Poros NTB

Latest Post

Tangkapan layar video Perkelahian Siswi di Kecamatan Woha


Bima, PorosNTB.com-Perkelahian siswi di Bima seakan tak pernah habis. Ironisnya, perkelahian satu lawan satu ini kerap dijadikan tontonan menarik bagi siswi lain. Bahkan ikut divideokan dan disebar di media sosial.

Seperti halnya perkelahian dua siswi yang belum diketahui identitasnya ini, beredar luas di dinding Facebook. Diketahui, siswi yang mengenakan seragam olahraga SMPN 1 Woha itu terlibat aksi jambak-jambakan di lapangan Garuda Desa Tente Nisa Kecamatan Woha.

Belum diketahui pasti kedua aktor adegan dalam video tersebut. Namun kuat dugaan mereka adalah pelajar di Woha. Begitupun dengan penyebab perkelahian masih dalam pengumpulan informasi. 

Dalam video tersebut, beberapa rekannya ikut berkomentar dengan bahasa Bima yang meminta agar penonton tidak melerai perkelahian tersebut. 

"Jangan ada yang melerai, siapapun yang melerai, dia yang harus dikeroyok," ujar seorang perempuan dengan bahasa Bima yang terekam dalam video tersebut.

Video perkelahian tersebut diunggah pertama kali oleh akun Facebook Putra Angin dan dikomentari oleh lebih dari 50 orang sejak 2 jam diunggah. (*)

Penulis Nurdin Ar
Editor Edo

Kades Panda, Muhammad Said, S.Sos, saat menyerahkan BST kepada salah satu warganya

Bima, porosntb.com.- Pemerintah Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2020.

Kepala Desa Panda, Muhammad Said, S.Sos, saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (3/6/20) kemarin, menyampaikan, jumlah warganya yang mendapat kuota BLT tersebut sebanyak 146 KK dari total 1.290 Kepala Keluarga, masing-masing sebesar Rp. 600 ribu.

“Selain BLT, yang sudah disalurkan ke masyarakat kepada masyarakat antara lain, dari Bima Ramah Jumlahnya 100 Orang, dari bantuan (JPS) Gemilang jumlahnya 334 Orang, dan bantuan dari Kemensos jumlah (awal) nya 204 orang, kemudian diitambah kurang lebih 63 orang,” rincinya.

Kades Panda berharap, bantuan yang telah disalurkan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah selama proses penyaluran bantuan kepada masyarakat, berjalan dengan aman,” ujarnya.

Selain itu ia berharap, warganya ikut membantu Pemerintah Desa, ketika ada kegiatan-kegiatan yang menyangkut Gotong Royong Kebersihan lingkungan dan lainnya.

Penulis : Amiruddin
Editor : Aden


Para penumpang di bandara Bima saat menjalani pemeriksaan berkas persyaratan bebas Covid-19

Bima, PorosNTB.com-Pembuatan surat keterangan bebas Covid-19 di Kabupaten Bima mencekik masyarakat. Surat untuk bisa keluar daerah itu dikeluhkan sejumlah masyarakat yang hendak bepergian karena harganya yang selangit. Diketahui biaya pembuatan surat tersebut bervariasi, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 590 ribu.

Hal ini dikeluhkan Gunawan, warga asal Sape Kabupaten Bima yang hendak berangkat ke Makassar. Dia harus merogoh kocek sebesar Rp 590 ribu untuk mengurus surat tersebut di Klinik Gunawan Desa Talabiu Kecamatan Woha. 

"Biaya ini lebih mahal dari tiketnya. Teman saya yang urus di RSUD Bima juga dipatok Rp 500 ribu," ungkapnya saat ditemui di Bandara Bima, Kamis (4/6/20).

Dia berharap agar pemerintah tidak membebani masyarakat dengan pengurusan surat tersebut. Karena menurut dia, Pemerintah Pusat hingga Daerah telah menyalurkan masing-masing anggaran untuk Covid-19.

"Ini aja terpaksa saya harus bayar karena pekerjaan," keluhnya. 

Selain itu, penumpang lain Sinta Nuryah juga mengomentari besaran biaya pembuatan surat tersebut. Menurut perempuan asal Kecamatan Wawo ini, biaya tersebut sangat mahal.

"Belum lagi urus surat keluar daerah dari desa dan camat, itu juga pake uang," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, dr. Ganis KP yang coba ditemui di kantornya sedang tidak berada di tempat. Begitupun saat dihubungi via selulernya, hingga berita ini dinaikkan yang bersangkutan ogah berkomentar.(*)

Penulis Edo




Bima, porosntb.com.- Usai melaksanakan Kunjungan di Mako Polres Bima, Kapolda NTB beserta Forkopimda NTB menggelar kegiatan Silaturrahmi dengan FKPD dan jajaran Pemerintah Daerah serta Toga, Toma di Kabupaten dan Kota Bima, Kamis (4/6/20) sekitar Pukul 11.40 wita di Aula Rapat Kantor Bupati Bima.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah S.E., M.Sc, Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal S.IK, MH, Danrem 162/WB, Brigjen Czi, Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH., Kajati NTB, Nanang Sigit Yulianto, Dir Reskrimum, Kombes Pol. I Gusti Putu Gede Ekawana, SIK, Dir IK Kombes Pol. Drs. Susilo Rahayu Iryanto, S.IK, Dir Reskrimsus Kombes. Pol. Syamsudin Baharudin, S.IK, Dir Binmas Kombes Benny Basir, S.IK, Dansat Brimob, Kombes Komaruz Zaman, S.IK, SH,  Kabid Humas Kombes Pol. Artanto S.Ik, Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri SE, Walikota Bima H. M. Lufti, SE, Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.IK, Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, S. IK, Dandim Bima 1608 Bima, Letkol Inf. Teuku Mustafa Kamal, beserta Jajaran FKPD Kabupaten dan Kota. Bima beserta Toga dan Toma sekitar 65 orang.

