Banner iklan disini Banner iklan disini

Bandara Bima Bersiap Didarati Boeing 737, Perpanjangan Runway Diproyeksi Tuntas Akhir Tahun


Kepala Bandara Bima I Kadek Yuli Sastrawan




Bima, porosntb.com-Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima terus mengalami pembaharuan. Baik dalam segi pelayanan maupun infrastruktur. Setelah menghadirkan pesawat Boeing 737 seri 500, kini bandara yang berlokasi di Kecamatan Palibelo tersebut bersiap didarati pesawat berbadan besar. Untuk itui, pihak bandara saat ini terus menggenjot perpanjangan Runway (landasan pacu) dari 1600 meter menjadi 2100 meter. 

Perpanjangan Runway yang sudah sekian tahun diimpikan masyarakat Bima, Kota Bima dan Dompu ini akan segera terwujud tahun ini. Pihak bandara sendiri sudah melakukan lelang proyek penimbunan sungai sebagai lintasan Runway. Dipastikan kontraktornya akan diumumkan bulan ini, April 2019.

"Penimbunan sungai untuk perpanjangan Runway, pagar dan penataan bandara akan tuntas tahun ini. Kita sudah siapkan semuanya, tinggal kontraktor dan pengawasnya saja. Mungkin bulan ini sudah ada kontraktor pelaksananya," ungkap Kepala Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, I Kadek Yuli Sastrawan SIKom.

Selain itu, Kadek juga mengungkapkan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam tahun ini antara lain pembenahan rumah ibadah dengan parkiran. Di wilayah masjid bandara tersebut akan dibangun tempat peristirahatan (rest area).

"Masjidnya kita geser ke pinggir, samping itu kios depannya adalah parkiran. Semuanya akan kita tata dan sekarang lagi proses penghapusan," terangnya. 

Hal ini dilakukan mengingat lokasi parkir di area terminal bandara sudah semakin sesak. Selain itu, adanya rencana pembangunan jangka panjang dengan pembangunan terminal bandara baru. Sehingga otomatis terminal saat ini akan dibongkar semua untuk parkiran dan kargo. 

"Semua bangunan di terminal ini akan dibongkar. Termasuk ruang VIP, nanti akan dibangun di ruang tunggu di dalam terminal, kita partisi ruangan," jelasnya.


"Proses eksekusi terminal itu sedang menunggu kontraknya karena belum  disetujui lagi oleh pusat anggarannya. Ini masih terus diperjuangkan agar bisa disetujui," imbuh pria asal Pulau Dewata ini. 
Diakui sejumlah lahan untuk pembangunan terminal baru dan landasan pacu semuanya sudah tersedia. Tinggal menunggu anggaran pusat saja. Meski begitu, dia juga masih khawatir dengan aktifitas masyarakat khususnya petani tambak yang masih melintas bebas di lintasan Runway. Ini terjadi karena para petani tidak punya jalan tani menuju tambak. Sehingga jalan satu-satunya adalah memotong lintasan pesawat. 

"Ini yang belum selesai. Kita harapkan pemerintah daerah segera membebaskan lahan untuk jalan tani. Sehingga kita bisa leluasa dan bebas dari aktifitas warga yang keluar masuk landasan," pungkasnya. (Poros07)


Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.