Hampir Dua Pekan Disegel, Kantor Desa Tolouwu Akhirnya Kembali Dibuka

Suasana dibukkanya penyegelan Kantor Desa Tolouwi, Selasa (19/11/19)
Bima, Poros NTB.- Setelah hampir dua pekan lamanya Kantor Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima disegel, akhirnya Selasa (19/11/19) kemarin kembali dibuka.

Penyegelan kantor desa yang berlarut hingga dua pekan itu dipicu akibat lambatnya Pemerintah Desa setempat melantik Kaur dan Sekretaris Desa terpilih lewat penjaringan sebelumnya. Hingga pihak keluarga Kaur dan Sekdes terpilih menyegel kantor desa untuk melampiaskan kekecewaannya.

Untungnya Kepala Desa Tolouwi, Ismail yang ditemani oleh Bhabinsa setempat, Serda Rifaid lewat upaya negosiasi yang cukup a lot, mampu meyakinkan pihak keluarga terkait beserta massa lainnya agar kembali membuka sekat yang menyegel kantornya.

Meski begitu, Ibrahim, salah satu tokoh pemuda yang juga mewakili keluarga Kaur Desa terpilih tetap mendesak pihak Pemdes Tolouwi untuk segera melantiknya.

Ia mengancam, apabila dalam batas dua hari kedepan belum juga dilantik, maka pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran.

“Apabila satu dua hari ke depan pihak-pihak terkait tidak melantik, maka kami atas nama keluarga akan melakukan aksi besar besaran. Bila perlu, kami akan membakar kantor desa sebagai dasar kekecewaan kami,” ancam Ibrahim.

Yang mengecewakan, imbuhnya, pihak Pemdes sendiri tidak memberikan penjelasan terkait keterlambatan pelantikan Kaur dan Sekdes terpilih.

Sementara itu Kades Tolouwi, Ismail, di hadapan massa, menyampaikan, bahwa pihaknya, sudah berkerja secara transparan sesuai dengan petunjuk dan prosedur yang berlaku.

“Bahwa mulai penjarigan Kaur dan Sekdes sampai pemilihan, kami sudah lakukan sesuai prosedur. Setelah itu kami menyerahkan berkas itu ke pihak Kecamatan Monta untuk mendapatkan rekomendasi supaya Kaur dan Sekdes terpilih dilantik,” terangnya.

Pemdes sendiri rupanya tidak bisa berbuat apa-apa, sebelum menerima surat rekomendasi pelantikan dari Pemerintah Kecamatan Monta.

Ismail sendiri tidak memaparkan cukup jauh alasan Pemerintah Kecamatan Monta yang masih terkesan “menahan” surat rekomendasi pelantikan dimaksud. Atau bisa jadi Pemerintah Kecamatan Monta yang belum memberikan alasan terkait “tertahannya” pelantikan ini.

Hanya saja, Ismail mengajak pihak keluarga Kaur dan Sekdes agar sama-sama berupaya Kaur dan Sekdes terpilih agar bisa segera dilantik.

Sementara itu, Babinsa Desa Tolouwi, Serda Rifaid, menghimbau kepada warga khususnya pihak keluarga agar bisa menahan diri untuk tidak melakukan aksi-aksi yang sifatnya anarkis.  (Poros06)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.