Lomba Cipta Menu B2SA Di Gelar


Bima, Poros NTB.- Lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang berbasis Sumber Daya Lokal  tingkat Kabupaten Bima di gelar. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima dengan TP. PKK. Kabupaten Bima di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima pada hari Selasa ( 20/8). Hadir dalam kegiatan  lomba ini diikuti oleh seluruh Ketua dan TP. PKK Kecamatan se – Kabupaten Bima serta dihadiri oleh para kepala OPD, Camat dan Ketua TP. PKK Kabupaten Bima beserta jajaranya.  Sementara itu tim juri dalam lomba ini yaitu Hj. Rostiati H. Dahlan, S.Pd, Eni Estiana, S.Sos, Hj. Siti Romlah, S.Sos, MM,  Hj. Khaerunisah serta Raodah, SST. Gz, M.Kes. 

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima Ir. Syaifuddin dalam pengantar mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan tentang sajian menu makanan yang sehat dan bergizi sekaligus pedoman bagi para ibu – ibu dalam menu makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi pada anggotanya terutama makanan yang terkandung banyak gizinya.  Oleh karna itu upaya yang kita lakukan ini sangatlah penting dalam memperkenalka makanan yang bergizi dan seimbang, hal ini dikarenakan dalam konsumsi begitu banyak mengandung gii bagi kebutuhan kita.  Selanjutnya menu yang dilombakan pada kegiatan ini yaitu Display pada makanan siang serta display pada makanan lokal yang berizi, simbang.

Diharapkan melalui Lomba Cipta Menu B2SA juga akan memberikan manfaat positif dalam memberikan informasi tentang pentingnya mengonsumsi pangan bergizi dan seimbang yang berasal dari sumber daya lokal.

Sementara itu Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd juga menyampaikan bahwa Perlombaan yang diselenggarakan dinas pangan hari ini bertujuan untuk manggali kreativitas peserta, yang kebetulan adalah ibu – ibu pkk 11 kecamatan dalam menciptakan dan mengembangkan resep masakan yang beragam, bergizi seimbang dan aman bersumber bahan pangan lokal seperti sagu, umbi - umbian, pisang, talas, sukun yang cukup tersedia di daerah kita. maka seluruh peserta harus pintar dan bijak membaca peluang ini, sehingga kedepan akan tumbuh dan berkembang kreasi makanan, yang selain menjadi salah satu alternatif pilihan makanan dalam keluarga, juga akan mampu kita jual kepada masyarakat sehingga bisa mendatangkan nilai ekonomis bagi pembuatnya. yang jauh lebih penting sedikit demi sedikit bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap komsumsi makanan beras.

Tahun ini juga Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima dan TP. PKK. Kabupaten Bima akan mengikuti lomba cipta menur B2SA Tingkat Nasional yang dilaksanakan kendari Sulawesi Tenggara sekitar bulan Oktober 2019 , sehingga dengan keikutsertaan ini kedepanya kita akan mendapatkan hasil yang maksimal terkait dalam mengikuti lomba ini.

Lebih lanjut, apa yang disajikan oleh para peserta lomba ini, merupakan hasil kreasi mereka sehingga kita harus memberikan aplus dan eksistensi dalam rangk menyiapkan menu yang bernilai gizi. Ujarnya.

Bupati Bima, diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bima                 Ir. H.Nurdin dalam sambutan bahwa  Penganekaragaman pangan dan konsumsi pangan merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan unggul yaitu melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein juga sumber vitamin dan mineral.  

Konsumsi pangan berkualitas dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat, mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat dan kemampuan daya beli masyarakat. Sehingga konsumsi pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi ganda yaitu kekurangan dan kelebihan gizi.

Salah satu masalah kekurangan gizi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah stunting yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun juga terhadap remaja putri yang merupakan calon ibu masa mendatang. Upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat perlu dicari solusinya, sebagaimana diamanatkan dalam undangundang 18 tahun 2012 tentang pangan. menekankan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhan pangan merupakan hak azazi setiap masyarakat.

Berbagai persoalan kesehatan juga dihadapi masyarakat dewasa ini akibat dari kelebihan gizi seperti kelebihan berat badan (obesitas) yang rentan terhadap penyakit jantung, diabetes dan lainnya. konsumsi pangan yang kurang, juga dapat berdampak tidak baik terhadap kesehatan dan perkembangan tubuh manusia.

Salah satu upaya untuk mensosialisasikan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, sebagaimana diamanatkan oleh peraturan presiden nomor 22 tahun 2009, tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, maka dilaksanakan melalui lomba cipta menu (LCM) secara berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

Melalui lomba ini, diharapkan dapat memantapkan kemandirian pangan lokal dan pelestarian sumber daya alam, dengan memanfaatkan hasil potensi alam daerah, misalnya sagu, jagung, singkong, ubi jalar, pisang, sukun dan lain-lain yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan proses pengolahan menjadi bahan pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi dan mampu meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan dapat membantu penambahan pendapatan rumah tangga.

Secara khusus, kami harapkan kepada tim penggerak pkk kabupaten, kecamatan dan desa, serta organisasi-organisasi wanita yang ada untuk dapat memasyarakatkan betapa pentingnya konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman yang mengutamakan sumberdaya pangan lokal kepada seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga. pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi yang potensinya cukup besar perlu terus digalakkan dan dioptimalkan.

Moementum terebut dimanfatkan oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Bima yang didampinggi oleh Assisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bima dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima meninjau stand peserta lomba. (Poros06/hum)
Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.