Juli 2018

Kepala Desa Runggu saat menyerahkan banyuan di BPBD
Bima, porosntb.com-Gempa tektonik yang mengguncang Lombok Timur dan sekitarnya pada Minggu (29/7/18) lalu menyita perhatian publik. Selain meluluhlantakkan rumah warga, gempa berkekuatan 6.4 SR itu juga menewaskan belasan orang. 

Bima sebagai daerah satu provinsi dengan Lombok Timur tidak ingin ketinggalan memberi perhatian khusus kepada saudaranya. Terbukti, masyarakat Desa Runggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban di Lombok Timur. 

Masyarakat melalui ketua-ketua RT dengan sukarela menyerahkan hasil pertanian mereka berupa beras dan uang tunai. Alhasil, bantuan yang terkumpul yakni beras sebanyak 200 kilogram dan uang tunai sebesar Rp 702.000. 

Bantuan hasil penggalangan tersebut dititipkan langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Selasa (31/7/18) siang.

Bantuan diserahkan langsung kepala Desa Runggu, Drs M Saud didampingi tokoh pemuda dan diterima Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Drs Amiruddin.

Plt Kepala Desa Runggu, Drs M Saud mengungkapkan, bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian warganya kepada para korban bencana gempa. Apalagi kata dia, Lombok Timur juga telah membantu Bima saat terjadi banjir bandang 2016 lalu. 

"Kami prihatin dengan kondisi saudara sesama daerah. Makanya saya dan masyarakat bersama menggalang dana," ujarnya. 

Meski tidak seberapa, bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban para korban. Paling tidak untuk tahap tanggap darurat yang masih berlaku saat ini.

"Bima pernah merasakan bencana, jadi paham bagaimana saat daerah dilanda musibah,” katanya.

Pegawai yang bertugas di Camat Belo ini menambahkan, penggalangan bantuan dilaksanakan selama dua hari. Mulai Senin hingga Selasa. Dia sengaja melibatkan ketua RT dan kepala dusun untuk aktif mendatangi rumah-rumah warga. 

"Kebetulan saat ini warga kami sedang panen padi. Sehingga ada lah untuk membantu keluarga kita di Lombok," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ir HM Taufik Rusdi MAp mengapresiasi kepedulian masyarakat Desa Runggu Kecamatan Belo dan pihak pemerintah desa setempat. 

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Desa Runggu dan masyarakat Desa Runggu yang memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap saudara-saudara kita di Lombok,” katanya.

Bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada korban gempa di Lombok. Disamping itu, dia juga berharap ada bantuan dari pihak-pihak lain agar bisa diserahkan sekaligus ke para korban. 

"Tadi pagi kami juga sudah serahkan bantuan bersama bupati," pungkasnya. (Poros-07)

Suasana pembentukan panitia pilkades Runggu   

 Bima, porosntb.com-Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bima akan berlangsung pada 20 Desember 2018 mendatang. Sejumlah desa sudah membentuk panitia pelaksana pemilihan. Tidak terkecuali Desa Runggu Kecamatan Belo. Desa yang memproduksi insan pers itu, Senin (30/7/18) pagi menggelar rapat pembentukan panitia Pilkades.

Dalam rapat yang diprakarsai oleh BPD itu, terbentuklah tujuh nama sebagai panitia. Mereka adalah M Anas H Tasrif, Rahmin H Umar SPd, Fahri, Kasmir Ikraman, Sumarni, Abubakar dan M Hasbih. Tujuh nama tersebut merupakan delegasi dari tokoh masyarakat, agama, profesi, lembaga desa, aparat desa dan perwakilan gender.

Dalam pembentukan panitia yang berlangsung di aula Kantor Desa Runggu itu dihadiri juga oleh Camat Belo dan perwakilan dari DPMDES.

Ketua BPD Runggu, Sumadi Usman menjelaskan, pembentukan panitia Pilkades merupakan agenda BPD. Adapun komposisi panitia yang diambil dari sejumlah delegasi yang ada di desa. 
“Mereka diangkat secara aklamasi sesuai dengan usulan forum dan disepakati bersama,” ujarnya.

Setelah dibentuk, tujuh orang panitia langsung melaksanakan rapat internal guna memutuskan komposisi kepanitiaan. Yakni Ketua Panitia Rahmin H Umar SPd, Sekretaris M Anas H Tasrif, Bendahara M Hasbih dan sisanya adalah anggota.

