April 2018

Suasana workshop peningkatan mutu para dosen di hotel Mutmainah
Bima, Porosntb.com-STKIP Taman Siswa Bima kembali ditunjuk sebagai host workshop peningkatan mutu dosen dalam penyusunan proposal penelitian perguruan tinggi 2018. Kegiatan tersebut atas kerjasama dengan Ristekdikti guna meningkatkan kualitas proposal penelitian bagi para dosen yang ada di Pulau Sumbawa dan Lombok.

STKIP Tamsis menjadi penyelenggara dari program Ristekdikti tersebut, yang diselenggarakan Kamis (26/4) di Hotel Mutmainah. Sedikitnya 60 dosen dari sejumlah perguruan tinggi di NTB ambil bagian. Kegiatan tersebut berlansung selama dua hari.

Pada workshop tersebut hadir sebagai narasumber Hotnair Siringoringo, Suminar S Achmadi dan Herry Sonjaya. Materi yang disampaikan meliputi presentasi dan diskusi tentang kebijakan pengelolaan penelitian, skema penelitian sesuai panduan penelitian dan pengabdian masyarakat dan klinik dan konsultasi penyusunan proposal penelitian.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi memaparkan, workshop tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman dosen tentang kebijakan pengelolaan penelitian. Demi meningktkan mutu dan pengabdian para dosen.

"Bima saat ini sudah bergairah dalam mengikuti kegiatan keilmuan berupa penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita memberi akses para dosen untuk menjaga gairah penelitian dan karya," terangnya saat ditemui di Hotel Mutmainah, kemarin.

Menurut dosen ilmu politik ini, narasumber yang juga merupakan pakar penelitian itu langsung melihat proposal para dosen. Tentu dalam hal ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas riset dosen.

"Outputnya, akan ada peningkatan kelas dosen. Dengan begitu, perguruan tinggi akan semakin baik dan terus berlomba menjadi perguruan tinggi madya. Kelas ini yang harus kita rebut jika ingin mendapatkan lebih banyak hibah," tuturnya.

Diakui, STKIP Taman Siswa Bima merasa terhormat karena kerap ditunjuk dan dipercayai Dikti sebagai pemandu kegiatan tersebut. Ibnu yakin, dengan kepercayaan itu kampus yang dipimpinnya akan terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Serta besar peluang untuk meningkatkan satus PT dari binaan menjadi madya.

"Kami terus mendorong perguruan tinggi lain untuk terus mengejar ketertinggalan. Semua PT harus diberi akses peningkatan seperti ini agar bisa merata," pungkasnya. (Poros-07)

Bima, Poroantb.com-STKIP Taman Siswa Bima kembali memenangkan dana hibah Kemenristekdikti untuk kemitraan. Bantuan ini dalam rangka peningkatan mutu dosen, melalui penguatan kemitraan dengan sekolah mitra kampus yang ada di Bima.

Dalam ketentuan hibah tersebut, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti menyelenggarakan program hibah penugasan dosen ke sekolah kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (PDS-LPTK). Program hibah ini diselenggarakan untuk mendukung tujuan dari revitalisasi LPTK antara lain, tatakelola kelembagaan yang akuntabel dan sistem manajemen modern.

Nantinya, para dosen STKIP Taman Siswa Bima akan ambil bagian dalam meningkatkan mutu sekolah dengan melakukan sistem rekrutmen calon guru yang komprehensif (termasuk seleksi bakat, minat, dan kepribadian). Juga soal kurikulum dan sistem pembelajaran yang berwawasan masa depan.

"Dosen bertugas memfasilitasi segala kegiatan dalam rangka meningkatkan mutu dan tata kelola sekolah," ungkap Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi, kemarin.

Dikatakan, para dosen akan ditempatkan di sejumlah sekolah mulai SD hingga SMA. Pihaknya juga sudah mendata dan menetapkan 10 sekolah untuk kemitraan ini. Selain itu, para dosen juga akan mempresentasikan hasil yang diperoleh di sekolah di hadapan Kemenristekdikti. 

"Ada 10 dosen yang akan kita tempatkan di 10 sekolah. Mereka akan diturunkan saat tahun ajaran baru nanti," jelas ketua Forum Perguruan Tinggi Bima-Dompu ini.

Diakui, pihaknya juga intens menjalin hubungan baik dengan stake holder dalam rangka peningkatan kemitraan. Tujuannya, antara PT dan masyarakat bisa saling berkesinambungan. Terlebih lagi, kampus setempat merupakan PT yang mencetak para guru dsn tentunya, lulusan akan kembali ke sekolah-sekolah.

Ditambahkan, hibah tersebut diyakini akan mempererat hubungan kampus dan pihak eksternal. Selain itu, para dosen yang ditugaskan akan lebih mudah mengembangkan penelitian dan pengabdian untuk peningkatan kualitas diri dan perguruan tinggi.  (Poros-07)

Muhammad Salahuddin saat penyerahan berkas pendaftaran Bacaleg di Sekretariat Partai Berkarya Kab. Bima

Bima, Porosntb.com-Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang bakal dihiasi oleh kehadiran para figur muda yang enerjik dan berintegritas. Mereka datang dari berbagai kalangan dan profesi. Seperti profesi wartawan, juga tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan pentas demokrasi tahun depan.

Sejumlah nama anggota dewan saat ini masih banyak yang berlatar belakang wartawan. Hal ini jelas memompa semangat para kulitinta untuk banting stir dan masuk ke dunia politik. Sehingga tidak heran, jika pemilihan legislatif tahun depan akan banyak diisi oleh figur dari kalangan jurnalis.

Seperti figur yang satu ini, Muhammad Salahuddin SHI. Tokoh panutan kaulamuda kelahiran Desa Naru Kecamatan Woha itu sudah mengikrarkan diri maju pada kontestasi Pileg 2019 mewakili Dapil Satu, Woha, Monta, Parado sebagai daerah kelahirannya.

Pria yang akrab disapa Andre atau dikenal dengan akun facebook Haika Haikalmen ini akan mengendarai partai baru yang digawangi Tomi Soeharto, Partai Berkarya. Andre bahkan sudah mendaftarkan diri untuk tampil bersama partai Nomor Tujuh tersebut.

Kepastian Muhammad Salahuddin tampil pada kursi panas dewan setelah yang bersangkutan mendafarkan, pada Rabu (25/4) kemarin.

Muhammad Salahuddin sendiri merupakan Putra Kae yang juga dikenal dalam melaksanakan profesinya sebagai peliput berita.  Iya adalah Wartawan Kae dan bertugas sebagai Journalis Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Kemampuannya dalam mengolah berita serta mengkritik kebijakan pemerintah melalui tulisan rupanya mencuri perhatian warga KAE. Hasilnya, dukungan moril pun terus mengalir kepada bapak dua anak ini untuk maju pada pertarungan di kursi DPRD Dapil 1.

Karena banyak suport dari warga, kerabat serta keluarga, membuatnya membulatkan tekad untuk tampil. Secara naluri, Muhammad Salahudin memang dikenal dengan sosok pemberani dan selalu bersuara lantang melawan penindasan. Hal ini menjadi cambukan keras guna membakar semangatnya untuk membawa warga Dapil 1 lebih baik, dan berkarya menuju kesejahtera.

Selain itu, ketokohan Salahuddin sudah malang melintang di kehidupan sosial masyarakat. Banyak keluhan dan harapan warga kepada pemerintah daerah yang belum juga direalisasikan. Melihat kondisi ini, membuat pria kelahiran 04 Agustus 1983 ini bertekad untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat lemah menuju masyarakat madani yang benar-benar merdeka dari penindasan.

Karirnya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Salahudin adalah sosok yang berpengalaman, cerdas dan rendah hati. Dia siap menjadi Garda terdepan dalam memajukan daerah dan mengutamakan kepentingan "Dou Labo Rasa". (Poros-07)



Bima, Porosntb.com.- Partai Berkarya Kabupaten Bima menggelar Konsolidasi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Berkarya se Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Ratusan kader  hadir untuk mempersiapkan pemantapan untuk melebarkan sayap Berkarya sekaligus siap memenangkan H. Ibrahim untuk menjadi DPR Pusat tahun periode 2019-2024.

Dalam kesempatan itu, hadir Pengurus Partai Perkarta Pusat H. Ibrahim Calon Legislatif dari dapil NTB tahun 2019. Hadir juga ketua DPD H. Rauf dan beserta anggota pengurus Partai Berkarya Kabupaten Bima dalam konsoludasi tersebut.

Perwakilan DPC  Langgudu Nursin menyatakan, Berkarya memiliki target dalam Pileg 2019. Berkarya harus memiliki perwakilan DPR Pusat, DPR Provinsi dan DPRD agar bisa mengamankan target untuk keterwakilam Calon Presiden.

Lanjutnya, untuk memastikan hal tersebut semua pengurus DPC Berkarya Bima siap mendukung H. Ibrahim sebagai Calon Legislatif Pusat.

"Kami dukung H. Ibrahim, dan kami bawa beliyau ke kursi DPR Pusat,"janjinya.

