Bahas Progress INOVASI, Bupati Terima Kunjungan Tim DFAT Dari Australia


Bima, Poros NTB.- Usai diterima Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer sehari sebelumnya.  kunjungan tim INOVASI dan Tim DFAT Dari Australia, kembali diterima Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE di ruang kerjanya, Selasa (28/5/19), bersama Wakil Bupati Bima, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Plt. Kepala Kominfo dan Stik, Unsur Bappeda, Kepala DPMDES , unsur DInas Kesehatan, Camat Belo bersama unsur Muspika.

“Pertama-tama, saya selaku pribadi dan Kepala Daerah menyampaikan ucapan selamat datang kepada tamu dari Australia dan tim INOVASI Bima dalam rangka melakukan tatap muka sehingga dari kegiatan ini diharapkan kedepannya kegiatan yang dilakukan akan bermanfaat,” ujar Bupati mengawali.

Lanjutnya, keberadaan INOVASI untuk anak sekolah Indonesia merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang bekerja langsung dengan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memahami cara-cara meningkatkan hasil pembelajaran siswa sekolah, terutama dalam hal literasi dan numerasi.

Program INOVASI ini,  ujarnya, diimplementasikan di 4 (empat) provinsi mitra dengan menggunakan pendekatan khusus yang berfokus pada solusi lokal dalam mengembangkan berbagai macam program rintisan (pilot) di beberapa sekolah mitra, guna mendapatkan pemahaman-pemahaman hasil implementasi yang lebih baik, dan dalam menemukan cara-cara yang lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Urainya lagi, model pembangunan di bidang pendidikan ini dimulai dengan mengujicobakan dalam skala terbatas berbagai macam program rintisan (pilot) yang sesuai konteks permasalahan yang ada di 17 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

“Pendekatan “unik” yang dilakukan INOVASI adalah bahwa program-program rintisannya dirancang berdasarkan masalah lokal yang menjadi prioritas di daerah tersebut.” Papar Bupati.

Dengan demikian, katanya lagi, dapat menawarkan solusi yang paling cocok. Yakni,  bukan solusi “Satu Untuk Semua” yang tidak selalu relevan untuk Indonesia dengan konteks budayanya yang beragam.

Program yang dilakukan oleh tim INOVASI ini juga menurutnya dapat bersinergi  dengan program pemerintah, sehingga kedepan diharapkan adanya sinergisitas ini dapat diterapkan, terutama dalam rangka peningkatan keberadaan Sumber Daya Manusia ( SDM ) guna peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.

Bupati berharap program INOVASI ini, kedepannya dapat dilanjutkan dalam rangka peningkatan dan penguatan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, Bolynda Mcnaughton (DFAT Australia),  menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Bima beserta seluruh jajaranya yang telah mendukung keberadaan INOVASI ini, sehingga dari kegiatan tersebut dalam rangka peningkatan SDM para guru yang ada di sekolah-sekolah, terutama dalam memberikan pembelajaran kepada siswa-siswi.

Oleh karena itu Pemerintah Australia, kata dia, sangat mendukung keberadaan INOVASI untuk anak sekolah Indonesia.

Dimana, sejak tahun 2016 Pemerintah Indonesia dan Australia telah menjalin kemitraan melalui program INOVASI yang bertujuan menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar (terutama di kelas-kelas awal) di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi (calistung).

Dampak yang ingin diraih dari kegiatan ini, para guru dampingan yang terlibat dalam program rintisan INOVASI telah mempelajari metode dan alat baru untuk mengeksplorasi masalah pembelajaran literasi dan numerasi yang mereka hadapi di kelas. Tentunya dengan dukungan dari  para fasilitator lokal program.

Bolynda menilai, melalui penggunaan pendekatan PDIA yang berkelanjutan dan berdasarkan konteks masalah lokal, banyak guru di kabupaten mitra INOVASI yang mengalami perubahan pola pikir, yang kini memahami bahwa pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat lebih mengarah pada peningkatan hasil belajar siswa di kelas.

“Pada akhir program, ketika semua program-program rintisan telah dilaksanakan, kabupaten dan provinsi dampingan program diharapkan mampu menerapkan dan meningkatkan pendekatan yang relevan dan sesuai konteks di daerah mereka,  demi untuk meningkatkan hasil belajar siswa  sebagaimana yang telah dilakukan selama program-program INOVASI berlangsung.” Pungkasnya. (Poros.08)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.