“Nanti juga akan ada panitia pembantu dalam struktur ke bawah,” terang pria enerjik ini.

Camat Belo, Bambang Setiawan S.Sos menyampaikan terimakasih kepada BPD yang telah melaksanakan agenda pembentukan panitia secara terbuka dan berjalan sukses. Pembentukan panitia di Runggu merupakan pertama dari empat desa yang akan melaksanakan Pilkades di Kecamatan Belo.

“Hari ini (Kemarin, red) Desa Runggu dan Cenggu yang melaksanakan pembentukan panitia. Besok (hari ini, red) giliran Desa Renda dan Diha,” ujarnya usai acara.

“Semoga panitia yang dibentuk dapat menjalankan amanah dan bekerja dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Runggu Drs M Saud menjelaskan, untuk alokasi pelaksanaan Pilkades bersumber dari BKUD daerah Kabupaten Bima dan APBDes tahun 2018. 
“Saya harap panitia dapat memanfaatkan anggaran ini dengan baik. Demi suksesnya pelaksanaan Pilkades tersebut. Terutama dapat bekerja secara obyektif,” pungkasnya. (poros-07)



foto net: Suasana pencarian para korban hilang di perairan Sape
Bima, porosntb.com-Hingga Senin (30/7/18) sore, tiga orang penumpang KM Berkah Ilahi yang karam di perairan Sape-Lambu Bima NTB, belum ditemukan. Mereka adalah Fadlun, 51 tahun laki-laki, asal Pulo Nisa, Soraya 10 tahun, perempuan asal Pulo Nisa dan Debiana Pati Bebe, 20 tahun, perempuan asal Sumba NTT.

Ketiga korban yang dinyatakan hilan tersebut, masih dicari oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, dan dibantu para nelayan. Pencarian para korban dilakukan di sekitar lokasi karamnya kapal yakni di perairan Torobabula, Desa Nggelu, Kecamatan Lambu.

Sementara 22 penumpang selamat yang sempat dirawat di RSUD Bima dan Puskesmas Sape sudah ada yang dipulangkan. Sebanyak 18 orang dipulangkan setelah mendapat perawatan intensif pihak medis. Sementara empat orang lagi, masih dirawat.

Camat Sape, Kamaludin mengatakan, para penumpang kapal berasal dari Kabupaten Sumba, NTT, Bima dan Dompu. Semua penumpang akan langsung dipulangkan ke daerah asal. Seperti Bima dan Dompu. Sementara penumpang asal Sumba belum bisa dipulangkan karena gelombang masih tinggi.

“Kita khawatir para korban asal Sumba masih trauma menaiki kapal. Makanya kita tahan dulu hingga cuaca membaik,” ujar camat.


Diketahui, kecelakaan pelayaran itu terjadi di perairan Lambu, Kabupaten Bima, pada Minggu (29/7) sekitar pukul 08.30 Wita. Dalam musibah itu, dua orang meninggal.

Tenggelamnya Kapal kayu Berkah Ilahi itu diduga akibat dihantam gelombang di laut Torobabula, Desa Nggelu, Kecamatan Lambu. Kapal yang bermuatan 25 orang penumpang dan 6 orang ABK itu berangkat dari Pelabuhan Waikelo Sumba, NTT, menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Mereka star dari Pelabuhan Waikelo sekitar pukul 03.00 WITA. Namun, setelah berlayar selama tiga jam, kapal dihantam gelombang tinggi sehingga terbalik.

Kejadian itu diketahui setelah ABK kapal memberi kabar kepada pemilik kapal. Untuk korban meninggal sudah dilarikan ke RSUD Bima untuk divisum. (poros-07)

K

Bima, porosntb.com-Kapal boat Berkah Illahi dikabarkan tenggelam di sekitar perairan Sape Kabupaten Bima NTB pada Minggu (29/7) pagi. Kapal berpenumpang 25 orang itu tenggelam sekitar pukul 08.30 Wita. Akibatnya, dua orang meninggal yakni Haris 31 tahun asal Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima NTB dan Marlince 20 tahun asal Sumba NTT.

Sementara tiga orang yang dinyatakan hilang yakni Fadlun 51 tahun dan Soraya 10 tahun asal Palo Nisa Kabupaten Bima serta satu orang atas nama Debiana Pati Bebe 20 tahun asal Sumba.

