Jalin Kerjasama dengan Universitas Mancanegara, Wujud Nyata "Tamsis Beradab Go Internasional"

Penandatangan MoU bersama tiga universitas Malaysia dan Filipina


Bima, porosntb.com-STKIP Taman Siswa Bima terus berupaya melebarkan jaringan mitra dengan perguruan tinggi mancanegara untuk mendukung misinya sebagai kampus "Tamsis Beradab, Go Internasional". Kali ini ditunjukkan dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga Universitas sekaligus yang berkedudukan di Malaysia dan Filipina, Sabtu (7/9/19) lalu.

Tiga kampus yang merupakan mitra STKIP Tamsis itu yakni Picoms International University Collage dari Malaysia, Our Lady of Fatima dan  Arellano University dari Filipina. Meski hanya tiga kampus, namun memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Seperti Picoms International University Collage yang memiliki delapan kampus dan Arellano dengan enam kampus.

Penandatanganan MoU ini menjadi titik awal kerjasama sejumlah pihak terkait dalam hal riset dan pendidikan serta peningkatan SDM mahasiswa dan dosen. Sebelumnya, STKIP Tamsis juga telah banyak menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi mancanegara. Salah satunya dengan universitas Selangor Malaysia.

Dengan MoU tersebut, kampus dengan visi Education for Civilization tersebut sudah menjalin kemitraan dengan empat Universitas luar negeri. Dua di Malaysia dan dua di Filipina. Penandatanganan nota kesepahaman dengan tiga kampus terbaru itu berlangsung di Senggigi, Mataram dengan melibatkan pentolan di kampus masing-masing.

Kerjasama untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen ini hanya diikuti 10 perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua STKIP Tamsis Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi (tengah, pake topi) saat menyerahkan baju kebanggaan Tamsis Go Internasional kepada perwakilan kampus mitra kerjasama


Ketua STKIP Tamsis Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi melalui dosennya Ramli MPd, menuturkan, fokus perhatian dari kerjasama ini di bidang pertukaran mahasiswa berupa kuliah kunjungan (magang) 3 sampai 6 bulan. Selain itu, mahasiswa dan dosen bersama melakukan penelitian dalam rangka peningkatan kualitas dan sumber daya manusia.

"Ini bagian dari upaya strategis kampus dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen dan menatap kampus Tamsis sebagai perguruan tinggi beradab yang go internasional," tuturnya.

Disamping itu, sejumlah kampus itu sangat kompleks dari segala sisi. Bahkan ada beberapa program yang sesuai dengan STKIP Tamsis. Seperti PGSD. Karena di kampus tersebut memiliki Pendidikan Anak Usia Dini dan sekolah luar biasa.

"Banyak keunggulan dari kerjasama ini. Untuk mahasiswa bisa bergaung internasional di bidang UKM. Karena di sana semuanya lengkap soal pengembangan apapun. Untuk dosen, tentu akan menjadi cambukan agar terus berkarya dengan menulis jurnal inteenasional karena kampus ini bisa mempublisnya," beber pria yang akrab disapa Mr Leo ini.

Menindaklanjuti kerjasama ini, pihaknya akan kembali berkumpul pada 8 hingga 11 November mendatang dengan rancangan SOP maupun program kerja yang ditawarkan.

Khusus dosen, dalam kerjasama ini akan memacu pengembangan pedagogik maupun karier. Karena diakui, kelemahan dosen Indonesia, khususnya daerah adalah bahasa Inggris. Selain itu sambungnya, jarang dosen membuka dan menutup conferensi dengan bahasa Inggris.

"Makanya dengan kerjasama ini kita tidak lagi lokal-lokal bangat lah. Kita targetkan jurnal internasional. Karena di kampus ini kita bisa langsung publish jurnal, dosennya juga bisa magang. Kalau di Indonesia ngantri skopusnya lama. Untuk itu kita diarahkan untuk melakukan koordinasi soal penerbitan jurnal internasional," terang Leo.

Ditambahkan, dalam pelaksanaan kerjasama nanti dosen dan mahasiswa antar kampus bisa meneliti bersama. Meskipun kampus tersebut didominasi jurusan kesehatan. Namun ada banyak celah untuk bisa melaksanakan penelitian bersama-sama.

"Kampus kita ini menargetkan peningkatan klaster. Caranya, ya dengan pengembangan peningkatan SDM mahasiswa dan dosen serta bagaimana program kerjanya. Peningkatan kualitas dosen seperti penyusunan bahan pembelajaran. Untuk meraih target itu, tentu gaungnya harus internasional, baik kerjsama maupun penelitian," tegasnya.

"Jangka panjang dari kerjasama ini tentu banyak hal positif. Yang jelas kita tidak ragu lagi dan dosen bisa meningkatkan lagi kemampuannya. Kalau jangka pendek, ya kita punya gaung lah," pungkasnya. (Poros07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.