Februari 2018



Bima, Porosntb.- Untuk memastikan pengendara roda dua maupun empat memiliki kelengkapan berkendara. Satuan Lalulintas Polres Bima Kabupaten gelar Oparasi Gabungan dengan Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bima, Rabu 28/03/18 pagi tadi.

Razia Gabungan tersebut berlangsung selama 10 hari dan dipusatkan di panda depan Mapolres Bima Kabupaten. Saat berlangsung kurang lebih puluhan pengendara terjaring razia karena tidak memiliki kelengkapan mengendara.

Kasat Lantas Poles Bima Kahupayen,  Iptu Putu Gde Caka , mengatakan Oprasi Gabungan tersebut lebih mengarah pada kelengkapan kendaraan. Seperti STNK Pajak, Spion, Plate dan knalpot racing. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan rasa nyama  pengendara dalam mentaati rambu-rambu lalulintas.

"Jika motor dilrngkapi dengan surat-surat, maka pengendara akan aman dan nyaman sampai tujuan,"katanya saat ditemui wartawan di ruangannya.

Putu berharap, agar masyarakat bisa mentaati aturan  terutama saat berlalulintas, terutama yang belum menggunakan SIM agar segera membuatnya. Dan diutamakan memakai helm demi kenyamanan dan keamanan  pengendara.(Poros-03)



Bima, PorosNTB.com-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima mengingatkan kepada partai politik untuk melaksanakan tahapan Pemilu DPR, DPD, DPRD dan Pilpres 2019 sesuai ketentuan UU. Hal itu disampaikan saat acara sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan umum (Pemilu), Selasa (27/2).

Acara yang dihadiri pimpinan Parpol peserta pemilu dan ketua Panwascam se Kabupaten Bima itu berlangsung di rumah makan BBA Belo Kecamatan Palibelo.

Ketua Panwaslu Abdullah SH menjelaskan, sosialusasi tersebut merupakan proses tahapan pelaksanaan Pemilu tahun 2019. Sebagaimana yang diamanatkan oleh UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

"Kegiatan ini untuk mengajak peserta pemilu supaya melaksanakan Pemilu sesuai regulasi yang ditetapkan," terangnya. 

Kata dia, sosialisasi ini untuk mengingatkan Parpol jika tahapan Pemilu 2019 sudah dimulai. Tujuannya, meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Partai Politik.

"Kami sosialisasikan apa saja yang dilarang dan apa saja yang diperbolehkan dalam tahapan-tahapan pemilu tahun 2019," jelas pria yang akrab disapa Ebit ini.

Dengan kegiatan ini pula sambungnya, peraturan-peraturan bisa dilaksanakan dengan baik oleh peserta pemilu. (Poros-07)



Bima, Porosntb.com.- Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer, meresmikan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, Selasa 27/02/18, siang tadi.

Usai peresmian, Wabup menghimbau jajaran kecamatan dan desa agar bangunan tersebut betul-betul dimanfaatkan sesuai tupoksinya.

Selain itu Wabup juga mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Rompo yang membangun sarana kesehatan desa dengan alokasi dana desa. "mudah-mudahn bangunan ini bermanfaat untuk kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Desa Rompo. " Harap Dae Leo sapaan akrabnya saat menggunting pita.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Rompo Hamidah Jamaluddin mengaku, pembangunan Poskesdes Rompo itu diambil dana dari ADD tahun 2017, dan  total anggaran yang digunakan sebesar Rp.150 juta.

Ditambahkannya, pembangunan Poskesdes dihajatkan sebagai pusat pelayanan kesehatan di desanya dalam rangka pelayanan kesehatan masyarakat.(Poros-11)




Bima, PorosNTB.com-Sungguh memalukan apa yang dilakukan oknum kelurga kesultanan Bima. Adik kandung almarhum Sultan Bima Ferry Zulkarnain, FFI alias Dae Ade, 38 tahun diduga telah menipu warga. Modusnya, pria yang juga ipar Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri ini memberi iming-iming paket proyek kepada korbannya.

Korban adalah Ibnu Saud warga RT 01 RW 01 Desa Sie Kecamatan Monta. Senin (26/2) kemarin, secara resmi dia melaporkan keluarga kesultanan Bima itu ke Polres Bima Kabupaten atas kasus penipuan.

Usai memberikan laporan, Ibnu Saud  mengaku telah ditipu oleh Dae Ade berupa uang sebesar Rp 55 juta. Dia menguraikan, awalnya meminta uang sebesar Rp 10 juta kepada korban pada April 2016 lalu. Imbalannya, korban akan diberikan satu paket proyek sebesar Rp 100 juta.

"Saya ditelepon oleh Dae Ade dan meminta uang Rp 10 juta. Dia mengutus anak buahnya bernama Ani alias Dae To'i untuk mengambil uang di rumah saya. Saat itu saya hanya memberikan Rp 5 juta. Tapi seminggu kemudian Ani datang lagi ke rumah saya meminta sisa uang Rp 5 juta. Dan sudah saya serahkan," urainya.

Berselang satu bulan kemudian, Dae Ade kembali meminta uang Rp 10 juta kepada korban. Saat itu, uang langsung diserahkan ke Ani yang saat itu sedang berasama Dae Ade di halaman Pandopo Bupati Bima.  Tidak lama berselang, oknum yang juga Ketua KNPI Kabupaten Bima itu kembali meminta uang Rp 10 juta kepada korban. Dengan polos, dan berharap dapat proyek, korban kembali menyerahkan anak buahnya Ani uang Rp 10 juta yang diminta.

"Saat itu Dae Ade bilang ke saya agar bersabar karena proyeknya jauh," terangnya.

Tidak sampai di situ, selang beberapa bulan lagi Dae Ade kembali meminta uang sebesar Rp 15 juta. Namun karena tidak punya uang lagi, korban pun tidak bisa menyanggupi.

"Tapi dia meminta saya meminjam uang rentenir karena dia menyanggupi akan membayarnya. Barulah saya transfer Rp 5 juta. Kemudian pada 21 September 2016 saya transfer lagi Rp 10 juta dan terakhir saya transfer pada 10 November 2016 sebanyak Rp 10 juta. Sehingga total uang saya yang diambil sebesar Rp 55 juta," bebernya.

Setelah menerima uang, Dae Ade langsung susah dihubungi. Ibnu Saud meminta kembali uangnya dalam tempo 1 tahun. Bahkan, untuk meminta uangnya, dia harus mencari Dae Ade hingga ke Mataram.

"Sudah berapa ongkos yang saya keluarkan, bolak-balik Bima Mataram untuk mendapatkan kembali uang yang saya ambil. Makanya saya melaporkannya ke Polpres Bima agar bisa ditindaklanjuti," terangnya.

Dia berharap agar penegak hukum segera menangkap dan menjebloskan oknum keluarga kesultanan Bima itu ke penjara.

"Dia harus dimasukan ke penjara, karena uang orang yang dia makan, saya yang bayar," tandasnya.

Sementara FFI alias Dae Ade, belum bisa dihubungi terkait kasus tersebut. Begitu juga dengan keluarga istana Bima, sulit ditemui. (poros-07/09)


Bima, PorosNTB.com-Kasus travel umroh bodong rupanya tidak saja terjadi di kota-kota besar. Ternyata di sekitar kita, kasus tersebut sudah mengintai. Para korbannya sudah ada di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Sebanyak 17 orang warga Kecamatan Bolo yang diduga telah ditipu Owner Tour dan Travel Burja berinisial BH, 45 tahun melaporkan hal itu ke polsek setempat, Sabtu (24/2). Modusnya, oknum pemilik travel umroh ini menjanjikan untuk mengantarkan para korban ke kota Mekkah dengan menyetor uang sebesar Rp 25 juta. Namun, hingga kemarin keberangkatan para korban ke tanah suci tersebut belum juga ada kejelasan.

Kapolsek Bolo AKP Muhtar HI Sos membenarkan adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh owner travel warga Desa Rada tersebut. Hal itu terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari para korban AL bersama 16 orang lainnya pada Sabtu (24/2) lalu.

“Ini terungkap setelah ada pengaduan korban yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Dijelaskan, sesuai keterangan korban, pelaku sudah tiga kali berjanji untuk memberangkatkan para korban. Yakni pada tanggal 9 dan 19 Desember 2017 serta pada 26 Januari 2018.

“Karena tidak ditepati, akhirnya korban mengadukan ke Polsek sekaligus membatalkan niatnya berangkat umroh,” terangnya.

Meski pelaku kembali memberikan janji akan memberangkatkan para korban pada 15 Maret 2018 mendatang, namun para korban tidak lagi percaya. Karena sudah sering makan janji pelaku. Para korban pun membatalkan niatnya untuk umroh dan meminta uangnya dikembalikan.

Banyaknya keluarga korban yang datang ke Polsek Bolo membuat suasana sempat gaduh. Tepat saat pelaku digiring ke Mapilsek setempat. Cacian dan cercaan dari keluarga korban pun tak terhindarkan. Kondisi ini memicu kepolisian setempat mengalihkan kasusnya ke Polres Bima Kabupaten.

“Dikhawatirkan akan berisiko besar terkait keamanan pelaku. Terpaksa pelaku kita giring ke Polres Bima,” kata Kapolsek.

Dia menambahkan, 17 warga yang menjadi korban penipuaan ini yakni tujuh warga asal Desa Rato, empat orang asal Desa Tambe, tiga orang asal Desa Leu dan tiga orang lainnya warga asli Kecamatan Bolo yang  berdomisili di Mataram.

