Gubernur NTB Buka Festival Geopark Tambora Satu Tahun 2109

Foto: Gubernur Buka Geopark Tambora satu tahun di ASI Mbojo
Bima,Porosntb.com-Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah membuka secara resmi festival Geopark Tambora 1 (satu) yang dilaksanakan di ASI Mbojo Bima pada hari Selasa ( 9/4). Kegiatan tersebut turut Dihadiri oleh Anggota DPR RI dari F-PAN, Walikota Bima, Bupati Bima, Bupati Dompu, Wakil Bupati Bima, Sekda Kabupaten Bima, Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi NTB yang juga sebagai GM. Geopark Tambora, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, serta para pendukung festival geopark tambora 1 (satu).

Dr. Zulkieflimansyah dalam arahannya mengatakan bahwa keberadaan meletusnya gunung tambora ini tepatnya  Pada tanggal 10 April 1815 mampu menggetarkan seluruh dunia, dimana meletusnya gunung tambora tersebut secara dahsyat dan mengeluarkan material yang tercatat sebagai letusan terbesar yang pernah terjadi di dunia. Akibat letusan ini tahun 1816 tercatat sebagai “tahun tanpa musim panas” di Eropa dan Amerika Utara, akibat debu dan partikel vulkanik yang terlempar ke lapisan atmosfer menghalangi cahaya matahari. Letusan ini telah menimbulkan anomali temperatur global, hingga temperatur turun sekitar tiga derajat celcius (pendinginan global) dan menghancurkan panenan dan menimbulkan kelaparan besar di berbagai negara, termasuk Amerika Utara, Tiongkok, India dan Eropa.

Dampak lanjutan erupsi Tambora dan telah menyebabkan penyebaran penyakit tipus dan disentri yang dipercaya telah merenggut korban jiwa di Eropa hingga 200 ribu orang pada periode 1816-1819. Disamping itu Letusan Tambora dicatat dalam skala tujuh pada skala Volcanic Explosivity Index, mengeluarkan material vulkanik 160 km kubik (38 cu mi) yang empat kali lebih kuat dari letusan Krakatau tahun 1883. Sebelum meletus tinggi Tambora diperkirakan 4.300 mdpl, setelah meletus tinggi gunung terpangkas menjadi 2.851 mdpl dan meninggalkan kaldera berukuran 6-7 km berkedalaman 600-700 meter. Tinggi asap letusan ini mencapai hingga 43 kilometer di stratosfir dan menyebabkan langit berwarna oranye merah. Letusan Tambora mengeluarkan sulfur oksida yang menghalangi cahaya matahari (sunlight blocked).     Suara guruh akibat letusan dilaporkan terdengar hingga ke Ternate, Batavia, Makassar bahkan hingga ke Sumatera. Tsunami akibat letusan Tambora tercatat di beberapa kepulauan Indonesia, termasuk semenanjung Sanggar di Sumbawa, Maluku hingga wilayah Jawa Timur.

Dijabarkan pula bahwa Letusan Tambora telah memusnahkan peradaban yang berada di sekitar gunung tersebut, yang secara administratif sekarang berada di kabupaten Dompu dan Bima. Menurut para ahli sejarah dan arkeologi, terdapat tiga kerajaan lokal yang hilang akibat letusan Tambora yaitu Sanggar, Tambora dan Pekat.  Pada tahun 2004, penggalian arkeologi oleh para peneliti dari Indonesia dan Amerika Serikat yang dipimpin oleh Prof Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island menemukan sisa-sisa peradaban seperti perunggu, tembikar dan kaca. Pada tahun 2010, tim Balai Arkeologi Denpasar menemukan rangka rumah dari kayu, benda-benda perabotan, keris, keramik, alat tenun dan perhiasan yang mengindikasikan keberadaan kerajaan Tambora dan Pekat.
Gubernur NTB  berharap dengan adanya kegiatan seperti ini merupakan langkah awal dalam rangka mendukung keberadaan Gunung Tambora serta  akan menambah deretan 140 Global Geopark UNESCO di tingkat dunia dan menunjukkan eksistensi Geopark pada masyarakat internasional sehingga dapat menghargai dan melestarikan lingkuangan yang ada di sekitarnya.

Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi NTB yang juga sebagai GM. Geopark Tambora Ir. Ridwan Syah, M.Sc, MM, M.Tp dalam pengantar, bahwa dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat akan keberadaan gunung tambora yang sangat fenomenal, sekaligus dalam rangka mempromosikan gunung tambora sebagai destinasi wisata yang ada di daerah Kabupaten Bima. Oleh karena itu dengan begitu dasyatnya keberadaan gunung tambora ini saya selaku General Manager Geopark Tambora mengadakan kegiatan festival ini sekaligus upaya untuk mendukung promosi wisata yang ada di daerah Kabupaten Bima.
Lebih lanjut, setelah dijadikan sebagai Geopark Nasional, keberadaan  Gunung Tambora ini akan diusulkan menjadi Geopark Unesco menyusul gunung Rinjani sehingga potensi hayati, budaya, geologi yang telah ada di kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa  bertahan untuk memuliakan dan merawat bumi ini. Oleh karena itu Gunung Tambora akan menambah deretan 140 Global Geopark UNESCO di tingkat dunia dan menunjukkan eksistensi Geopark pada masyarakat internasional sehingga dapat menghargai dan melestarikan lingkuangan yang ada di sekitarnya.

Proses usulan Gunung Tambora menjadi Geopark UNESCO akan dilakukan paling lambat Bulan Oktober mendatang dan secara otomatis akan dipromosikan secara gratis di seluruh situs UNESCO. “saya mengajak kita semua masyarakat Bima – Dompu untuk bekerja sama sehingga mewujudkan Gunung Tambora sebagai Geopark UNESCO” ungkapnya.

Alasan diadakan kegiatan ini yaitu dalam rangka mempromosikan sektor wisata yang ada di daerah kita sehingga masyarakat dan turis mancanegara dapat menimati keberadan gunug tambora, nuansa pantai hingga bawah lautnya luar biasa.

Selain kegiatan festival Geopark Tambora, juga akan disajikan kegiatan seminar Nasional tentang Keberadaan gunung tambora tersebut, dimana dalam seminar ini pematerinya terdiri dari Dr. Young Munjan dan Dr. Haryadi Rahmat serta staf ahli Kementerian Maritim RI. Para pemateri ini akan membahas secara luas terkait dengan keberadaan Geopark gunung tambora.

Momentum tersebut dirangkaikan Pemukulan Gong sebagai rangkaian pembukaan Festival Geopark Tambora 1 (satu) oleh Gubernur NTB serta pembagian Buku tentang keberadaan gunung tambora  kepada masing-masing Bupati, Walikota , kepada wakil Bupati Bima oleh Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia Dr. Ir. Haryadi Rahmat.(Poros08)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.