Selain itu perwakilan DPC Woha Opik menyatakan hal yang sama, bahwa dalam Pileg 2019 Berkarya akan mendukung sepenuhnya H. Ibrahim.

"Walaupun partai baru, Berkarya tetap bisa bersaing dengan partai lainya,"terangnya.(Poros-11)




Bima, Porosntb.com-Pagelaran seni dan budaya yang dilaksanakan KPU Kabupaten Bima di Paruga Na'e Madapangga berlansung semarak. Kegiatan yang dibuka langsung oleh asisten I HM Qurban tersebut dihadiri sejumlah pejabat teras dan anggota DPRD Kabupaten Bima.

Kegiatan serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia ini mengambil tema "Melalui Pagelaran Seni dan Budaya Bima membangun pemilih berdaulat guna mensyukseskan Pemilu serentak tahun 2019". 

Terlaksananya kegiatan ini sebagai tanda dimulainya tahapan Pemilu 2019 dengan harapan mampu menjadi edukasi politik bagi masyarakat. Sehingga suksesi Pemilu yang akan datang berjalan lancar.

Perlu diketahui pula, Pemilu yang akan datang akan diikuti oleh 16 partai politik.

Pada kesempatan itu, Ketua Devisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Muhammad Waru, SH MH menegaskan pentingnya E-KTP bagi masyarakat. Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 dan Pilkada serentak 2018 kata dia, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) merupakan syarat mutlak menjadi pemilih.

Meski warga negara itu telah terdaftar dan memenuhi persyaratan sebagai pemilih, namun jika tidak didukung E-KTP, wrga negara tetap tidak dapat memberikan hak konstitusinya.

Sehingga sambung Waru, kepemilikan E-KTP menjadi rujukan dasar pemilih agar bisa ikut serta dalam Pemilu mendatang.
“Itu sudah menjadi syarat mutlak," tegasnya.

Dia berharap para pemilih yang sudah memenuhi kriteria namun belum memiliki E-KTP agar segera mengurusnya.

“Kalau belum punya E-KTP, segera lapor ke desa," sarannya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif memberikan hak pilihnya pada Pilkada 27 Juni 2018 dan Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang.

"Kita mengajak warga berperan aktif. Agar terwujudnya pemilih berdaulat untuk suksesnya pemilu serentak mendatang," tandasnya.

Kegiatan tersebut diselipkan berbagai penampilan seni dan budaya Bima. Seperti Kapatu Mbojo, Mpa'a Gantao dan Biola Gambo. Selain itu, juga ada drama kolosal dari para siswa SMAN 1 Madapangga berjudul "Caki Cula". (poros-07)

Bima, Porosntb.com-Beruntungnya para alumni SMK Kesehatan Yahya Bima jurusan farmasi. Baru saja dikukuhkan Sabtu (21/4/18) pagi, mereka langsung ditawarkan untuk langsung bekerja di beberapa apotik di Kota dan Kabupaten Bima.

Para alumni tersebut ditempatkan sebagai asisten apoteker dan asisten perawat. Hal ini sesuai Permenkes tentang pengangkatan alumni SMK Kesehatan sebagai asisten.

"Mereka sudah bisa bekerja di apotik karena sudah ada beberapa apotik yang menawarkan jasa mereka sebagai asisten," ungkap Wakil Kepala SMK Kesehatan Yahya Bima, Burhan SE.

Menurut dia, sejumlah alumni jurusan farmasi sudah menyatakan kesiapan untuk bekerja. Apalagi, para siswa setempat sudah memiliki tiga kompetensi dasar dan telah teruji.

"Bahkan, siawa kita yang ingin dipekerjakan dianggap masih kurang. Karena perusahaan swasta masih menginginkan lulusan kita untuk ditawari pekerjaan," akunya.

Dengan respon baik pihak swasta saat ini sambung Burhan, tentu akan memacu motivasi siswa lain untuk memperbaiki kualitas diri agar mampu bersaing di dunia kerja.

"Kita juga akan terus meningkatkan mutu sekolah dan mutu lulusan. Karena kita sudah dipercaya oleh dunia kerja saat ini," pungkasnya. (poros-07)


Bima, Porosntb.com-Sebanyak 41 orang siswa SMK Kesehatan Yahya Bima angkatan delapan dikukuhkan Pengukuhan ini dilaksanakan di halaman sekolah setempat, Sabtu (21/4/18) pagi. Dikukuhkannya para siswa ini setelah mereka melalui sejumlah ujian akhir yang cukup menguras tenaga dengan UNBK. Meskipun kelulusan belum diumumkan, namun prosesi tahunan ini berlangsung meriah.

Pada pengukuhan ini, tidak hanya dihadiri purna SMK Kesehatan Yahya, tapi juga orang tua siswa. Mereka terlihat antusias mendampingi anak-anaknya. Selain itu juga tampak hadir Camat Woha Irfan Dj SH bersama sekcam.

Kepala SMK Kesehatan Yahya, Yahya SKM MKes mengatakan, pengukuhan tersebut sudah menjadi agenda tahunan sekolah. Guna menandakan usainya masa belajar selama tiga tahun di sekolah tersebut.

Pengukuhan siswa tidak hanya sebagai ajang ceremonial. Tapi juga menjadi ajang unjuk prestasi siswa selama menjalani pendidikan. Selain itu, pengukuhan juga sebagai amanah UU karena siswa kesehatan diwajibkan untuk dikukuhkan.

Dikatakan, siswa yang diwisuda tahun ini mengalami penurunan jumlah. Ini disebabkan karena selama 10 tahun berdiri SMK Kesehatan Yahya masuk dalam pusaran kasus dualisme STIKes Yahya. Padahal kata Yahya, antara SMK dan STIKes tidak ada sangkut pautnya.

"Meski begitu, kami tidak pernah meninggalkan mutu. Di sini tidak ada siswa yang bolos dan membuat kericuhan. Jika memang siswa bermasalah, kita akan pindahkan demi menjaga mutu pendidikan," tegas bapak satu anak ini.

Yahya berharap, selepas menjalani masa SMA siswanya tidak berhenti melanjutkan studi. Siswa diminta agar tetap meneruskan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi.

"Silakan melanjutkan ke perguruan tinggi. Banyak pilihan pendidikan tinggi kesehatan. Alumni kami di SMK sudah banyak yang keluar negeri, ada di Thailand dan Vietnam dan digaji Rp 20 juta per bulan," ujarnya, bangga.

Meski demikian kata dia, sekolah kejuruan kesehatan sudah bisa menjadi asisten perawat di dunia usaha.

"Sesuai Permenkes 80, alumni sekolah kejuruan kesehatan sudah mendapat gelar asisten perawat. Mereka sudah diakui negara untuk bekerja di bidangnya dengan status tersebut. Sehingga memudahkan para siswa terserap di pasar kerja," tuturnya.

Apalagi sambungnya, para alumni sekolah setempat sudah mengikuti ujian kompetensi. Untuk membuktikan kapabilitas siswa, pihak lembaga penjamin mutu sudah memberikan sertifikat.

Disamping itu, Yahya mengajak pemerintah kecamatan agar bisa bergandeng tangan guna bekerjasama khususnya di bidang pelayanan kesehatan dasar. Pihaknya siap untuk dipakai pemerintah daerah dalam segala kegiatan kesehatan.

"Kami mengajak pemerintah kecamatan untuk bekerjasama dalam hal ini. Kami siap mendukung dan membantu pemerintah," tegasnya.

Bagai gayung bersambut, Camat Woha Irfan Dj SH langusung merespon tawaran sekolah kesehatan tersebut. Camat yang sangat ramah ini siap mendorong dan siap bekerjasama dengan SMK dalam rangka memberikan pelayanan dasar kesehatan di Woha.

"Konsep pembangunan sesuai UU desa, dalam APBDes, desa harus siapkan anggaran pelayanan dasar sebanyak 20 persen, ini yang kita dorong," tegasnya.

Irfan mengungkapkan, di Keli tahun lalu telah dibelikan ambulan keliling dari APBDes. Tahun ini di Desa Pandai juga akan diupayakan. Karena lokasi desa yang cukup jauh dari RSUD.

"Dalam pemenuhan pelayanan dasar ini terus kita dorong dan menyambut baik tawaran kerjasama SMK Kesehatan Yahya Bima," katanya.

Camat menyampaikan selamat kepada SMK Yahya yang mampu mengukuhkan para siswa. Bagi siswa yang dikukuhkan, besar harapannya agar bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Menurut dia, status ijazah kampus di luar daerah dan di Bima sama saja. Yang membedakan adalah kompetensi diri dari siswa itu sendiri.

"Jangan cari kampus lain apalagi yang jauh. Bukan menjadi ukuran dimana kita sekolah. Tapi ukurannya adalah kemampuan kita masing-masing," terangnya.