“17 korban merupakan warga asli Kecamatan Bolo. Mereka merupakan korban penipuan perjalanan umroh,” pungkasnya. (Poros-05)



Bima, PorosNTB.com-Kasus pembunuhan terhadap maling kambing di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima berbuntut panjang. Warga Tangga Baru yang tidak terima kerabatnya dibunuh karena kedapatan mencuri ternak beberapa hari lalu mengamuk. Puluhan warga menyerang rumah warga yang masih satu desa tersebut, Minggu (25/2) siang tadi.

Akibatnya tiga unit rumah warga di Dusun Tanjung Baru hangus terbakar. Yakni rumah milik M Saleh, Fudin Ajran dan Ama Hasan. Sejumlah rumah yang terbakar ini berada tidak jauh dari Desa Tangga Baru. Sementara satu orang warga Tangga Baru yakni Lifi, 25 tahun harus menderita luka panah di bagian perut saat melakukan aksi pembakaran rumah warga Tanjung Baru.

Indormasi yang dihimpun dari warga Tangga Baru Hadnen menceritakan, aksi penyerangan dan pembakaran rumah warga tersebut berlangsung sekitar pukul 12.30 Wita. Dia menyebutkan, aksi warga Tangga Baru itu kuat dugaan karena dipicu dendam. Karena belum lama ini dua orang warga setempat dianiaya dan dibunuh lantaran kedapatan mencuri ternak.

"Aksi ini karena kasus pembunuhan kemarin," katanya saat dihubungi via seluler.

Pasca pembakaran rumah warga, kini situasi di lokasi berangsur kondusif. Karena sejumlah aparat keamanan dari TNI Polri bersenjata lengkap sudah standby. Namun sayangnya, akses menuju ke desa tersebut sulit ditembus. Karena jalur Simpasai harus ditutup total lantaran jembatan di desa setempat kembali roboh.  Kondisi ini tentu menyulitkan petugas keamanan menjangkau lokasi bentrok.

Meski begitu, pihak keamanan tetap menembus ke lokasi dengan berbalik arah menggunakan jalur atas Kecamatan Langgudu. Meski sudah mendapat pengawalan ketat aparat keamanan, namun beredar informasi jika warga Tanjung Baru ingin melakukan serangan balik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi balik dari aparat keamanan. (Poros-09)



Bima, PorosNTB.com-Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bima Zunaidin HI marah-marah saat diwawancara. Tidak hanya itu, mantan Kadis Dishubkominfo ini, juga membentak-mbentak awak media yang ingin mengonfirmasi berita terkait lamanya pembuatan e-KTP di dinas setempat.

"Tidak ada masalah, kata siapa bikin KTP lama?," ujarnya, dengan nada menantang saat ditemui di ruang kerjanya.

Soal blangko KTP yang tidak ada, juga ditepisnya. Dia keukeh jika tidak ada kendala yang dialami dinas setempat dalam melayani pencatatan kependudukan.

"Blangko ada, blangko ada kok," katanya.

Meski begitu, kebobrokan kepala dinas yang terkesan tidak paham tupoksi ini direspon oleh anak buahnya yang juga sedang berada dalam ruangan tersebut. Dia mengaku jika memang ada kendala jaringan sejak awal tahun lalu hingga Mei 2017. Sehingga memicu terlambatnya pencetakan E-KTP.

Begitu juga saat ditanya praktek dugaan pungli pembuatan E-KTP, KK dan akte kelahiran dengan biaya yang berfariasi, membuat amarah pejabat ini semakin meledak.

"Tidak ada yang bayar, semuanya gratis," tegasnya, penuh keangkuhan.

Terkait lamanya pembuatan e-KTP di dinas setempat sempat meresahkan masyarakat. Seperti yang dialami Hamdan warga Desa Runggu Kecamatan Belo. Pemuda yang membuat e-KTP pemula ini sudah melakukan perekaman sejak Februari 2017 lalu. Namun hingga kemarin belum jadi juga.

Meski begitu, Hamdan mengakui jika dinas terkait memberikan surat keterangan. Namun karena Suketnya sudah lewat masa berlaku membuatnya kembali menanyakan E-KTP di dinas tersebut. Sayangnya, dua kali pengambilan Suket namun KTP nya tak kunjung dicetak hingga saat ini.

"Buat KTP setahun nggak jadi-jadi. Disuruh ini itu sudah saya penuhi. Katanya tidak ada blangko lah, jaringan rusak lah. Sampai sekarang saya nggak punya KTP. Apalagi pemilu tahun ini harus punya e-KTP kalau mau coblos," ujarnya, pasrah. (Poros-07)



Bima, PorosNTB.com-SMAN 2 Bolo fokus membentengi para siswa dari laten narkoba. Ini dilakukan dalam rangka menekan penyalahgunaan dan penyebaran narkoba di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 2 Bolo, Jufriadi SE MSi mengaku, pihaknya serius memperhatikan virus yang satu ini. Beberapa program pun digalakkan. Seperti implementasi program Bupati Bima pesantren sehari dan melakukan kuliah umum selama tujuh menit (Kultum) setiap hari di jam pertama.

Hal ini disampaikannya usai acara Gerakan Pesantren Sehari (GPS) di sekolah setempat, Jumat (23/2). Pada kegiatan itu, juga diselipkan sosialisasi bahaya narkoba dari Polsek Bolo dan Satuan Narkoba Polres Bima.

"Masih banyak program kita dalam menekan bahaya narkoba di kalangan siswa. Kami fokus pada pembinaan karakter anak ke arah religius," ujar mantan Kepala SMKN 10 Bima ini.

Selain itu, pihaknya juga berencana menggelar pesantren kilat setiap akhir bulan. Tujuannya, para siswa lebih didorong untuk mengenal ilmu agama agar bisa mencerna mana yang baik dan tidak.

Alumni politeknik Makassar ini optimis, jika siswa digemblengi ilmu agama, dengan sendirinya akan menjauhi hal-hal buruk. "Kalau imannya sudah mantap, insyaallah pengaruh narkoba itu tidak akan mempan. Dan bahkan dengan sendirinya, para siswa akan memerangi narkoba," tuturnya.

Disamping itu, dia bangga karena digelarnya kegiatan tersebut. Karena SMAN 2 Bolo menjadi sekolah pertama dalam implementasi GPS. 

"Semoga melalui program gerakan pesantren sehari ini seluruh jajaran sekolah bisa ikut serta dalam memberantas penggunaan dan peredaran narkoba di kalangan siswa," pungkasnya. (Poros-07)



Bima, PorosNTB.com.- Seorang pencuri tewas diamuk massa saat kedapatan mencuri kambing milik warga di Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Peristiwa tersebut terjadi Selasa 20/02/18. Sekitar pukul 12.00 wita siang tadi.

Diketahui korban meninggal bernama Abdurahman (22) warga Desa Tangga Baru Kecamatan Monta. Sementara rekan korban yang masih kritis adalah Mahmud Abdulah (22) juga warga Tangga Baru.

Bagaimanakah kejadianya? Kepala Desa Tangga Baru Abakar kepada Porosntb menceritakan. Saat itu para pelaku pencuri kambing sedang melancarkan aksinya di Desa Tangga Baru. Namun naas, aksi kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor itu diketahui warga. Dilokasi teriakan maling pun bersuara hingga akhirnya para pelaku berhasil diamankan warga dan menganiayanya.

Bahkan satu diantara pelaku dipastikan meninggal setelah dimassa warga, tapi rekan korban masih kritis.
"Satu orang pelaku tewas karena dimassa warga, dan satu lagi masih kritis, selain itu motor pelaku juga dibakar warga,"ceritanya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana Tempat Kejadian Perkara (TKP) terlihat kondusif setelah sejumlah aparat Kepolisian Polsek Monta turun ke lokasi.(Poros-11)


Dompu, PorosNTB.com.- Kepala Desa Ranggon Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, Sumarni, membenarkan bahwa pelaku pelecehan Agama berdomisili di Ranggo. Namun, pelaku tersebut berada di Malaysia. Bahkan kades menegaskan, pelaku
 Salahuddin tidak memiliki kelainan jiwa alias Normal.

" Pelaku (Salahuddin, red) berada di Malaysia sebagai TKI dan sudah berjalan kurang lebih 1 tahun,"ungkapnya.

Dikatakanya, bahwa perbuatan yang dilakukan warganya itu sudah keterlaluan dan tingkahnya itu sudah termasuk pelecehan Agama. "Dengan gaya bergoyang saat sholat, pelaku sudah melecehkan Agama,"tudingnya.

Lanjut Kades, persoalan ini sudah ditangani pihak yang berwajib, bahkan sudah dilakuman  penyelidikan oleh Bagian Reskrim Polres Dompu  untuk mengungkap pelaku.

Menyikapi isu bahwa pelaku tersebut memiliki kelainan jiwa. Kadespun membantah, dan menegaskan bahwa Salahuddin Normal dan sudah menjadi TKI di Malaysia. "Salahuddin orangnya Normal, dan tidak kelainan jiwa,"tegasnya.

Walaupun demikian, Dihadapan Awak Media Kades Ranggo, menyampaikan mohon maaf terkait tindakan pelecehan Agama yang dilakukan warganya dan berharap pihak kepolisian secepatnya untuk menangkap dan mengadili pelaku tersebut.(Poros-11)

Sekdes Ranggo, Dedy Purwanto SPd

Dompu, PorosNTB.com- Ulah oknum warga yang menistakan agama islam dengan berjoget saat sholat terus menuai kecaman. Sejumlah warga dan aparat kepolisian setempat terus berdatangan di kediaman oknum warga yang diketahui merupakan warga Desa Ranggo Dompu tersebut.