Sedangkan 22 penumpang luka-luka yakni:
1. Suriadin 37 tahun asal Kowo
2. Baco 22 tahun asal Hu.u Dompu
3. M Nor 45 tahun asal Parado
4. Fahrudin 25 tahun asal Sape Parangina
5. Gani 20 tahun asal Pulo Nisa
6. Saura Durgani 2 tahun asal Pulo Nisa
7. Sumairah 8 tahun Pulo Nisa
8. Sunario 37 tahun Pulo Nisa
9. Ana 31 tahun Pulo Nisa
10. Steven 25 tahun Pulo Nisa
11. Idris 51 tahun Pulo Nisa
12. Dominggus 24 tahun Pulo Nisa
13. Erni 20 tahun Pulo Nisa
14. Ibrahim 50 tahun Pulo Nisa
15. Desi 21 tahun, Sumba
16. Gusti 23 tahun, Sumba
17. Nihla 45 tahun Pulo Nisa
18. Ratna 50 tahun Pulo Nisa
19. Bambang 19 tahun Pulo Nisa
20. Risdalia 38 tahun Pulo Nisa
21. Ayu Wandira 15 tahun Pulo Nisa
22. Aulia 11 tahun Pulo Nisa

Kronolgis kejadian, sekitar pukul 03.00 WIT kapal Berkat Ilahi berangkat dari pelabuhan Waikelo Sumba NTT tujuan pelabuhan Sape Bima. Sekitar 3 jam perjalanan, perahu dihatam gelombang tinggi hingga membuat kapal tenggelam di sekitar perairan laut Torobabula Timur Desa Nggelu.

Pada pukul 08,00 Wita, pemilik kapal mendapat telpon dari ABK an Edi bahwa kapal akan tenggelam. Pukul 08,10 Wita, pemilik kapal dan beberapa orang masyarakat dibantu nelayan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dengan menggunakan kapal perahu Berkah Ilahi II.

Sekitar pukul 12,20 wita kapal yang tenggelam berhasil ditemukan dengan kondisi terbalik. Namun masih terapung. Informasi yang dihimpun, malam ini para korban masih dirawat di Puskesmas Sape dan RSUD Bima. Sedangkan ABK Kapal Berkah Illahi yakni
1. Jufrin nahkoda 42 tahun
2. Edi 22 tahun
3. Tajudin 44 tahun
4. Ahmad 43 tahun
5. Abdollah 30 tahun
6. Masrin 39 tahun
Semuanya merupakan warga Desa Bugis Kecamatan Sape. (poros-07)

Suasana saat kegiatan imtaq di aula sekolah setempat
Bima, porosntb.com-Sungguh memprihatinkan. Itulah yang pantas diucapkan saat melihat kondisi masjid di SMAN 1 Ambalawi. Masjid yang berdiri kokoh dulu, kini sudah rata dengan tanah. 

Bangunan masjid itu roboh setelah digoncang gempa 6.7 SR pada 2009 lalu. Seketika bangunan ibadah itu runtuh dan kini sudah tampak rata. 

Sembilan tahun berlalu, masjid tersebut tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. Padahal, masjid adalah salah satu sarana vital yang memang harus ada di sekolah yang didominasi umat muslim. 

Berbagai upaya untuk mendirikan masjid terus dilakukan pihak sekolah dengan melobi dan meminta sentuhan pemerintah. Namun tak kunjung direalisasikan. Kini, sekolah hanya bisa pasrah dan menunggu mukjizat. 

Meski demikian, semangat warga sekolah untuk beribadah tak pernah surut meski tak punya masjid. Terbukti, Jumat (27/7/18) pagi, para siswa dan dewan guru tetap khusuk melaksanakan rutinitas Jumat yakni Imtaq. 

Kegiatan keagamaan yang ditaburi siraman rohani itu tetap dilakukan meski sekolah tak punya fasilitas ibadah. Namun sekolah bisa menyiasati dengan melaksanakannya di ruang kelas dan aula. Hanya saja, sejumlah guru dan siswa terpaksa tidak mengikuti kegiatan lantaran ruangan yang terbatas dan sempit. 
Wakassk Humas, Ikhsan SPdI


"Antusias siswa dan guru untuk mengikuti kegiatan imtaq setiap Jumat cukup tinggi. Ini yang tidak bisa kita siasati tempatnya. Ini aja masih banyak siswa yang duduk di luar aula demi mengikuti kegiatan imtaq," ungkap Humas SMAN 1 Ambalawi, Ikhsan SPd. 

