Mantan Kades Kananga Diduga Jual Aset Desa





Bima, porosntb.com- Mantan Kepala Desa (Kades) Kananga, MN diduga menjual tanah aset desa setempat sebesar Rp 30 juta. Tanah tersebut merupakan hibah dari warga Kota Bima, H Marbahan puluhan tahun lalu yang berlokasi di watasan Desa Rato dengan luas sekitar 8 are.

Dalam surat pernyataan tersebut, MN selaku pihak pertama menjual tanah kepada pihak kedua bernama Fatimah bersifat permanen atau tetap dan menjadi hak milik pihak kedua. Selain itu, MN juga memerintahkan Fatimah untuk membuat sertifikat.
"Tanah tersebut dijual oleh mantan Kades ke Fatimah yang berdomisili di Kalimantan pada 2017 lalu. Turut menjadi saksi masing- masing H Anwar Saleh dan H Abdurahman H Yusuf," ujar Kaur Desa Kananga, Syamsudin, saat dikonfirmasi di kantor desa setempat, Selasa (30/4).
Kata dia, tanah tersebut awalnya dihibahkan oleh H Marhaban yang berada di Kota Bima. Yakni tanah yang berlokasi di watasan Desa Sondosia sekitar 23 are dan watasan Desa Rato sekitar 8 are. Kedua lokasi tanah itu masing-masing memiliki sertifikat atas nama H Marhaban.
"Usai tanah itu dihibahkan, langsung dikelola oleh salah satu kaur desa setempat M Tahir Mansyur," ungkapnya.
Setelah M Tahir Mansyur pensiun menjadi kaur desa, digantikan MN yang saat itu belum menjadi Kades. Sehingga dengan sendirinya tanah itu dikelola MN.

"MN ini mengelola tanah tersebut saat bersangkutan menjadi kaur desa. Namun tiba-tiba setelah menjabat sebagai Kepala Desa tanah itu dijualnya," terang Syamsudin.
Dirinya mengaku sebagai keluarga dekat H Marhaban pemilik tanah sebelumnya, tak mengetahui penjualan permanen tanah tersebut. Bahkan selaku pemerintah desa mengetahui adanya tanah itu dijual baru-baru ini.
"Tanah tersebut dijual sepihak oleh mantan Kades," katanya.
Terkait hal itu, dirinya sangat menyesalkan ulah mantan Kades karena realitanya bukan tanah itu saja yang dijualnya. Tapi mantan Kades juga telah menggadaikan tanah yang berlokasi di watasan Sondosia sekitar 23 are sebesar Rp 22 juta.
"Kita sesalkan ulah mantan Kades. Karena telah menjual dan menggadaikan tanah milik desa," sesalnya.
Sementata itu, Pj Kades Kananga, Suherman mengaku tidak mengatehaui kronologis penjualan aset desa tersebut. Namun kata dia, saat kegiatan kemasyarakatan di desa setempat, dirinya ditanyakan warga terkait aset desa.
"Saya ditanyakan warga terkait aset itu. Sekaligus disuruh untuk memfasilitasi dan menertibkan seluruh aset desa tersebut," ujarnya.
Terkait hal itu, dirinya berjanji akan melakukan pertemuan dengan seluruh unsur kompeten agar masalah tersebut tidak menuai kontroversi.
"Saya berjanji akan membahas masalah itu dengan unsur dan lembaga desa.Tapi menunggu penyelesaian rampungnya penyusunan RKPDes," pungkasnya. (Poros08)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.