Dalam sambutannya, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, menyampaikan, keniscayaan dukungan semua pihak baik itu pemerintah, DPRD dan dari Alim ulama, tokoh pemuda serta Tokoh wanita agar kita semua bisa bersinergi untuk untuk membangun daerah ini, serta agar mampu keluar dari masalah Pandemi Covid-19.

“Insya Allah kita semua akan terus membangun NTB yang kita cintai ini. semangat kita semua,” ujarnya.

“Untuk mempersingkat waktu Kami mohon arahan dari Bapak Gubernur NTB untuk menjadi oleh-oleh dan semangat yang berharga bagi masyarakat di kabupaten dan kota Bima ini, apabila selama berada di wilayah kami jumpai dalam hal yang kurang berkenan di hati semoga Bapak Gubernur dan rombongan tetap sehat walafiat untuk membangun Negara yang kita cintai,” kata Bupati di akhir sambutannya yang disambut dengan senyum oleh Gubernur.

Kata Gubernur, pandemi Covid-19 yang berada di Kabupaten dan Kota Bima akan segera mungkin memasuki New Normal.

“Kota Bima dan Kabupaten Bima serta Kab. Dompu termasuk daerah hijau penyebaran Covid-19, tapi ini tidak lantas menjadikan kita lemah karena yang kita khawatirkan datang dari luar kemudian kita menyetop orang masuk sekarang virusnya sudah bersama kita. Jadi Virus tersebut tidak datang dari luar namun sudah ada di tempat kita,” paparnya.

Lanjut Gubernur, dalam waktu-waktu mendatang, yang disebut New Normal itu adalah kita tetap menerapkan protokol Covid-19 dengan menerapkan disiplin dan tetap menggunakan masker serta Social Distancing.

“Jangan sampai ibu bapaknya menggunakan masker tapi anak-anak tidak, oleh karena itu disisi yang lain kita mulai banyak dan tidak takut lagi. Dan sekarang ini tenaga kesehatan kita mulai banyak yang tertular oleh Covid-19,” ucapnya.

“Saya mengajak kepada Bapak Kapolda, Danrem, ayo kita berkeliling untuk menemui para bupati, Walikota guna memberikan semangat karena sudah banyak yang mulai rada-rada anjlok. Oleh karena itu kita datang menyemangati Bapak dan Ibu walaupun kita on the right track tapi bukan berarti kita selesai dari masalah ini. Oleh karena itu tetap pakai masker, tetap mencuci tangan, jaga physical dispensing, tetap berolahraga supaya sehat dan lain sebagainya.” Tuturnya kemudian.

Gubernur sendiri meyakini, Kabupaten dan Kota Bima sanggup melakukan era New Normal yang dimaksud. “Ini karena Kota Bima dan Kabupaten Bima termasuk Dompu mayoritas umat Islam dan kita tetap berikhtiar kepada Allah SWT, mudah-mudahan Virus ini cepat lenyak dimuka bumi ini.,” harap Gubernur tulus.
Sementara itu Kapolda NTB, di hadapan hadirin, kembali menegaskan, bahwa tugas-tugas polisi itu tidak akan optimal dan tidak akan bisa berjalan efektif apabila polisi bekerja sendiri.

Oleh karena itu senjata yang paling Pamungkas menurut pandangan Kapolda, dalam komunikasi seluruh personil polisi dari pangkat tertinggi sampai pangkat yang paling rendah menyandang predikat bhabinkamtibmas senjatanya adalah sering-sering melakukan silaturahmi dimanapun mereka bertugas.

“Saya sebagai Kapolda baru turun langsung ke sini, sebenarnya minggu pertama saya sudah ingin ke sini saya tidak tahu kenapa berkeinginan keras ke Bima tapi Alhamdulillah mungkin hari ini adalah hari baik sesuai dengan beberapa artikel yang saya baca bahwa Tanah Bima ini adalah tanah keramat Dana Mbojo,” tuturnya sambil berseloroh.

“Kegiatan silaturahmi ini adalah memang strategi kepolisian di dalam penelitian dan mengajak semua untuk berpartisipasi guna memelihara keamanan. Insya Allah di Bima ini akan ada kontestasi Pemilukada tapi dalam bungkus pesta demokrasi berkontestasi.” Imbuh Kapolda.

Menurut Kapolda, untuk melahirkan pemimpin yang berkah nantinya, harus diawali dengan kesantunan dalam berpolitik/

Di akhir penyampaiannya, Kapolda mengungkapkan rasa terkejutnya melihat betapa TNI dan Polri di Bima ini begitu kompak dan rasa persaudaraannya yang kuat serta adanya paguyuban.

:”Saya meminta kepada semua yang hadir disini untuk memohon doa, restu dan dukungan dari semua pihak agar kedepan TNI Polri dapat lebih baik lagi,” pintanya.

Di akhir acara, Gubernur NTB menyerahkan Masker kepada Bupati dan Walikota Bima. Sedangkan Kapolda nenyerahan bingkisan  kepada Ketua FKUB Kota dan Kabupaten Bima

Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Sirajuddin HI



Bima, porosntb.com.- Kapolda NTB, Irjen Pol M. Iqbal, SIK, MH, bersama Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan rombongan Forkopimda NTB lainnya, beserta Danrem 162/WB, Brigjen Inf Ahmad Rizal Ramdhani, Kajati NTB, Nanang Sigit, SH, MH,dan PJU Polda NTB melakukan kunjungan kerja di Mako Polres Bima Kabupaten, Kamis (4/6/20) pagi tadi.

Rombongan tersebut disambut langsung oleh Kapolres Bima, AKBP Tri Gunawan  S.IK  menuju mimbar kehormatan untuk.

Mengawali sambutannya, Gubernur, yang akrab disapa Dr Zul ini, memberikan apresiasinya terhadap kesigapan seluruh stakeholder Kabupaten Bima, sehingga kata dia Bima bisa menjadi salah satu daerah yang aman dan membuat pembangunan berjalan dengan lancar.

“Situasi saat ini tidak biasa. Namun Kabupaten dan Kota Bima termasuk daerah dengan penananganan Covid-19 yang relatif baik. Sehingga merupakan daerah-daerah yang akan segera memulai proses New Normal,” ujarnya.

“Namun bukan berarti tantangan kita berakhir.” Imbuhnya.

Karena kata Gubernur, update awal Bulan Juni ini pasien meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 6 orang yang rata-rata meninggal dunia memiliki penyakit bawaan,

“Covid-19 akan nampak biasa saja bagi orang sehat. Dan sebaliknya, peasien yang memiliki penyakit bawaan tidak lebih dari dua hari, meninggal dunia.” Papar Gubernur.

Ia berharap untuk Kabupaten Bima yang akan memulai “New Normal” tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Kapolda, menyampaikan, kunjungannya, sebagai pejabat baru, selain untuk bersilaturahmi juga untuk memperkenalkan diri dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam memajukan pembangunan, terutama faktor keamanan di NTB.

“Mohon doa dan dukungannya yang sederhana namun bermakna, yaitu mendukung dengan bekerja yang baik, profesional dan solid dengan TNI,” ungkap Kapolda.

Karena kata Kapolda TNI dan Polri ibarat kakak dan adik kandung yang mana ibu kandungnya adalah masyarakat.

“Jadi perlu bahu membahu dengan segenap elemen dalam hal menciptakan Sitkamtibmas yang aman di Kewilayahan, oleh karena itu kemulian sebagai Anggota TNI/Polri berada di hati, dipercaya dan dicintai masyarakat serta tidak lagi menyakiti hati masyarakat,” paparnya bijak.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, lebih-lebih lanjut Kapolda, semua elemen harus bekerja keras. Selain harkamtibmas juga sebagai andalan atau tulang punggung pemerintah untuk melakukan intervensi dan upaya paksa melakukan imbauan agar tugas kemanusian berhasil.

“Polri harus menjadi tauladan bagi masyarakat dengan selalu tetap sehat, menggunakan masker tanpil prima serta istirahat yang cukup,” tutup Kapolda.

Hal senada juga disampaikan oleh Danrem 162 Wira Bakti. Brigjen Inf Ahmad Rizal Ramdhani.

Seterusnya, ia memuji jajaran TNI Polri dan Pemda Kabupaten Bima yang telah bahu membahu dalam hal penanganan Covid-19 sehingga menjadi percontohan bagi daerah lainnya. Karena sampai dengan saat ini wilayah Bima masuk dalam katagori terbaik dalam penanganan Covid-19.

“saya mengharapkan kepada Jajaran TNI/Polri tetap solid menyelesaikan permasalahan-permasalahan di lapangan,” pungkasnya.

Tak ketinggalan Kejati NTB, Nanang Sigit, SH, MH, yang menegaskan posisi institusinya sebagai sahabat bagi Polri. “Intinya polisi adalah sahabat Jaksa, jadi kami selaku Pimpinan di Daerah menitip agar rekan rekan yang ada di kewilayahan dapat bekerja sama dengan baik serta patuh terhadap tugas,” himbaunya.

Selanjutnya, Kapolda beserta forkompimda NTB melakukan kegiatan penyerahan bantuan terhadap perwakilan yang ditunjuk. Dimana pemberian APD oleh gubernur NTB Kepada Polres Bima, pemberian sarana kontak kepada TNI oleh Kapolda NTB, penyerahan Sembako kepada OKP Kabupaten Bima oleh Danrem, dan penyerahan bantuan kepada Pol PP, serta warakawiri oleh Kejati NTB.

Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Sirajuddin HI


Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah

Bima, PorosNTB.com-Dilihat dari progres penanganan dan pengendalian kasus penularan wabah Covid 19, kota Bima  dinilai sebagai daerah pertama dan paling layak untuk menerapkan fase new normal  di NTB. Selain jumlah kasus warganya yang positif Covid 19 paling kecil di NTB, juga pemerintah daerah melalui gugus tugas bersama TNI, Polri, Tenaga Kesehatan dan seluruh masyarakatnya telah bekerja sama sangat baik untuk melakukan pencegahan. Sehingga korban dapat diminimalkan dan penularannnya pun tidak meluas.

Daerah kedua adalah Kabupaten Bima dan disusul kabupaten Dompu, yang juga telah menunjukkan progres yang baik dalam melakukan penanganan dan pencegahan Pandemi Covid 19, sehingga ketiga daerah diujung timur Provinsi NTB ini, sudah harus mempersiapkan  diri memasuki New Normal,   kata Gubernur NTB Dr. Zulkiefliemansyah mengawali rangkaian kunjungannya di Pulau Sumbawa bersama Forkompinda NTB didampingi sejumlah pejabat Lingkup Pemprov NTB, di awali pertemuan di Mapolres Kota Bima, kemudian Polres Kabupaten Bima dan Polres Dompu, Kamis ( 4/6-2020).

Dihadapan prajurut TNI, Polri dan Forkompinda di Ketiga Daerah itu, gubernur yang akrab disapa Doktor Zul, juga mengingatkan bahwa meski progres penanganan Covid sudah baik, namun ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah. "Kita harus tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan baik dan berkelanjutan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sebab kalau lengah atau tidak disiplin, kata Dr. Zul virus ini memang bagi warga yang imunitas tubuhnya baik, sepertinya tidak menimbulkan masalah yang  besar.

"Tubuhnya sehat tidak menunjukan gejala tapi membawa virus corona," terang Bang Zul. Namun akan memberikan efek yang berat dan sangat berbahaya bagi masyarakat yang tergolong rentan, seperti para orang tua, para bayi dan balita serta warga yang memiliki penyakit bawaan lain.

"Disiplin dengan menerapkan protokol pencegahan dan memutus matarantai covid-19, kunci menuju The New Normal," pesan Dr. Zul.

New Normal tersebut pada dasarnya khasanah adab dan budaya lokal masyarakat kita. Mengembalikan budaya hidup bersih. Seperti Cuci tangan, adab bersin dan lainnya. "Kita akan kembali kesitu," tegasnya.

Gubernur Zul juga berpesan agar sinergi dan kebersamaan yang ditunjukan oleh Forkompinda NTB dalam membangun NTB kedepan terus dipupuk juga di Kabupaten/Kota se-NTB.

Kapolda NTB Irjen Muhammad Iqbal memohon dukungan dan kerjasama seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban masing-masing.

Mantan Divisi Humas Polri RI ini juga berpesan kepada TNI/Polri agar mengutamakan penyelesaian masalah dengan pendekatan persuasif. "Yang paling mulia adalah menjalin silaturahmi dan sentuh hati masyarakat," kata Kapolda.

Sehingga kunci untuk menyelesaian dan menekan Covid-19 kebersamaan dan kepedulian TNI/Polri dan masyarakat.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH, mendukung penuh langkan Pemrov. NTB untuk menerapkan New Normal di Kota Bima dan Kabupaten Bima menghadapi wabah Covid.

Kepada segenap jajaran TNI, Polri dan seluruh stakeholder di Kabupaten/Kota Bima dan Dompu, Danrem mengapresiasi atas kebersamaan menjaga wilayahnya dari penyebarluasan wabah Covid-19.

Apalagi, saat ini Kota Bima menjadi prioritas untuk penerapan new normal. Maka tugas bersama kita adalah mewujudkan hal tersebut, tegasnya. Tentu dengan tetap mengikuti himbauan pemerintah dalam menghentikan laju perkembangan Corona Virus, imbuhnya.

Danrem juga mengingatkan,  keberadaan TNI Polri, di tengah masyarakat adalah sebagai saudara kandung, karena ibu kandung adalah rakyat. “Kalian saudara kandung, maka jangan sekali-kali menyakiti dan menakut-nakuti rakyat, berikan segenap kemampuan terbaik kita untuk rakyat," tutupnya

Kejati NTB Nanang Sigit Yulianto, mendukung sepenuhnya langkah-langkah ditempuh Pemda, Polda dan TNI dlm menangani pandemi Covid ini.  "Pokoknya Don,t wory, kejaksaan ada dibelakang anda untuk mendukung sepenuhnya," tegas Kejati.

Kegiatan silaturrahim Gubernur NTB, Kapolda, Danrem dan Kejati NTB diakhiri dengan pemberian bantuan sembako kepada anggota TNI-Polri, Pol PP, dan tali asih kepada Warakawuri dan Linmas serta Panti Asuhan yatim piatu manggi maci Bima.

Bantuan tersebut berupa Sembako dan APD. Disamping itu ada juga TV, bola voly, net, bola kaki, dispencer bagi anggota TNI, Polri dan Pol PP. (*)

(Sumber diskominfotikntb)


Bima, PorosNTB.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan kunjungan kerja di Kota dan Kabupaten Bima, Kamis, 4 Juni 2020. Kunjungan kerja Gubernur di kabupaten/kota paling timur NTB ini juga ditemani Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K., MH, Danrem 162/WB, Kol. CZi Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Kejaksaan Tinggi dan sejumlah kepala OPD Tingkat Provinsi NTB.
Tiba di Bandara Sultan Salahuddin Bima sekitar pukul 08.45 Wita, orang nomor satu di NTB dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) itu disambut Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Bupati Bima, H. Dahlan M. Noer dan sejumlah pejabat lingkup Kabupaten dan Kota Bima.
Gubernur dan rombongan kemudian menuju Markas Polisi Resort Bima Kota. Di Mapolres itu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul bersilaturrahim dan memberikan semangat Anggota Polri yang membantu pemerintah mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi saat ini. Terutama yang berkaitan dengan penanganan Penyebaran COVID-19 di NTB.
Di Mapolres itu, Bang Zul menyampaikan rasa bangganya atas kinerja jajaran TNI Polri membantu pemerintah daerah manangani penyebaran COVID-19. Sehingga katanya, dalam waktu tidak terlampau lama, Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu diproyeksikan menjadi daerah yang akan menerapkan kenormalan baru atau new normal.
“Kami bangga pada teman-teman semua,” ungkapnya.
Gubernur menilai, Jajaran TNI-POLRI selalu kompak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa aman, nyaman dan tentram dalam beraktivitas setiap hari.
Tidak lupa Gubernur mengucapkan minal Aidin wal Faidzin kepada seluruh jajaran TNI Polri Bima Kota, jika ada hal yang kurang berkenan.
“Semoga saat yang tidak biasa, Bima akan menjadi new normal dalam waktu dekat,” katanya.
Kapolda NTB, menyampaikan di awal menunaikan tugasnya menjadi Kepolda, ia mengaku ditemani dan dikuatkan oleh Gubernur dan Danrem dan Kajati serta masyarakat. Ini katanya merupakan sebuah kebanggaan.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak. Saya sebagai orang baru memohon doa dan dukungan, untuk amanah menjalankan tugas,” katanya.
Ia menjelaskan yang paling mulia adalah bagaimana merebut kepercayaan masyarakat. Karena itu lanjutnya, setiap memecahkan masalah harus dilakukan dengan persuasif.
“Jangan sekali-kali sakiti hati masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Danrem 162 WB sebelum menyampaikan kehadirannya di Kota Bima dalam rangka mendampingi Gubernur dan Kapolda untuk mendukung dan memberi semangat jajaran TNI Polri dalam rangkaian pencegahan COVID-19.
“Anggota TNI Polri adalah saudara kandung, ibu kandung adalah rakyat,” tegasnya. Karena itu katanya, jangan sekali menyakiti dan manyakiti rakyat dan selalu berikan yang terbaik untuk rakyat.
Di Mapolres tersebut, Gubernur, Kalolda, Danrem dan Kajati menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
Dari Mapolres Bima Kota, Bang Zul dan rombongan kemudian bersilaturahim dengan jajaran Anggota TNI di Kodim. Ini juga dalam rangka memberikan support dan semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. (*)
Sumber Humas Pemprov NTB

Korban saat berada di rumah duka


Bima, PorosNTB.com-Warga Desa Kalampa Kecamatan Woha digegerkan dengan penemuan sosok mayat di areal persawahan desa setempat, Kamis (4/6/20) siang. Mayat lelaki yang diketahui bernama Suherman, 48 tahun tersebut ditemukan sudah terbujur kaku di saung bambu di areal persawahan miliknya oleh warga sekitar. Diketahui korban merupakan Kepala Dusun 4 Desa Kalampa.

Saksi mata, Ibrahim sekaligus yang pertama kali menemukan jasad korban mengira jika korban sedang tertidur sekitar pukul 12.30 Wita. Karena biasanya setiap hari dia melihat korban kerap tertidur di saung tersebut. Setelah disapa beberapa kali tapi nggak menyahut, membuat Ibrahim curiga. Benar saja, saat didekati, korban sudah terbujur kaku. 

Ibrahim langsung meminta pertolongan warga sekitar dan membawa korban ke puskesmas Woha. Namun sayang, korban sudah tidak bisa diselamatkan karena hasil visum, korban sudah dua jam meninggal.

Kapolsek Woha IPTU Edy mengatakan, korban langsung dievakuasi menggunakan bajay tiga roda dari TKP hingga ke puskesmas. Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. 

"Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga juga sudah merelakan kematian almarhum," ujarnya.(*)


Penulis Edo


Irjen Pol. M. Iqbal,  SIK MH

Bima, PorosNTB.com-Kisruh patung umat Hindu di sekitar pantai Wane Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang menyita perhatian publik beberapa waktu lalu rupanya masih menjadi polemik. Keberadaan patung tersebut dinilai menciderai nilai-nilai kehidupan masyarakat Bima yang kental dengan agama Islam.

Menyikapi hal itu, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, SIK, MH mengaku belum tahu dengan persoalan tersebut. Orang nomor satu di institusi Kepolisian NTB ini akan mencaritahu duduk persoalannya. 

"Saya belum tahu masalah itu (Patung Wane)," ujarnya, saat diwawancara di Kantor Bupati Bima, dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) bersama Gubernur, Danrem dan Kejati NTB di Bima, Kamis (4/6/20).

Meski begitu, jenderal bintang dua itu akan menyikapi serius apapun persoalan kamtibmas di NTB.

"Saya cek dulu cari tahu masalahnya apa," tutupnya.

Kisruh pro-kontra adanya patung di Pantai Wane sebelumnya sempat memanas karena dianggap tidak sesuai dengan kultur masyarakat Bima yang islami. Sehingga beberapa pihak menolak adanya patung tersebut, apalagi letaknya berada di sekitar pantai yang menjadi salah satu pariwisata unggulan di Bima. Sementara beberapa pihak lain yang mendukung patung tersebut menilai jika keberadaan patung itu tidak menyimpang. Apalagi patung itu bukanlah untuk umum. Karena letaknya berada di lokasi pribadi seseorang.(*)

Penulis Edo


Penerima manfaat saat menerima BLT Tahap I Desa Pela


Bima, porosntb.com-Pemerintah Desa Pela Kecamatan Monta Kabupaten Bima mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I, Kamis, (04/6/20) pagi. Sebanyak 143 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut di tiap lokasi yang ditunjuk.

Kegiatan penyaluran BLT DD Desa Pela, berbeda dengan desa lainnya. Penerimaannya dibagi per cluster atau per dusun. Lokasi penyaluran berlangsung di kantor desa untuk dusun Lambaka, kemudian di rumah kades untuk Dusun Cempaka dan di Dusun Ria di halaman rumah Habibi RT.11.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, turut hadir Camat Monta, Drs Nurdin, perwakilan dari DPMDes, Kabid Pemerintah Desa  EL-Faisal, SEi,.Mm  Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Abdollah Azis, S.Pd beserta unsur pemerintahan lainnya, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Desa Pela, Mualimin Tajuddin
berharap kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar bisa memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan pada saat menghadapi pandemi Covid-19.

Kepala Desa Pela dua periode ini juga berpesan kepada KPM agar bisa membelanjakan bantuan tersebut ke hal-hal yang bermanfaat sesuai kebutuhan sehari-hari.

"Belanjakan bantuan ini untuk membeli beras, minyak tanah dan kebutuhan sembako lainnya. Simpan sebagian untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan gunakan untuk berfoya-foya," tegasnya. 

Dalam pelaksanaan pembagian BLT DD tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar. (*)

Penulis Nurdin Ar
Editor Edo


Mataram, porosntb.com.- Pemerintah Provinsi NTB melalui Gugus Tugas Covid-19 merilis data terbaru kasus positif Covid-19 hari Rabu, 3 Juni 2020, sebanyak 20 orang. Sehingga totalnya menjadi 705 kasus.

Sementara pasien sembuh bertambah 2 orang (total 299) dan tercatat rekor kematian harian baru sebanyak 4 orang (total 18), dimana tambahan kematian harian sebelumnya yang tertinggi 2 orang.

Tambahan 20 kasus baru hari ini didominasi oleh warga Lombok Timur 16 orang (1 diantaranya Balita 1,7 tahun), disusul Lombok Tengah 2 orang, Lombok Barat 1 orang, dan Kota Mataram 1 orang.

Ketua Pelaksana harian Gugus Tugas, HL Gita Ariadi, menyampaikan, dari tambahan 20 pasien positif baru tersebut, 2 diantaranya meninggal. Sementara 18 orang lainnya dalam perawatan dengan kondisi baik.

Berikut rinciannya :

Pasien nomor 686, an. Ny. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk wilayah Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien nomor 687, an. An. SNH, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  688,  an.  Ny.  K,  perempuan,  usia  62  tahun,  penduduk Desa  Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;

Pasien  nomor  689,  an.  Tn.  I,  laki-laki,  usia  25  tahun,  penduduk  Desa Tanak  Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke  daerah  terjangkit.  Riwayat  kontak  dengan pasien  Covid-19  nomor  520.  Saat  ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Pasien nomor 690, an. Tn. U, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan  Pringgabaya,  Kabupaten  Lombok  Timur.  Pasien  tidak pernah  melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 691, an. Tn. AF,  laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 580. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 692, an. Ny. RI, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 693, an. Tn. LSH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  694,  an.  An.  HA,  perempuan,  usia  13  tahun,  penduduk Desa  Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 695, an. Tn. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  696,  an.  An.  ANC,  perempuan,  usia  8  tahun,  penduduk Desa  Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 697, an. Tn. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 698, an. Ny. IP, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan  Pringgabaya,  Kabupaten  Lombok  Timur.  Pasien tidak  pernah  melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid- 19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 699, an. Tn. MA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Dames Damai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Selong dengan kondisi baik;

Pasien nomor 700, an. Ny. NP, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien  nomor  701,  an.  An.  MFR,  laki-laki,  usia  1,7  tahun,  penduduk  Desa  Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien  Covid-19 nomor 440. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 702, an. Tn. AM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien  Covid-19 nomor 443. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 703, an. An. MG, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien  Covid-19 nomor 443. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 704, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit  Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit  Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;

Untuk penambahan 2 (dua) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

Pasien nomor 157, an. Tn. AM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, dan Pasien  nomor  360,  an.  Tn.  AJ,  laki-laki,  usia  19 tahun,  penduduk  Desa  Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Sementara penambahan 4 (empat) kasus kematian baru, yaitu :

Pasien nomor 431, an. Tn. YS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;

Pasien  nomor  551,  an.  Ny.  BK,  perempuan,  usia  60  tahun,  penduduk  Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;

Pasien  nomor  688,  an.  Ny.  K,  perempuan,  usia  62  tahun,  penduduk  Desa  Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;

Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.334 orang dengan perincian 598 orang (45%) PDP masih dalam pengawasan, 736 orang (55%) PDP selesai pengawasan/sembuh.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.883 orang, terdiri dari 427 orang (7%) masih dalam pemantauan dan 5.456 orang (93%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 7.138 orang, terdiri dari 2.125 orang (30%) masih dalam pemantauan dan 5.013 orang (70%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 61.399 orang
  
Penulis : Aden
Editor : Aden


Foto net, almarhum Drs H Syamsurizal


Bima, Porosntb.com-Berita duka datang dari keluarga besar Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE. Ayahanda tercinta Drs H Syamsurizal tutup usia pada Rabu, (3/6/20) dini hari tadi.
Informasinya, almarhum meninggal akibat komplikasi berbagai penyakit yang diderita. Salah satunya diabetes.
”Beliau sakit diabetes, beberapa hari lalu kami jenguk,” ujar Hj. Sri Suzana, salah satu kerabat dekat almarhum, seperti dikutip PorosNTB.com dari koranpagidompu.id.
Jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka, wilayah Kelurahan Potu dan selanjutnya akan dikebumikan di kompleks pemakaman masjid raya Dompu usai shalat Ashar.(*)

Penulis Edo

Foto net: Pelaku saat diamankan polisi


Dompu, porosntb.com-Entah apa yang ada di pikiran NS, (43), warga Desa Mumbu Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Ironisnya, tindakan bejat ayah menggauli putrinya ini sudah kerap dilakukan bahkan sejak mereka masih tinggal di Kalimantan.

Perbuatan NS terbongkar pada Selasa (2/6/20) malam saat paman korban Syafruddin mencurigai gelagat pelaku. Hal ini diperkuat oleh informasi dari warga setempat jika pelaku kerap disetubuhi ayahnya.

Setelah mengetahui niat buruk dari pelaku, paman korban langsung meminta agar korban berterus-terang. Benar saja, korban mengakui perbuatan bejat ayahnya.

Spontan saja, warga yang emosi dengan ulah pelaku langsung dihakimi warga hingga babak belur dan nyaris dibunuh. Beruntung jajaran kepolisian cepat tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.

PS Paur Subbag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah mengatakan, sikap bejat pelaku berdasarkan pengakuan korban. 

"Menurut pengakuan korban, sewaktu tinggal di Kalimantan pada tahun 2016 lalu, korban digauli ayahnya seperti suami istri sebanyak dua kali. Kemudian mereka pulang bersama di kampungnya pada tahun 2017," ungkapnya.

Hingga pada 31 Mei 2020, lanjut Aiptu Hujaifah mengutip pengakuan korban, sekitar pukul 24.00 Wita, pelaku kembali melakukan aksi tak terpujinya dengan meraba dan meremas area vital anaknya.

"Mendengar keterangan korban, sejumlah massa mendatangi rumah pelaku dan menghakimi pelaku," jelasnya, Selasa (02/06/2020) malam, seperti dikutip beberapa media.

Kapolsek Woja, IPDA Abdul Haris yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi TKP. Saat itu, rumah dan pelaku sudah diamuk massa. 

"Saat dilakukan evakuasi oleh Timsus Polsek Woja terhadap terduga pelaku, anggota mendapat perlawanan dari massa dengan melempari batu. Akibatnya, kepala salah satu personil Timsus Polsek Woja mengalami luka," tutupnya.(*)

Penulis Edo

Aksi blokade jalan raya di depan kantor Bupati Bima oleh massa Gender Oposisi 


Bima, porosntb.com-Aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Bima berlangsung memanas. Dua kubu massa dari Gender Oposisi Bima dan Laskar Petani Jagung Donggo Soromandi menggempur kantor pemerintah Kabupaten Bima tersebut. Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita itu diwarnai aksi blokir jalan oleh kubu massa Gender Oposisi Bima. 

Sejumlah massa dari kaum gender ini memblokir jalan tepat di pintu masuk timur Kantor Bupati Bima. Di tengah ruas jalan itu, mereka menyampaikan aspirasi. Aksi ini menyebabkan arus lalulintas dari Bolo dan Woha tersendat. Aksi ini mendapat respon serius dari Jajaran kepolisian yang berupaya memediasi agar tetap menjaga ketertiban umum.

Kondisi ini sempat memicu ketegangan antara aparat kepolisian dan pendemo hingga nyaris terjadi kericuhan. Meski demikian, polisi tetap memukul mundur pendemo agar membuka blokade jalan. Beruntung, ketegangan tidak berlangsung lama dan massa aksi kembali berorasi di pinggir jalan.

Sementara kubu Laskar Petani Jagung Donggo Soromandi yang menyampaikan aspirasi di depan pintu utama Kantor Bupati Bima terlibat aksi saling lempar jagung di tengah-tengah demonstrans. Selain itu, massa aksi juga menggedor pintu kantor bupati hingga rusak.

Massa dari Laskar Tani Jagung Donggo Soromandi saat menggedor pintu masuk kantor Bupati Bima


Hal ini memicu ketegangan antara pendemo dan juga polisi yang mengamankan aksi. Bahkan tampak Kapolres Bima ikut turun tangan dalam menenangkan massa aksi. 

Aksi ini dipicu lantaran Bupati Bima tak kunjung menemui massa aksi dan mendengarkan keluh kesah mereka. Sehingga membuat demonstran kecewa.

Koordinator Laskar Petani Jagung Donggo Soromandi Satria Madisa mendesak Pemda Bima dan Pemprov NTB menetapkan harga jagung paling rendah Rp 3.700 per kilogram. Mendesak Bupati Bima membentuk Perda tentang standar harga jagung. 

"Pemda harus menghadirkan gudang pembelian jagung termasuk di Kecamatan Donggo Soromandi. Hadirkan olahan jagung, baik gudang penyimpanan maupun pabrik olahan," tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, pendemo masih menyampaikan orasi di depan kantor Bupati Bima. Mereka mendesak Bupati menemui demonstran.(*)

Penulis Edo

Koordinator aksi Uswatun Hasanah saat berorasi di depan kantor Bupati Bima


Bima, porosntb.com-Sejumlah kaum gender yang mengatasnamakan Gender Oposisi Bima menggedor Kantor Bupati Bima, Selasa, (2/6/20). Sejumlah massa yang digawangi para intelektual dari kaum hawa ini mendesak Bupati Bima transparan terhadap penggunaan anggaran Covid-19 sebesar Rp 50 miliar.

Bupati sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 di Bima diminta buka-bukaan terhadap penggunaan anggaran tersebut. Massa menilai jika anggaran untuk bantuan sosial, kesehatan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 itu gaib dan sembunyi-sembunyi.

"Yang nampak hanya JPS Bima Ramah dengan bantuan sembako senilai Rp 200 ribu per KK di 191 desa selama tiga bulan dengan kuota 100 KK setiap desa," ungkap koordinator aksi, Uswatun Hasanah.

Massa aksi saat berorasi di Cabang Talabiu
Selain itu, perempuan dengan nama panggung Badai NTB ini menilai bantuan tersebut sarat akan masalah. Seperti telur busuk dan sebagainya. Bahkan dia menuding jika Bupati Bima dan Dinas Sosial ingin mencuci tangan terkait problrmatika yang terjadi.

"Bupati harus buka-bukaan terkait persoalan ini," tegas perempuan kelahiran Desa Ngali Kecamatan Belo ini.

Disamping itu, massa aksi juga meminta Pemda Bima tidak bermanis bibir terkait bantuan mobil damkar di Kecamatan Belo. Hal ini terkait seringnya kebakaran di Desa Ngali yang tak pernah mendapat atensi serius dari Pemda.

"Selama ini, bupati hanya berjanji menyediakan mobil damkar untuk Belo tapi tak pernah direalisasikan," tuturnya.

Aksi massa ini sebelumnya berorasi di Cabang Talabiu sebelum tiba di Kantor Bupati Bima. Aksi tersebut dikawal ketat jajaran kepolisian Polres Bima.(*)

Penulis Edo

Foto Ilustrasi (credit : detik.com)

Trend Wabah Covid-19 di NTB sempat menggembirakan. Jumlah penambahan kasus sembuh hariannya beberapa hari melampaui jumlah tambahan kasus positif. Hingga kasus positif baru kembali melambung Tanggal 22 Mei 2020 lalu.

Merujuk data yang dilansir https://corona.ntbprov.go.id/ Hingga Tanggal 31 Mei 2020 , hanya dalam tempo 10 hari, jumlah tambahan kasus baru terakumulasi 241 kasus dari total kasus positif 652 per tanggal yang sama.
Jika dipersentasekan, tambahan kasus positif dalam 10 hari tersebut menyumbang 36,96 % atau nyaris 40 % dari keseluruhan kasus sejak kasus positif pertama dikonfirmasi Tanggal 24 Maret 2020 lalu.

Sementara itu, jumlah kasus positif yang masih aktif sebanyak 349 (53.53%), sembuh 292 (44.79%), dan meninggal 11 (1.69%)

Beralih isu, dengan kian bertambahnya kasus positif Covid-19 secara nasional, Anggota Komisi IX DPR RI mulai mempersoalkan mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 per hari yang ditanggung pemerintah pusat dan daerah.

Karena  merujuk Surat Edaran Kementerian Keuangan terkait rincian biaya perawatan pasien COVID-19 yang ditanggung pemerintah tersebut.
Tertulis biaya paling murah perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit adalah Rp 7,5 juta per hari. Dengan catatan, pasien ini tidak memiliki penyakit komorbid atau penyerta, dan dirawat tanpa ventilator dan ruangan bertekanan tinggi.

Sementara, biaya paling mahal adalah Rp 16, 5 juta per hari. Dengan catatan, pasien ini memiliki komorbid dan dalam kondisi berat, sehingga ditempatkan di ruang ICU dan menggunakan ventilator.

Untuk Provinsi NTB sendiri, jika disimulasikan dengan biaya terendah, Rp. 7.5 juta dikalikan dengan 349 pasien positif aktif, maka biaya perawatan perharinya mencapai Rp. 2.617.500.000. Biaya ini akan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah pasien positif  aktif.

Lalu apabila disimulasikan dengan biaya rawat tertinggi, Rp. 16.5 juta dikalikan dengan 349 pasien positif aktif, maka biaya perawatan perharinya akan mencapai Rp. 5.758.500.000.

Sekali lagi harus diingat, angka yang tertera di atas itu adalah biaya perawatan per hari. (Red)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget