresiasi

Foto: Herman Efendy, salah seorang warga Desa Dena Kecamatan Madapangga
,
Bima, Poros NTB.- Herman Effendy, S.Sos, salah seorang kader dari PDIP, melontarkan penilaiannya terhadap duet Dinda-Dahlan selama menahkodai Kabupaten Bima.

Kata dia, dibawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang sekarang, pembangunan di Kabupaten Bima masih jalan di tempat. “Belum ada yang fundamental yang menjadikan suatu keberhasilan dalam rezim IDP,” ujarnya, Jumat (29/03/19) kemarin.

Ia mencontohkan, dalam hal pelayanan publik, pelayanan yang memuaskan masyarakat, ibarat pepatah “jauh panggang dari api”.

Karena amanat UU tentang pelayan Publik belum diimplementasikan dengan baik oleh pemerintahan Dinda-Dahlan.

"Pembangunan infrastruktur yang amburadul dan tidak merata di setiap kecamatan dan desa di Kabupaten Bima. Serta mutu dari pembangunan infrastruktur yang begitu buruk, karena minimnya pengawasan oleh pihak terkait, sehingga pembangunan infrastruktur belum diresmikan sudah banyak yang sudah rusak," sorotnya.

Ia menekankan, hal ini semata-mata dikarenakan lemahnya sistim pengawasan dari pemimpin daerah atau dinas terkait atas pekerjaan tersebut.

Sementara, lanjutnya pihak kontraktor tidak dapat disalahkan. Karena tidaklah mungkin, menurutnya, kontraktor melakukan hal tersebut. “Apabila sang kontraktor terindikasi ada "deal"dengan para pengambil kebijakan. itulah yang terjadi saat ini di rezim Dinda-Dahlan," tudingnya.

Padahal, kata dia lagi, berdasarkan UU No.25/2009, ditegaskan bahwa Pemerintah Berkewajiban memberikan pelayanan dengan sebaik-baik nya kepada Masyarakat sebagai penerima pelayanan, sesuai dengan kebutuhan Masyarakat.

“Hal itulah yang masih belum maksimalnya berjalan di rezim Dinda-Dahlan saat ini. Aparatur negara masih dipandang bukan sebagai profesi. Persepsi aparatur negara adalah bukan sebuah pekerjaan, tapi pengabdian.” Urainya.

Herman menyatakan, mindset seperti ini berdampak pada kinerja aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi nya sebagai pelayan publik. Sehingga daalam hal ini masih banyak Pejabat yang ingin dilayani, bukan sebaliknya, yakni melayani.

Kesemuanya itu tergantung bagaimana seorang Kepala Pemerintahan dalam mengambil kebijakan dalam era New-Public Managemen (NPM) saat ini," tukasnya.

Suatu daerah akan mundur apabila Kepala Pemerintahan tidak ada niat yang datang dari pribadi, sangat sulit untuk mengaplikasikan Peningkatan Pelayanan Publik tersebut. Padahal pelayanan Publik merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam meningkatkan kebutuhan hidup Masyarakat," ujar warga Madapangga yang tengah melanjutkan studi S2nya di Kota Malang tersebut.

Hal lain, yang dikuliknya, Dinda-Dahlan masih memakai budaya birokratik yang berorientasi pada birokrasi atau aparatur pelayanan yang meminta dilayani.

Hal ini, hematnya, merupakan penyakit yang sudah lama meracuni penyelenggaraaan pelayanan pemerintah. Budaya tersebut sudah tidak relewan lagi dengan peradaban sekarang dan harus kita kikis dengan mengubah melayani," cetus Herman.

Hal senada dikatakan M.Yamin, salah seorang warga Desa Mpuri, ia menilai Dinda-Dahlan juga tidak mampu mempertahankan pola kepemimpinan (almarhum) H. Fery Zulkarnaen S.T, saat menjabat Bupati Bima hampir 8 tahun lamanya.

Menurutnya, selama dua periode memimpin, (Alamrhum) Dae Ferry mampu membawa perubahan yang sangat signifikan bagi daerah.

“Pasca tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan H. Syafrudin, walaupun hanya melanjutkan 2 tahun sisa periode, toh mampu juga membangun daerah kabupaten Bima," tandas Yamin.

Terbukti, imbuhnya, ia mampu merealisasikan Kantor Bupati Bima, dan menjemput bola proyek Jembatan Lewa Mori yang diperjuangkannya.

Jangankan pembangunan yang merata, hingga saat ini saja penetapan PJ pelaksana tugas Kades hingga hari ini belum dilantik," herannya.

Di tempat terpisah, Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri, S.E yang coba dikonfirmasi di sela kegiatan Musrenbang tingkat kabupaten Bima di kampus Advokasi Unram di Desa Sondosia Kecamatan Bolo, Kamis (28/03/19), mengatakan, belum mengetahui ada yang menyoroti kepemimpinan Dinda-Dahlan.
Bupati sendiri, mengapresiasi setiap kritikan terkait kepemimpinannya bersama wakilnya.

Tapi yang perlu diketahui masyarakat kabupaten Bima, Dinda-Dahlan, tetap akan Maksimal membangun daerah kabupaten Bima sesuai dengan Visi dan Misi kami sejak awal.” Tegasnya.


“Dalam membangun daerah kabupaten Bima tidak saja Bupati dan Wakil Bupati saja yang punya tugas dan tanggung jawab. Seluruh masyarakat juga harus bersama-sama membangun daerah," pungkas Bupati. (Poros08)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.