Nyosor Pipi Bunga, Kakek Ini Dibacok dan Digelandang ke Polres

Pelaku R


Bima, Poros NTB.- Hari Jum’at Tanggal 31 Mei 2019, bisa jadi adalah hari yang paling  traumatis yang pernah dilewati oleh Bunga (nama alias) dalam rentang 13 tahun usianya.

Saat itu, jarum jam menunjukkan Pukul 20.00 Wita. Lantunan ayat suci Alquran yang dibaca Imam Taraweh masih menggema dari corong Mesjid. 

Sementara itu, Bunga, gadis belia yang masih berstatus pelajar itu sedang asyik bergawai ria di kediamannya, RT. 07 RW. 03 Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, bersama 3 teman sebayanya.

Dirilis Kepolisian Sektor Monta, awal nahas menghampiri, saat pria 51 tahun, berinisial R melangkah masuk ke dalam rumahnya tanpa mengucapkan salam.

Arah perhatian R sejak awal memang penujui Bunga yang sedang asyik dengan gawainya, yang langsung ia hampiri.

"Coba lihat,” ujar R sembari memaksa lihat layar handphone yang dipegang Bunga.

"Jangan lihat,” elak Bunga yang langsung duduk menghindar. “Anda keluar saja,” tanggapnya kemudian.

R nampak manut dan beranjak keluar pintu. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali melenggang masuk dan langsung menowel pipi Bunga.

Kebejatannya semakin terlihat, saat ia menyosor pipi Bunga sebanyak 1 kali.

“(Bunga) sempat berontak, namun tangan kanan saudara R tetap menarik pipi kirinya dengan paksa,” tutur sumber Polsek Monta.

Melihat kelakuan pria yang lebih pantas menjadi kakeknya Bunga tersebut, salah satu teman Bunga sempat akan meraih asbak untuk ditimpukkan ke kepalanya. Namun tak sempat, karena pelaku keburu kabur melarikan diri.

Beberapa saat kejadian, ibunya Bunga pulang dari sholat taraweh. Bungapun menceritakan pelecehan yang mana ia menjadi korbannya. 

Tak lama kemudian, Rifaid, paman korban yang ikut tersulut emosinya bersama beberapa temannya mendatangi rumah pelaku, dan langsung menyeretnya keluar.

Pelakupun mendapat bogem mentah dari Rifaid. Tak puas menggunakan tinju,  sebilah pisau lantas disabetkan.

Akibatnya, R mengalami luka sobek di bagian belakang kepala.

Beruntung, reaksi yang berujung kasus penganiayaan itu tidak bertumbal nyawa,  karena personil Polsek Monta cepat tanggap dan tiba di TKP tepat waktu. Meski begitu, kepolisian gagal mengamankan pelaku penganiayaan.

Kapolsek Monta, Iptu Takim, menghimbau kepada pihak keluarga korban penganiayaan agar tidak memperpanjang rantai balas dendam dan main hakim sendiri.

Karena permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian, serta menghimbau agar membantu pihak Kepolisian menemukan keberadaan pelaku penganiayaan.

Sementara itu, usai mendapat perawatan medis di Puskesmas Monta, R yang menjadi terduga pelaku Tindak Pidana Perbuatan Cabul langsung dibawa dan diamankan ke Polres Bima Kabupaten. (Poros.06)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.