"Kita bicara efisiensi. Yang perlu kita ketahui, Woha ini adalah ibukota kabupaten. Nanti akan dijadikan pengembangan dunia pendidikan. Akan ada persaingan perguruan tinggi di Woha nanti," imbuh pria yang sudah delapan tahun menjadi Sekcam Woha ini. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com-STKIP Taman Siswa Bima intens menggelar kegiatan keilmuan di internal kampus. Kuliah umum sudah menjadi hal biasa bagi mahasiswa kampus "Merah" itu. Namun kali ini, kuliah umumnya sedikit spesial karena pihak kampus sengaja menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Anwar Usman SH MH sebagai pemateri.

Kuliah Umum ini mengangkat tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Menuju Masyarakat yang Beradab." Jumat (20/4/18). Tema ini sangat relevan dengan motto STKIP Taman Siswa Bima "Education For Civilization” atau Pendidikan untuk Peradaban. Serta sangat relevan juga dengan peran utama Mahkamah Konstitusi sebagai Penjaga Konstitusi dan Penjaga Ideologi Bangsa.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, MSi memandu langsung jalannya Kuliah Umum yang dihadiri oleh puluhan tamu kehormatan dan ratusan civitas akademika STKIP Taman Siswa Bima.

Dalam prolognya, Dr Ibnu Khaldun menjelaskan, sudah tiga kali dengan Dr Anwar Usman, SH MH datang ke kampus setempat. Namun kedatangannya kali ini sangat istimewa karena sekarang sudah menjabat sebagai Ketua MK RI atau menjadi orang nomor Sembilan di Republik Indonesia.

"Sehingga pola Protokoler dan pelayanannya juga berbeda sekali nuansanya dari yang sebelumnya," ujar Ibnu.

Sementara Ketua MK RI Anwar Usman SH MH sangat terharu dan tersanjung dengan sambutan yang meriah dari Ketua STKIP Taman Siswa Bima dan civitas akademikanya. Darah kelahiran Bolo Kabupaten Bima ini mengaku setiap kehadirannya di kampus setempat selalu diperlakukan dengan sangat terhormat.

"Kalau kita memuliakan orang lain, maka kita akan dimuliakan juga. Nah, inilah suasana yang saya rasakan ketika datang ke STKIP Taman Siswa Bima. Untuk diketahui, bahwa STKIP Taman Siswa Bima adalah kampus pertama yang saya datangi setelah dilantik sebagai Ketua MK RI. STKIP Taman Siswa Bima special bagi saya," ungkapnya disambut tepuk tangan yang riuh dari para undangan.

Saat itu, Ketua MK yang baru dilantik ini bercerita tentang masa lalunya ketika datang ke Jakarta, yang hanya bermodalkan ijazah PGA dan niat yang tulus untuk kuliah sambil kerja. Dengan basis ilmu agama yang beliau pelajari selama studi di PGA Kabupaten Bima, benar-benar menjadi landasan yang kuat dalam kehidupannya di rantauan. Anwar meyakini betul bahwa mencari ilmu, menjadi pendidik, bekerja dengan jujur, dan hidup sederhana adalah anjuran Rasulullah dan sangat bernilai ibadah dihadapan Allah.

"Seseorang yang shaleh/shalehah dan memiliki akhlak yang mulia adalah wujud dari aktualisasi nilai-nilai pancasila. Misalnya, sebagai orang muslim, kalau kita adalah hamba Allah yang taat beribadah, maka itulah sosok pancasilais sejati. Dalam hal penegakan hukum, seorang hakim yang adil adalah yang memiliki jiwa dan hati yang bersih karena ketaatannya kepada Allah SWT. Oleh Karena itu, kita patut bersyukur kepada Allah SWT, kalau kita tergolong sebagai aparat hukum yang dapat berbuat adil bagi masyarakat," tuturnya.

Anwar meyakini, pencapaian sekarang adalah karena takdir Tuhan dan berkat keistikomahannya dalam berbuat yang jujur. Mengendarai mobil RI 9 itu, katanya seperti sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Di akhir kuliah umumnya, Ketua MK RI ini mengisahkan tentang putranya yang sukses meraih dua gelar sekaligus di dua fakultas yang berbeda di UGM dalam jangka waktu empat tahun. Dia terharu dengan putranya yang memiliki pola hidup sederhana yang menolak untuk tinggal di kontrakan yang mahal, dan memilih untuk tinggal di kamar kos murah bersama mahasiswa kebanyakan. Yang paling mengharukan baginya adalah ketika di akhir kuliahnya, putranya mengembalikan uang sebanyak 70 juta rupiah kepada ibunya dari hasil tabungannya selama masa kuliah. (Poros-07)

 
Kepala SMK Kesehatan Yahya Bima, Burhan, SE
Bima, Poros NTB.- Ucapan selamat, patut diucapkan kepada 41 orang siswa SMK Kesehatan Yahya Bima yang akhirnya diwisuda, di halaman sekolah setempat, Sabtu (21/4/18). Pasalnya, perjuangan keras mereka selama 3 tahun mengenyam didikan keras dari 42 orang pengajar di SMK tersebut akhirnya tidak sia-sia.

Kini para calon tenaga kesehatan tersebut bisa lebih jauh lagi menggapai cita-cita.

Saat prosesi wisuda yang berlangsung haru dan meriah tersebut, nampak  hadir orang tua siswa, Kepala Sekolah, staf pengajar, dan undangan lainnya.

Kepala SMK Kesehatan Yahya Bima, Burhan SE, saat ditemui usai acara wisuda, berharap wisudawan/wisudawati sekolah yang diampunya tahun ini bisa menggapai cita-citanya, dan kedepannya, SMK Yahya Bima bisa lebih meningkat. (Poros.10)

Pimpinan Cabang Bolo PD BPR Bank NTB, Ihwan SE (Tengah berbaju putih) bersama karyawan/karyawati

Bima, Poros NTB.- Kepala Cabang Bolo PD BPR Bank NTB, Ihwan, SE, menegaskan kepada karyawan BPR bagian AO Kredit dan AO Tabungan, baik dari Kantor Kas Bajo maupun Kantor Cabang Bolo, agar terus menggenjot kinerjanya.

Ihwan meminta kepada karyawan terkait di atas, agar terus turun ke lapangan untuk menagih kredit yang lancar maupun tidak lancar. “Pertahankan Collect 1 (nasabah yang tidak pernah nunggak) agar jangan sampai lari ke Collect 2 (menunggak hingga 3 bulan). Dan usahakan Collect 2 lari ke Collect 1, Collect 3 (menunggak hingga 4 bulan) dan Collect 4 (Menunggak lebih dari 4 bulan) bisa ditagih secara rutin,” pintanya di hadapan karyawan, saat Briefing Pagi, Jum’at (20/4/18).

“Karyawan jangan duduk santai, turun di lapangan untuk menagih” imbuh Ihwan menegaskan.

Pria kelahiran Bontokape Sila ini, menambahkan, karyawan yang malas akan diberikan sanksi tegas baik secara lisan maupun tertulis.

Ihwan sendiri, memang dikenal ulet, disiplin dan cerdas dalam memimpin karyawannya, ia tidak segan-segan ikut turun ke lapangan bersama karyawannya untuk menagih. (Poros-09)

Bima, Porosntb.com-Dugaan kasus korupsi anggaran dana desa (ADD) kembali merebak. Seakan tidak pernah habis, pasca menerima kucuran dana miliaran rupiah, desa kini semakin dekat dengan penyimpangan. Selain itu, Kades kini merasa telah menjadi "raja kecil" lantaran telah punya uang sendiri yang langsung ditransfer setiap tahunnya.

Tidak heran jika banyak temuan dan pengaduan korupsi dalam implementasi anggran dana desa. Seperti di Desa Soki Kecamatan Belo Kabupaten Bima, NTB. Oknum Kades diduga telah menjual tiga unit motor dinas milik sekretaris dan aparatur desa ke keluarganya.

Selain itu, anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) selama dua tahun berturut-turut juga diduga telah digelapkan. Anggaran  Bumdes sebesar Rp 25 juta pada tahun 2016 melalui ADD serta anggaran sebesar Rp 40 juta tahun 2017. Selain itu, juga ada anggaran Rp 100 juta dari provinsi NTB.

"Modusnya, oknum Kades itu diduga memanipulasi pengurus BUMDes. Kuat dugaan pengurus Bumdes tersebut belum terbentuk," ungkap Anggota BPD Desa Soki Dahimin, belum lama ini.

Alumni STIH Muhammadiyah Bima itu mempertanyakan kenapa anggaran BUMDes bisa dicairkan sementara pengurusnya belum ada. Dia menduga ada keterlibatan beberapa pihak dalam hal ini.

"Tidak mungkin anggarannya bisa cair setiap tahun tanpa ada kong kali kong," tuding pria yang akrab disapa Ahok ini.

Selain itu, motor Sekdes, motor kades dan motor kantor juga ikut dipertayakan. Karena sudah beberapa bulan tiga unit motor itu menghilang bak ditelan bumi.

"Saya selalu didesak oleh warga untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, meminta untuk melaporkan ke pihak yang berwajib," akunya.

Sedangkan Sekdes Soki Mustamin dikonfirmasi mengakui motor untuk keperluan dinasnya tidak ada di tangannya. Motor itu sudah tidak dia pakai sejak bulan Oktober 2017 lalu.

"Saya juga tidak tahu entah sudah jual atau tidak. Yang jelas motornya tidak ada, lebih jelasnya tanyakan ke kades," ungkapnya.

Sekdes pun sering menanyakan motor itu kepada adik sang Kades karena motor itu terlihat dipakai oleh adik Kades. Dan selalu dijawab ada dan akan dikembalikan.

Sementara Kades Soki Abas Muhamad dikonfirmasi terpisah menjelaskan jika motor itu tidak dijual. Dia berkilah jika motor itu dipinjam tapi agak lama.

Masalah Bumdes, kades membantah jika dirinya melakukan manipulasi dan menggelapkan  anggaran itu. Kata dia, dana itu masih ada di kas desa.

"Karena pengurus yang kami bentuk tidak memenuhi syarat dan tidak efektif, kami akan bentuk ulang setelah lomba desa selesai. Kami fokus dulu pada lomba desa," ungkapnya, beberapa waktu lalu. (Poros-09)

Sejumlah anggota Polsek Woha saat menangkap pelaku pencabulan di Desa Keli Kec. Woha Kab Bima

Bima, Porosntb.com-Kasus asusila kembali menggegerkan warga Kabupaten Bima. Kali ini kasus tersebut terjadi di Desa Keli Kecamatan Woha, Kabupaten Bima NTB.

Pelaku yang diketahui berinisial Mhl (25) warga Dusun Mekar RT 6 RW 4 Desa Keli ini harus dikerangkeng menuju Mapolsek Woha. Pemuda pengangguran itu diduga telah mencabuli Ar (15) tahun sebanyak lima kali. Akibat ulahnya, korban yang juga masih sekampungnya itu kini sudah berbadan dua alias hamil alias bunting dua bulan.

Kasus ini terungkap setelah korban dan keluarganya melaporkan ke Polsek Woha karena diduga melanggar pasal 285 UU Perlindungan Anak. Pelaku langsung diringkus di kediamannya oleh jajaran kepolisian setempat Rabu (18/4/18) siang tadi.

Kronologis kejadiannya, sekitar satu bulan lalu terakhir pelaku melakukan pencabulan terhadap korban. Setiap melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku terlebih dahulu menyekap korban dengan mengikat tangan dan kakinya. Korban tidak berani melawan karna selalu diancam dengan sebilah parang.

Menurut keterangan korban kepada anggota Polsek Woha yang enggan disebutkan namanya, aksi bejat pelaku sudah lima kali dilakukan dengan korban yang sama.

Ironisnya lagi, kakak kandung korban juga sempat disekap oleh pelaku saat hendak menikmati tubuh korban.

"Sebelumnya memang ada kakak kandung korban yang juga sempat diikat oleh pelaku. Setelah itu barulah pelaku leluasa memuaskan hawa nafsunya dengan korban. Tapi korban dan kakaknya takut melapor," ujar anggota Polsek Woha yang enggan diberitakan namanya.

Korban berani melaporkan kejadian setelah diketahui oleh keluarga korban bahwa korban sudah hamil dua bulan. Karna kejadian tersebut, Polsek Woha yang dipimpin Wakapolsek langsung turun ke lokasi untuk menangkap pelaku.

Saat diamankan, pelaku tidak melawan dan pasrah. "Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi pengaduan Kades Keli dan dilanjutkan dengan laporan resmi keluarga korban," terangnya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com-Sejumlah pemuda Desa Naru Kecamatam Woha Kabupaten Bima mengeluhkan kebijakan Kepala Desa Naru yang tidak proaktif dalam menanggulangi kegiatan olahraga yang dilakukan Karang Taruna setempat.

Sang Kades enggan mengkoordinir anggaran khusus buat Karang Taruna yang tertuang dalam Perbup nomor 23 tahun 2015. Dimana dalam Perbup itu, Pemdes wajib mengalokasikan anggaran melalui ADD untuk kegiatan kepemudaan dan Karang Taruna.

Tidak kooperatifnya Kades membuat sejumlah pemuda setempat mengeluh dan protes. Persolan ini mencuat setelah anggota karang taruna hendak meminta dukungan Pemdes untuk biaya pendaftaran turnamen Sepak Bola di ajang Liga Desa yang digelar di Desa Kalampa Kecamatan Woha. Namun, Kades dinilai apatis dalam mengakomodir kebutuhan pemuda.

Anggota Karang Taruna Ferry kepada Porosntb.com mengaku kecewa dengan sikap Kades yang enggan memperhatikan aktifitas pemuda. Padahal kata dia, Anggaran Dana Desa (ADD) untuk kepemudaan sudah jelas termaktub dalam Perbup no 23 tahun 2015. Karena di dalam regulasi itu disebutkan, untuk pemberdayaan bidang olahraga per tahunya digelontorkan anggaran Rp 2.500,000.

"Aturan sudah jelas, namun Kades Naru enggan memerhatikan karang taruna," ungkapnya.

Diakui, sebelumya pihak karang taruna meminta anggaran pemberdayaan ke pemerintah desa untuk biaya pendaftaran sepak bola, namun pemerintah desa hanya memberikan dana sebesar Rp 400 ribu. Sementara sebut Ferry, biaya pendaftaran senilai Rp 750 ribu per club.

"Inikan sama saja pemerintah tidak mendukung adanya karang taruna dan seakan-akan karang taruna dikucilkan," katanya.

Sementara Kepala Desa Naru Supriyadin yang dihubungi Porosntb.com melalui seluler mengaku, dalam ADD tidak ada anggaran untuk Karang Taruna, termasuk biaya pendaftaran sepak bola.

"Untuk biaya pendaftaran saya kasih uang peribadi. Karena anggrrannya tidak ada," jelasnya, singkat.(Poros-11)

Bima, Porosntb.com-Kabupaten Bima kembali mengirim enam orang siswa yang akan mengikuti seleksi paskibraka tingkat Provinsi NTB. Mereka adalah Zulfadlil'Adhim dari SMAN 1 Woha, Sahrul Akbar SMAN 2 Bolo, Agus Suprianto SMAN 1 Wawo, Putri Salsabila SMAN 1 Woha, Hilda Faradillah Putri SMAN 1 Bolo dan Adelia Herniati SMAN 1 Sape.

Enam orang yang lolos seleksi kabupaten ini akan menjalani tes di Mataram dalam waktu dekat. Hasil pengumuman ini menambah deretan kesuksesan Dikbudpora Kabupaten Bima Bidang PAUD PNFI Pemuda dan Olahraga. Karena pada tahun lalu hanya empat siswa yang lolos ke provinsi dan satu orang sukses melanggeng ke nasional dan menjadi pengerek bendera di istana negara.

"Tahun lalu empat orang yang lolos. Satu orang sukses menjadi Paskib nasional, dua orang menjadi Paskibraka provinsi dan satu orang menjadi Paskib Kabupaten Bima," beber Kabid PAUD PNFI Pemuda dan Olahraga Dikbudpora Kabupaten Bima Chairunnas MPd, Rabu (18/4/18).

Menilik materi dan kemantapan persiapan siswa tahun ini, pria yang akrab disapa Dae Ko'o ini optimis para siswanya mampu mempertahankan prestasi tahun lalu.

"Semoga prestasi Kabupaten Bima terus meningkat dengan hadirnya para calon Paskib ini. Nama besar Kabupaten Bima insha Allah sudah berkibar di istana negara berkat paskibraka. Kita targetkan, tahun ini juga akan ada yang ke nasional," ujarnya, yakin.

Disamping itu, mantan kepala SMPN 3 Woha ini menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah. Karena telah memberikan dukungan moril maupun materil untuk para siswa.

"Apresiasi khusus kami kepada adik-adik PENGURUA PPI (Purna PASKIB Indonesia) Kabupaten Bima yang telah membina adik-adiknya tanpa pamrih," ucapnya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com.- Pemicu kasus perceraian tidak saja disebabkan karena hal-hal besar. Justru hal sepele seperti kepuasan dalam berhubungan pun masih banyak menyumbang janda dan duda di Bima, NTB. Karena kepuasan birahi adalah sesuatu yang tak ternilai, sehingga nafkah batin itu dianggap penting bagi keharmonisan rumah tangga. Sehingga tidak heran, banyaknya kasus perceraian karena perselingkuhan dipicu karena urusan ranjang.

Seperti istri yang satu ini, sebut saja Mano, sangat agresif lagi responsif. Perempuan asal Kecamatan Sape ini selalu merasa tidak puas dengan pelayanan suami, sebut saja Uba. Setiap naik Rink, Uba selalu K'O dan loyo. Kondisi ini membuat Mano merintih, lalu berpaling ke lain hati, mencari sang pria sejati.

Perselingkuhan Mano pun dihalalkan demi mendapatkan kepuasan sesaat itu. Dia tidak lagi menghiraukan Uba yang sudah memberinya lima orang anak.

Pasangan ini menikah lebih dari 20 tahun. Bahkan anak pertama mereka sudah memberikannya cucu. Meski begitu, usia rupanya tidak mampu membatasi birahi Mano untuk berkencan.

Karena persoalan ini, ternyata memicu pertengkaran hebat antara Mano dan Uba. Bahkan talak pun sempat diucapkan Uba saat itu. Hingga mereka pisah ranjang selama beberapa bulan. Namun karena pertimbangan anak sehingga Uba meminta rujuk kembali.

Bukannya membaik, hubungan Uba dan Mano malah semakin pelik. Rupanya, dalam jeda waktu pisah ranjang itu Mano justru berkelana mencari pria sejati. Ironisnya lagi, Mano sudah tak lagi mengharapkan Uba karena sudah menemukan yang perkasa. Malahan, kini Mano yang berbalik menuntut agar diceraikan.

Mano tak lagi malu untuk mengungkap kedekatannya dengan pria perkasa itu di hadapan Uba. Bahkan Mano kerap menyinyir soal keperkasaan Uba di ranjang.

Uba pun malu, kecewa dan murka mendengar pengakuan Mano. Hancur hatinya, tersiksa jiwa dan batinnya. Uba pasrah dan mengadukan talak ke pengadilan Agama Bima.

Senin (16/4/18) kemarin merupakan sidang terakhir perceraian mereka. Dalam sidang putusan itu, Uba menghadirkan saksi anak kandungnya yang pertama.

"Alhamdulillah sidangnya sudah selesai. Soal harta gono gini diserahkan semua ke anak-anak," ujar Uba usai sidang ditemani anaknya.

Dia mengaku trauma dengan perceraian tersebut. Soal tuduhan Mano yang menyebutnya selalu loyo, Uba meresponnya dengan santai. "Kalau saya loyo, ya pasti nggak punya anak. Ini anak kami udah lima," katanya.

Menurut Uba, ucapan Mano itu hanya alasan klasik untuk meminta cerai dengannya lantaran tidak ada alasan lain. Apalagi, Mano kerap mengungkapkan kalau dia sudah punya kekasih lain.

Sementara Mano mengaku setiap ingin berhubungan, Uba tidak pernah merespon bahkan kerap tidak klimaks. Beda halnya ketika Uba yang ingin cok, langsung ditancap.

“Masa saya saja yang agresif,” ujar Mano.

Mano butuh pria yang mampu memuaskannya di ranjang. Kebetulan saat itu, tanpa sengaja ia menjalin komunikasi dengan teman lama.

Mano merasa sangat puas dengan servis selingkuhannya hingga ia melupakan Uba dan anak-anaknya yang sudah mulai remaja.

Di hadapan majelis hakim, Mano mengakui kesalahan yang ia lakukan. Namun dia tidak mau ambil pusing dan tetap keukeh ingin bercerai dengan Uba. (Poros-07)

Kota Bima, Porosntb.com-Dua bulan setelah penetapan tiga pasangan calon Pilkada Kota Bima ternyata masih belum menarik bagi pemilih muda. Hal ini diungkap Direktur Central Elektion and Political Party (CEPP) Bima Dr Ibnu Khaldun MSi.

Menurut hasil wawancara tatap muka dari 50 orang yang ditemui langsung dengan lima pertanyaan pokok seperti, mengenal pasangan calon (paslon), baik melalui media cetak, eletronik, atau lainnya. Apakah mengetahui visi misi dan rekam jejaknya, Faktor-faktor apa saja yang melatari mereka pemilih, program prioritas dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan.

Dari wawancara itu terungkap jika pemilih muda yang tersebar di lima kecamatan itu 40 persen belum mengenal paslon. 10 persen mengenal melalui APK (Atribut Peraga Kampanye).

"Yang mengejutkan, 100 persen dari 50 orang tidak mengetahui visi misi Paslon. Ini disebabkan karena pemilih muda cenderung apatis dan tidak mengetahui eksistensi kepala daerah," ungkap Ibnu.

Dosen ilmu politik ini juga menjelaskan, program prioritas yang diharapkan pemilih muda adalah pendidikan yang salah satunya beasiswa bagi jenjang S1 sampai S3. Artinya, kondisi ini menunjukkan rendahnya kinerja KPUD dalam menentukan target peningkatan partisipasi pada pemilih muda.

Di samping itu, kurangnya kreatifitas dari timses dalam menyusun visi misi yang sesuai dengan kebutuhan pemilih muda.

"Pemilih muda di Kota Bima mencapai 30 persen dan ini merupakan tamparan serius bagi pemerintah bahwa orang-orang muda kurang diperhatikan," bebernya.

Apa dampaknya jika pemilih muda apatis menurut peneliti dari CEPP? Ketua STKIP Taman Siswa Bima ini menguraikan jika hal itu akan berdampak pada rendahnya kesadaran pemilih muda pada partisipasi untuk mendukung kebijakan-kebijakan pembangunan sumber daya manusia. Dampak lain menunjukkan bahwa partai politik kurang melaksanakan fungsi untuk memberikan pendidikan politik bagi pemilih muda.

"Dan ternyata, pemilih muda di Kota Bima cenderung masih tradisional, masih melihat figur ketimbang visi misi dan rekam jejak Paslon," pungkasnya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com.- Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik akan segera merealisasikan  pengoperasian pusat data (data center), sebuah perangkat yang berfungsi untuk lebih mengoptimalkan keamanan data aplikasi dan penggunaan data organisasi perangkat daerah secara maksimal. Disamping menjaga semua file dari resiko pencurian data ataupun bencana alam.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bima H. Abdul Wahab SH Selasa (17/4) didampingi staf teknis terkait melakukan serangkaian kegiatan di Mataram. Pagi harinya melakukan pertemuan audiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Propinsi NTB dan beberapa pejabat dan staf teknis terkait termasuk petugas Pranata Komputer.

 “Audiensi dimaksudkan untuk memantapkan rencana-rencana besar Pemerintah Daerah mewujudkan penerapan Sistim Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Elektronik (SPBE).  Juga memperoleh masukan dan penyempurnaan rencana kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan Data Centre tersebut.  Disamping, meninjau dan mengamati secara langsung pengelolaan data centre yang dilakukan oleh Dinas Kominfo dan Statistik Propinsi NTB”. Jelas Wahab.

Dikatakan Wahab, “usai tatap muka dengan jajaran Dinas Kominfostik NTB, dirinya bersama Kasi Pengelolaan Teknologi Informatika Muhammad Irfan melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama Penggunaan Internet dengan Paket Astinet di Kantor PT. Telkom Kandatel Mataram.

“Insyaalah pada tahun 2018, Data Centre ini akan dibangun di Kantor Bupati di Woha dengan mengambil paket berkapasitas 5 Mbps dan akan ditambah secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran.

Ke depan, dalam kerangka kerjasama ini seluruh Hosting Website OPD, Kecamatan dan Desa Se- Kabupaten Bima tidak lagi menyewa hosting dari lembaga lainnya. Ini dilakukan demi pengamanan data pemerintah daaerah dari ancaman kebocororan dan pencurian data”. Jelas Wahab. (Poros-11/Diskominfo)

Bima, Porosntb.com.- Puluhan warga Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa setempat Senin (16/4/18). Dalam aksi tersebut, warga yang mengatasnamakan Gerakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Cenggu itu menyoroti dugaan pungutan liar yang dilakukan  Pemerintah Desa Cenggu terhadap masyarakat yang mendapatan bantuan PKH.

Satu persatu perwakilan massa aksi menyampaikan dugaan tindakan pungli yang dilakukan pemerintah desa. Diduga, pemerintah setempat memotong aliran dana PKH sebesar Rp 50 ribu per penerima bantuan dengan total 100 kepala keluarga.

Modusnya, pungli yang dilakukan dengan menawarkan jasa untuk mengambil pencairan dana PKH di Bank. Setelah pencairan, pemerintah desa langsung memotong uang tersebut dengan dalih administrasi.

Menurut Korlap Aksi Yogin mengatakan, pemotongan dana bantuan PKH sudah jelas pelanggaran dan itu jelas pungli. Pihaknya menegaskan akan mengusut kasus tersebut hingga ke ranah hukum.

Sementara itu, Kepala Desa Cenggu Hidayat mengakui adanya pemotongan tersebut. Bahkan kata dia, dana tersebut murni untuk biaya administrasi. "Jika pun dipersoalkan, kami akan mengembalikan uang itu," terangnya.

Meski demikian, massa aksi tetap menuntut agar praktek pungli tersebut harus tetap diusut. Dalam waktu dekat, massa aksi akan melaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. (Poros-11)

Bima, porosntb.com-SMAN 1 Woha memwisuda 448 siswa yang telah mengikuti UN tahun 2017/2018, Senin (16/4) kemarin. Pengukuhan para siswa yang baru saja mengikuti UNBK pekan lalu itu berlangsung di halaman sekolah setempat.

Acara tersebut dihadiri sejumlah Muspika serta wali murid. Wisuda tersebut sekaligus menjadi acara perpisahan bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini dimerihkan oleh kesenian tradisional juga penampilan dari para siswa.

Ketua panitia Muh Junada SPd menyampaikan terimaksih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan UNBK dan pelaksanaan acara wisuda tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai bentuk membangun kekuatan mental siswa untuk terus menghadapi tantangan masa depan.

Tidak hanya itu, Wakasek Kesiawaan ini juga berpesan kepada siswa jika ingin sukses harus memiliki niat dan tekad yang kuat. Pada era saat ini katanya, tidak lagi ada perbedaan antara orang desa atau orang kota. Serta tidak ada lagi perbedaan antara anak petani dan anak pejabat. Tapi yang membedakan untuk sukses dan tidaknya adalah niat dan tekad yang bulat untuk mencapai suatu kesuksesan.

“Kita punyak mimpi yang besar untuk membesarkan SMAN 1 Woha baik motoriknya, intelek, dan tak kalah penting adalah peningkatan sikap dan perilaku siswa," tuturnya.

Menurut dia, pihaknya memang mempersiapkan anak didik agar sedapat mungkin bisa berprestasi. Termasuk peningkatan kualitas guru serta sekolah.

"Para siswa diharapkan tetap memacu prestasi setelah menuntaskan sekolah. Semoga ada yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan mengharumkan nama baik sekolah dengan prestasi mereka," tutupnya. (Poros-04)

Siswa SMA KAE Woha mampu 5 kali berturut turut meraih Juara I lomba CC 4 Pilar Kebangsaan

Bima, Poros NTB.- Untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut, SMA KAE Woha kembali meraih juara I di lomba Cerdas Cermat (CC) 4 Pilar Kebangsaan Tingkat Kabupaten Bima. Itu artinya, lima kali berturut-turut pula SMA KAE Woha mewakili Kabupaten Bima untuk mengikuti lomba di Tingkat Provinsi NTB.

“Atas rahmat dan karunia Allah SWT, keluarga besar SMA KAE Woha mampu kembali jai juara pertama lomba 4 pilar kebangsaan,” ungkap Kepala Sekolah SMA KAE, Drs. H. Syamsuddin.

Menurutnya, prestasi yang berhasil diraih siswanya itu tidak terjadi begitu saja, tapi hasil pembinaan berkesinambungan dan terjadwal oleh guru pembinanya, Baharuddin, S.Pd.

“Untuk menjadi juara itu harus melalui pengorbanan, baik tenaga, biaya, dan strategi dari Pembina. Terutama dukungan dari sekolah, guru, karyawan, Ketua Komite, dan Ketua Yayasan,” cetus Aji Syam.


Atas prestasinya ini, SMA KAE Woha berhak mewakili Kabupaten Bima untuk mengikuti lomba yang sama di Tingkat Provinsi, pada 22 April 2018 nanti. (Poros-09)

FOTO : Ilustrasi

Bima, Poros NTB.- Kiprah SMA KAE Woha dalam mencetak siswa berprestasi tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari prestasi Tingkat Kabupaten hingga Nasional. Sekolah swasta favorit di Kabupaten Bima ini tidak kalah dengan sekolah negeri dalam hal prestasi.

Baru-baru ini, siswa SMA KAE kembali unjuk gigi dan menampakan keperwiraannya di kejuaraan bergengsi Cabang Olah Raga Pencak Silat POPDA NTB. Namanya Taufik Hidayat, Sang Jawara yang mampu menyabet Medali Emas di ajang tersebut setelah mampu menyungkurkan para pesaingnya.

Penyerahan Medali Emas sengaja dilakukan melalui Upacara Bendera oleh Kepala SMA KAE Woha, Drs. H. Syamsuddin, untuk disaksikan luas oleh seluruh elemen sekolah sebagai motivasi untuk ters menggenjot prestasi.

Aji Syam, sapaan akrab sang Kasek, mengungkapkan apresiasinya terhadap Taufik dan guru pembimbingnya, Agus Supriadin, S.Pd, melalui program dan latihan ketat 3 kali seminggu. “Tidak cukup dengan hanya latihan, namun harus ada pembinaan terpadu oleh Kepala Sekolah, guru, Ketua Komite, dan Ketua Yayasan,” ujar Aji Syam.

Insya Allah, lanjutnya, didukung oleh pembinaan terpadu tersebut serta biaya yang memadai, Agustus 2018 nanti, Taufik akan diutus mengikuti kejuaraan yang sama di Tingkat Nasional di Ambon. (Poros-09)

Bima, Porosntb.com-STIKes Yahya Bima sukses mendatangkan bantuan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Bantuan yang diterima kampus yang berlokasi di pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di Kecamatan Woha tersebut berupa peralatan laboratorium kebidanan dan keperawatan.

Bantuan melalui Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) itu kini siap terpasang dan siap digunakan. PP-PTS merupakan program bantuan pengembangan institusi yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran kepada perguruan tinggi di klaster empat. Karena diberikan afirmasi khusus oleh Dikti.

Dewan Pembina Yayasan STIKes Yahya Bima Yahya SKM MKes mengatakan, bantuan hibah tersebut untuk perbaikan proses pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu perguruan tinggi.

"Bantuan ini nantinya akan dimonev lagi apakah peralatannya sesuai spek atau tidak," ungkapnya.

Menurut Yanya, peralatan laboratorium kebidanan dan keperawatan tersebut sangat penting dalam menunjang praktek mahasiswa setempat. Untuk kebutuhan internal, kampus akan mampu merancang kemampuan belajar dosen dan mahasiswa. Sedangkan eksternal, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah.

Disamping itu, hadirnya peralatan itu jelas akan membawa dampak positif bagi kampus. Karena akan mampu mengangkat citra kampus. Apalagi untuk mendapatkan bantuan itu, tidak mudah. Karena harus memenuhi standar persyaratan yang ditentukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Meski kita berada di daerah tertinggal, tapi kita mampu bersaing di kancah kompetisi nasional. Artinya, perguruan tinggi di Bima terus bersaing," terang bapak satu anak ini.

Yahya menambahkan, tahun depan kampus kesehatan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bima itu akan menerapkan pembelajaran berdasarkan praktek. Dengan adanya laboratorium alat kebidanan dan keperawatan tersebut, kebutuhan akreditasi kampus juga akan terpenuhi dan bisa meningkatkan poin.

"Dengan peralatan ini, sedikit membantu kita jika melakukan reakreditasi nanti," pungkasnya. (Poros-07)


Bima, porosntb.com-Desa Simpasai Kecamatan Monta Kabupaten Bima kembali melakukan Gotong Royong Normalisasi saluran irigasi di So La Panggo. 

Kali ini Gotong Royong Normalisasi irigasi mulai di induk Dam Primitif (Raba Dadi) lokasi Desa Pela sampai lokasi persawahan So Ponggo, So Dadi, So Nggeeu dan So Labara desa setempat. 

"Saluran ini terus dinormalisasi setiap tahun bahkan setiap petani turun menanam. Apalagi saat ini musim hujan," ungkap warga, Haryono. 

Menurut dia, jika tidak dilakukan  gotong royong, petani bisa gagal panen. Selain itu, petani juga tidsk bisa bercocok tanaman lantaran kekurangan pasokan air. 

"Ini sudah menjadi tradisi, kami kerja sekuat tenaga karna ini kerja manual tidak ada bantuan lain, apalagi bantun dari pemerintah," katanya. 

Kepala Desa Simpasai Zahrin Abubakar dikonfirmasi membenarkan jika saluran itu terus dinormalisasi oleh warga berdasarkan sikap gotong royong. 

Zahrin menatakan, gotong royong di desa yang dipimpinnya bukan hanya saluran irigasi saja. Namun mulai Dam Primitif (Rabo Dadi) sampai saluran irigasi pengairan terus dilakukan kerja bakti. 

"Kegiatan gorong royong Dam primitif ini sudah berlangsung tiga hari," ujarnya. 

Lanjut Zahrin Dam Raba Dadi yang berlokasi di Desa Pela hampir setiap tahun dia usul lewat proposal. Namun belum digubris oleh pemerintah. 

"Saya sudah usulkan kepada Bupati, Gubernur melalui BWS dan sampai pemerintah pusat, tetapi tak kunjung diindahkan. Sebenarnya masyarakat sangat membutuhkan bantuan dan ulur tangan pemerintah. Karena Dam Primitif di Desa Simpasai ada tiga yang belum sama sekali tersentuh. Mulai Dam Primitif Raba Dadi, Raba Kolo dan Raba Lataki," tutupnya. (Poros-09)



Bima, porosntb.com-Sungguh miris apa yang menimpa sejumlah Makmum sholat Magrib di Masjid Raodatul Abrar Desa Kalampa Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Tercatat empat orang makmum harus dilarikan ke Puskesmas terdekat lantaran terkena sabetan senjata tajam dari lelaki yang diketahui bernama Ahyar (53).

Kejadian berlangsung saat sejumlah korban sedang melaksanakan sholat Magrib Jumat (13/4/18) tadi.  Pelaku yang merupakan warga Rt 08 Dusun Rade Desa Kalampa tersebut memang diketahui mengalami gangguan jiwa.

Para korban adalah Andi, 38 tahun warga RT 08 Dusun Kalate Desa Kalampa mengalami luka sobek di bagian kepala di atas telinga kanan. Kemudian Jaya, 38 tahun warga RT 10 Dusun Sari mengalami luka sobek di bagian kepala belakang sebelah kanan.

Pelaku Pembacokan Ahyar diketahui gangguan jiwa

Selain itu ada M Basrin, 17 tahun RT 13 Dusun Ndora mengalami luka di jari tengah dan telunjuk tangan kanan, luka di jari telunjuk tangan kiri dan luka di bagian kepala. Sedangkan M Irfan, 18 tahun RT 12 Dusun Sari mengalami luka di bagian pergelangan tangan bagian kanan.

Kronologis kejadiannya, para korban sedang menjalankan ibadah sholat magrib di masjid setempat. Namun saat atta'hiat pertama kekhusyukan sholat berubah. Tiba-tiba dari belakang jam'ah datang pelaku langsung menganiaya korban pertama atas nama Tasrim dengan menggunakan senjata tajam. Kemudian pelaku menganiaya korban lainnya.

Melihat kejadian itu, jemaah sholat magrib lain berupaya lari menyelamatkan diri dari amukan pelaku dan sebagian jama'ah lainnya menolong korban yang terluka.

Sedangkan pelaku lari keluar masjid menuju rumahnya. Sementara para korban di bawa oleh keluarga ke puskesmas Woha guna penanganan medis akibat luka yang dialami.

Sekitar pukul 19.00 Wita, warga lainnya dan keluarga para korban tidak terima dengan kajadian pembacokan tersebut. Mereka mendatangi rumah pelaku bermaksud untuk menghakimi pelaku. Namun upaya keluarga korban dapat dilerai oleh babinkamtibmas dan tokoh masyarakat lainnya.

Atas reaksi keluarga korban membuat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Setelah dievakuasi, pelaku sempat diamankan di Polsek Woha, namun karena alasan keamanan sehingga digiring ke Pilres Bima Kabupaten.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti motif penganiayaan karena pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Meski begitu, warga Kalampa yang dihubungi Dedi mengakui adanya aksi brutal warga tersebut. "Pelakunya sudah diamankan," katanya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com.-Kasus perselingkuhan rupanya paling banyak menyumbang perceraian di Bima.
Bahkan angka perceraian karena selingkuh mencapai 50 persen. Sisanya kasus KDRT dan jarak jauh.

Banyak hal yang membuat pasangan mau berselingkuh. Salah satunya karena tidak puas dengan pelayanan yang diberikan pasangan saat berada di ranjang.

Pasangan asal Kecamatan Parado berikut ini contohnya. Perceraian harus mereka tempuh lantaran sang istri sebut saja Mano, sudah tak kuasa menahan gejolak hati. Karena sang suami sebut saja Uba tidak pernah puas dengan Mano.

Uba pun bertemu dengan si Bupati alias (Buka Paha Tinggi-tinggi) lagi sexi. Gadis itu rupanya memikat hati Uba hingga lupa jalan pulang.

Diam-diam bapak dua anak itu menjalin hubungan dengan si Bupati yang merupakan warga sekampungnya. Nyakit nya lagi, karena keenakan dengan pelayanan si Bupati membuat Uba rela tinggal seatap denganya dan mencampakan istri dan anaknya di rumah.

Sejak berselingkuh, Uba mulai mengurangi jatah buat Mano. Baik lahiriah maupun batiniah. Setiap diajak Mano, Uba selalu menolak.

Kondisi ini membuat Mano meriang alias merindukan masih sayang. Sejak saat itu Mano mulai menaruh curiga. Ia memberanikan diri menanyakan kecurigaannya itu ke Uba. Dengan percaya diri, Uba mengakui perselingkuhannya.

“Dia tidak menutupi perselingkuhannya. Dia sengaja ingin agar saya tau,” kata Mano saat ditemui di PA Bima.

Hancur hati Mano mendengar pengakuan Uba. Sejak saat itu ia membenci Uba. Ia tidak ingin berhubungan lagi dengan pria yang sudah mengikat sumpah di depan penghulu bersamanya 12 tahun lalu itu.

Ulah sang suami diakui sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Sikap Uba berubah total dan mulai dingin dengan Mano.

Uba mulai mencampakkan Mano setelah punya tambatan hati yang baru. Meski tidak ingin berpisah, namun terpaksa Mano lakukan. Karena tidak tahan menanggung beban batin dengan ulah Uba.

Mano tidak menyesal karena sudah menggugat cerai Uba. Menurutnya, ini adalah keputusan yang tepat. Kepergian Uba dengan si Bupati harus dia ikhlaskan. Mano tidak ingin memaksa untuk terus bersama. Sementara hati Uba sepenuhnya hanyalah untuk si Bupati.

"Saya sudah relakan semuanya. Ini jalan hidup yang harus saya jalani,” ujarnya berusaha tegar.

Gugatan cerai sudah resmi ia daftarkan. Kini, mereka tinggal menunggu surat panggilan sidang. Mano berharap sidang mediasi nanti Uba bisa hadir. Agar tuntutannya bisa didengarkan. (Poros-07)

JAKARTA, Porosntb.com.- Ikhtiar untuk membangun Sumber Daya Manusia di Kabupaten Bima tidak pernah surut. Inilah yang dilakukan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri bersama Wakil Bupati Bima H Dahlan M Nor.

Kamis (12/4/2018) pagi tadi, bertempat di Kampus STTD Perhubungan Jakarta dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (Mou) Pemenuhan Kebutuhan Sumber Daya Manusia di Bidang Perhubungan Darat dan Kesepakatan Kerjasama Peningkatan Pembangunan Di Bima melalui Tridarma Perguruan Tinggi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Drs Syafruddin Kepala Dinas Perhubungan mewakili Bupati Bima yang langsung ikut menekan MoU dengan kementerian
 Perhubungan mengatakan, kerjasama tersebut dimaksudkan untuk Pemenuhan Kebutuhan SDM bidang perhubungan darat di wilayah Kabupaten Bima

”Pemerintah daerah ingin mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Khususnya Bidang Perhubungan dengan SDM yang berkompeten,” jelas Syafruddin melalui Arief Rachman Kasubag Program dan Pelaporan Dishub Kabupatem Bima.


Syafruddin yang didampingi Armin Farid, S.Sos, Plt Kepala BKD Kabupaten Bima menjelaskan, kerjasama Pemerintah Kabupaten Bima dengan STTD Perhubungan akan dilaksanakan selama 5 tahun dengan pilihan program studi  D.IV Transportasi Darat, D.III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, D.III Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan dan D.II Pengujian Kendaraan Bermotor.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan jatah 100 calon siswa yang akan diterima secara bertahap di Kampus STTD Perhubungan, dengan seleksi dan mekanisme perekrutan yang ditetapkan sesuai peraturan STTD Perhubungan,” kata Syafruddin bangga.


Sementara itu, Plt Kepala BKD Kabupaten Bima Armin menjelaskan, terkait penerimaan siswa STTD Perhubungan nantinya akan disosialisasikan di kesekolah-sekolah dan masyarakat Kabupaten Bima.

”Iya, hari ini 152 Kabupaten/Kota yang sudah menandatangani MOU, tengah mengikuti sosialisasi dan membahas mekanisme dan tata cara penerimaan calon siswa STTD Perhubungan. Insyaa Allah dalam beberapa hari kedepan kita akan memberikan informasi lebih lanjut” tutup Armin. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com.- Event Teka Tambora telah berlangsung sukses. Lebih dari 300 pendaki berhasil turun dari pendakian gunung Tambora dan membentangkan bendera merah putih sepanjang 302 meter yang menandai peringatan 203 tahun letusan Tambora.

Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri langsung menjemput para pendaki di pintu gerbang Taman Nasional Gunung Tambora di Oi Marai Desa Kawinda To i Kecamatan Tambora.

Turut hadir dalam penyambutan peserta Teka Tambora 2018 Kadis Pariwisata Provinsi NTB Lalu Moh.Fauzal M.Si dan para pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. Jajaran Pemerintah Kabupaten Bima dan Panitia Teka Tambora memberikan pelayanan maksimal kepada setiap pendaki yang tiba di Sori Marai.

Selasa sore 10 April 2018, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri melepas parade perahu dan kegiatan proses sangrai Kopi Tambora di desa Kawinda To i. Saat memberikan sambutan sebelum pelepasan parade perahu Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri mengemukakan bahwa sebagian besar wilayah gunung Tambora adalah di kabupaten Bima. Lingkar utara Tambora sesungguhnya menyimpan  pesona dan potensi yang cukup besar. " Kita Getarkan Dunia lewat Teka Tambora. Karena banyak potensi di lingkar utara Sanggar Tambora.  "Ucap Dinda.

Dikatakannya, dalam waktu dekat kegiatan Teka Tambora akan dievaluasi secara menyeluruh dan Bupati Bima memerintahkan seluruh OPD untuk mengarahkan program yang bersinergi dengan TekanTambora di tahun 2019 dalam rangka pemberdayaan dan edukasi masyarakat di lingkar utara Sanggar dan Tambora.

Lewat kesempatan tersebut Dinda juga menyinggung soal Infrastruktur, bahkan sarana jalan dan jembatan lingkar utara Tambora, akan terus diperbaiki dan rencananha di tahun 2018 merupakan awal yang tepat untuk pekerjaannya.(Poros-11/Humas)

Bima, Porosntb.com.- Mendekati hari pencoblosan Gubernur dan Wakil Gunernur NTB tahun 2018, KPUD Kabupaen Bima intensif melakukan sosialisasi ke masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, agar informasi pemilihan bisa maksimal sampai ke warga, KPU langsung menembus wilayah terluar Kabupaten Bima.

Memang sejak awal tahun lalu, KPU mulai menyisir beberapa segmen masyarakat dan menyisir masyarakat terpencil yang jauh dari informasi kepemiluan.

Yang terbaru, seluruh komisioner dan syaf KPU melaksanakan kunjungan kepada warga di kaki gunung berapi Sanging di Desa Sangiang Kecamatan Wera pada Sabtu (7/4/18). Di wilayah yang belum dialiri listrik ini KPU rela untuk berkemah dan menginap satu malam demi maksimalnya sosialisasi.

Pada kegiatan itu, KPU didampingi anggota PPK dan PPS setempat juga dari mahasiswa universitas Veteran Yogyakarta. Mereka bermalam di sana dengan memanfaatkan mesin diesel sebagai aliran listrik.

"Pada kegiatan ini kita sisipkan untuk kegiatan cek data pemilih," ungkap komisioner Divisi Sosialisasi KPU Bima Muhammad Waru SH MH.

Menurut mantan dosen STIH Muhammadiyah Bima ini, kegiatan yang diikuti ratusan warga itu berlangsung penuh kekeluargaan dan keakraban. Warga setempat juga tampak antusias mengikuti rangkaian sosialisasi yang dibawakan seluruh komisioner KPU.

"Kita memperkenalkan pasangan calon Cagub dan Cawagub pada warga. Serta mensosialisasikan jadwal pemungutan suara," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi di beberapa wilayah terluar. Mulai dari Kecamatan Lambu, Langgudu, Tambora dan Lambitu.

Di Madapangga pihaknya bertemu dengan komunitas tani. Untuk segmen lansia, dilaksanakan di Sanggar. Segmen Pemilih pemula difokuskan di Kecamatan Ambalawi. Bidang keagamaan di Kecamatan Donggo dan segmen marginal di wilayah Monta Dalam.

Waru juga mengaja masyarakat untuk memeriahkan kegiatan KPU pusat pada 21 April nanti. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Paruga Na'e Bolo dengan menampilkan pagelaran Seni dan Budaya Bima.

"Ini program KPU pusat dalam rangka memperingati satu tahun pemilihan secara serentak," pungkasnya. (Poros-07)

Bima, Porosntb.com.- Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMAN 1 Woha berjalan lancar. Sebanyak 448 siswa peserta ujian semuanya dinyatakan hadir mengikuti ujian Bahasa Indonesia tersebut.

UNBK di sekolah terkemuka di Kabupaten Bima ini berlaku tiga sesi dengan menggunakan 150 unit komputer dan dibagi dalam 4 ruangan. Selain itu, server yang digunakan sebanyak 4 unit berikut dengan komputer cadangan.

Kepala SMAN 1 Woha Nazamuddin SPd mengaku ada kendala sedikit pada ujian di sesi pertama. Yakni satu unit komputer yang tidak tahan panas hingga mengakibatkan proses loading data agak lama.

"Tapi sudah kita siasati karena setiap ruangan sudah disiapkan komputer cadangan," ujarnya.

Menurut dia, sejumlah komputer yang digunakan didominasi oleh milik siswa dan guru. Sekolah sengaja meminjam komputer lain lantaran kebutuhan di sekolah yang terbatas.

"Kita hanya punya 46 unit. Tapi untungnya para siswa kami memiliki komputer sendiri," terangnya.

Dia membeberkan, para siswa yang mengikuti ujian tahun ini terdiri dari jurusan IPA, laki-laki sebanya 53 dan perempuan sebanyak 163. Kemudian jurusan IPS, laki-laki 103 orang dan perempuan 108. Sedangkan jurusan Bahasa, laki-laki 12 orang dan perempuan hanya 9 orang.

"Untuk pengawasnya roling silang di subrayon. Masing ada empat orang pengawas setiap hari," pungkasnya. (Poros-07)

 Bima, Porosntb.com.- SMPN 3 Monta Kabupaten Bima melaksanakan kegiatan Gerakan Pesantren Sehari (GPS) pada Sabtu (7/4/18). Kegiatan dalam rangka mendukung program pemerintah daerah tersebut dilaksanakan usai ba'adah Ahsar di Mesjid Al-Taqwa Desa Simpasai Kecamatan Monta.

Kegiatan GPS ini dirangkaikan dengan do'a dan zikir bersama peserta didik dengan wali murid kelas IX agar mendapatkan kemudahan dalam menghadapi Ujian Sekolah Berbasis Nasional yang berlangsung Senin (9/4/18), maupun Ujian Nasional Berbasis Komputet (UNBK) yang akan dilaksanakan pada 23 April nanti.

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala UPT Dikpora Kecamatan Monta, Pengurus Komite Suharmajid SH, guru dan pengurus SMP 3 Monta.

"Semoga dengan kegiatan ini, para siswa bisa melaksanakan ujian dengan lancar dan tertib," ungkap kepala sekolah Tasriani SPd.Bio.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk mendekatkan siswa dengan agama serta membangun silaturahmi antara sekolah dan warga sekitar.

"Kita berharap ujian sekolah yang sedang kita laksanakan ini bisa berjalan tanpa hambatan," pungkasnya. (Poros-09)


Bima, Porosntb.com.-  Nasib nahas, yang menimpa dua orang gadis di bawah umur di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedua gadis yang diketahui adik-kaka itu di perkosa oleh Iparnya sendiri sejak 2014 lalu hingga 2017.

Parahnya kedua gadis dibawah umur itu diperkosa pelaku ditempat yang sama namun waktu yang berbeda saat korban masih duduk di kelas I dan III  SMP.

Beruntung, dua gadis yang berdomisili di Dusun Nenti Rasa Desa Ntoke, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, itu tak berakibat hamil. Bahkan dengan gigih dan tangguh korban yang diketahui bernama Bunga (19) (Bukan nama aslinya, red) telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA). Sedangkan korban ke dua Mawar (17) (bukan nama asli, red) tiada lain adalah adik korban pemerkosaan pertama dan saat ini masih duduk di Kelas 2 SMU.

Mau tau siapa pelakunya? Menurut pengakuan korban melalui Komnas Perlindungan Anak, Ketua Pokja Bima Salmah M Nur kepada Porosntb.com mengatakan, Pelaku tersebut bernama Mustakim (37) alias Ama Ti'u yang tiada lain adalah iparnya sendiri.

Diceritakanya, bahwa kejadian pemerkosaan berlangsung sejak tahun 2014 lalu setelah kedua korban masih duduk di bangku SMP. Bahkan, pemerkosaan  berlangsung setelah kedua korban pulang dari sekolah.

"Modusnya, Pelaku memanfaatkan kondisi rumah korban sedang kosong alias sepi,"ceritanya.

Lanjut dia, pertama aksi bejad pelaku terhadap kaka korban yang masih duduk di kelas 1 SMP sekitar tahun 2014 lalu. Merasa aksinya mulus dan tidak diketahui orang,  pelakupun kembali melancarkan aksi bejatnya kepada adik kandung Bunga yakni Mawar.

"Dengan modus yang sama, pelaku memperkosa gadis yang diketahui adik-kaka itu hinga tahun 2017," ungkapnya.

Menurut Salmah, aksi bejad pelaku terungkap setelah warga sekitar, mencurigai sikap pelaku. Begitupun dengan kedua korban dengan perubahan drastis wargapun kembali mencurigai dan akhirnya memanggil korban dan mempertanyakan kenapa sikapnya berubah. Setelah diintrogasi, sekitar awal tahun 2018 keluarga korban mengetahui perbuatan biadab yang dilakukan iparnya itu setelah dicerita semua oleh korbab.

Tak lama kemudian,  keluarga korban yang tidak menerima perbuatan Iparnya itu, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wera pada 27/2/2018 dan selain itu keluarga korban juga melaporkan perbuatan bejat pelaku pada 28/2/2018 ke Unit PPA Polres  Bima Kota.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan kasus tersebut masih ngambang dan belum ada kelanjutan proses Hukum yang jelas.

Menanggapi persoalan itu Komnas Perlindungan Anak melalui Ketua Pokja Bima Salmah, mendesak pihak kepolisian agar memproses pelaku sesuai perbuatannya.

"sebelum ada korban lainya, Polisi harus segera menangkap pelaku dugaan pemerkosaan anak dibawah umur tesrebut,"pintanya.

Sementara pihak kepolisian melalui Unit PPA Polres Bima Kota yang hendak ditemui Porosntb.com untuk dimintai tanggapan terkait kasus tersebut belum sempat ketemu dan diupayakan melalui via seluler juga tidak berhasil.(Poros-11)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget