Banner iklan disini Banner iklan disini

PRAHARA RUMAH TANGGA: Uba Keenakan "Cok" Si Bupati, Hingga Lupa Jatah Buat Mano

Bima, Porosntb.com.-Kasus perselingkuhan rupanya paling banyak menyumbang perceraian di Bima.
Bahkan angka perceraian karena selingkuh mencapai 50 persen. Sisanya kasus KDRT dan jarak jauh.

Banyak hal yang membuat pasangan mau berselingkuh. Salah satunya karena tidak puas dengan pelayanan yang diberikan pasangan saat berada di ranjang.

Pasangan asal Kecamatan Parado berikut ini contohnya. Perceraian harus mereka tempuh lantaran sang istri sebut saja Mano, sudah tak kuasa menahan gejolak hati. Karena sang suami sebut saja Uba tidak pernah puas dengan Mano.

Uba pun bertemu dengan si Bupati alias (Buka Paha Tinggi-tinggi) lagi sexi. Gadis itu rupanya memikat hati Uba hingga lupa jalan pulang.

Diam-diam bapak dua anak itu menjalin hubungan dengan si Bupati yang merupakan warga sekampungnya. Nyakit nya lagi, karena keenakan dengan pelayanan si Bupati membuat Uba rela tinggal seatap denganya dan mencampakan istri dan anaknya di rumah.

Sejak berselingkuh, Uba mulai mengurangi jatah buat Mano. Baik lahiriah maupun batiniah. Setiap diajak Mano, Uba selalu menolak.

Kondisi ini membuat Mano meriang alias merindukan masih sayang. Sejak saat itu Mano mulai menaruh curiga. Ia memberanikan diri menanyakan kecurigaannya itu ke Uba. Dengan percaya diri, Uba mengakui perselingkuhannya.

“Dia tidak menutupi perselingkuhannya. Dia sengaja ingin agar saya tau,” kata Mano saat ditemui di PA Bima.

Hancur hati Mano mendengar pengakuan Uba. Sejak saat itu ia membenci Uba. Ia tidak ingin berhubungan lagi dengan pria yang sudah mengikat sumpah di depan penghulu bersamanya 12 tahun lalu itu.

Ulah sang suami diakui sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Sikap Uba berubah total dan mulai dingin dengan Mano.

Uba mulai mencampakkan Mano setelah punya tambatan hati yang baru. Meski tidak ingin berpisah, namun terpaksa Mano lakukan. Karena tidak tahan menanggung beban batin dengan ulah Uba.

Mano tidak menyesal karena sudah menggugat cerai Uba. Menurutnya, ini adalah keputusan yang tepat. Kepergian Uba dengan si Bupati harus dia ikhlaskan. Mano tidak ingin memaksa untuk terus bersama. Sementara hati Uba sepenuhnya hanyalah untuk si Bupati.

"Saya sudah relakan semuanya. Ini jalan hidup yang harus saya jalani,” ujarnya berusaha tegar.

Gugatan cerai sudah resmi ia daftarkan. Kini, mereka tinggal menunggu surat panggilan sidang. Mano berharap sidang mediasi nanti Uba bisa hadir. Agar tuntutannya bisa didengarkan. (Poros-07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.