Empat Bulan di Penampungan, Uangnya Dikuras, Calon TKW Bima Meradang


Calon TKW, Imra

Bima, Porosntb.com-Kasus yang dialami para pahlawan devisa di Indonesia seakan tak ada habisnya. Bahkan, sebelum menyandang status sebagai TKI pun, para calon tenaga kerja sudah mendapat perlakuan miris. 

Seperti yang dialami TKW asal Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Imra. Perempuan 30 tahun ini terancam tidak dikirim ke negara tujuannya oleh perusahaan penyalur TKI HWI LAN atau CI Elen PT FORWARD GLOBAL yang mengurusnya. 

Padahal, perempuan berambut air ini sudah melewati segala proses untuk menjadi seorang TKW. Seperti karantina dan sebagainya. Bahkan, dirinya sudah empat bulan tinggal di penampungan dan mendapatkan kursus bahasa negara yang menjadi tujuan. 

Namun sayangnya, rencana untuk mengadu nasib di negeri orang harus kandas di tengah jalan. Kini, Imra direncanakan akan dipulangkan oleh pihak perusahaan. 

Ironi lain yang harus dialami perempuan cantik ini adalah uangnya selama tinggal di penampungan dan biaya administrasi harus ikut lenyap. Selain itu, uang sebesar Rp 3 juta yang diminta pihak perusahaan untuk memuluskan proses pengirimannya ke negara tujuan juga dipastikan ikut ludes.

Kakak kandung Imra, Amrin mengatakan, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke kepolisian. Karena dia menduga ada indikasi penipuan yang dilakukan pihak perusahaan. 

"Pada bulan Mei kemarin, pihak PT HWI LAN menghubungi saya dan meminta uang Rp 3 juta untuk mempercepat prosesnya. Setelah dikirim uangnya, malah adik saya disuruh PKL lagi," ungkapnya. 

Meski begitu, dia menunggu asiknya selesai PKL baru menghubungi kembali pihak perusahaan guna mempertanyakan kembali kapan adiknya diberangkatkan ke negara tujuan.

"Tapi, perusahaan tersebut tidak mau memprosesnya dan bahkan mau memulangkan adik saya ke Bima," katanya. 

Apa yang dilakukan perusahaan tersebut dinilai telah merugikan mereka. Karena tidak ada alasan yang jelas kenapa perusahaan memulangkan calon TKW ke kampung halaman padahal sudah mengikuti karantina.

"Adik saya mau ke Taiwan, tapi empat bulan karantina di penampungan tak kunjung diberangkatkan. Sedangkan yang kita sudah habis. Tentu akan kami adukan ke polisi," tandasnya. (poros06)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.