Diakui, sejauh ini pihaknya kesulitan mencari biaya pembangunan masjid. Sekolah juga tidak ingin membebani siswa untuk memberi bantuan maupun sumbangan. Ikhsan hanya berharap ada sentuhan pemerintah untuk membangun masjid tersebut karena sangat dibutuhkan. 

"Semoga sekolah kami bisa dibantu. Khususnya untuk pembangunan sarana ibadah. Dengan begitu, kami bisa melaksanakan program-program keagamaan setiap pekannya," pungkas dia. (poros-07)


Kepala sekolah menyerahkan penghargaan kepada siswi peraih juara 1 biologi
Bima, porostnb.com-Prestasi demi prestasi terus diukir sejumlah pelajar di SMAN 1 Ambalawi. Meski lokasi sekolah yang berada di pinggiran, bukan berarti semangat para siswa ikut terpinggirkan. Justru, sekolah tersebut sukses menciptakan SDM pelajar yang mumpuni dan mampu bersaing dengan sekolah yang berada di kota. 

Terbukti, belum lama ini sejumlah siswa setempat memborong juara pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota dan Kabupaten Bima. Para siswa berprestasi itu mampu membawa pulang juara satu olimpiade Biologi atas nama Berlian Dwi Oktaviani. Kemudian juara 1 vocal solo atas nama Yulia dan disusul Ade Irawan pada posisi kedua lomba vocal solo. 

Tidak hanya itu, siswa atas nama Rulis Iftitah sukses menggondol dua medali sekaligus dengan urutan kedua untuk lomba tari kreasi, cipta puisi dan baca puisi. Ini membuktikan jika pendidikan karakter pada para siswa setempat berjalan optimal. 

Yang lebih spesial adalah, dukungan dari pihak sekolah terhadap para siswa prestasi. Pada upacara Senin (23/7/2018) lalu, kepala sekolah memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para siswa yang elah membawa harum nama sekolah tersebut. 


Kepala sekolah, Dedy Rosadi MPd MSc menyampaikan terimakasih kepada para siswa dan guru pembimbing. Karena sudah maksimal memberikan yang terbaik bagi sekolah. Prestasi yang ditorehkan para siswanya merupakan bukti jika sekolah tersebut sudah "Fight" untuk bersaing dengan sekolah lain. 

"Semoga raihan ini bisa menjadi pemompa semangat siswa lain untuk terus berkreasi dan menggapai prestasi," harap Kasek yang akrab disapa Dedy ini. 

Lomba tersebut dilaksanaka. Pada 21 Juli 2018 lalu di SMKN 3 Kota Bima. Kegiatan diprakarsai oleh Dikmen Provinsi NTB. 

"Penghargaan yang diberikan sekolah ini sebagai perangsang agar siswa terus menyiapkan diri menjeput berbagai lomba. Baik seni maupun sains," pungkasnya. (poros-07)



Bima, Porosntb.com- Harapan masyarakat Kecamatan Belo Kabupaten Bima untuk menikmati pelayanan kesehatan dengan gedung megah akhirnya terealisasi. Kamis 26/7/18 sekitar pukul 10.00 wita di Aula Kantor Kecamatan Belo, pemenang tender Pt Lintas Raya menggelar Rapat Kordinasi Kecamatan Bidang Kesehatan Puskesmas Belo tahun 2018.


Selain itu Rakorcam PKM Belo juga digelar untuk mensosialisasi bahwa Pembangunan PKM Belo akan dikerjakan selama 150 hari terhitung mulai 26/7/18.

"Hari ini (Kamis,red) pekerjaan pembangunan akan dikerjakan dan dimulai dari pembokaran Rumah Dinas Kepala PKM Belo,"ucap pemilik Pt Lintas Raya Iye pagi tadi.

Dikatakanya, bahwa pembangunan PKM Belo akan dikerjakan sesuai bestek, dengan jumlah anggaran Rp7.760.000.00 Milyar. Selain itu lanjut Bos Iye sapaan akrbanya, bahwa pekerjaan akan dilakukan secara bertahap."jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala PKM Belo Hj Eni Anggriani mengatakan, walaupun proses pekerjaan pembangunan gedung PKM sudah berjalan, tetapi aktifitas pelayanan kesehatan masyarakat tetap normal seperti biasa.

"Walaupun pihak kontraktor sudah mulai bekerja, pelayanan Puskesmas tetap stabil,"ungkapnya.

