Latest Post

Penulis : Suaidin, M.Pd
Pemerhati pendidikan yang juga Kepala SMPN 3 Woha

Akhir-akhir ini begitu sulit menjumpai “anak Bima” dikampungnya sendiri di Bima. Entah kemana mereka pergi, siapa sesungguhnya yang menculik mereka atau mereka sudah terhipnotis ataukah mereka sudah merantau berkepanjangan. Memang di Bima banyak dijumpai anak anak, tetapi saya belum yakin itu anak-anak Bima atau mereka hanya anak dari orang Bima dan bisa jadi hanya berdomisili di Bima. Sudah lama saya mencari anak Bima di Bima tetapi hanya sebagian kecil yang saya temukan.

Anak Bima yang dulu pernah saya kenal dengan karakter dan cirinya, mereka yang sering meramaikan rumah guru ngaji, magrib mengaji mereka tekun ikuti setiap malam. Entah kemana lantunan suara anak-anak itu dan yang saya jumpai sekarang Cuma anak-anak yang meramaikan Wi-Fi dan Hotspot, maka keyakinan saya semakin kuat bahwa mereka bukan anak Bima. Mereka biasa menunggu khataman dengan menyelesaikan 30 juz, jari mereka masih jauh bahkan tidak mengenal layar sentuh, kangen dengan gerekan lidi bambu ditangan mereka yang mengeja huruf demi huruf Alif, Ba, Ta.

Sekarang hanya dijumpai anak-anak yang hanya menunggu habisnya paket 30 hari. Mereka yang biasa jalan menunduk dan menyapa orang tua dan gurunya dengan salam, bahkan begitu malunya mereka jalan lewat orang tua dan guru lebih baik mereka menghindar dengan malu tapi bukan cuek. Tapi sekarang dijumpai hanya anak-anak yang tidak menghargai sesama, orang tua dianggap korban jaman dulu alias jadul yang tertinggal kereta zaman. Saya yakin itu bukan anak-anak Bima seperti yang saya kenal. Sebab yang saya tau mereka biasa dengan lekas mencium tangan orang tua ketika bersua; tak pernah membangkang.

Anak Bima yang saya kenal sebagai anak yang rajin membantu orang tua di sawah sepulang dari sekolah; bahkan mereka mencari upah tani demi biaya sekolah, hari libur mereka bantu orang tua di ladang, sawah dan kebun; ada yang bantu giliran orang tua untuk mengembala; satupun tidak mengenal valentine day yang konon disponsori oleh hidden curriculum (kurikulum tersembunyi) lajunya zaman. Mereka yang dulu saya kenal sebagai penurut dan setia mendengar nasehat walau hanya dengan dongeng menjelang tidur.

Mereka hanyut dalam dongeng “Duha Lano” tentang kisah anak durhaka yang diceritakan oleh nenek/kakek menjelang tidur, kesan cerita betul-betul menjelma dalam sikap dan prilaku mereka. Anak Bima yang hanya mengenal air kelapa muda, madu asli, susu kuda liar dan tidak pernah tau tramadol atau miras. Mereka antusias secara berkelompok menuju rumah guru ngaji dan belajar kelompok seperti yang terjadi pada anak-anak yang sekarang berdomisili di Bima.

Anak Bima dulu memegang teguh harapan dan pesan orang tua ketika anaknya keluar rumah lebih-lebih ketika hendak merantau; Jaga rukura rawi anae Lampa Ra Lao. “Jagalah sikap dan perbuatan anakku ketika kemana saja”. Pesan ini selalu dijaga baik-baik, pikirannyapun tak lepas dari ingatan cucuran keringat orang tua di sawah, di ladang, di kebun dibawah trik matahari demi anak yang sekolah. Anak Bima begitu sederhana menjalani hidup karena mereka tau keberadaan orang tua;

mereka sadar makna ungkapan orang tua “Dodo Pu Ninu Mantaurasa, Kanipu Mete Mantau nomo.
“Bercerminlah dengan cermin yang menghasilkan bayang, pakailah meteran/alat ukur yang tertera nomor atau angka”. Itulah ajaran hidup sederhana yang diajarkan orang dulu bahwa hidup ini perlu sesuaikan dengan keadaan dan intropeksi diri terhadap kemampuan yang ada. Itulah karakter anak Bima sejati yang kini sudah terbawa arus zaman yang sekarang sudah menjadi kisah antic.

Merosotnya karakter dan ciri khas yang dimiliki kini berdampak pada langkahnya anak Bima sejati. Anak-anak itu mungkin sedang menderita penyakit zaman; penyakit yang lebih parah dibanding virus corona yang menyerang Negeri seberang. Corona pada saatnya nanti diyakina akan musnah namun penyakit karakter akan tertular dari generasi kegenerasi.

Betapa tidak, berbagai surat kabar maupun media social memberitakan tentang anak-anak yang sudah menjadi korban kelainan jiwa akibat obat terlarang, menjadi pesuruh setia pengedar narkoba, di sana sini muda mudi mempertontonkan perkelahian kelompok antar geng; teman diadu seperti ayam jago, siswa mencekik leher guru, guru teraniaya akibat melarang siswa merokok, peristiwa pencurian motor terjadi di mana-mana.

Bahkan menjadi pembunuh orang tuanya sendiri akibat otak sudah tertutup narkotika. Begitu banyak kejadian yang memilukan menimpa anak Negeri ini; anak kita semua, generasi kita betul-betul sedang sakit parah. Oh… Bima, masih teringat saya pernah bercerita kepada sahabatku dulu ketika bertemu di luar Daerah. Panjang lebar saya ceritakan semuanya bahwa anak Bima itu baik, setiap magrib mengaji, khataman massal al qur,an, membantu orang tua dan jangan kaget jika ke Bima anak-anak menyapa dengan salam dan langsung mencium tangannya. Seorang pun anak wanita tidak akan pernah dijumpai jika sudah malam pukul 22.00. Sebab pukul 21.00 mereka sudah tidur; subuh sudah bergegas mencari rezeki. Jangan heran pula bahwa sepulang sekolah mereka bergegas bantu orang tua di sawah.

Rasa persaudaraan yang sangat tinggi dan jarang ada perkelahian kelompok, muda mudi tidak pernah mengenal miras dan tramadol. Dengan situasi dulu saya menceritakan semuanya, bahwa Bima itu kental dengan religius dan sosialnya, orangnya ramah-ramah dan saling mencintai antar sesama. Anak Bima sangat asing bahkan tidak mengenal yang namanya kafe dan diskotik, yang mereka tau hanya gubuk dan lumbung (jompa) tempat mereka menyimpan hasil panen. Jika sekarang saya bertemu kembali dengan sahabatku itu pasti saya tidak berani dan malu mengulang kembali cerita yang sama. Malah saya berdoa semoga sahabatku itu tidak akan pernah datang ke Bima, apa lagi saat sekarang.

Saya malu jika dianggap bercerita tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Apa lagi dianggap bercerita hanya untuk memuji dan membanggakan Bima kampung halamannya sendiri. Sesekali saya berpikir dari pada mendoakan sahabat itu tidak datang ke Bima, lebih baik berdoa dan berpikir untuk mengembalikan anak Bima menjadi anak Bima seperti yang dulu. Anak bima yang sejatinya berdiri diatas semboyan Maja Labo Dahu yakni Malu dan Takut. Serta memiliki rasa takut kepada sang khalik dan memiliki rasa malu sesama manusia; malu untuk berbuat yang tidak terpuji. Harapan ini memang agak berat karena kita berhadapan dengan zaman yang serba canggih.

Beberapa orang pun tempat saya curhat dan bertanya, “sudah kemanakah anak Bima yang dilahirkan dengan darah dan air mata itu.? Dengan nada pesimis mereka menjawab tidak lebih dari dampak kemajuan zaman. Permasalahannya, sampai kapankah kita menitip nasib anak kita pada zaman.? Percayakah kita bahwa generasi kita dijamin oleh zaman.? Oh… tidak, walau kemajuan zaman tidak bisa dipungkiri dan diyakini semakin pesat, namun tidak salah jika kita optimis dan menyakini pula zaman dapat ditaklutkan. Dan untuk menuju kesitu, harus ada upaya dari kita untuk mempersiapkan generasi yang akan mengelolah zaman bukan sebaliknya. Kemajuan ilmu dan teknologi yang ada tidak boleh mengorbankan adab, apapun zaman yang dilalui tidak dilakoni dengan lalai. Akhirnya jika bisa berharap kembalikan generasi kita dulu “anak Bima” sejati.

Kita semua rindu pada mereka yang dulu mencium tangan kita, mereka ada disekitar kita, Cuma butuh teguran, nasehat dan ajakan kita. Tentu hal ini membutuhkan peran holistic semua pihak terutama orang tua, sekolah dan masyarakat (Tri Pusat Pendidikan) serta instansi lintas sector. Orang tua dapat mengoptimalkan peran sertanya sebagai guru karakter di rumah. Bukankah anak terlahir dalam keadaan fitrah bagaikan kertas putih yang tak ternoda, yang harus di,isi dengan beragam pilihan warna oleh orang tuanya. Apakah itu dengan pilihan warna hitam atau merah. Sedangkan sekolah dapat mendekati dengan kegiatan pembinaan, baik melalui pola integrasi pembelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler. Dan guru tidak bisa tergantikan oleh secanggih apapun teknologi.

Sementara masyarakat dapat meningkatkan fungsi control terhadap generasi kita, keteladanan adalah resep spesialis atas gejala ini. Hilangkan anggapan bahwa itu bukan anak saya sehingga merasa cuek terhadap keadaan yang terjadi di depan mata. Harusnya tidak ada lagi orang tua yang tersinggung ketika anaknya ditegur tatkala sedang berbuat salah. Tidak ada lagi orang tua yang marah ketika putra putrinya diberi sansi semasih dalam pola mendidik; orang tua harus menitipkan putra putrinya kepada guru di sekolah untuk dianggap sebagai anak kandung sendiri. Ayo, mari bergerak bersama, siapa lagi kalau bukan kita. Sebelum kita semua hanyut dalam tidur abadi. (*) 


Bima, porosntb.com.- DPRD Kabupaten Bima melalui Komisi IV yang membidangi masalah kesehatan dalam sepekan terakhir terus memonitor kesiapan jajaran kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19 atau yang biasa disebut virus corona.
Selasa, 24/3-2020 

Bagian Humas Dprd Kab Bima,Syarif dalam Press releasenya kepada media ini menyatakan,Ketua Komisi IV Ilham Yusuf,SH bersama Wakil Ketua H. Adlan.S.Pd Sekretaris Ardiwin,SH dan anggota Komisi IV lainnya melakukan Rakor terbatas dengan Kepala Dikes dan jajarannya di Kantor Dikes, berlanjut Kamis mengunjungi Direktur RSUD Bima, dan Jum'at kemarin ke RSUD Sondosia.

"Kehadiran Komisi IV tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk mengetahui sekaligus memastikan sejauhmana kesiapan tim kesehatan kita dalam melakukan langkah-langkah pencegahan mewabahnya virus corona di.Kabupaten Bima", jelas Ilham Yusuf.

Lebih lanjut Ketua Komisi IV ini menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa untuk saat ini di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima belum tersedia anggaran untuk pembelian berbagai kebutuhan terutama untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para Dokter dan tenaga medis. Hal yang sama juga dijumpai di RSUD Sondosia disana belum terbentuk Tim Covid 19 dan APD yang digunakan buatan sendiri yang tentu beresiko.

"Dari temuan lapangan kita ini..kita berharap Bupati Bima bisa mengambil langkah-langkah yang lebih cepat dan kongkrit untuk mendukung tugas para tim kesehatan kita. Kitakan punya dana tidak terduga yang bisa digunakan untuk itu. Dokter dan tenaga medis itu saat ini adalah harapan kita semua yang ada di garda terdepan melawan virus ini sehingga harus diberi dukungan penuh", tegasnya.

Sementaran itu menindaklanjuti terkait anggaran dalam penanganan Covid 19 ini, Ilham mengatakan akan secepatnya berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD untuk membahas hal ini bersama Tim Eksekutif. 

Penulis: Sirajudin HI
Editor : Aden


Bima, porosntb.com.- Merujuk data yang dimutakhirkan Sabtu (28/3/20) Pukul 17.52, perkembangan kasus corona di Daerah Kabupaten Bima yang dilansir laman resmi https://corona.ntbprov.go.id, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dalam pengawasan dilaporkan nihil, tak termasuk seorang PDP warga Kabupaten Dompu, salah seorang dari anggota “Jamaah Tabligh” yang saat ini tengah diisolasi di ruang khusus RSUD Bima.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam pemantauan sebanyak 52 orang.  

Guna meninjau perkembangan kasus tersebut, Komisi IV DPRD Bima, sepekan belakangan ini telah melakukan Rakor dan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, RSUD Bima, dan RSUD Sondosia.

Tak hanya itu, Minggu (29/3/20) besok, untuk memantau kesiapan pencegahan wabah Virus Corona ini, Komisi IV akan secara maraton mengunjungi tiga Puskesmas. Yakni, Puskesmas Palibelo, Belo, dan Woha.

“Rencana turun ke Puskesmas ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mengetahui kesiapan fasilitas kesehatan kita terkait Covid 19. Sekaligus kita ingin memberikan suport dan semangat kepada jajaran Tim Medis di Puskesmas-Puskesmas yang ada dibarisan terdepan menghadapi wabah ini,” terang Ketua Komisi IV DPRD Bima, Ilham Yusuf, SH.
.
Sejauh ini, politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, menilai jajaran Dinas Kesehatan di tingkat Puskesmas telah bekerja keras dan melakukan upaya maksimal.

“Dengan fasilitas dan sarana pendukung yang terbatas mereka telah aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat termasuk melakukan penyemprotan desinfektan di sejumlah titik atau wilayah,” ujar Ilham.

“Kita apresiasi dan terima kasih pada semua jajaran kesehatan maupun unsur-unsur pendukung lainnya yang telah bekerja luar biasa tak kenal lelah selama ini.” Tandasnya.

Penulis : Aden
Editor : Aden

Tenaga medis Puskesmas Monta bersama jajaran keamanan saat melakukan sosialisasi Covid-19


Bima, porosntb.com-Mengantisipasi penyebarluasan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bima, sejumlah instansi kesehatan terus bergerak. Selain melakukan sosialisasi terhadap bahaya Covid-19, pihak kesehatan juga melakukan langkah tegas dengan mendata warga pendatang baik warga luar daerah maupun pemudik yang pulang kampung akibat pendemi global tersebut.

Puskesmas Monta contohnya. Tenaga medis setempat terus mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan keluarga maupun mahasiswa yang baru datang dari luar daerah dan mancanegara untuk menekan resiko penularan Covid -19.

"Jika ada saudara, keluarga, tetangga, teman, rekan kerja maupun mahasiswa yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri segera melaporkan ke Puskesmas Monta melalui call center dan tim surveilans kami di nomor 082-340-473-143 ; 082341-936-227 ;  085338038496 ; 081-339-792-863," ujar Kepala Puskesmas Monta, dr. Wahyuni.

Dirinya meminta masyarakat ikut berperan aktif dalam menekan masuknya Covid-19 di Kabupaten Bima khususnya di wilayah Monta dengan format  laporan yang terdiri dari Nama warga yang baru datang, kemudian usia, jenis kelamin, alamat serta kota atau negara yang dikunjungi.

"Laporkan juga nomor handphone dan kapan warga itu tiba di Bima dengan menyertakan tanggalnya," harap Wahyuni.

Lanjut dia, untuk selanjutnya pihaknya akan melakukan pemeriksaan sebagai bentuk kesiap siagaan dan kewaspadaan terhadap penularan Covid -19. Sehingga warga tidak perlu ke Puskesmas, tetap di rumah dan Puskesmas Monta akan menghubungi lebih lanjut.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerjasama memberikan informasi kepada kami lebih dini akan sangat membantu kami dalam hal mencegah dan mengurangi resiko penularan Covid-19. Karena ini menyangkut keselamatan kita semua dari virus tersebut," tegasnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Monta untuk penanganan Covid-19 tersebut. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi keliling bersama jajaran keamanan Polri-TNI berserta pol-PP di 14 desa se Kacamatan Monta. Fokusnya adalah melarang masyarakat untuk berkumpul dan beramai-ramai dalam satu tempat karena beresiko penularan Covid-19.

"Sekarang kami melakukan pendataan kepada semua pendatang yang datang dari luar daerah/luar negeri, di semua desa di wilayah Kecamatan Monta, sekaligus menanyakan kepada pendatang yang datang ini kira-kira yang punya keluhan siapa. Kalau ada keluhan, tugas kita melakukan kunjungan ke rumahnya, tapi bukan semua pendatang harus dikunjungi. Tapi pendatang dari luar daerah/luar negeri itu yang belum nyampe 14 hari dari daerah/luar negeri itulah yang kami harus kunjungi untuk kroscek dan periksa," terangnya.

Meski begitu, yang utama diperiksa adalah warga memiliki riwayat batuk, pilek, sesak napas, demam, sakit tenggorokan, demam diatas 38 derajat celsius. 

"Kita melakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut kalau ada keluhan mengarah ke Covid 19. Biar kita langsung rujuk ke rumah sakit umum," paparnya.

Dikatakan, pada saat sosialisasi tiap-tiap desa pihaknya melakukan Demo bagaimana cara cuci tangan yang baik. Wahyuni berharap pemerintah desa juga harus mengambil bagian untuk melakukan samprot disinfektan secara mandiri.

"Soal alat pelindung diri (APD) di Puskesmas ini masih sangat kurang seperti masker untuk penanganan pasien," tutupnya.(*)

Penulis : Nurdin Ar
Editor : Edo

 


Bima, porosntb.com.- Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 Kabupaten Bima berhasil menuntaskan kegiatan disinfectan pada 100 area publik dalam kurun 3 hari terakhir dan hal ini sesuai dengan target yang ditetapkan pada Rapat Koordinasi Selasa (24/3) lalu.

"Alhamdulillah, lebih dari target 100 area publik mampu disisir program sosialisasi dan disinfektanisasi Tim  BPBD bekerjasama dengan unsur TNI/Polri, Instansi vertikal, BUMN, pemerintah kecamatan dan desa serta para relawan dalam  3 hari terakhir". Terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Aries Munandar, ST,MT Kamis (26/3) usai melakukan kegiatan sosialisasi dan penyemprotan disinfektan di beberapa kecamatan.

Dijelaskannya, pada hari ketiga Kamis (26/3) ada lebih dari 70 titik pada 16 desa dalam 4 Kecamatan yang mencakup area masjid, pasar, terminal, area pertemuan, kantor, dan rumah jabatan pemerintah.

Ada 1 desa di kecamatan Palibelo, 9 desa di Kecamatan Bolo, 3 desa di Madapangga dan 3 desa di Kecamatan Woha yang disasar Tim Gugus Tugas beserta elemen lainnya.

Dukungan penuh Bupati Bima, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah selaku ex officio kepala BPBD turut memotivasi Tim di lapangan.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan Tim. "Terima kasih kepada jajaran Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bima, TAGANA dan para pihak yang telah ikut bersinergi.

Secara khusus pria yang disapa Anton  ini  memberikan penghargaan atas kinerja aparat. "Jajaran TNI dan Polri, Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, BUMN dan Kecamatan yang bergerak luar biasa bersama membangun dan menularkan gerakan moral dalam memutus  mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut". Tutupnya. 

Sumber : Diskominfostik Bima
Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Aden



Bima, porosntb.com.- Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, resmi sudah mendapatkan surat tugas Partai Golkar, Gerindra dan PKB sebagai calon Bupati Bima pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 2020, dua partai langsung memandatkan paket dengan Drs. H Dahlan M. Noer, M. Pd.

"Alhamdulillah sampai hari ini sudah tiga partai mengelaurkan surat tugas, Partai PKB usul tunggal saya, sementara Golkar dan Gerindra langsung pasangan dengan Pak Dahlan," jelas ketua DPD Golkar Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Rabu (25/03/2020).

Kata IDP yang masih aktif menjabat sebagai Bupati Bima saat ini, surat tugas itu tentu tidak didapatkan begitu saja, pengurus partai mulai tingkat Daerah hingga pusat melakukan proses dan mekanisme partai untuk mengambil keputusan.

"Salah satu mekanisme yang dilakukan pengurus Partai adalah survei elektabilitas, dan Alhamdulillah hasilnya, saya masih dicintai dan dipercaya masyarakat Kabupaten Bima melalui hasil survei partai," kata dia.

Selain sudah mendapatkan rekomendasi atau surat tugas Partai Golkar, Gerindra, dan PKB, saat ini dirinya masih menunggu hasil survei beberapa partai yang telah dipilih untuk dijadikan kendaraan politik pada pesta demokrasi 2020 ini.

"Saat ini Partai PPP, Nasdem, Hanura, Demokrat, dan PBB masih lakukan survei, dan insya Allah akan keluar dalam dekat," kata dia.

Dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati Bima 2020 ini, Dinda memastikan akan kembali berdampingan dengan Dahlan, sampai saat ini, hubungan orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Bima terbilang harmonis membangun daerah.

"Insya Allah kami akan tetap bersama, dua partai sudah mengusung langsung kami berpasangan, dan satu partai usung tunggan saya, doakan saja sukses dan lancar, kami berharap doa dan dukungan masyarakat yang paling utama," jelas dia

Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Aden



Bima, porosntb.com.- Seorang petani asal Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Sukrin (33), dibacok oleh dua pelaku sedesanya berinisial YM (34) dan AR (27), Kamis (26/3) kemarin.

Akibatnya korban mengalami luka robek di lengan dan siku bagian kanan karena berusaha menangkis bacokan kedua pelaku.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo SIK, melalui Kasubbag Humas AKP Hanafi dalan rilisnya, menyampaikan, korban dibacok lantaran dituduh mencuri Handphone milik saudara dari salah seorang pelaku.

“Kejadiannya di lapangan Desa Tangga,” kata Hanafi.

Lanjutnya, kedua pelaku tersebut sengaja menjemput korban dari rumahnya untuk dibawa ke lapangan desa setempat untuk mengklarifikasi masalah hilangnya hanphone saudara salah satu pelaku.

Korban yang mengaku tidak tahu menahu masalah pencurian handphone yang dituduhkan kepadanya langsung dibacok.

Mendapat laporan pembacokan itu, personel Polsek Monta langsung mencari dan berhasil menangkap para pelaku serta menyita barang bukti berupa dua pisau belati milik pelaku.

suasana sempat tegang, ketika keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut mendatangi Polsek Monta dengan tujuan untuk menghakimi kedua pelaku yang saat itu diamankan Polisi.

Melihat gelagat, kepolisian langsung mengevakuasi kedua pelaku ke Mako Polres Bima.

“Agar mencegah terjadinya konsentrasi masa maka kedua pelaku dievakuasi ke Polres Bima menggunakan mobil APC dan dibackup oleh personil Sat Intelkam, Sat Reskim Polsek Woha dan Polsek Parado,” pungkas Hanafi.

Penulis : Teddy Kuswara
Editor : Aden



Bima, porosntb.com.- Setidaknya sebanyak 178 orang yang tergabung sebagai anggota Jamaah Tabligh yang sedianya akan mengikuti “ijtima dunia” di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan telah tiba di Bima.

Salah satu di antaranya, telah dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

PDP asal Kabupaten Dompu tersebut, hingga kini masih dirawat intensif di ruang isolasi khusus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Pasien Jamaah Tablig, laki-laki (50) masuk Rumah Sakit pada 27 Maret 2020 sekitar Pukul 01:00 wita, dini hari,” ungkap Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Bima, M Chandra Kusuma, Ap.

“Pasien hingga kini masih dipantau perkembangan oleh Tim medis pada ruangan Isolasi.” Imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, saat turun dari KM Binayah di Pelabuhan Bima yang beranjak dari Pelabuhan laut Makassar, PDP tersebut langsung dievakuasi menggunakan mobil Ambulance ke RSUD Bima karena keluhan yang mengarah kepada gejala terinfeksi Corona.

‘’Dari Pelabuhan langsung ke Rumah Sakit. Dengan keluhan sesak (nafas), batuk berdahak, pilek, nyeri perut, diare, dan Nyeri Tenggorokan,’’ ujar Chandra.

Meski begitu, kata Chandra lagi, PDP tersebut (sementara) dengan diagnosa Pnemonia, Gagal Jantung atau CHV, Infeksi Tenggorokan, gastritis akut.

Kendati demikian, untuk "memvonis" apakah pasien positif atau negatif terpapar Covid-19, akan dilakukan pemeriksaan swab atau spesimen yang akan dikirim ke Surabaya.

Tim medis di RSUD Bima sendiri telah melakukan terapi atau penanganan sesuai prosedur.

Chandra menghimbau masyarakat tidak panik tetap melakukan pola hidup sehat dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

‘’Sambil menunggu hasil pemeriksaan swab atau spesimen, masyarakat mohon bersabar nanti pemerintah akan mengumumkan secara resmi,’’ lanjut mantan Camat Woha ini.

Sumber : Prokom Setda Bima
Editor : Aden


Mr. Leo (Almamater Merah) 


STKIP Taman Siswa Bima telah menjelma menjadi perguruan tinggi swasta terkemuka di Pulau Sumbawa. Kampus pendidikan kebanggaan masyarakat Bima itu, kini telah menobatkan dirinya sebagai salah satu kampus yang sudah Go Internasional. Ini ditandai dengan berbagai kerjasama dengan kampus-kampus mancanegara seperti Malaysia dan Filipina. Bahkan, belum lama ini dosen dan mahasiswanya sudah melakukan kunjungan belajar di PICOMS Malaysia. Kesuksesan STKIP Tamsis Bima di kancah internasional tak lepas dari peran seorang dosennya yang begitu gesit dan lihai dalam menjalin komunikasi dan meyakinkan publik mancanegara akan eksistensi STKIP Tamsis. Dia adalah Mr Leo, ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus penyambung lidah kampus setempat. Berikut profil singkatnya. 


Penulis : Edo Rusadin 

Menjadi penyambung lidah alias juru bicara tentu bukanlah orang sembarangan. Harus memiliki kecakapan berkomunikasi, pengalaman dan tentunya berwawasan luas. Karena apa yang disampaikan akan mempengaruhi persepsi umum tentang lembaga itu sendiri. Peran Jubir sangatlah penting karena harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan penerima informasi. Selain itu, juru bicara juga dituntut memiliki sikap tegas agar pernyataan yang disampaikan tidak simpang siur.

Inilah peran Mr Leo dalam "mengendors" STKIP Tamsis Bima di dunia internasional. Dosen bahasa Inggris bernama lengkap Ramli, M.Pd ini menjadi ujung tombak kampus setempat di hadapan kampus-kampus mancanegara. Arollano Universty Filipina, Our Lady of Fatimah University Filipina, PICOMS Malaysia, dan UPSI Malaysia adalah kampus-kampus mitra STKIP Tamsis Bima yang terjalin karena seorang Mr. Leo sebagai "Sang Promotor" serta dibalut oleh tangan dingin Ketua STKIP Tamsis Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi. Sehingga universitas terkemuka di dua negara itu mau menjajaki kerjasama dengan kampus setempat. 

Karena kepiawaiannya dalam meramu bahasa yang indah di hadapan petinggi kampus mancanegara, membuat Mr Leo diangkat menjadi Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) STKIP Tamsis Bima sekaligus menjadi pimpinan tim lima yang berkesempatan belajar di Malaysia selama dua pekan, beberapa waktu lalu.

Kampus yang didirikan Drs H Sudirman MSi ini patut berterima kasih kepada Mr Leo. Tak bisa dipungkiri, jika peranannya di garda terdepan telah mamantik perhatian dunia luar dan mampu membangun opini positif dan kepercayaan dari para petinggi kampus mancanegara. Kerja keras magister pendidikan di Universitas Negeri Makassar ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Berkat konsistensinya, membuat kampus setempat dikenal luas hingga saat ini. Gaung STKIP Tamsis Go Internasional yang kini melekat, adalah bagian dari buah pikirannya yang didukung penuh dari sang Ketua STKIP Tamsis Bima.

Sejak bergabung dengan Kampus Merah pada 2017 lalu, Mr Leo telah membekali diri dengan pengalaman yang mumpuni di segala bidang, khususnya kegiatan berskala internasional. Seperti, menjadi N-1 Adjudicator terbaik berturut-turut selama tiga tahun dalam ajang National University English Debating Champhionship, mulai 2017, 2018 dan 2019. 

Teranyar, pria yang sebentar lagi akan dikaruniai seorang momongan ini mengisi Kuliah Tamu dengan materi Public Speaking di PICOMS International University College. Juga menjadi Invited Speaker dalam International Conference in Sciencies, Technology, Education and Management (InSTEM) yang dihelat di PICOMS International University College.

“Awal bergabung di kampus ini, diamanahi sebagai kepala pengelola Laboratorium Bahasa Inggris. Kemudian menjadi Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Selang setahun, menjadi Kaprodi Bahasa Inggris. Dan, juga ikut membantu menjadi penyambung komunikasi kampus dengan beberapa Perguruan Tinggi Luar Negeri, dan juga mempromosikan Kampus Merah di kancah internasional,” ujarnya.

Untuk terus bekerja sebagai media informasi kampus ke level internasional, pria 32 tahun ini juga mendapatkan tugas sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) STKIP Tamsis Bima. Dengan adanya KUI, kampus beralmamater merah maron tersebut berhasil menjadi bagian dari kegiatan International yaitu International Inbound Mobility Program 2020 dengan PICOMS International University College.

“Semenjak bergelut menjadi dosen, kegiatan-kegiatan positif tetap dilakukan karena itu passion. Contohnya sering diundang oleh sekolah-sekolah untuk menjadi Juri Lomba Debate yang diadakan di lingkup Kota dan Kabupaten Bima, membawakan Orasi Ilmiah dalam kegiatan lomba-lomba di sekolah dan dalam kegiatan kepemudaan, mendirikan club belajar bahasa Inggris  yang disebut Language Clinic di kampus, serta aktif membina siswa sekolah menengah atas dalam debat Bahasa Inggris,” sebut Mr Leo.
Terkait genre penelitian, pemilik senyum tipis ini mengaku fokus pada Discourse Analysis. Dirinya juga pernah mempresentasikan salah satu paper dengan judul, Language and Gender In EFL Classroom saat mengikuti International Conferenece di Malaysia.

Tertarik Debat Sejak Kecil

Siapa sangka masalah debat sudah diminati suami dari Ria Rachmatul Istiqomah M.I.Kom ini sedari kecil. Saat duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah acap kali mewakili sekolah dalam beberapa kegiatan  lomba cerdas cermat, membaca puisi, pidato dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dan debate bahasa Inggris. Karena pengalaman tersebut, saat kuliah Mr Leo aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Semenjak kuliah, saya kerap mewakili kampus dalam beberapa kegiatan lokal sampai nasional. Bidang dalam aspek bahasa yang paling diminati adalah bebat bahasa Inggris dan Indonesia. Dan, pernah mewakili kampus untuk mengikuti lomba debat tingkat nasional setelah melewati seleksi regional. Passion lain yang saya minati dan digeluti adalah Publik Speaking, dan sering diundang untuk menjadi pemateri pada organisasi-organisasi di kampus, maupun kegiatan Rohis dan SMA," bebernya. 

Disamping aktif di organisasi internal kampus, pria berkacamata ini juga aktif di organisasi-organisasi islam dan menjadi fasilitator (instruktur) dalam beberapa kegiatan training. Selain itu, sejak semester V, anak ke lima dari enam bersaudara itu sudah menjadi asisten dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Menurut dia, menjadi unik adalah barang langka. Menjadi unik selalu mengundang perhatian. "Apalagi, unik dan anti main-stream dalam hal postif dan baik, itulah yang menjadi way of life saya. Selalu menyibukkan diri dengan hal positif sampai lupa untuk melihat hal negatif dari orang lain," tutupnya. (*)

Suasana evakuasi penumpang KM Binaiya


Kota Bima, porosntb.com-Sebanyak 604 penumpang Kapal Motor (KM) Binaiya yang berangkat dari pelabuhan Makassar menuju Bima memicu kekhawatiran publik. Hal ini dipicu satu orang diantara ratusan penumpang itu dinyatakan Suspec Covid-19. Akibatnya, seluruh penumpang harus menjalani karantina dan terpaksa diisolasi secara mandiri karena tercatat sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Kapal yang bersandar Kamis (26/3/20) malam sekitar pukul 23.30 Wita tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Dikes Kota Bima. Sedikitnya tiga orang dokter dan sejumalh tenaga medis lain dibantu aparat keamanan melakukan evakuasi terhadap para penumpang. Khususnya penumpang yang akan turun di pelabuhan Bima sebanyak 300 orang. 

"Penumpang yang turun 300 orang, yang melanjutkan perjalanan 304 orang ditambah 8 orang penumpang asal Bima yang baru naik. Penumpang  semua diperiksa dalam dua tahap," ungkap Kepala Dikes Kota Bima, dr. Azhari dalam release persnya. 

Para penumpang yang turun di pelabuhan Bima merupakan anggota jemaah tabliq sebanyak 178 orang. Terdiri dari 9 orang warga Kota Bima, 20 orang Kabupaten Bima, 138 orang asal Kabupaten Dompu dan 11 orang asal Sumbawa. 

"Yang suspec langsung diisolasi dari klinik kapal diangkut dengan tanduk menuju RSU Bima sebagai RS rujukan.
Sementara 177 orang penumpang dipulangkan dengan kondisi baik tapi tetap dalam pengawasan dilakukan isolasi mandiri. Dan menjadi tugas surfelen masing-masing daerah untuk memantau," terangnya. 

Sementara 122 penumpang umum lain dengan catatan 1 orang penumpang asal Kabupaten Bima dengan suhu tubuh diatas 37 derajat, sakit dengan riwayat malaria dan tipes harus isolasi mandiri. Kemudian 121 orang penumpang lain kembali ke rumah juga dengan status isolasi mandiri.

"Sebanyak 304  penumpangan lanjutan ditambah 8 orang penumpang yang naik dari pelabuhan Bima tetap diperiksa," pungkasnya. (*)

Penulis : Edo

Kepala Sekolah SMAN 1 Monta, Drs. M. Fadil

Bima, porosntb.com.- Kasek SMAN 1 Monta Drs. M. Fadil mengatakan, untuk membangun SMAN 1 Monta harus dilandasi kebersamaan antara Kasek dan guru serta pegawai tata usaha untuk saling bersinerji sesuai tupoksi masing-masing. Sehingga dalam semua aspek dapat dikelolah dengan baik supaya bisa berkembang agar bisa sejajar dengan sekolah lain yang lebih maju lagi. Kata Drs. M. Fadil saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurut Fadil, tanpa kebersamaan dari semua elemen mustahil sebuah lembaga pendidikan bisa diarumi ke arah yang lebih maju dari sebelumnya. Sebab kebersamaan itu ibaratkan pondasi dalam sebuah bangunan. Artinya, jika pondasi itu rapuh maka bangunanyapun akan ikut rapuh. Tapi jika pondasinya kokoh maka bangunanyapun akan terlihat kokoh.. Ujar Kasek yang baru  dilantik ini.

Dia menuturkan, yang paling utama untuk ditingkatkan di sekolah ini yakni terkait pengelolaan kurikulum. Yang mana guru tersebut harus secara intensif dalam menjalankan tugasnya, serta selalu terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar yang betul-betul bisa dipertanggung jawabkan untuk merubah watak atau karakter dari belajar malas-malasan menjadi belajar serius dan produktif dalam rangka meraih perestasi. Tutur mantan Kasek SMAN 2 Monta ini.

“Selain pengelolaan kurikulum lanjut Fadil, peningkatan kegiatan ekstrakurikuler juga harus dilakukan. Karena dengan meningkatkan kegiatan tersebut, kelak sekolah ini bisa mengukir prestasi. Tak hanya itu, kegiatan ekstrakurikuler juga termasuk salah satu cara mempromosikan sekolah agar menarik minat orang tua murid supaya mau menitipkan anaknya untuk menyenyam pendidikan di SMAN 1 Monta ini. Tandasnya sembari mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan diri untuk mengefaluasi pembelajaran seperti UAS BN dan UNBK.

Penulis : Erik Rifana
Editor : Aden

Kepala Sekolah SMPN 4 Monta, Abdi Alwi, S.Pd

Bima. Porosntb.com.- Untuk menanamkan pemahaman ilmu agama terhadap siswa, Kasek SMPN 4 Monta Abdi Alwi, S. Pd mengundang ustad Ibrahim asal Desa Sakuru Kecamatan Monta sebagai penceramah dihadapan anak didiknya. “Mengundang ustad pada saat kegiatan imtak merupakan salah satu program kami untuk menunjang program Pemerintah Daerah menuju Bima ramah yang berahlaktulkarimah. Ujar  Abdi Alwi, S. Pd saat ditemui  di ruang kerjanya, belum lama ini,

Dia menerangkan. kehadiran ustad Ibrahim di sekolah ini tiada lain yakni untuk memberikan ceramah agama. Tujuanya adalah untuk menanamkan sekaligus meningkatkan ilmu agama kepada siswa-siswi yang ahlak dan moralitasnya lambat laun mulai terkikis karena derasnya pengaruh era moderennisasi saat ini. Terangnya.

Kasek menuturkan, langkah ini ditempuh bukan karena tidak mempercayai guru agama yang ada di sekolah ini. Namun, saya ingin mereka berkolaborasi dalam memberikan pengetahuan agama, sekaligus memberikan nuansa baru  untuk siswa. Sehingga siswa tersebut tidak bosan dalam mendengarkan apa yang disampaikan oleh Ustad dan guru agamanya. Tutur Abdi.

“Sudah 2 kali berturut-turut kami undang ustad Ibrahim disaat kegiatan imtak, rencananyasi ingin mengundang terus untuk mengisi kegiatan imtak. Tapi sekarang ustad berhalangan hadir karena ada kesibukan sendiri. Dan jika ustad yang kami undang berhalangan hadir, maka kegiatan imtak akan di,isi oleh guru agama seperti biasanya. Katanya.

Penulis : Erik Rifana
Editor : Aden



Kepala SMAN 1 Woha M. Nur, S. Pd beserta Kepala SMAN 1 Belo Hairul Juhdy, S. Pd, saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan program bebas sampah atau Zero Waste di sekolahnya masing-masing. Pelaksanaan program sekolah bebas sampah itu dilakukan oleh kedua petinggi sekolah tersebut, menyusul adanya intruksi langsung Gubernur Propinsi NTB melalui Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi NTB.
               
“Saat ini kami sedang gencar melaksanakan program zerois atau yang biasa disebut dengan sekolah bebas sampah. Sebagai langkah awal pihak sekolah sudah mensosialisasi kepada orang tua murid dan siswa. Karena mereka ini merupakan obyek pertama yang akan menjadi pelopor untuk ikut menyukseskan program dimaksud.” Ujar Kasek SMAN 1 Woha M. Nur, S. Pd saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dia menerangkan, dalam program ini siswa menyisihkan uang belanjanya untuk membeli 1 buah botol air mineral yang berukuran tanggung. Setelah airnya diminum, botol tersebut akan dijadikan sebagai wadah untuk menaruh sampah plastik dari sisa makanan siswa itu sendiri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pola ini terus dilakukan setiap hari siswa datang ke sekolah. Terang mantan Kasek SMAN 1 Monta ini.

Karena kami, kata M. Nur, belum ada mesin pengolah sampah seperti teman-teman yang ada di Kota Mataram. Maka untuk sementara waktu, semua sampah yang sudah dikumpulkan oleh siswa tersebut akan dibawa disuatu tempat oleh tim zerois dari pihak sekolah seraya menunggu mobil pengangkut sampah yang akan membawanya. Katanya    

Kasek yang juga menjabat sebagai ketua MKKS ini menuturkan, Sesuai harapan Pemerintah Propinsi, bahwa tahun 2023 NTB akan bebas sampah. Sementara Dunia tahun 2050 mendatang sudah bebas sampah. Artinya, bahwa sampah ini bukan masalah local atau Nasional. Melainkan sudah menjadi masalah dunia juga. Untuk itu, kami terus memberikan educasi kepada orang tua murid, siswa dan warga sekolah agar selalu mendukung program ini. Bahkan sekarang juga, saya ingin sekolah ini ada hari-hari tertentu bebas dari sampah. Tuturnya.

Hal senada juga yang dilontarkan oleh Kasek SMAN 1 Belo. Dia mengatakan, sebagai langkah awal yang saya lakukan di sini yakni melakukan pemetaan sekolah untuk mengetahui aspek mana yang harus ditingkatkan atau dilaksanakan. Setelah dilakukan pemeteaan rupanya sekolah ini yang harus ditata yakni penampilannya dengan cara menata taman. Termasuk melaksanakan program zerois yang digaungkan oleh Pemerintah Propinsi NTB. Kata Kasek SMAN 1 Belo Hairul Juhdy, S. Pd

Kasek menuturkan, sekarang ini kami sedang melakukan uji coba program zerois. Para guru, Pegawai TU dan siswa bersama-sama jalan keliling di halaman sekoloh dengan membawa botol air mineral berukuran tanggung sebagai tempat menaruh sampah plastic. Semua sampah plastik yang ada satu persatu mereka memungutnya. Alhasil, dari uji coba ini hasilnyapun memuaskan, karena guru, pegawai TU dan siswa sangat antusias melaksanakan program tersebut. Tutur Hairul.

Selain masalah sampah, kata dia. Kegiatan ekstrakurikuler juga akan ditingkatkan. Seperti, voli, tari dan silat. Demi menunjang kegiatan tersebut, maka aula yang ada di sekolah ini akan dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.  

Sementara menyangkut masalah akademik, tentunya kami akan terapkan berbagai pola pembinaan terhadap siswa untuk mencapai prestasi yang di,inginkan bersama. Katanya.

Lebih jauh Kasek memaparkan, sebagai upaya sekolah untuk menertipkan siswa yang keliaran disaat jam kegiatan belajar berlangsung pihak sekolah meluncurkan kartu kendali keluar kelas (K3K.) Dan k3k ini setiap guru wajib membawanya disaat masuk mengajar. Siswa baru bisa keluar kelas ketika siswa tersebut mendapatkan k3k dari guru yang mengajarnya di dalam kelas. Jika seandainya siswa tersebut tidak membawanya, maka tim kedisiplinan yang mengontrol siswa yang keliaran langsung memanggilnya untuk diberikan pembinaan oleh guru BP. Paparnya. Paparnya.

