Warga Rade Tuding Proyek Bor Kanada tak Mampu Aliri Air

Inilah proyek bor Kanada di Desa Rade

Bima, Porosntb.com-Penderitaan warga Desa Rade Kecamatan Madapangga akan air bersih rupanya masih akan berlanjut. Meski pemerintah provinsi telah menggelontorkan anggaran banyak untuk proyek pipanisasi berupa pengeboran air pada tahun 2018 lalu, ternyata kemanfaatannya tidak pernah dirasakan warga. 

Demikian disampaikan warga Desa Rade, Akhyar Zainuddin. Dia mengatakan, pelaksanaan proyek pipanisasi tersebut dianggap gagal menanggulangi kekurangan air di Desa Rade Kecamatan Madapangga. Pasalnya proyek ini hanya diperuntukkan bagi 10 unit rumah saja.

Selain itu, dia menuding jika proyek tersebut ada kecurangan. Hal ini disampaikan mengingat pagu anggaran yang tidak disebutkan. Serta adanya kebohongan pelaksanaan yang semula direncanakan akan dibangun di Dusun Sambitangga mlnamun pada realisasinya malah dilakukan pengeboran di samping MTS Alfalah.

"Ironisnya, proyek ini menggunakan pompa yang berukuran 2 Inci sehingga produksi airnya tidak sesuai harapan. Hal ini berimbas pada tidak tersalurkannya air secara maksimal ke rumah-rumah warga. Akhirnya warga pun kecewa," ujar 
Akhyar Zainuddin.

Di tempat terpisah, warga lain, Dedi menuturkan, pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana proyek tersebut tidak maksimal. Dimana pipa yang mereka pasang adalah pipa yang diarahkan dari bak penampung hanya satu (satu inci) serta dipasang pipa yang ke arah rumah warga hanya satu. Sementara  banyak rumah yang harus diarahkan untuk saluran air tersebut.

Sambungnya, alasan pelaksana pada saat proses pemasangan pipa saat itu adalah sebagai tahap percobaan.

"Tapi hingga hari ini mereka tidak pernah datang lagi melihat kondisi bak air yang mereka pasang. Saat ini adalah bulan suci Ramadhan, kami selaku masyarakat membutuhkan air," tegasnya.

Dedi menanyakan solusi terkait kekeringan di desa tersebut. Dia mendesak agar pelaksana proyek segera mencari solusi, mengingat bak yang dipasang di sekolah Alfalah tersebut tak pernah mengalirkan air.

"Bupati harus melirik hal ini dan memantau kembali apa yang ditempatkan sebagai pelaksana proyek yang ada. Sehingga pelaksanaannya tidak asal-asalan, mengingat hal ini sangat urgen bagi masyarakat Rade. Bupati Bima jangan pilih bulu dalam penempatan program pemerintah mengingat banyak pekerjaan proyek yang ada di wilayah Kecamatan Madapangga yang dikerjakan asal-asalan, sehingga hasilnya kayak begini," tandasnya.(Poros08)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.