Meski oknum warga ini masih berada di luar negeri, namun keberadaannya terus diincar. Baik dari kalangan aparat maupun kalangan ulama guna menuntut pertanggungjawabannya.


Menyikapi hal itu, Sekdes Ranggo Dedy Purwanto SPd membenarkan jika yang bersangkutan adalah warganya. Kata dia, oknum bernama asli Salahuddin alias Udin alias Ujang. Kini, pelaku dituntut untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya di hadapan hukum.


"Berdasarkan ciri fisik dan wajah aktor tersebut bernama asli Salahuddin," katanya.
Hanya saja sambungnya, yang bersangkutan setahun terakhir tidak lagi tinggal di desa setempat. Karena, sudah menjadi TKI di negeri jiran Malaysia.


BACA JUGA : Biadab! Permainkan Islam, Pria Ini Jadi DPO dan Ini Identitasnya

Kelakuan Salahuddin ini kata dia sangat mencoreng nama baik Desa Ranggo yang dikenal fanatik terhadap agamanya serta bercokol sejumlah ulama.
Dia juga sangat menyadari aksi pelaku tidak saja menyinggung perasaan umat muslim di Kabupaten Dompu tetapi juga melukai hati umat Islam seluruh dunia.


"Umat Islam sedunia pasti terluka dengan aksi pelecehan ini,’’ ujarnya.

Karena itu atas nama pemerintah desa, pihaknya memohon maaf kepada seluruh umat muslim sedunia. Selanjutnya pelaku yang kini berada di Malaysia diminta supaya segera pulang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sejauh ini lanjut Dedi pihaknya belum tahu motif pelaku berbuat seperti itu, apalagi latar belakang Salahuddin dan keluarganya adalah orang baik-baik. Sejauh ini Salahuddin alias Ujang dikenal sebagai seorang atlet bola dengan posisi sebagai striker di club Palapa dan PS Ranggo. ‘’Dia cukup dikenal sebagai striker handal dalam membela clubnya,’’ tuturnya.

Atas aksinya itu, sejumlah pihak telah mendatangi desa dan kediaman pelaku, terutama dari aparat Polsek dan Polres. Hanya saja yang bersangkutan belum bisa dikonfirmasi karena masih di Malaysia. (Poros07)




Bima, PorosNTB.com.- Dunia pendidikan Kabupaten Bima kembali tercoreng. Lagi-lagi, dinas yang mendidik anak bangsa ini kembali melakukan praktek pungli alias pungutan liar.

Dugaan praktek ini terjadi saat pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar Dikbudpora Kabupaten Bima di Kecamatan Bolo belum lama ini. Kegiatan di Gedung Sinar AS Kompeks Pasar Sila tersebut dicederai oleh adanya dugaan pungutan sebesar Rp 50 ribu per peserta UNBS oleh panitia dari Dikbudpora.

Diketahui, acara yang dibuka Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan HM Noer itu diikuti sebanyak 300 lebih sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bima. Jika dikalikan Rp 50 ribu maka hasil pungli nya mencapai Rp 15 juta. Alibinya, panitia dari bidang Dikdas itu untuk membayar konsumsi.

“Masa kegiatan sebesar itu tidak ada anggarannya. Sampai harus ada pengumpulan uang untuk biaya konsumsi,” ujar seorang Kasek di Kecamatan Bolo yang enggan disebutkan namanya. 

Ditegaskan, meski tidak besar, tapi langkah yang dilakukan Dikdas sangat disesalkan. Sebab anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah sudah ada. Namun masih mengumpulkan uang pada setiap kepala sekolah yang menjadi peserta.

“Kita sesalkan adanya pengumpulan uang ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Bima, Hj Jubaibah sebagai panitia pelaksana membantah adanya pengumpulan uang sebesar Rp 50 ribu per peserta. Soal konsumsi peserta kata dia, semuanya telah disediakan panitia pelaksana.

“Kasek yang bilang itu dia kumpulkan sama siapa uangnya. Kami tidak pernah perintahkan pengumpulan uang," tegasnya.(Poros-05)




Bima, PorosNTB.com-Usia kepemimpinan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri (Dinda) dan Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer (Dahlan) genap dua tahun. Sejak dilantik, 17 Febuari 2016 silam, banyak torehan yang membanggakan. Namun tidak sedikit ada juga yang dievaluasi.

Salah satu capaian yang membanggakan yakni, naiknya ratting Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sejak dulu, pembangunan manusia di Kabupaten Bima selalu terpuruk. Tercatat di tahun 2016, ratting IPM Kabupaten Bima berada di urutan terakhir dari peringkat 64,15. Namun, berubah drastis di tahun 2017, IPM Kabupaten Bima naik di peringkat ke tujuh se Provinsi NTB.

Capaian membanggakan ini seiring dengan terobosan Bupati Bima yang terus membenahi dunia pendidikan. Salah satu kebijakannya yakni memberi ruang bagi guru untuk mengajar dengan metode inovasi mereka. Karena kebijakan tersebut, Bupati Bima mendapat penghargaan nasional sebagai Bunda PAUD Nasional.

Capaia lain, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di tahun 2016 PAD sebesar Rp 110 miliar rupiah, sedangkan tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi Rp 187 miliar. Selaras dengan peningkatan PAD tersebut, di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kabupaten Bima terus menunjukkan nilai positif. Karena dua kali berturut-turut meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari akuntabilitas kinerja keuangan dan kerja keras jajaran Pemerintah Kabupaten Bima. Di bidang perhubungan, Bupati Bima telah menambah armada pernerbangan. Pesawat Nam Air sudah mulai mendarat di Bandara Sultan M Salahuddin Bima. Pesawat berbadan lebar ini melayani rute Bima- Denpasar dan Bima- Lombok.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bima meraih penghargaan sebagai daerah yang mampu menurunkan angka stunting pada anak. Itu ditandai dengan menurunnya angka kematian bayi selama tiga tahun terakhir. Disamping itu, proses rehabilitasi dan pembangunan puskesmas terus dilakukan. Selama tahun 2017, sudah ada 10 puskemas dibangun melalui DAK afirmasi maupun DAK reguler sebesar Rp 26 miliar.

Di tahun 2018 ini, Kabupaten Bima kembali mendapatkan dana afirmasi sebesar Rp 83 miliar. Dana miliaran rupiah itu untuk rehabilitasi maupun pembangunan puskesmas baru di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima. Artinya, sarana kesehatan di Kabupaten Bima kedepan sudah tuntas dibangun.

Sementara di bidang pariwisata, Kabupaten Bima terus mendorong peningkatan kreatifitas masyarakat. Terutama untuk mempromosikan budaya dan destinasi wisata. Dimulai dari Festival Uma Lengge, Festival Sangiang, Festival Tanjung Langgudu, Karnaval Rimpu di Sape dan sejumlah event lainnya.

Hal ini memberikan energi positif bagi jajaran pemerintah setempat untuk terus memberikan dukungan pengembangawan objek wisata.

Untuk diketahui, di bulan April 2018 mendatang, akan ada event Teka Tambora. Agenda yang biasa dikemas dalam slogan Festival Pesona Tambora (FPT) itu dipusatkan di jalur Oi Marai.

Dari event ini akan banyak agenda kegiatan yang dilakukan. Salah satunya acara panen madu dan festival kopi Tambora. Acara tersebut dipastikan akan menarik perhatian para wisatawan lokal maupun manca negera.

Terakhir, di bidang sosial keagamaan, sepanjang tahun 2017 Bupati Bima telah banyak menyalurkan bantuan untuk pembangunan masjid, mushallah dan pondok pesantren. Sesuai dengan visi- misinya, bupati berkomitmen membangun Bima Ramah (Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal). Terbukti di awal Januari 2018, telah mencanangkan Gerakan Pesantren Sehari (GSP). Gerakan ini akan terus dilestarikan dan menjadi agenda rutin masyarakat Kabupaten Bima.

Selain itu, masih banyak lagi torehan-torehan lain yang patut diapresiasi dan dievaluasi. Seperti, pembangunan kantor Bupati Bima, kantor instansi pemerintah dalam lingkungan kompleks kantor Bupati Bima dan pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bima.

‘’Kami belum puas dengan semua ini. Masih banyak pembangunan strategis yang akan kita bangun kedepan,’’ ujar Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri.


Usai menggelar dzikir dan doa bersama yang dipimpin Ustaz Muhammad Nur Maulana, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer meresmikan 12 proyek infrastruktur.

Peresmian itu disaksikan sejumlah tokoh masyarakat di acara dua tahun kepemimpinan Dinda-Dahlan. 12 proyek yang dikerjakan sepanjang tahun 2017 yakni:

1. Proyek rehabilitasi daerah irigasi Mpungga Desa Tambe, Kecamatan Bolo senilai Rp743. 537.000.
2. Pembangunan jembatan Gusung Kecamatan Sape senilai Rp 3,9 miliar.
3. Rehabilitasi daerah irigasi embung Oi Tui , Kecamatan Wera senilai Rp 925.610.000.
 4. Pembangunan  kantor Desa Dadibou, Kecamatan Woha senilai Rp 479.274.000,
 5. Pembangunan kantor Desa Karampi, Kecamatan Langgudu senilai Rp 378.427.000.
 6. Pembangunan  kantor Desa Rada, Kecamatan Bolo senilai Rp384.045.000
 7. Pembangunan jembatan Waduruka Kecamatan Langgudu senilai Rp 3.750.000.000.
 8. Pembangunan jembatan Karampi Kecamatan Langgudu senilai Rp 3.750.000.000.
 9. Pembangunan Taman Uma Me’e kawasan Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Kecamatan Palibelo senilai Rp1.451.697.000.
10. SPAM ( Sistim Penyediaan Air Minum)  Ibu Kota Kecamatan Donggo senilai Rp 1,35 miliar.
11. Pembangunan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bima senilai Rp, 3.166.900.000
 12. Pasar Rakyat Sila Kecamatan Bolo senilai Rp 1,6 miliar. (Poros-07)




Bima, PorosNTB.com-Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Mei 2017 nanti, SMPN 1 Lambitu menggelar simulasi UNBK tahap ke dua yang dilaksanakan Rabu (14/2) hingga Kamis (15/2). Simulasi ini dilaksnakan di SMAN 1 Lambitu.

Kepala SMPN 1, H Malik SPd MSi mengatakan, pada pelaksanaan UNBK nantinya, para peserta direncanakan akan menumpang di SMAN 1 yang telah memiliki perangkat komputer dan server untuk UNBK. Meski demikian, pihaknya sudah memesan server untuk melaksanakan UNBK di sekolah sendiri.

"Tergantung server nya cepat datang. Kalau telat, ya terpaksa kita nebeng UNBK di SMAN 1," ungkapnya.

Kata dia, sebanyak 88 siswa yang dibagi dalam tiga sesi simulasi, antusias mengikutinya. Sementara perangkat komputer yang saat ini tersedia sebanyak 18 unit dan digunakan satu ruangan.

"Kebutuhan kita harusnya 30 unit komputer. Untuk menyiasatinya kita akan pinjam komputer guru di sekolah lain dan sudah kita koordinasikan. Terlebih lagi, semua SMPN di Lambitu ini akan UNBK. Jadi kita saling mendukung," terangnya.

Diakui, selama dua hari simulasi berjalan aman dan lancar. Jaringannya pun bagus, karena memakai 4G.

Simulasi lanjut dia, menjadi ajang pemahaman teknologi bagi siswa terhadap penguasaan komputer. Sehingga pada pelaksanaan UNBK nanti akan meminimalisasi kesalahan dan kurangnya penguasaan mengerjakan soal menggunakan komputer.

"Ini yang pertama kali, mudahan dengan simulasi ini mereka tidak kaget dengan sistem ujian online," imbuhnya.

H Malik berharap, UNBK bisa sukses tanpa hambatan. Sehingga bisa mendapatkan hasil yang bagus. Karena pihaknya sudah jauh hari menyiapkan diri sebagai pelaksana UNBK tahun ini.

"Walaupun harus numpang di SMA tapi kita tetap optimis semuanya akan berjalan baik. Selama kita memiliki niat, insyaallah akan ada jalan yang terbaik," pungkasnya.(poros07)



Bima, Porosntb.com.-Warga Facebook khususnya di Bima dan Dompu digemparkan oleh ulah seorang warga yang berbuat konyol. Pria yang diketahui adalah seorang TKI di Malaysia itu dinilai telah menghina agama Islam dengan berjoget saat menunaikan ibadah sholat.

Biadabnya, oknum warga yang diketahui berasal dari Ranggo Kabupaten Dompu ini memutar musik "ngebit" saat memulai sholat sambil menggoyang-goyangkan pinggul dan bahu setiap kali melakukan ruku sholat. Parahnya lagi, dia menyertakan Caption dalam video menghina Islam itu "Ajaran Baru 2018".

Video berdurasi 4 menit 16 detik itu awalnya diunggah oleh akun Facebook Abel Spoetra pada 16 Februari 2018 pada pukul 15.11 Wita. Baru empat hari diunggah, video tersebut sudah diputar sebanyak 64 ribu kali dan telah dibagikan lebih dari 3ribu kali dan dikomentari oleh 2ribu komentar.

Aksi oknum warga ini menuai banyak komentar pedas dari netizen. Para pengguna Facebook bahkan menghujat dan mensomasi aktor pemeran video tersebut.

Terakhir diketahui melalui akun Facebook Danton menuliskan jika pria tersebut bernama lengkap Salahudin alias Yudi alias Udin alias Ujang.

"Informasi sementara, dia orang Dompu sekitaran Karijawa. Yang jelas, info dari orang sekampungnya, bahwa dia orang Ranggo Kabupaten Dompu tapi kerja di Malaysia," tulis akun Facebook Danton.

Selain itu, Danton juga menulis jika oknum merupakan warga Kampung Fupu Ranggo.


"Mohon info rekan-rekan yang berada di Malaysia. Cari info dan kasih tau saya bila sudah dapat. Dia harus dituntut untuk meminta maaf. Dia sedang dicari database nya juga oleh Bareskrim Polri di Jakarta. Kami bisa memblokir pasportnya. DPO....," tulis Danton. (poros-07)



Bima Porosntb.com.- Setiap tahun, semua daerah tentu akan mencari bakat baru untuk peserta Paskibraka. Salah satunya di Kabupaten Bima, mencari bakat baru dari sejumlah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) se kabupaten merupakan tugas mereka untuk persiapan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI.

Bahkan sejumlah siswa yang memiliki talenta dan berpostur tegak lurus itu akan diseleksi dari yang terbaik hingga paling terbaik.

Koordinator Paskibraka Kabupaten Bima  Tahun 2018 Ummaya SH mengatakan, bahwa seleksi anggota paskibraka akan diselesaikan secepatnya  dan sebelum Agustus 2018 siswa-siswi berbakat sudah diaeleksi.

"Semua siswa berbakat, tani kami akan cari yang paling terbaik sebelum Agustus 2018,"katanya kemarin.

Dijelaskanya, bahwa calon paskibraka yang sudah di seleksi tingkat sekolah sudah terdata sekitar 321 orang dari seluruh SAMA di 18 Kecamatan. Dari 321 peserta akan di seleksi hingga final sebanyak 72 orang siswa-siswi terbaik.

" Dari 321 peserta akan kami seleksi hingga final 72 orang saja,"jelasnya.

Ditambahkannya, Seleksi paskibraka akan berlangsung ketat. Mulai dari tinggi badan, postur tubuh, jalan dan begitu juga langkah kaki yang menjadi penentu peserta lolos ke final. Hal itu dilakukan untuk memastikan saat kegiatan inti nanti tidak memalukan.

"Proses seleksi akan berlangsung  ketat agar anggota yang lolos final tidak memalukan,"sindirnya.

Umaya berharap, siswa-siswi yang sudah lolos seleksi nanti bisa menjadi Paskibraka terbaik dan Sertifikat yang diraih dapat bermanfaat untuk masa depan.(Poros-03)



Bima, PorosNTB.com-Masyarakat di wilayah KAE (Kecamatan Palibelo, Belo, Woha, Monta) Kabupaten Bima heboh dengan beredarnya isue sweping kendaraan bodong di rumah-rumah warga oleh aparat kepolisian Resor Bima. Sejumlah warga resah dan was-was karena kendaraan mereka ada yang belum bayar pajak.

Isue tersebut sudah menyebar di kalangan warga setempat. Kabar dari mulut ke mulut itu menyebutkan jika aparat kepolisian sedang malakukan sweping di masing-masing desa. Selain itu, disebutkan juga jika sudah banyak kendaraan warga yang tidak lengkap diangkut dengan mobil Dalmas kepolisian. 

Kondisi tersebut membuat pemilik motor yang belum bayar pajak ngos-ngosan. Mereka kalang kabut dan mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan kendaraan dari operasi sweping. Seperti menyembunyikan di sawah dan semak-semak.

Kondisi ini terjadi di Desa Tente Kecamatan Woha, dan Desa Cenggu dan Runggu Kecamatan Belo. Mendengar kabar tersebut, sejumlah pemilik kendaraan juga banyak yang menghindar dan membawa kendaraannya keluar dari desanya.

Tokoh pemuda Desa Runggu Kecamatan Belo, Edo Rusyadin mengaku, kabar tersebut sudah menyebar ke telinga warga. Dia juga mengaku kaget melihat aktivitas pemilik motor yang lalu lalang dengan wajah panik.

"Isue-nya, ada kepolisian yang turun operasi dan sweping kendaraan bodong di rumah-rumah warga. Dari tadi siang sampai sekarang, itu polisi yang mau sweping nggak nongol-nongol. Makanya saya curiga ini kabar hoax," ujarnya, Jumat (16/2/18) malam.

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Bima ini menilai, isue tersebut tidak bisa dipercaya. Karena tidak dibenarkan dalam UU lalulintas terkait operasi sweping kendaraan di rumah-rumah warga. Dia khawatir, isue tersebut akan memicu instabilitas wilayah dan menggiring opini negatif publik kepada aparat kepolisian.

"UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan tidak ada yang membenarkan sweping di rumah warga. Karena cela hukumnya banyak. Jika saja kendaraan tidak bayar pajak maupun STNK mati, tidak semerta-merta harus diangkut dan diamankan begitu saja. Karena UU tersebut hanya berlaku saat kendaraan berada di jalan raya dan sedang dipakai. Nah, kalau kendaraan hanya berada di rumah dan tidak dipakai, regulasinya dari mana mau diamankan. Bisa jadi, polisinya diteriaki maling. Apalagi swepingnya malam-malam," terangnya.

Dia juga mendesak aparat kepolisian segera merespon isue tersebut agar tidak membias. Karena bisa saja, kabar tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyerang institusi kepolisian.

"Kapolres harus beri klarifikasi. Jangan biarkan isue ini, karena akan mengancam stabilitas di Bima," katanya.

Sementara Kapolres Bima Kabupaten melalui Kasat Lantas IPTU Putu Caka membantah adanya isue tersebut. Dia menegaskan, tidak ada anggotanya yang melakukan operasi tersebut.

"Jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan nama Polres Bima," tegasnya. (poros07)



Bima, PorosNTB.com.- Hujan deras yang disertai angin kencang selama empat jam di Bima, mengakibatkan Dua Kecamatan di Kabupaten Bima Kebanjiran.

Banjir terparah terjadi di Desa Nggembe Kecamatan Bolo dan dedikitnya 100 kk di desa tersebut terendam banjir setinggi 1 meter.

Selain itu, Desa Darusalam juga terendam banjir. Bahkan Puluhan hektar tambak dan tanaman padi yang siap panen juga ikut terendam.

Menurut warga Nurhayati, bahwa banjir terjadi setelah diguyur hujan selama empat jam. Dan banjir mulai meluap kepemukiman warga sekitar pukul 15.00 wita.

Akibat banjir tersebut warga di dua kecamatan mengalami kerugian material seperti perabot rumah tangga setelah terbawah arus.

Informasi yang didapat Porosntb, bukan hanya pemukiman warga, banjir juga mengakibatkan salah satu jembatan di Desa Kananta Kecamatan Soromandi terputus.(Poros-11)




Bima, PorosNTB.com-Diduga menipu puluhan orang, wanita berjubah berinisial Ru harus digelandang ke Mapolsek Bolo, Rabu (14/2) kemarin. Modusnya, warga Desa Bolo Kecamatan Madapangga ini menawarkan kerjasama penjualan barang. Seperti kulkas, sofa, sprinbath, permadani dan badcover. Dengan perjanjian setiap sepuluh unit barang yang terjual, para korbannya akan mendapatkan satu unit sebagai bonus.

Syaratnya, para korban harus menyetorkan sejumlah uang di muka sebelum barang-barang tersebut didistribusikan. Barang-barang yang dijanjikan tersebut dijual dengan harga miring. Yakni setiap barangnya dijual dengan harga Rp 1 juta.

Karena uang sudah melayang, namun barang yang dijanjikan tak kunjung datang, membuat para korban menyerbu kantor Polsek Bolo. Mereka melaporkan kasus penipuan yang dialami. Kerugian yang dialami para korban berfariasi. Bahkan sampai menembus Rp 200 juta.

Seperti Armunis warga Desa Bolo yang harus kehilangan tabungan sebesar Rp. 200 juta. Korban lain, Hadijah warga Desa Ncandi ditipu Rp 60 juta, Nurasiah warga Desa Bolo Rp. 16 juta, Mahani warga Desa Bolo ditipu Rp. 1.200.000, Nurfitasari warga Desa Rade Rp. 3.400.000, Ida Royani warga Desa Sanolo Rp. 4.800.000, Yani warga Desa Donggo Bolo ditipu Rp. 61 juta, Ubud warga Desa Rato Rp. 25 juta dan Rosdiana warga Desa Tambe sebesar Rp 3.800.000.

Diduga masih ada korban-korban lain yang belum melapor. Untuk saat ini jumlah kerugian beberapa korban dipastikan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Bolo, AKP Muhtar HI S Sos membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya dengan modus menawarkan kerja sama penjualan barang. Kasus ini terungkap dari laporan Maryati warga Desa Tumpu yang merasa ditipu sebesar Rp12.900.000.

"Dari pengembangan kasus tersebut, ternyata banyak korban-korban lain," terang Kapolsek.

Saat ini pelaku telah ditangkap dan diamankan Mapolres Bima dengan status tahanan titipan.

"Kita titipkan di Mapolres Bima karena Polsek Bolo tidak ada sel tahanan perempuan," pungkas mantan Danki Brimob Bima ini. (Poros-05)



Bima, PorosNTB.com-Kamis (15/2) memasuki tahapan kampanye hingga 23 Juni mendatang. Menyikapi hal itu, KPU Kabupaten Bima meminta tim penghubung maupun partai pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB agar segera mencopot alat peraga kampanye berupa baliho yang terpampang di jalan raya.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Bima saat rapat koordinasi persiapan kegiatan kampanye pemilihan Gubernur dsn Walil Gubernur NTB 2018, kemarin.

Acara yang berlangsung di aula KPU setempat itu dihadiri pimpinan partai politik, Panwaslu, tim penghubung Paslon, TNI Polri dan media massa.

Ketua KPU Yuddin Chandra Nan Arif SH MH mengatakan, pasca penetapan pasangan calon pada 12 Februari lalu, KPU provinsi telah menetapkan nomor urut calon sehari setelahnya. Dengan hasil undian nomor urut 1 Suhaili-Amin, nomor 2 Ahyar-Mori, 3 Zul-Rohmi dan 4 Ali-Sakti.

Dengan demikian kata dia, tahapan kampanye Pilkada sudah akan dimulai. Sehingga alat peraga kampanye milik Paslon yang terpampang di jalan raya agar ditertibkan.

"Kita imbau lebih awal kepada Parpol dan penghubung agar sukarela menertibkan baliho Paslon. Karena mulai besok, kami, Panwaslu dan sejumlah aparat keamanan akan menurunkan semua baliho itu. Ini sesuai regulasi yang ada," tegasnya.

Selain itu, Yuddin juga meminta agar
nama-nama tim penghubung Paslon segera diserahkan ke KPU.

Sementara divisi SDM KPU Muhammad Waru SH MH menyampaikan, jika alat peraga kampanye Paslon sudah marak di jalan raya. Dia meminta agar ditertibkan sebelum dieksekusi pihak lain.

"Sebelum dieksekusi pihak keamanan, diminta dengan hormat agar tim penghubung menurunkan alat peraga itu," ujarnya.

Dia menjelaskan, alat peraga kampanye akan disediakan oleh KPU. Sehingga Paslon tidak perlu lagi buang duit karena akan menguras dana kampanye.

Meski demikian, Paslon diberi kewenangan untuk memasang sendiri alat peraga yang telah diberikan KPU.

"Kita fasilitasi pembuatan baliho, umbul-umbul dan spanduk. Untuk tempat pemasangan baliho tergantung pemerintah daerah," terangnya.

Dia merincikan, baliho akan disiapkan masing-masing 5 buah per Paslon. Umbul-umbul sebanyak 20 buah tiap kecamatan untuk masing-masing Paslon dan spanduk 2 buah per desa juga masing-masing Paslon.

"Pemasangan baliho mulai 15 Februari hingga 23 Juni.  Pemeliharaan, tanggung jawab Paslon. Ada juga bahan kampanye burupa brosur selebaran pamflet yang akan kita siapkan," bebernya.

Meski demikian, Paslon juga dapat mencetak bahan kampanye berupa selebaran dengan ketentuan, ukurannya harus sama dengan yang difasilitasi KPU. Selain itu, ada bahan kampanye lain yang bisa dicetak yaitu kaos dan sebagainya.

"Mari sama-sama menjaga alat peraga pasangan calon masing-masing. Begitu juga tim Paslon saat kampanye tidak saling sikut dan menghujat," ajaknya.

Untuk kampanye di media sosial, Paslon dan tim pendukung harus mendaftarkan akun ke KPU. Sementara Kampanye terbuka berupa rapat umum akan dilaksanakan di dua pulau Sumbawa dan Lombok.

"Acaa debatnya diagendakan sebanyak dua kali mulai 5 Mei dan 23 Juni," ungkapnya.

Waru juga mengimbau Paslon dan media untuk tidak mengikat kontrak kerjasama pemasangan iklan. Karena semuanya sudah disiapkan oleh KPU.

"Mulai besok tidak ada lagi iklan Paslon di koran atau media online," pungkasnya. (Poros-07)



Bima, Poeosntb.com.- Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Mei 2018 nanti, SMP 1 Woha menggelar simulasi UNBK tahap pertama yang dilaksanakan Rabu 15/02/18.

Proktor SMP 1 Arief  Setiawan ST mengatakan, Pada simulasi kemarin, sebanyak 395 siswa yang dibagi dalam tiga sesi simulasi, dan siswa terlihat sangat antusias mengikutinya, walaupun ada dua siswa yang tak hadir karena, sudah menikah.

"Simulasi kemarin siswa terlihat antusias, walupun komputer dan leptop yang digunakan siswa adalah pinjaman dari dewan guru maupun teman-teman."ungkapnya.

Diakuinya, dalam Evaluasi pelaksanaan simulasi kali ini, masih ada beberapa siswa yang sering lupa menekan tombol selesai setelah mengerjakan soal. Sehingga waktu menyelesaikan soal semakin lama, karena data yang terekam di server masih berstatus tengah mengerjakan soal. “Tapi semua itu masih bisa diatasi,” ujarnya.

Simulasi lanjut dia, menjadi ajang pemahaman teknologi bagi siswa terhadap penguasaan komputer. Sehingga pada pelaksanaan UNBK nanti akan meminimalisasi kesalahan dan kurangnya penguasaan mengerjakan soal menggunakan komputer.

"Ini yang pertama kali, mudahan dengan simulasi ini mereka tidak kaget dengan sistem ujian online nanti," harapnya.(Poros-03)



Bima, PorosNTB.com-Panwaslu Kabupaten Bima komit melawan dan menolak politik uang dan politisasi Suku, Agama dan Ras (SARA) dalam Pilkada NTB 2018. Menindaklanjuti hal itu, wasit pemilu Kabupaten Bima ini menggelar deklarasi bersama pemerintah daerah, KPU dan Partai Politik (Parpol), Rabu (14/2) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Panwaslu setempat itu dihadiri juga oleh Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri dan sejumlah SKPD. Sebelum dilakukan penandatanganan pakta integritas, komisioner KPU dan Panwaslu membacakan secara bersama ikrar deklarasi.

Dalam poin pertama, penyelenggara pemilu siap mengawal pemilihan dari praktik politik uang dan SARA. Karena dinilai menjadi ancaman besar bagi demokrasi dan negara. Poin kedua, tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai sarana meraih simpati pemilih, karena menciderai integritas dan kedaulatan rakyat. Ketiga, mengajak pemilih untuk menjadi pemilih cerdas  dan melihat Paslon berdasarkan kinerja bukan uang dan SARA. Keempat, mendukung pelanggaran politik uang dan SARA yang dilakukan pengawas. Terakhir, tidak akan melakukan intimidasi kekerasan atau aktifitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu penanganan pelanggaran politik uang dan SARA.

Ketua Panwaslu Abdullah SH mengatakan, deklarasi tersebut merupakan agenda Nasiona yang saat ini dilaksanakan serentak. Proses kegiatan itu bagian dari kegiatan pengawasan Pilkada NTB 2018 serta Pemilu 2019 mendatang.

"Komitmen bersama hari ini menjadi kunci mengawasi Pilkada yang berintegritas," ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Menurut pria yang akrab disapa Ebit ini, tantangan demokrasi semakin dinamis. Hal ini bisa datang dari berbagai pihak dan dapat mempengaruhi Pilkada berintegritas.

"Kita berkomitmen untuk mengajak semua unsur mengawal Pilkada. Politik uang menjadi musuh bersama karena akan berpotensi membawa kepala daerah terlibat korupsi. Sementara SARA akan mengganggu persaudaraan kita," tuturnya.

Kata dia, Pilkada sebelumnya banyak persoalan politik uang dan SARA. Diakui, persoalan ini menjadi ancaman dalam pelaksanaan demokrasi.

Melalui momentum ini, darah kelahiran Desa Ngali Kecamatan Beli ini menegaskan, proses pengawasan harus satu tindakan. Dengan mengedepankan upaya pencegahan agar pelanggaran tidak terjadi.

"Kami mengajak semua pihak untuk sama-sama mengawal pemilihan menuju Pilkada berkualitas," tandasnya.

Sementara Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri menyampaikan, deklarasi menjadi momentum untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah komit menolak dengan tegas politik uang dan SARA.

"Sehingga kita bisa menjadi contoh dan menyuarakan ke masyarakat," ujarnya.

Dikatakan, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian, jika tidak dicegah akan memicu persoalan yang lebih besar. Bahkan akan melibatkan berbagai pihak.

"Fungsi pengawasan tidak saja bagi panwas, tapi juga semua pihak," tuturnya.

Dinda meminta masyarakat tidak memilih karena kedekatan. Tapi karena calon memilki kemampuan.

"Semoga KPU dan panwas bisa mengawal dan menjaga Pilkada agar sukses," tandasnya.

Istri mendiang alm H Ferry Zulkarnaen ini juga menyoroti stigma Bima yang masih berstatus zona merah. Meski begitu, berkat Pilkada 2015 lalu yang aman dan Jurdil, menunjukan partisipasi masyrakat yang semakin meningkat. Pilkada tahun ini diharapkan menjadi prestasi dan kebanggaan bagi Bima untuk membuktikan jika Bima Ramah.

"Saya menitipkan harapan besar kepada panwas agar menjaga Pilkada NTB dengan aman dan beriintegritas. Semoga deklarasi ini dapat kita wujudkan bersama," tuntasnya. (Poros-07)


Bima, PorosNTB.com.- Pengaspalan jalan lingkar di Desa Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, jalan yang juga berlokasi di depan kediaman Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan M Nur, itu belum genap sebulan sudah terlihat rusak.

Salah seorang pengendara Ruslan kepada PorosNTB mengaku, pengaspalan jalan ini belum genap satu bulan, tetapi aspalnya sudah rusak. Bahkan sepanjang 100 meter jalan tersebut terlihat retak.

Belum diketahui kenapa jalan yang baru di aspal ini rusak, tapi menurut pengamatan kami sebagai pengendara aspalnya terlalu tipis sehingga mudah retak.

"Kerusakan jalan depan kediaman Wakil Bupati Bima diduga akibat aspalnya tipis sehingga mudah retak,"ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa jalan lingkar Desa Tente tersebut merupakan jalan utama warga untuk menuju terminal dan pasar tradisional tente. Namun pekerjaan yang di kerjakan oleh CV Dewi Wangi dengan anggaran sebesar Rp 1,289, 999, 000 milyar itu sudah rusak sebelum waktunya.

"Pekerjaan tersebut dilakukan asal-asalan agar mendapatkan keuntungan yang banyak,"duganya.

Ditempat yang berbeda seorang ojek Ibrahim juga mengatakan yang sama, bahwa pengaspalan jalan lingkar tente tersebut tidak sesuai bestek. Sehingga jalan itu cepat rusak. Harusnya pengawas memanggil kontraktor untuk memperbaiki kembali jalan yang rusak.

"Di depan kediaman Wakil Bupati Bima saja begini kerjanya, gimana jika di tempat yang lain."sindirnya.

Iya berharap kepada pemerintah setempat agar kontraktor nya dipanggil untuk diadili, karena pekerjaan tersebut merupakan percobaan korupsi.

"Panggil kontraktor nya dan suruh perbaiki kembali."pintanya.(Poros-11)


BimaPorosNTB.com-Dikpora Kabupaten Bima melalui seksi Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) terus berupaya memperjuangkan nasib para honor pendidik PAUD dan TK. Tahun 2018 ini, bidang tersebut telah mengajukan penambahan honorer TK/PAUD sebesar Rp 1,5 miliar ke pemerintah daerah.

Kasi PNFI H Jaharuddin MSi mengatakan, jumlah dana yang diajukan itu dibagi kepada 1900 tenaga honorer TK PAUD di Kabupaten Bima. Dengan rincian, perbulan tenaga honorer akan menerima Rp 250 ribu dari honor sebelumnya Rp 200 ribu. Selain itu, tenaga honor juga akan menerima gaji hingga tujuh bulan dari enam bulan yang dikucurkan sebelumnya.

 "Ini yang terus kita upayakan dan alhamdulillah tahun ini bisa cair. Tenaga honor akan menerimanya setiap triwulan," ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Dijelaskan, dalam Dapodik ada 1900 honorer PAUD dan TK dari jumlah PAUD/TK sebanyak 687 lembaga. Meski demikian, yang masuk dalam APBD untuk dialokasikan penambahan gaji hanya 800 lebih orang.

"Kita upayakan SK bupati karena daerah yang akan membayar. Mulai 2018 ini pembayaran honor akan masuk melalui rekening masing-masing," terangnya.

Selain  itu kata dia, program PNFI yang sedang diupayakan adalah pengadaan alat permainan edukatif (APE) luar. Bahkan, pengajuan anggaran tersebut sudah masuk dalam DPA untuk pengadaan anggaran sebesar Rp 300 juta.

Lembaga  yang akan menerima jelas punya klasifikasi. Tapi yang kita perioritaskan adalah lembaga yang belum punya APE luar," katanya.
Meski demikian, pihaknya masih kesulitan untuk membagi program tersebut. Ini disebabkan karena masih banyaknya lembaga yang belum punya APE luar.
"APEluar ini meliputi permainan anak-anak seperti ayunan, prosotan dan sebagainya. Mereka bisa belajar sambil bermain. Demi merangsang fisik motorik anak," bebernya.
Sementara program pusat, pihaknya sudah menjemput anggaran pembangunan kelas baru untuk 10 lembaga. Program tersebut masih tahap pengusulan dengan besar anggaran Rp 400 juta untuk satu lembaga.
"Semogadapat direalisasikan. Kita optimis bisa mendapatkan bantuan ini dan kita sudah bicarakan soal itu. Karena pak wakil bupati sudah dipanggil untuk pemaparan materi pendidikan ini di pusat," pungkasnya. (Poros-07)


Bima, PorosNTB.com.- Untuk menertibkan kendaraan yang tidak membayar pajak. Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten menggelar Operasi Gabungan (Opgab) di depan Mapolres Bima Kabupaten. Selasa 13/02/18 pagi tadi. Bahkan rajia tersebut Satlantas menggandeng Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bima guna melacak kendaraan yang belum bayar pajak.

Kasat Lantas Polres Bima Kabupaten Iptu Putu Gde Caka Pratyaksa R SIK, Oprasi Gabungan ini akan dilakukan secara rutin setiap bulan selama delapan kali.

"Bukan hanya rutin setiap bulan, tetapi rajia tersebut akan berlangsung setiap tahun,"tuturnya.

Ditambahkannya, selain rajia kendaraan yang belum bayar pajak, razia ini juga untuk memberikan efek jera kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan SIM, Helm, Spion dan perlengkapan mengendarai lainya.

"Kami akan menilang setiap kendaraan yang tidak melengkapi dengan surat-surat kendaraan."cetusnya.

Ditempat yang sama Kasubag TU Dispenda Kabupaten Bima. Hj Nurjani SE, juga mengatakan hal yang sama. Bahkan iya mengaku setiap Opgab  digelar pihaknya akan menyediakan 25 surat tilang per sekali razia untuk pengendara yang belum bayar pajak kendaraan.

"Setiap ditemukan kendaraan mati pajak, kendaraan tersebut akan diamankan sampai pajak dibayar pemilik kendaraan,"tegasnya.(poros 03)

Ilustrasi dana kampanye @Antara

Mataram, Poros NTB.- Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori saat acara rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon di Mataram, Selasa (13/2/18), mengatakan, pembatasan pengeluaran dana kampanye untuk setiap pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang berlaga di Pilkada NTB adalah sebesar Rp21 miliar.

ia merinci jumlah tersebut untuk rapat umum, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, bahan kampanye, jasa manajemen konsultan, alat peraga kampanye dan bahan kampanye, debat kandidat, serta iklan di media.

"Tetapi batasan besaran pengeluaran anggaran dana kampanye ini belum disepakati oleh pasangan calon, karena harus dirapatkan bersama berapa besaran pengeluaran dana untuk kampanye ini. Termasuk, dana sumbangan," kata Aksar lagi, dikutip Antara.

Tidak dijelaskan, kapan KPU sendiri menjadwalkan pelaporan dana kampanye awal oleh para Paslon.

Merujuk PKPU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Dana Kampanye Peserta Pilkada, dalam pasal 12, dijelaskan bahwa KPU provinsi dan kabupaten/kota menetapkan pembatasan pengeluaran dana kampanye dengan memperhitungkan metode kampanye, jumlah kegiatan kampanye, perkiraan jumlah peserta kampanye, standar biaya daerah, bahan kampanye yang diperlukan, cakupan wilayah dan kondisi geografis serta manajemen kampanye.
Itu berarti batasan dana kampanye untuk tiap provinsi dapat berbeda-beda. 

Tergantung sungguh hasil koordinasi dengan parpol, gabungan parpol atau petugas yang ditunjuk bakal paslon kepala daerah untuk mendapatkan masukan. (Aden)

Pengundian dalam rapat pleno KPU NTB di Hotel Lombok Raya, Selasa (13/2) menempatkan pasangan Suhaili-Amin pada nomer satu, Ahyar-Mori pada nomer dua, Zul-Rohmi pada nomer tiga dan Ali-Sakti pada nomer empat. Foto Credit : ANTARA/Ahmad Subaidi)

Mataram, Poros NTB.- Empat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil  Gubernur yang akan berkompetisi di Pilkada NTB 2018 ini melakukan pengundian nomor, Selasa (13/2/18).
Pengundian nomor urut dilakukan dalam dua tahap. Pertama pengundian pengambilan nomor urut dan kedua pencabutan nomor urut oleh masing-masing Paslon.

Dilansir Antara, hasil pengundian, nomor urut satu di tempati pasangan yang diusung Partai Golkar, Nasdem dan PKB H Moh Suhaili FT dan H Muhammad Amin atau Suhaili - Amin. Di nomor urut dua ditempati pasangan yang diusung Partai Gerindra, PDIP, PPP, Hanura, PAN, dan PBB H Ahyar Abduh dan Mori Hanafi.

Kemudian, nomor urut tiga ditempati pasangan yang diusung PKS dan Demokrat Dr Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah dan nomor urut empat ditempati pasangan melalui jalur perseorangan (independen) H Moch Ali bin Dahlan dan TGH Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni atau Ali - Sakti. 

"Dengan telah dilakukannya pengambilan dan penetapan nomor urut, selanjutnya masing-masing para pasangan calon berhak mengikuti tahapan kampanye yang digelar 15 Pebruari sampai 23 Juni 2018," ujar Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori saat acara rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon di Mataram.

Setelah penetapan nomor urut ini, maka tahapan pilkada akan memasuki masa kampanye, yang menurut Aksar, merupakan rangkaian terpanjang dari seluruh tahapan pilkada. (Aden)



Bima, PorosNTB.- Sekolah Menengah Kejuruan Taman Madya Baiturrahman Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB, sudah mulai bersaing dengan sekolah-sekolah Negeri lainya. Hal itu, mengingat sejumlah guru kejuruan di sekolah setempat sudah terpenuhi semua.

Salah satunya adalah. Kehadiran Empat Guru Tehnik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) menjadi ujung tombak SMK Taman Madya Baiturrahman  untuk bersaing sehat dengan sekolah tetangga.

Menurut salah satu guru di SMK Taman Madya Baiturrahman Ica,  Sekolah tersebut
Satu Satunya sekolah swasta yang setara dengan Sekolah Negeri yang ada di Kabupaten  Bima.

"Walaupun baru, sekolah kami sudah setara dengan sekolah Negeri,"katanya pagi tadi kepada PorosNTB.

Dijelaskannya, menyikapi apa yang di kataka  Masyrakat  atau informasi yang berada, bahwa SMK Taman Madya Baiturrahman tidak memiliki guru dan itu tidak benar. Bahkan, guru di sekolah tersebut sudah lengkap.

Lanjut  Ica, Guru yang ada di SMK  tersebut sudah ada semua, antara lain adalah Guru Tehknik  Instalasi Tenaga  Listrik (TITL) sudah Ada Empat orang.  Yang pertama Iksan St, ke dua Jaharudin Spd, ke tiga Askary  St dan ke empat  Mulyadin  ST.

Untuk Guru Tehnik Sepeda Motor (TSM) juga ada Lima Orang yang pertama  Ir Sjahrunsani,  ke dua Akmad R Spd,   ke tiga Ihwan , ke empat  M iksan Spd dan ke lima Saifullah Spd M   kom.

Sementara Guru Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ) juga terdapat   Empat orang guru yang pertama  Kuswanto SE,  ke dua A Rafik St,  ke tiga Ulfatunnisa Spd, dan terakhir  M Nasarullah.

"semua sudah jelas, SMK Taman Madya Baiturahman gurunya sudah lengkap,"tutupnya.(Poros-03)


Kepala Bandara Bima Taslim Badaruddin SH MM (Baju coklat
berkacamata) saat mengisi form tes urin
BIMA-Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, melakukan ramcheck uji narkoba terhadap pegawai Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Selasa (30/1). Kegiatan yang mendadak dilakukan di bandara setempat itu juga menyasar pilot, pramugari dan seluruh petugas maskapai di bandara.
Berdasakan hasil tes urin, baik pegawai bandara, pilot, dan seluruh karyawan Gapura Angkasa dinyatakan negatif penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ramcheck itu dibagian dua tempat, Tim pertama di ruang tunggu penumpang dengan menargertkan pilot, pramugari dan crew pesawat. Sementara di lantai dua, dipimpin langsung Kepala Bandara Taslim Badaruddin SH MM dan sejumlah pegawai lainnya.
Tes urin yang melibatkan seluruh komponen di bandara ini dipimpin langsung Ketua Tim dr Erma Rezki Haryati, FS dari balai kesehatan penerbangan kementerian perhubungan RI direktorat jenderal perhubungan udara.
Kata dia, kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan bersama Balai HAPEN. Karena sudah ada MoU dengan BNN, tujuannya untuk pemeliharaan dan pengawasan terhadap crew pesawat dan petugas bandara.
"Sebanyak 100 sampel diambil dari pilot, crew pesawat dan pegawai bandara. Senuanya negatif," ungkap dr Erma Rezki Haryati, FS, saat dikonfirmasi usia tes urin.
Dijelaskan, untuk kegiatan ramcheck, pihaknya tidak hanya melakukan di Bandara Bima. Setelah itu, juga akan dilakukan di bandara lain.
"Habis ini kita akan melakukan ramcheck di Bandara Solo dan Pekanbaru Riau," sebutnya.
Sementara Kepala Bandara Bima Taslim Badaruddin SH MM memberikan apresiasi terhadap Pegawai UPBU Bandara serta Pilot dan crew pesawat dan karyawan PT Gapuran Angkasa. Karena telah berpartisipasi mengikuti ramcheck uji narkoba. Terlebih hasilnya tidak ada yang mengecewakan.
"Saya undang mereka untuk Sosialisasi, bukan kegiatan cek uji narkoba. Setelah di sini baru mereka tau ada tes Urin. Alhamdulillah mereka antusias dan bersedia mengikuti pemeriksaan, hasilnya dinyatakan negatif oleh pihak dokter ahli," jelas dia.
Sebagai pimpinan bandara, dia mendukung penuh kegiatan tersebut. Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba di sektor transportasi udara.
Ia menambahan, Kemenhub telah aktif melakukan sosialisasi pencegahan narkoba kepada seluruh unit terkait. Termasuk di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kemenhub.
"Pemeriksaan seperti ini akan tetap berlanjut secara acak baik kepada pilot dan crew pesawat maupun kepada pegawai bandara dan karyawan PT Gapura Angkasa," pungkasnya. (Poros07)



Dr Ibnu Khaldun MSi
Bima, PorosNTB.com-Direktur Central Elektion and Political Party (CEPP) pusat studi pemilu dan parpol Dr Ibnu Khaldun MSi mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu. Menurut dia, sejumlah faktor menjadi penentu. Seperti kualitas calon kepala daerah.
Untuk itu dia meminta Bakal Calon (Balon) kepala daerah yang tengah berkompetisi di Pilkada Kota Bima tahun ini mampu berkontribusi meningkatkan rasionalitas pemilih.
"Pemilih yang beralih dukungan sangat besar. Khususnya segmen kelas menengah menjadi penentu kemenangan calon. Untuk itu, Paslon harus meningkatkan rasionalitas pemilih menuju pemilu cerdas dan berintegrias," tutur Ibnu, kemarin.
Menurut dosen ilmu politik ini, apatisme pemilih muncul akibat kualitas calon yang dinilai kurang mumpuni. Kata dia, pasangan calon dan partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan rasionalitas pemilih.
"Mereka harus mampu meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya," terang doktor jebolan UI ini.
Ibnu menilai, menurunnya partisipasi masyarakat dapat menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu.
Selain itu, Parpol pengusung juga harus menggelar diskusi publik guna menggairahkan pembahasan visi Balon. Dia menilai, saat ini Paslon hanya membicarakan sesuatu yang bersifat kepentingan internal.
Kata dia, ini menjadi kelemahan Parpol yang tidak menyeleksi figur berkualitas yang akan diusung.
"Rekam jejak Paslon ini yang penting dibahas agar masyarakat cerdas memberikan hak pilih," papar ketua STKIP Taman Siswa Bima ini.
Setelah penetapan calon nanti, Ibnu mendorong Parpol untuk lebih kencang mensosialisasikan visi. Karena hal ini menjadi pandangan Paslon jika nanti terpilih.
"Ya seperti visi pendidikan, mau dibawa kemana nanti jika terpilih. Artinya, sejauh ini belum ada keterbukaan visi yang Paslon jual untuk menarik simpatisan," tandasnya. (Poros07)



Bima, PorosNTB.com-Setelah berhasil meloloskan satu siswanya menjadi anggota Paskibraka Nasional 2017, SMAN 1 Woha kini mulai menatap seleksi tahun 2018. Sekolah yang berlokasi di Desa Rabakodo tersebut sudah mantap menyiapkan para siswa untuk mengikuti seleksi paskibraka tingkat Kabupaten Bima.
Sekitar 60 pelajar terbaik di sekolah unggulan itu, kemarin dijadwalkan menjalani seleksi awal di sekolah setempat.
Kepala SMAN 1 Woha Nazamuddin SPd mengatakan, pembinaan anggota Paskib intens dilakukan. Bahkan disiapkan khusus jadwalnya melalui kegiatan ekrtakurikuler.
"Memang kita fokus menyiapkan anggota Paskib. Makanya kita siapkan eskulnya," ujarnya, kemarin.
Dijelaskan, kegiatan eskul Paskib di sekolah setempat sudah berjalan dengan tersistematis. Artinya, para guru tidak lagi harus mengatur siswa. Melainkan siswa sendiri yang sudah disiplin dan tahu apa yang harus dilakukan.
"Para siswa sudah melaksanakan sesuai pola. Tinggal bagaimana kita mengemblengnya dengan pembinaan serius dari pelatih," katanya.
Menurut kasek, eskul Paskib sudah memberikan banyak perubahan positif bagi siswa. Yang paling mencolok adalah tingkat kedisiplinan dan loyalitas.
"Apalagi sudah ada satu siswa kita yang go nasional. Ini menjadi suntikan semangat bagi siswa lain," terangnya.
Diakui, sejauh ini sekolah setempat menjadi salah satu sekolah yang mendominasi anggota paskibraka di Kabupaten Bima. Karena sebanyak 20 orang siswa setempat kerap menjadi anggota Paskib Kabupaten Bima dan diutus ke provinsi.
"Kita paling banyak menjadi anggota Paskib. Bahkan yang tembus menjadi Paskib provinsi sebanyak 5 orang dan 1 ke nasional tahun lalu," bebernya.
Untuk tahun ini, pihaknya sudah menyiapkan siswa ke tingkat nasional. Dia berharap, tren sekolah pencetus paskibraka nasional di sekolah setempat tetap dipertahankan.
"Kita sudah punya satu orang siswa yang memiliki kans untuk menuju Paskib nasional. Ini memang menjadi target kita selanjutnya. Kami yakin masih banyak siswa kami yang berpeluang," pungkasnya. (Poros07)
Attachments 


Bima, Poros NTB.-Kejuaraan Catur Mori Hanafi Cup 2018 ditutup secara resmi oleh ketua umum Percasi NTB Drs Abdullah Zais SH, Minggu (11/2) kemarin. Open turnamen bertajuk NTB Untuk Semua itu berlangsung selama 3 hari. Even yang diprakarsai sepenuhnya oleh pasangan Cagub dan Cawagub NTB Ahyar Abduh dan Mori Hanafi ini berlangsung di pusat perbelanjaan Bilionaire Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Pada kejuaraan tersebut diikuti tingkat senior beregu dan perorangan dengan jumlah total peserta sebanyak 278 master catur se-NTB. Pantia menetapkan 20 renking master catur sebagai penerima hadiah sebesar Rp 50 juta tersebut. Serta enam tim dari peserta beregu.

Pengumuman Juara Catur Mori Hanafi Cup, dibacakan oleh tim juri dari Percasi Kabupaten Bima. Juara pertama perorangan M Edison Sonco Tengge, juara 2 bintang musik, 3 Muslim, 4 Ardiansyah, 5 Wahyullah, 6 M Mur, 7 Ilyas Parewa, 8 iwan Jayadi, 9 Bobi Aryanto, 10 Muis, 11 Ramlin, 12 Raihan, 13 Mulyadin, 14 Kristianto, 15 Muftahurrahman, 16 Hasbi, 17 Nukrah, 18 Hairudin, 19 Sardin dan peringkat 20 Salahudin.

Sementara beregu, juara 1 Bintang Musik, juara 2 Bilionaire, 3 Sumbawa Satu, 4, Parewa, 5 Banteng Rema Dompu dan terakhir, 6 Tim Sonco Tengge.

Ketua umum Percasi Kabupaten Bima Adhar menyampaikan, kegiatan tersebut berlangsung sejak 9 Februari lalu. Sistim pertandingan kejuaraan ini menggunakan sistem Swiss 46, 9 babak sesuai lazimnya berbagai kejuaraan catur saat ini.

Dia menjelaskan, kejuaraan tersebut merupakan event penting dan berharga dalam pengembangan olahraga catur. Dengan harapan memperoleh kesempatan untuk menimba pengalaman bertanding, sehingga melahirkan bibit baru kategori senior maupun junior.

“Pelaksanaan kejuaraan ini luar biasa. Semoga melalui kegiatan ini tumbuh atlet-atlet muda berbakat di Bima dan NTB pada umumnya," terangnya.

Dia menegaskan jika Percasi bukanlah organisasi di bawah kendali partai politik. Terlebih pada even tersebut disponsori sepenuhnya oleh bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

"Turnamen ini semata-mata untuk mempererat silaturahmi para master catur di NTB. Semangat Pak Mori Hanafi yang ingin mendorong tumbuhnya atlet catur dan sejumlah olahraga lain cukup baik. Ini pemimpin yang kita harapkan ke depan," tuturnya.

Sementara Ketua Umum Percasi NTB Drs Abdullah Zais SH menjelaskan, tujuan penyelenggaraan kejuaraan catur ini adalah untuk pengembangan olahraga catur. Dalam rangka memberikan kesempatan bagi penggemar catur untuk mengasah kemampuan serta menimba pengalaman bertanding yang nantinya akan bermuara pada pencapaian prestasi level berikutnya.

Turnamen ini lanjutnya, diharapkan menjadi wahana lahirnya bibit-bibit atlet catur berbakat yang akan menjadi andalan NTB untuk mampu berkompetisi mengharumkan nama daerah.

"Kami sampaikan terimakasih kepada panitia pelaksana serta sponsor utama Mori Hanafi. Karena kegiatan yang diikuti pecatur Mataram, Sumbawa, Dompu dan Bima ini telah berjalan dengan lancar dan tertib," ucapnya didampingi ketua harian Percasi NTB Raehan SE MM yang juga anggota DPRD Provinsi NTB ini.

Sedangkan perwakilan sponsor utama Cawagub Mori Hanafi, Agus Fahri mengaku kagum dengan tertibnya kegiatan tersebut. Terlebih lagi, para master catur dari berbagai daerah di NTB itu bisa menciptakan suasana persaudaraan di tengah kompetisi.

"Kegiatan ini bukanlah hadiahnya yang diperebutkan, tapi bagaimana kita mampu menciptakan rasa persaudaraan dalam suatu kompetisi. Ini dibuktikan oleh para master catur NTB. Meski bersaing, tapi tetap sportif," kata adik dari H Mori Hanafi ini.

Menurut dia, kegiatan serupa tidak saja akan dilaksanakan saat ini. Tapi akan terus digelar, terlebih jika Mori Hanafi menjadi orang kedua di NTB. Selain itu, di waktu yang bersamaan H Mori Hanafi juga sedang menutup turnamen tenis meja di Mataram.

"Ini adalah awal dari bangkitnya olahraga di NTB. Dalam waktu dekat kita juga akan menggelar even yang sama di Dompu dan Sumbawa," akunya.

Dia mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh master catur di NTB yang sudah mengisi kegiatan tersebut. Terlebih lagi pecatur dari luar Bima yang rela menembus jarak yang jauh untuk memenuhi undangan Mori Hanafi.

"Kami dari perwakilan Pak Mori Hanafi menyampaikan terimakasih dan permohonan maaf. Semoga kita mampu memberikan yang terbaik bagi daerah dan ingat Mori Hanafi adalah harga mati untuk menjadi Wakil Gunernur NTB," pungkasnya, diikuti tepuk tangan para peserta catur. (Poros-07)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget