Wali Murid Usir Guru dan Kasek, Sekolah Ikut Disegel

Sejumlah wali murid saat menyegel MIN 5 Bima


Bima, Porosntb.com-Sejumlah wali murid di Desa Samili dan Kalampa Kecamatan Woha Kabupaten Bima mengusir guru dan kepala MIN 5 Bima yang berlokasi di Desa Samili, Selasa (11/6/19) siang. Selain itu, orang tua siswa ini juga menyegel beberapa ruangan di sekolah setempat. 

Aksi para wali murid ini buntut dari dikeluarkannya SK pemindahan empat orang guru setempat yakni Syafrudin, Gufran, Maryam dan Siti Hawa. Mereka dipindahkan di sekolah yang jauh tanpa alasan yang jelas. Diduga, SK pemindahan sejumlah guru itu atas inisiatif kepala sekolah. 

"Kami tidak terima hal ini, karena pemindahan guru-guru itu atas kemauan kepala sekolah. Bukan atas dasar regulasi yang ada," ungkap koordinator wali murid, Khairudin Parewa.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak sekolah untuk mencarikan solusi atas dipindahkannya empat guru setempat. Namun dalam pertemuan itu, kepala sekolah tidak berani mengambil keputusan karena menurutnya itu merupakan wewenang Kemenag.

"Kasus seperti ini sudah dua kali dilakukan kepala sekolah. Dulu saat dia (Kasek) baru masuk, empat orang guru ini sempat dipindahkan juga. Namun setelah Kasek pindah, empat guru ini kembali mengajar di sekolah ini. Tapi, sekarang saat Kasek masuk lagi, kasus yang sama terulang lagi. Ini bukti bahwa ada ketidaksukaan dari Kasek terhadap empat orang guru tersebut," tuturnya. 

Selain itu, wakil Ketua BPD Samili M Natsir mendukung penuh aksi wali murid tersebut. Bahkan dia mendesak pihak Kemenag untuk meninjau kembali pengangkatan kepala sekolah setempat. Karena dinilai kerap membuat ulah dan kontroversi.

"Padahal, guru yang dipindah itu, orang-orang yang dibutuhkan di desa ini. Kenapa harus dibuang," tandasnya. 

Aksi penyegelan itu tidak ada perlawanan dari pihak sekolah. Sejumlah guru langsung pulang. Sementara ruang guru, kepala sekolah dan ruang TU dipalang dengan balok kayu. Aksi tersebut akan terus dilakukan hingga empat guru kembali mengajar di sekolah setempat. Serta mendesak agar kepala sekolah saat ini diganti. (poros07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.