MODERNISASI DAN PERGESERAN NILAI KEARIFAN LOKAL


Oleh: Ns. Abdarabbi S. Kep (Dosen STIKES Yahya Bima)

Dilihat dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Ketika ada unsur baru yang menarik, maka masyarakat pun dengan perlahan tapi pasti akan mengikut pada nilai tersebut. 

Pergeseran nilai budaya memang wajar terjadi, ini terjadi karena efek dari modernisasi dan globalisasi. Nilai budaya yang telah lama dipegang menjadi mudah untuk dilepaskan. Itu  dikarena terlalu kerasnya tarikan modernitas. 

Modernitas dimaknai sebagai pertemuan dari berbagai unsur dalam bumi. Ada kebaikan ada keburukan, ada tinggi ada rendah, ada atas ada bawah. Kita perlu selektif dalam mengadopsi unsur budaya yang masuk. Jangan sampai pranata sosial yang telah lama dibangun kemudian runtuh hanya persoalan kemilau modernitas.

Masyarakat merasa sangat dimudahkan dengan tekhnologi maju  membuat mereka tidak lagi membutuhkan orang lain dalam aktivitasnya. Kadang lupa akan dirinya sebagai mahluk sosial. Masyarakat cenderung untuk hidup sendiri tanpa memperhatikan orang lain, rasa gotong royong, ramah tamah dan sopan santun mulai memudar. Akibat dari memudarnya nilai nilai kearifan lokal akan menimbulkan sikap individualistis.

Masyarakat modern umumnya telah mengetahui tekhnologi, seperti internet, handphone, media televisi dan tekhnologi yang lainya yang ditiru habis habisan. Selain itu apresiasi terhadap nilai budaya lokal pun pudar serta nilai keagamaan akan mengalami kemunduran. Disini bisa dilihat pergeseran nilainya yaitu beralih ke budaya barat dan budaya lainya.

Penyebaran nilai nilai politik barat secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk unjuk rasa, demonstrasi yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum. Masyarakat cenderung menghadapi dengan anarkisme.

Penyakit masyarakat bisa muncul di karenakan pergeseran nilai masyarakat, seperti yang sampaikan bahwa pergeseran nilai berdampak pada kesenjangan sosial. Maka si miskin terpaksa mencuri untuk pemenuhan kebutuhan. Maka pergeseran nilai dan norma kesusilaan bergeser secara cepat.

Pembaca, pandai pandailah memfilter kebudayaan yang masuk dan jadilah bangsa Indonesia yang sejati. (*)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.