Sekolahnya "Dirampas", Kepala Yayasan Al Nur Mubarak Akan Tempuh Jalur Hukum

Muhidin S.Pd, Kepala Yayasan An Nur Mubarak, menunjukkan Akta Notaris bukti pelimpahan sekolah MTs Al Jihad Samili
Bima, Poros NTB.- Kisruh Kepemilikan MTs Al Jihad Samili kian mencapai puncaknya. Pasalnya, yayasan yang berlokasi di Dusun Tunas Mekar Desa Samili, Kecamatan Woha tersebut, sebagaimana diklaim oleh Wahidin, S.Pd, bahwa MTs itu sudah dilimpahkan kepengurusannya di bawah naungan Yayasan Al Nur Mubarak Bima yang dikepelainya.

Namun, dalam operasionalnya, MTs tersebut, seakan masih di bawah naungan Yayasan Al Jihad Ngali, milik H. Yaman, yang merupakan mantan Kepala Kemenag Kabupaten Bima.

Padahal proses hokum dan administrasi pelimpahan MTs tersebut, dari yayasan Al Jihad Ngali ke Yayasan Al Nur Mubarak telah dilewati. Tercantum dalam Akta Notaris/PPAT/NPAK, yang dikeluarkan Adnan, SH M.Kn, dengan Nomor 26 tertanggal 31 Juli 2017, atas nama kedua pihak. Yakni H.Yaman dan Wahidin, S. Pd.

Mestinya, kata Wahidin, dengan adanya status pengalihan tersebut, maka secara otomatis MTs Al Jihad Samili, secara operasional dan administrasi, mutlak dinaungi yayasannya.

Tapi faktanya, imbuh dia, MTs tersebut justeru masih menggunakan SK lama atas nama yayasan yang dikepalai H Yaman.

Sehingga beberapa kali pencairan dana BOS MTs, selama ini masuk ke kas yayasan Al Jihad Ngali. Dan wahidin hanya bisa gigit jari, tanpa diakui haknya untuk ikut mengelola Dana BOS.

"Berdasarkan pelimpahan dan hak melalui Akta Notaris/PPAT/NPAK. Syarif Adnan, SH. M.Kn. Pelimpahan dan Peralihan Hak MTs tersebut dengan Nomor 26 Tanggal 31 Juli 2017. Maka sejak itulah MTs menjadi hak paten yayasan saya," ungkapnya.

Masalah internal MTs juga ikut memperkeruh kisruh yang ada. Dimana MTs Al Jihad, kata Wahidin, justeru diklaim oleh Kepala MTs, Burhan, S.Pd melalui Wakaseknya, Suriyati, S.Pd, dengan alasan bahwa sekolah tersebut miliknya H. Yaman.

Padahal mereka tahu pasti tentang proses pelimpahan kepengurusan itu, sudah dibawah naungan yayasannya.

“Ini sama halnya perampasan hak saya selaku pemilik MTs tersebut secara sah," ujar Wahidin.

Ia menuding ada konspirasi dari H. Yaman yang masih menggunakan yayasannya untuk memuluskan pencairan Dana BOS, dengan melibatkan Kepala sekolah beserta guru-gurunya.

Ia juga menyebut Kemenag Kabupaten Bima ikut terlibat dalam konspirasi itu. "Yang jelas saya menilai ada konspirasi antara pihak MTs dengan H. Yaman bahkan oknum yang ada di Dinas Kemenag Kabupaten Bima,” yakinnya.

Wahidin menuturkan, awalnya MTs Al Mujadin Samili dbangun Tahun 2011 lewat perjuangan yang panjang hingga usai tahun 2017. Dulunya memang bernaung di Yayasan Al Jihad Ngali. Namun lewat negosiasi, akhirnya MTs tersebut dilimpahkan kepada yayasan yang dikepalainya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Al Jihad Samili Buhan, S.Pd, masih sulit untuk dikonfirmasi karena berbagai alasan.

Sedangkan H. Yaman mengaku, tak pernah mengklaim kembali kepengurusan MTs tersebut.

Setelah berbagai upaya yang dilakukan Wahidin untuk mematenkan yayasannya sebagai naungan sah dari MTs itu tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Maka Wahidin, akan menempuh jalur hokum.

“Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya, untuk membawa persoalan ini ke ranah hokum,”pungkasnya. (Red)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.