Tanpa Alasan Jelas, Sekdes Tiba-tiba Layangkan Surat Undurkan Diri



Bima, porosntb.com- Tanpa alasan yang jelas, Sekretaris Desa (Sekdes) Dena, Wahyudin SIP mengundurkan diri dari jabatannya, Rabu (8/5/19). Surat pengunduran dirinya disampaikan langsung kepada kepala desa dan aparatur desa setempat.
Wahyudin SIP yang ditemui saat menyerahkan surat pengunduran dirinya tidak mau blak-blakan soal keinginannya mengundurkan diri. Dia hanya mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf kepada pemerintah desa setempat dan masyarakat.  

"Saya berterimakasih atas jabatan selama 19 bulan ini. Dan mohon maaf apabila selama menjalankan tugas ada kesalahan dalam berucap dan bertindak," ujarnya.

"Saya mengundurkan diri jelas ada persoalan yang prinsipil. Dan itu tak perlu saya harus beberkan pada publik. Tapi sesungguhnya langkah ini sudah menjadi pilihan saya beserta keluarga," tegasnya. 
 
Dijelaskannya, langkah yang diambil ini dilakukan demi kebaikan bersama. Dan secara pribadi, dia tetap total mendukung kemajuan dan pembangunan yang ada di desa.
"Saya tetap berbuat untuk desa ini. Dan pilihan saya ini justru sangat baik. Demi kemajuan bagi Desa Dena. Supaya tetap menjadi contoh bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Madapangga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dena, Syamsudin HAR, mengatakan, terkait surat pengunduran diri yang disampaikan Sekdes belum ditanggapi. Karena akan dicermati atau dipahami dengan baik. 
"Surat yang diajukan ini akan saya cermati dulu. Apalagi isi surat yang diajukan tak ada alasan dan tak bermaterai," ujarnya.
Menurut Kades, pengunduran diri Sekdes tidak beralasan atau tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Seperti halnya di internal Pemdes, selama Sekdes menjabat tidak ada masalah. Bahkan keberadaannya sangat membantu sekaligus memberi warna baru yang bernilai positif. 
Selain itu, jika Sekdes benar- benar mengundurkan diri, tentu Pemdes Dena akan sulit menjalankan roda pembangunan. Karena pada tanggal 23 Juli mendatang jabatan dirinya akan berakhir sebagai Kades setempat.
"Selain saya akan berakhir masa jabatan, dalam waktu dekat banyak program yang harus dijalankan, tentunya membutuhkan seorang Nahkoda sebagai pengatur dalam roda pemerintahan desa ini," ungkapnya.
Selaku kepala desa setempat pihaknya sangat sesalkan dan kecewa dengan sikap yang diambil oleh Sekdes setempat. Apalagi surat pengunduran ini tiba-tiba saja disampaikan tanpa alasan apapun. Padahal di tahun ini banyak sekali agenda desa yang sangat membutuhkan tenaga Sekdes tersebut.
"Kita sesalkan dengan surat pengunduran diri Sekdes ini. Apalagi yang bersangkutan sangat banyak memberikan kontribusi bagi pemerintahan dan pembangunan desa," pungkasnya. (Poros08)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.