Eni berharap, proyek yang dikerjakan oleh Pt Lintas Raya bisa menghasilkan gedung yang berkualitas, dan semoga bisa selesai tepat waktu."harapnya.

Hadir dalam kegiatan Rakorcam PKM Belo. Camat Belo, Polsek Belo, Danramil Belo, UPTD se Kecamatan Belo, Tokoh Agama, dan Tokoh pemuda.(Poros-11)



Bima, Poros.com-Sebanyak 555 mahasiswa memadati auditorium kampus 1 STKIP Taman Siswa Bima, Senin (16/7) kemarin. Mereka mengikuti pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) reguler angkatan 12 dan PPL KKN terpadu angkatan ketiga. 

Sejumlah mahasiswa PPL reguler dan PPL KKN terpadu dari berbagai jurusan itu akan dilepas bersamaan pada 23 Juli mendatang. PPL reguler akan dilepas di sekolah-sekolah mitra selama dua bulan. Sementara PPL KKN terpadu akan dilepas di desa-desa di Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu selama tiga bulan. 

Dalam pembekalan itu, pihak kampus mengundang beberapa narasumber dari berbagai instansi. Seperti Dandim, BPMDEs dan pendidikan. 

Yang pertama dari kalangan pendidikan yakni Ihwan MPd dengan menyampaikan materi tentang menjadi guru profesional, memperhatikan kualitas pembelajaran. Kemudian perwakilan Kodim Bima Kapten Kav Sukahar  menyampaikan  tentang wawasan kebangsaan. Sementara dari BPMDes diwakili Damhuji MPd dengan menguraikan bagaimana berhubungan dengan masyarakat desa. Khususnya dalam mendukung program yang ada di desa serta mengidentifikasi problem masyarakat. 

“Sebagai seorang yang akan mengabdi selama kurang lebih 3 bulan, tentu dalam prosesnya para mahasiswa haru menjunjung tinggi dan menjaga almamater," ujar Kabid Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STKIP Taman Siswa Bima, Arif Hidayat MPd. 

Dikatakan, pembekalan tersebut berlangsung selama dua hari dengan narasumber yang berbeda-beda. Tujuannya, agar mahasiswa yang dilepas bisa memahami tugas serta bisa menciptakan program yang bermanfaat bagi masyarakat.    

Arif menekankan agar peserta PPL harus menguasai kompetensi profesional mengajar yang ditunjang dengan kompetensi sosial melalui kemampuan menyesuaikan diri dengan baik di tempat praktek dan KKN. 

"Semoga pelaksanaan PPL dan KKN ini berjalan lancar tanpa halangan dan semua dalam keadaan sehat dan semangat," harapnya.

Sementara ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi menyampaikan, 
 mahasiswa setempat dipersiapkan menjadi calon guru yang tegas dan profesional. Hal ini diawali dengan bekal ilmu yang dipelajari selama perkuliahan di kelas yang diperkuat dengan kompetensi sosial dan profesional.

"Kegiatan PPL reguler ini akan diselenggarakan selama 2 bulan penuh, dimulai tanggal 23 Juli sampai September 2018. Sementara PPL dan KKN terpadu akan dilaksanakan selama 3 bulan," tutupnya. (poros-07)


Bima, porosntb.com-Dikpora Kabupaten Bima melalui Seksi Olahraga terus berupaya mencari bibit atlet. Untuk itu, dalam setiap peringatan hari-hari besar, pihaknya terus menggelar even. Yang terbaru adalah lomba lari 5K dan 10K serta lomba bulu tangkis antar pelajar. 

Para pemenang lomba memperingati HUT Kabupaten Bima dan HUT RI tersebut, kemarin langsung menerima hadiah berupa uang tunai dan piagam. Untuk lomba lari 5K Putri tingkat SD juara pertama diraih Suci Ramdani dari SDN Keli Woha, juara dua Tati dari SDN Mbawa, juara tiga Nadia Salsabila SDN 1 Dena. Sementara putra diraih oleh Feri dari SDN Mbawa, juara dua Eki Darmawansyah SDN 2 Maria dan juara tiga Halim Ahmad SDN Sari Kalampa. 

Sementara lomba lari 10K untuk tingkat SMP-SMA putra juara satu diraih Putra Zulkifli SMAN 1 Madapangga, juara dua Abdurrahman dari MA Darul Makruf Roka, juara tiga ditempati Syamsurizal dari SMAN 1 Belo dan di urutan keempat ada Muhammad Rizki dari SMAN 1 Belo. Untuk putri, juara pertama diraih Siti Madinah SMAN 1 Bolo, juara dua Sri Megawati SMAN 2 Woha dan juara tiga ada Nurlaila SMPN 1 Parado. 

"Para peserta yang mengikuti lomba ini mencapai 1200 orang. Star di kantor bupati melewati jalur lingkar Woha, Dadibou, Kalampa tembus Tente dan Talabiu hingga finish di tempat star," ungkap Kasi Olahraga Dikpora Kabupaten Bima Nurdin MPd MSi, kemarin. 

Sedangkan lomba bulu tangkis usia 12 tahun putra, juara satu diraih Arafin Nurhidayah dari SDN 5 Sila, juara dua Qiramim Barar SDN Inpres Talabiu dan juara tiga M Rido dari SDN 1 Sila. Sementara di bagian putri juara satu diraih Bunaya SDN Inpres Rasanggaro, juara dua Ainul Amalia MIS Karumbu dan juara tiga Citra Apriliani SDN Inpres Radanggaro. 

Selain itu, lomba bulu tangkis juga diikuti usia 15 tahun. Untuk putra diraih oleh Ramadan SMPN 3 Woha, juara dua M Abimsyah SMPN 2 Bolo dan juara tiga Raihan dari SMPN 1 Madapangga. Sedangkan putri, juara satu Nurul Uswatun SMPN 4 Bolo, juara dua Widya Wahyiningsih SMPN 1 Parado dan juara tiga bersama Nahdatul Aulia SMPN 1 Parado dan Ainun Nadira SMPN 3 Woha. 

"Untuk hadiahnya sudah kita bagikan dan langsung diserahkan oleh Kabid PAUD dan Olahraga Dikpora, Drs Chairunnas MPd," ujar pria berkumis tipis ini. 

Disamping itu, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar lagi even volly ball antar pelajar dan gala siswa (LPI). Untuk volly akan diselenggarakan di SMPN 4 Bolo sementara LPI (Liga Pelajar Indonesia) akan digelar di Woha. 

"Harapnya, melalui turnamen ini muncul bibit atlet potensial yang bisa kita banggakan untuk membawa harum nama daerah," tuturnya. 

Nurdin juga berharap ada dukungan semua pihak dalam mendorong pemuda Indonesia  meraih prestasi gemilang di kancah nasional hingga internasional. Menurut dia, lomba tersebut semata-mata untuk membuat generasi muda aktif dan bisa melakukan hal positif. Terutama menghindari pemuda dari pengaruh negatif. 

"Ini adalah trik kita untuk meraih generasi emas 2045. Kita tetap ee harap dukungan orang tua agar terus memperhatikan anak saat di rumah," tutupnya. (Poros-07)


Bima, porosntb.com-Senin (16/7/18) menjadi hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang idul fitri 2018. Menandai dimulainya tahun ajaran baru, SMAN 1 Ambalawi langsung menjemput siswa baru dengan menampilkan atraksi drum band usai upacara bendera.

Atraksi para pemain drum band ini merupakan bentuk ucapan selamat datang dari kakak kelas, sekaligus tanda dibukanya pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Kegiatan ini terasa lebih spesial karena dibuka langsung oleh Camat Ambalawi, Ishaka SH.

Wakasek Humas SMAN 1 Ambalawi Ikhsan SPdI mengatakan, tahun ini sekolah setempat sudah menerima 160 siswa baru. Para siswa baru langsung mengikuti PLS setelah dinyakatan lulus di sekolah tersebut.

“Penerimaan siswa baru tetap mengacu pada zonasi dan ketentuan yang telah dikeluarkan. PPDB tahun ini melalui tiga tahap. Yakni jalur prestasi, prasejahtera dan umum,” ungkapnya.  

Kepala SMAN 1 Ambalawi Dedy Rosadi MPd MSc menuturkan, PLS merupakan cara membantu siswa baru mengenalai sekolah. Baik fisik, social maupun cara belajar yang baru. Termasuk norma-norma yang berlaku di sekolah.



“Tujuannya, memberi kesan positif dan menyenangkan mengenai lingkungan pendidikan. Juga membantu siswa baru menyatu dengan warga sekolah, beradaptasi, serta mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan, kreatifitas dan memberdayakan potensi diri,” tuturnya.