Penulis : Erik Rifana
Editor : Aden

Seorang buruh bangunan, Zinab (54) warga Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, tewas tersengat listrik saat memasang atap seng yang berukuran lima meter di bangunan baru Dusun Doropeti, Kamis. (26/03/2020).
Dompu, porosntb.com.- Seorang buruh bangunan, Zinab (54) warga Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, tewas tersengat listrik saat memasang atap seng yang berukuran lima meter di bangunan baru Dusun Doropeti, Kamis.

Saat memasang seng, korban bersama rekannya, Supriyadin (28) tidak sengaja menyentuh kabel berarus listrik tegangan tinggi dan seketika ke duanya jatuh dari ketinggian empat meter.

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat SIK melalui PS Paur Subbag Humas, Aiptu Hujaifah, di Dompu, Kamis, mengatakan, atap seng yang dipasang korban dan rekannya berdekatan dengan kabel bertegangan tinggi, sehingga tidak sengaja tersentuh oleh kedua korban.

melihat kejadian tersebut warga sekitar langsung membawa dua korban ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan penanganan medis.

"Tetapi korban Zinab tidak dapat tertolong, Ia menghembuskan nafas terakhir sebelum sampai di Puskesmas," ungkapnya.

Sementara rekan Zinab, yaitu  Supriyadin langsung ditangani oleh tim medis dan saat ini masih dalam penanganan dan pemulihan.

Menurut salah satu keluarga korban, kejadian tersebut adalah musibah dan pihak keluarga tidak akan melakukan upaya hukum karena kejadian tersebut.

Jenazah Zinab langsung disemayamkan di rumah duka di Desa Nangakara.


Sumber : Antara

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Nusa Tenggara Barat (NTB), dr Nurhandini Eka Dewi. (ANTARA/Nur Imansyah)
 Positif bukan berarti tidak dapat sembuh
Mataram, porosntb.com.- Sepasang suami istri positif COVID-19 asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, berangsur-angsur kondisinya mulai membaik.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi menyatakan kondisi kedua orang positif itu dalam keadaan baik.

"Insya Allah, kondisinya terus semakin membaik. Mari kita bersama mendoakan mereka," ujarnya di Mataram, Rabu.

Ia mengungkapkan kedua suami dan istri positif COVID-19 sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB sesuai SOP penanganan pasien positif COVID-19.

"Yang bersangkutan terjangkit pada saat mengikuti acara di Jakarta dan mereka sudah dirawat sejak tanggal 17 Maret 2020," kata Dokter Eka.

Dokter Eka memberikan pemahaman kepada masyarakat luas. Orang yang dinyatakan positif, bukan berarti tidak dapat disembuhkan.

"Positif bukan berarti tidak bisa sembuh, artinya bukan akhir dari segalanya," kata Dokter Eka sapaan akrabnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, kata Eka, petugas kesehatan sedang melakukan penelusuran (tracking) kontak untuk mengetahui orang-orang yang pernah berhubungan dengan kedua pasien

"Kita sedang melakukan penanganan dan pemeriksaan secara intensif," katanya.

Ia mengimbau masyarakat di provinsi itu untuk tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan. Selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat menghindari keramaian dan tetap terus saling mengingatkan.

Pemerintah dalam hal ini terus memberikan himbauan dengan beberapa anjuran, yaitu menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Kemudian mengkonsumsi makanan maupun minuman yang sehat. Serta giat berolahraga. Termasuk menjaga jarak dan kontak langsung. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran maupun penularan COVID-19.
"Mari kita bersama terus meningkatkan kewaspadaan, diam saja dulu di rumah dan tetap tenang. Yang paling penting, mari ikuti anjuran pemerintah demi kebaikan kita bersama," katanya. 

Sumber : Antara

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto memberikan keterangan pers ketika ditemui diruangannya di Polda NTB, Kamis (26/3/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram. porosntb.com.- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat beserta jajarannya di seluruh kabupaten/kota, tengah menggelar Operasi Aman Nusa II 2020, guna melawan ancaman penyebaran virus COVID-19.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan, operasi kepolisian yang digelar secara terpusat ini sudah berlangsung sejak 19 Maret 2020.

"Jadi Operasi Aman Nusa II Gatarin direncanakan selama 30 hari, terhitung sejak 19 Maret sampai 17 April mendatang. Untuk kesiapan personel, Polda NTB sudah menyiapkan sebanyak 136 orang," kata Artanto, melansir Lembaga Kantor Berita Nasional, Antara Mataram, Kamis (26/3/20)

Dalam kegiatannya, Operasi Aman Nusa II memiliki empat pilar satuan tugas (satgas). Mulai dari satgas deteksi dini, satgas pencegahan, satgas penegakan hukum dan satgas perbantuan.

"Sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, setiap satgas bekerja sama dengan instansi terkait yang berada di bawah pimpinan kepala BPBD," ujarnya.

Kemudian dari sarana dan prasarana penunjangnya, Polda NTB mulai memanfaatkan fasilitas yang ada. Seperti adanya giat penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, pelayanan, dan objek vital, Polda NTB mengerahkan Tim Kimia, Biologi, dan Radiologi (KBR) dari Satuan Brimobda NTB.

Pemantauan dan penindakan terhadap para pelaku penyebar hoaks tentang virus corona, Polda NTB mengedepankan peran cyber troops dari direktorat reserse kriminal khusus (ditreskrimsus).

Pemantauan harga, pasokan serta penimbunan bahan pokok dan segala kebutuhan masyarakat di tengah mewabahnya virus corona, Polda NTB mengerahkan Satgas Pangan NTB sebagai garda terdepannya.

Begitu juga untuk penanganan pasien suspect corona, Polda NTB telah menyiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Mataram dengan ruang isolasi yang dilengkapi alat pelindung diri (APD) serta tenaga medis handal.

"Penyuluhan tentang pencegahan dan sosialisasi bahaya corona ke masyarakat, sampai pembubaran kerumunan massa di tempat-tempat umum juga menjadi misi dari operasi ini," katanya.

Sumber : Antara
Editor : Aden

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget