Simulasi TKD di Bandara Bima, Jurnalis Malah Dicekal

kegiatan saat simulasi
Bima, porosntb.com-Latihan simulasi penanganan kedaruratan di bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima tercoreng oleh ulah oknum pegawai bandara setempat. Sedianya, sejumlah jurnalis yang diundang meliput, justru dicekal saat hendak masuk ke lokasi latihan.

Beberapa jurnalis yang dihadang saat simulasi tersebut adalah Media Online Kupas Bima, Pelopor, dan media harian pagi Radar Tambora. Sejumlah wartawan Bima itu dilarang masuk meliput ke areal latihan.

Tidak jelas alasan yang diberikan pihak bandara. Namun para pegawai tersebut hanya menjalankan instruksi pimpinannya.

"Memang kepala bandara yang baru masuk ini berbeda dengan pejabat sebelum-sebelumnya. Mulai dari pak Auriyadin, hingga pak Taslim Badaruddin, tidak pernah ada wartawan yang dicekal saat meliput di bandara. Apalagi saat pak Azis Saka, kasus sengketa lahan saat itu tidak ada yang melarang wartawan meliput. Tapi kepala bandara yang baru 3 bulanan bertugas ini sudah mau jadi pemimpin kecil," tutur wartawan Radar Tambora Edo Rusyadin.

Ketua wartawan KAE Bima ini juga mengungkapkan jika aksi kepala bandara yang mencekal wartawan tersebut bukan kali ini saja terjadi. Tapi juga saat kegiatan Rakor Kedaruratan yang digelar pekan lalu di lantai dua bandara setempat.

"Wartawan yang hendak meliput justru diusir keluar ruangan tanpa ada alasan. Mestinya dia (kepala bandara) berkoordinasi dengan anggotanya jika memang kegiatan itu tertutup. Biar tidak ada mis antara pencari berita dan pihak bandara," ujarnya.

"Ya kita sama-sama saling menghargai lah. Apapun kegiatan dan peristiwa itu merupakan tugas jurnalis untuk meliput," imbuhnya.

Ditanya upaya apa yang akan dilakukan wartawan Bima terkait pencekalan tersebut, Edo masih akan melalukan koordinasi dengan organisasi kewartawanan dan dewan pers.

"Karena ulah pihak bandara ini patut kita duga ada unsur kesengajaan dan sudah menyalahi UU Pokok Pers pasal 18 ayat (1). Itu sudah masuk ranah pidana," tandasnya.

Sementara kepala Bandara Bima Chairul Humam berkilah jika dirinya menginstruksikan anggotanya untuk melarang wartawan meliput. Bahkan kata dia, ada beberapa wartawan yang hadir meliput kegiatan tersebut.

"Mungkin karena kita kekurangan rompi makanya dilarang masuk ke lokasi. Karena SOP nya yang bisa masuk ke areal bandara itu harus memakai rompi," tutupnya. (Poros-04)






Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.