Dikatakan, PLS atau masa orientasi sekolah (MOS) harus bersifat mendidik/edukatif dan bebas dari perplonconan serta kekerasan. PLS harus sesuai dengan Permendikbud No 19 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

“Alhamdulillah, PLS tahun ini bisa dibuka secara langsung oleh Camat Ambalawi. Sekaligus menyematkan atribut sekolah kepada siswa baru,” pungkasnya. (Poros-07)



 
Bima, porosntb.com-Tim debat bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima tampil apik saat mengikuti seleksi national university debating championship (NUDC). Lomba antar perguruan tinggi lingkup Kopertis VIII tersebut berlangsung selama dua hari, di STIKES Bali, belum lama ini.
 
Perwakilan STKIP Tamsis berhasil mencuri perhatian tim penilai setelah memenangkan lima kali viktor poin (VP). Sekaligus merebut posisi pertama perwakilan tim dari perguruan tinggi di Bima-Dompu. Tim debat Ine Febriyanti dan Reinaldi Saputra juga memperoleh nilai speaker terbaik dari 48 perguruan tinggi yang mengikuti seleksi.
 
“Hanya saja nila VP tingkat Kopertis, kita berada pada urutan 33,” ungkap dosen pembimbing, Ramli MPd, kemarin.
Dikatakan, NUDC merupakan ajang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan argumentasi serta menunjukkan kemampuan skill mahasiswa dalam berpikir kritis dengan komunikasi lisan. Mahasiswa dituntut mampu menguasai pengetahuan terupdate, menganalisis, membuat penilaiain, dan meyakinkan masyarakat serta publik.
 
Disamping itu, pada seleksi bergengsi tersebut dirinya juga meraih predikat sebagai dosen pendamping terbaik dan terpilih menjadi N-1 selama dua tahun berturut-turut.
 
“Dosen pendamping juga ikut berkompetisi. Kita dites juga, dan Alhamdulillah dua tahun terakhir saya meraih N-1,” ujarnya.
 
Menurut dia, tim debat STKIP Tamsis merupakan orang-orang terbaik di kampus setelah melalui seleksi internal. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan lebih dini para peserta debat.
 
“Di kampus, kita punya program EDC (English Debating Club). Setiap semester kita tarik mahasiswa untuk diasah kemampuan bahasa Inggris-nya,” terang Ramli.
 
Untuk mendukung hal itu, pihaknya sudah menyiapkan mata kuliah speaking dan English for tourisme. (Poros-07)


SOSIALISASI: LPTK STKIP Taman Siswa Bima bersama kepala sekolah mitra saat foto bersama usai kegiatan sosialisasi.

Bima, Porosntb.com-Setelah beberapa kali menjadi host dalam sejumlah kegiatan nasional oleh Kemenristekdikti, STKIP Tamsis Bima kembali menggelar sosialisasi dan Bintek. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Micro Teaching kampus setempat itu, untuk penguatan program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS).

STKIP Tamsis Bima merupakan salah satu dari 89 perguruan tinggi LPTK yang memenangkan hibah Program PDS setelah menyisihkan 200 lebih LPTK lainnya yang juga mengajukan proposal. Program PDS merupakan upaya revitalisasi pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas LPTK dengan menungaskan para dosen. Tujuannya,  untuk melakukan kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi. Selain itu, juga melaksanakan pembelajaran langsung dalam kelas, dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkolaborasi dengan guru mitra di sekolah mitra.

Kegiatan Bintek tersebut dibuka Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), mewakili Ketua STKIP Tamsis Bima. Karena saat itu, ketua sedang berada di Jakarta untuk mengikuti Bintek hibah General Education (GE) yang juga telah dimenangkan oleh STKIP Tamsis Bima bersama 40 perguruan tinggi lain.

Pada kegiatan tersebut, diikuti oleh 7 orang dosen PDS, 2 orang tim Monev dan 11 orang guru mitra serta 4 orang kepala sekolah mitra yaitu SMAN 1 Ambalawi, SMPN 14 Kota Bima, SDN 2 Tente dan SDN Talabiu.

Ketua LPM STKIP Taman Siswa Bima Muh Yusuf, MPd berharap program PDS semakin memperkuat hubungan kemitraan yang strategis antara STKIP Tamsis Bima dengan sekolah mitra. M.Yusuf juga mengimbau peserta agar mengikuti kegiatan tersebut secara sungguh-sungguh.

Selain itu, narasumber yang juga Ketua Tim program PDS Suhardin, MSi mengatakan, melalui program ini diharapkan para dosen memperoleh pengalaman belajar dalam menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi K13. Melaksanakan proses pembelajaran dengan berbagai metode, strategi dan model pembelajaran yang terbaik.

“Serta melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), mengenal budaya sekolah, kultur kelas dan karakteristik peserta didik secara langsung,” ujar Suhardin.

Program yang dibiayai dengan dana hibah dari Dirjen Belmawa Kemenristekdikti ini akan berlangsung selama 5 bulan. Terhitung sejak Juli hingga November 2018 di empat sekolah mitra yang sudah menandatangani MoU dengan STKIP Tamsis Bima.

“Diharapkan menghasilkan output berupa perangkat pembelajaran, video pembelajaran, jurnal refleksi dan laporan best practice,” terang Suhardin.

Kegiatan sosialisasi/Bintek ini juga direcord secara live dengan system recorder laboratorium micro teaching berbasis digital yang juga merupakan hibah langsung dari Kemenristekdikti tahun lalu.

“Semoga STKIP Tamsis Bima akan selalu maju dan Berjaya,” harapnya.

Sementara kepala sekolah mitra SMAN 1 Ambalawi Dedi Rosadi, MPd MSc, menyampaikan apresiasi yangg tinggi kepada STKIP Tamsis Bima atas kerjasama yang sangat strategis tersebut. Karena kedua belah pihak akan bisa saling share pengetahuan dan pengalaman secara kolaboratif dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

“Dengan ini, kita bisa memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang biasa dihadapi guru,” tutupnya.(poros-07)

Bima, porosntb.com-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima siap membagikan sekitar tujuh ribu sertifikat tanah gratis kepada warga. Sertifikat tersebut merupakan salah satu program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau biasa dikenal prona.

Kepala BPN Kabupaten Bima Gholib Syaifudin mengatakan, jumlah sertifikat yang sudah klir sebanyak tujuh ribu bidang dari target 17500 bidang tahun 2018. Sejauh ini, pihaknya juga sudah mengerjakan sekitar 50 persen fisik berupa pencetakan sertifikat. 

"Untuk pembagian sertifitakat ini, kita menunggu instruksi dari pusat dan Kanwil. Karena kami tidak boleh langsung membagikan tanpa instruksi," ungkapnya, kemarin. 

Dia menegaskan, saat ini petugasnya sedang bekerja siang-malam melakukan proses penyelesaian sisa seribu bidang yang belum dikerjakan. Dengan harapan, sampai akhir Desember 2018 seluruhnya bisa diserahkan kepada masyarakat di masing-masing desa.

"14 ribuan sudah terkumpul sertifikatnya. Yang sudah klir baru tujuh ribu sertifikat dan siap menunggu instruksi untuk dibagikan. Kita masih menyelesaikan sisanya dalam tempo satu tahun anggaran," bebernya. 

Diakui, pihaknya bekerja 24 jam dengan membagi tiga base champ yakni di Kecamatan Wera, Sape dan Sanggar. Petugas tersebut yang mengurus 17 ribu bidang tanah dan harus tuntas tahun ini. 

"PTSL ini tidak dipungut biaya. Baik pengukuran, kumpulin data hingga mengeluarkan pengumuman, itu gratis. Tapi ada persyaratan lain, seperti surat pernyataan dan pemasangan batok batas tanah itu diembankan kepada pemilih lahan," terang pria asal Tangerang, Banten ini. 

Disamping itu, Gholib juga mengaku sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk pencatatan aset. Dia berharap Pemda juga mau mensertifikat aset dan pengadaan tanah agar segera dituntaskan. 

Selain itu, BPN Kabupaten Bima juga diberi tugas retribusi tanah. Yakni pengembalian tanah negara untuk rakyat. Sebanyak 4500 bidang tanah jadi target dan kini sedang berjalan. 

"Juga ada konsoludasi tanah 400 bidang di empat lokasi. Masing-masing lokasi ada 100 bidang dan kini sedang berjalan," ujar pria yang baru tiga bulan bertugas di BPN Bima ini. 

Lebih lanjut dia membeberkan beberapa program yang akan dilaksnakan tahun ini. Diantaranya Inventaris IPEPATE sebanyak 2000 tanah. 


"Program ini untuk menginventaris tanah yang ditunjuk," pungkasnya. (Poros-07)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget