Hattrick Dadi, PS Tamsis Pulangkan Tim Eks-Persekobi Lebih Awal


Inilah skuat PS STKIP Tamsis Bima usai laga


Bima, porosntb.com-Big Match tersaji di babak delapan besar turnamen Gubernur Cup 2019 di Dena Madapangga. PS Tamsis Bima yang merupakan juara Fajar Cup 2018 berhadapan dengan tim Eks-Persekobi pemenang Brimob Cup 2018 Kota Bima, Sabtu (19/10/2019). 

Melalui laga sengit, PS Tamsis Bima melanjutkan hegemoninya di turnamen Gubernur Cup dengan mencukur lawannya dengan tiga gol tanpa balas. Dengan kemenangan ini, kesebelasan kebanggaan STKIP Taman Siswa Bima tersebut melaju ke babak semifinal dan sudah ditunggu Fajar FC.

Bertanding di stadion Dena Madapangga, PS Tamsis menuntaskan perlawanan tim Eks-Persekobi dengan tidak mudah. Skor 3-0 sesungguhnya tidak menggambarkan pertandingan yang mudah bagi PS Tamsis. Juara Fajar Cup 2018 tersebut dibuat tidak bisa mengembangkan permainan di babak pertama. Tim Eks-Persekobi bermain dengan bola panjang dan kombinasi umpan silang di depan gawang. 

Strategi itu diperagakan dengan mengandalkan postur tinggi dari beberapa pemainnya, berharap menyambut bola silang dengan sundulan mematikan. Di sisi lain, mereka juga berhasil mengunci pergerakan striker andalan PS Tamsis bernomor 11 atas nama Dadi. Man to man marking yang diterapkan barisan pertahanan tim Eks-Persekobi sangat menyulitkan PS Tamsis Bima mengembangkan permainan. Meskipun demikian, lini pertahanan yang solid dari PS Tamsis mampu menjinakan badai serangan lawan. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata dengan keunggulan ball position dan shot on goal oleh Eks-Persekobi FC.

Bukan PS Tamsis Bima namanya, jika tidak melakukan perubahan strategi di babak kedua dengan jitu. Apalagi pada pertandingan kali ini disaksikan langsung oleh Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Bapak Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si. Hadirnya doktor Ilmu Politik jebolan Universitas Indonesia tersebut menambah semangat gedor para pemain hingga menampilkan100 persen kemampuan terbaiknya. 

Di pertandingan ini, PS Tamsis Bima dimanajeri oleh Mulyadi, M.Pd yang berkolaborasi dengan Rusdin, M.Pd di pinggir lapangan. Kolaborasi dua magister olahraga kebanggaan kampus merah ini terbukti tokcer. Formasi permainan diubah dari 4-3-2-1 di babak pertama, menjadi 4-3-3 di babak kedua. 

Guna menunjang strategi ofensif tersebut, di awal babak kedua PS Tamsis memasukan Fafan, pemilik nomor punggung 21 dengan naluri menyerang dan menusuk dari sayap kiri permainan. Hasilnya, memang terlihat menjanjikan. Permainan PS Tamsis perlahan mulai mampu mengimbangi lawan.

Keasyikan menyerang, Eks-Persekobi FC lupa pada garis pertahanan yang terlalu tinggi. Berawal dari sepak pojok yang gagal dituntaskan menjadi gol, counter attack kilat PS Tamsis yang dikomandoi Dadi dari tengah lapangan menghukum mereka. Kecepatan Dadi sulit dihentikan meskipun dua pemain bertahan lawan terus membayanginya. Dengan dingin, pria asal Melayu Kota Bima tersebut menceploskan bola di pojok kiri atas gawang lawan. Tanpa jeda waktu yang lama, PS Tamsis Bima menambah keunggulan melalui titik pinalti. Pinalti diberikan wasit, karena Dadi dilanggar di kotak dua belas pas saat one on one dengan penjaga gawang. Tanpa kesulitan, pemain lincah tersebut menendang bola ke arah kiri menyusuri tanah tanpa mampu dijangkau oleh kiper lawan. 

Pencetak Hattrick, Dadi saat menerima instruksi dari manager tim


Dadi benar-benar menjadi momok yang menakutkan bagi lawan di laga kali ini. Kiper Eks-Persekobi dipaksa memungut bola dari jalanya untuk ketiga kalinya. Bomber satu peluang satu gol ini memanfaatkan blunder barisan pertahanan lawan. Keunggulan PS Tamsis bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit. Hattrick Dadi di laga ini semakin menambah pundi-pundi golnya dalam perburuan gelar top score turnamen dan semakin mendekatkan PS Tamsis ke tangga juara.

Ditemui usai laga, manajer Mulyadi di dampingi asisten manajer Rusdin sedikit memberi bocoran terkait kesuksesan dalam laga ini. “Kami memulai permainan dengan sedikit hati-hati, mengingat kualitas dan pengalaman yang dimiliki tim lawan, sambil mencoba melihat celah meraka. Di laga big match seperti ini, kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Satu kata kunci yang coba saya katakan pada anak-anak adalah, jadilah diri sendiri dalam permainan, kita sudah jauh melangkah hingga delapan besar, kalah saat ini lebih menyakitkan jika kalah di babak awal, oleh sebab itu jangan kalah. Dengan modal itu, Insya Allah kami bisa juara” ujar pria yang baru mengakhiri masa lajang ini.

Pencetak hattrick dalam laga ini, Dadi menyatakan gol-golnya didedikasikan kepada orang tua dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Taman Siswa Bima. “Gol-gol saya di laga ini saya persembahkan buat orang tua saya di rumah, yang selalu mensupport saya. Tidak lupa gol ini juga saya dedikasikan buat Ketua Dewan Pembina, Bapak Drs. H. Sudirman Ismail, M.Si yang sedang dalam masa penyembuhan usai sakit. Semoga kemenangan ini bisa buat Beliau tersenyum dan bisa hadir kembali di tengah kita” ujarnya berharap.

Sementara Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si yang sepanjang babak pertama pertandingan terlihat begitu tegang, menyampaikan rasa syukurnya. 

“Alhamdulillah, luar biasa perjuangan anak-anak. Saya sedikit gugup tadi di babak pertama, karena lawan sangat menekan. Namun di babak kedua setelah kami mencetak gol pertama, saya yakin gol-gol selanjutnya akan tercipta. Dan, terbukti PS Taman Siswa Bima, memang lahir untuk jadi pemenang. Terimakasih semuanya, termasuk untuk fans kami baik yang hadir atau tidak sempat hadir di pertandingan ini,” tutup pria flamboyan dengan senyuman khas ini.(poros07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.