September 2018


Bima, Porosntb.com - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-XVIII Tingkat Desa Naru Kecamatan Woha Kabupaten Bima, resmi dibuka. Bahkan pembukaan yang digelar pada ahad 30/9/18 sekitar pukul 20.30 wita berlangasung meriah.

Pantauan Porosntb.com, Ribuan pasang mata menyaksikan kegiatan pembukaan MTQ tingkat Desa Naru yang dimeriahkan berbagai penampilan Kasidah Rebana keterwakilan dari empat dusun, Tarian tradisional seperti tari Wura Bongi Monca, Pasapu Monca dan beberapa penampilan lainya yang diperagakan mulai dari Ibu-ibu hingga anak-anak membuat panggung MTQ membahana.

Dan pembukaan MTQ Desa Naru langsung dibuka oleh Camat Woha Irfan DJ SH, dengan menekan tombol sirine yang didampingi Kepala Desa Naru Syuryadin.

Ketua Panitia MTQ Tingkat Desa Naru Tasrif MY S.Pd mengatakan, kegiatan MTQ tahun ke-XVIII kali ini dibagi 5 lomba. Yang pertama lomba Qori qoriah sebanyak 177 peserta, Kasidah rebana 8 regu, Cerda cermat 4 regu, pencarahan 4 regu dan kaligrafi.

"Semua peserta dah fix, masing-masing keterwakilan dari dusun sebanyak 2 regu selain peserta Qori-qoriah,"katanya.

Lanjut Tasrif, kegiatan tersebut langsung didanai dari anggaran APBDes dan telah dikucurkan oleh kades senilai Rp 37,300,000. Rencananya, kegiatan akan berlangsung selama 6 hari mulai pada 30 hingga 05 Oktober 2018.

"Untuk anggaran aman, 37,300,000 sudah diserahkan kades untuk kebutuhan MTQ,"terangnya.

Sementara itu Camat Woha Irfan DJ SH saat sambutanya mengatakan, jadikan momen MTQ trsebut ajang silaturahmi. Dan para Dewan Hakam ataupun juri agar bisa memberikan penilaian secara profesional agar tidak menimbulkan polemik.

"Dewan Hakam atau juri harus profesional, tentu hal itu akan menciptakan Bima Ramah,"tutupnya sambil menekan sirine yang bertanda MTQ tingkat Desa Naru telah dibuka. (Andre)


Poros NTB.- Bima memiliki bentangan alam yang cantik. Apalagi pesisir pantainya. Nyaris semua Pantai di Bima semuanya begitu mempesona, dan kadangkala membuat rindu para pengunjungnya.

Salah satunya Pantai Wane.

Pantai yang terletak di Desa Tolotangga, Monta, Bima, Nusa Tenggara Barat ini, punya eksotisme tersendiri. Pantai wane adalah pantai dengan pasir putih dan warna biru laut yang jernih dengan gulungan ombaknya yang besar.

Dilengkapi dengan banyak villa hingga hotel bintang III, menggambarkan bagaimana pantai wane memang layak untuk dijadikan sebagai salah satu tempat berlibur melepas rasa penat.

Khabar keindahan Pantai Wane ini bahkan mampu mencuri hati para warga mancanegara. Tidak heran jika sesekali berlabuh kapal pesiar di pantai wane untuk sekedar mampir dan bermalam menikmati suasana pantai tersebut.

Pantai Wane sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunset dan sunrise dengan lanskapnya yang sempurna dengan garis pantai yang khas dan panjang.

Apalagi bagi wisatawan yang hobi berselancar. Kalau belum pernah berselancar di Pantai Wane rasanya belum lengkap disebut sebagai pelancar.

Pantai Wane ini sendiri jaraknya dari Kota Bima sekitar dua jam. Tempat ini masih sangat sepi, ombaknya tenang serta pasir nya yang putih dan air laut yang membentuk gradasi warna, yang tentunya membuat penasaran untuk ingin turun ke bawah laut melihat indahnya bawah laut Pantai Wane. (Aden)

HM. Taufik Rusdi
Bima, Poros NTB.- Di musim kemarau ini, sering terjadi kebakaran yang melanda di sejumlah desa wilayah Kabupaten Bima.

Sebut saja, 7 unit rumah panggung di RT 02, Desa Ngali, Kecamatan Belo, yang ludes setelah dilahap api, awal September ini. Di Desa Maria Kecamatan Wawo, rumah 12 tiang terbakar, Kamis (20/9) lalu. Kemudian di Desa Nisa Kecamatan Woha, dan terkini 3 unit rumah di Desa Tolotangga hangus tak tersisa, Sabtu (29/9/18) sekitar Pukul 14.30 Wita.


Menjadi menarik jika kita menilik kekuatan mobil (Pemadam Kebakaran) Damkar yang dimiliki oleh pihak badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, HM.Taufik Rusdi.saat si temui di ruang kerja-nya, belum lama ini, mengatakan bahwa kekuatan Mobil Damkar saat ini semuanya masih layak pakai.

“Walaupun ada beberapa yang sudah tergolong tua, tapi masih laik untuk dioperasikan,” ujarnya.

BPBD sendiri, kata Taufik, dengan mobil Damkarnya siap siap 24 jam untuk diterjunkan bila diperlukan.

Tak dilaporkan secara pasti berapa unit mobil Damkar yang dimiliki BPBD saat ini.

Tahun depan, BPBD, lanjut Taufik, masih akan menerima bantuan beberapa unit mobil Damkar lagi untuk dioperasikan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bima, karena tahun depan akan memberikan bantuan beberapa unit mobil Damkar,” ungkapnya.

Bantuan ini akan bersumber dari APBD 2019. (Teddy)


Bima, Poros NTB.- Si Jago Merah mengamuk di Desa Tolotangga, Sabtu (29/9/18) sekitar pukul 14.30 Wita. Dilaporkan 3 rumah hangus tak tersisa dilahapnya.

Pemilik rumah dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya nya.

Meski berbekal mesin sedot air dan sumber air tak jauh dari lokasi, namun karena rumah yang terbuat dari kayu dan saat kejadian angin bertiup kencang membuat api cepat membumbung.

Kerja keras wargapun baru membuahkan hasil setelah bergulat dengan api selama 3 jam.

Walau tidak mampu menyelamatkan 3 rumah naas ini, upaya keras warga berjibaku memadamkan api, minimal tidak membuatnya semakin menjalar ke rumah lainnya.

Api diduga kuat berawal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah panggun warga.

Kebakaran baru diketahui, ketika api sudah mulai menjalar di dinding rumah pemicu dan merembes ke 2 rumah lainnya yang berseberangan.

Untungnya dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Samsiah, salah satu korban kebakaran, hanya mampu menatap nanar dan pasrah melihat rumahnya yang telah rata dengan tanah.


Ia hanya mampu menggantungkan harapannya kepada Pemerintah Daerah, khususnya, untuk memberikan bantuan, guna meringankan beban mereka yang menjadi korban. Dan ia yakin Pemerintah tidak akan menutup mata dari membantu mereka yang dilanda musibah. (Teddy)



Bima, porosntb.com-Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima benar-benar fokus mengimplementasikan visi Bima Ramah, yakni religiulitas. Setelah banyak menggelar kegiatan keagamaan, Kesra kini mendorong pemerintah desa ikut membantu menyukseskan program pemerintah daerah tersebut. Dengan menganggarkan dana untuk kegiatan keagamaan dan hari-hari besar islam.

Kabag Kesra Drs H Abdul Muis menyampaikan, saat ini pihaknya intens menstimulasi dan mengimplementasikan Perbup No 1 tahun 2017 tentang Gerakan Pesantren Sehari. Setiap bulan, Kesra bersama Bupati Bima kerap melakukan kegiatan GPS di setiap kecamatan.

"Ini kita lakukan agar visi agamais itu bisa merata ke seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.

Untuk mendorong tercapainya program unggulan Bupati Bima itu, pihaknya berharap semua pihak ikut bergandeng tangan. Khususnya pemerintah desa agar bisa mengalokasikan anggaran tersendiri dalam menyukseskan program GPS, MTQ dan kegiatan berbau agama.

"Kota berharap desa mau mengalokasikan anggaran untuk membumikan al Qur'an. Karena ini telah diwajibkan dalam Perbup," ujarnya.

Menurutnya, program GPS harus didorong oleh segala pihak. Karena kegiatan rersebut dinilai sangat efektif dalam mengimplementasikan Bima yang aman, dan religius.

"Bupati juga intens menggelorakan kegiatan ini. Semoga program ini mampu kita sukseskan bersama menuju Bima Ramah," pungkasnya. (poros-07)

Ady Irawan SH MH saat berada di kegiatan Bimtek

Bima, porosntb.com-Setelah melalui seleksi ketat Kemeristekdikti, STKIP Taman Siswa Bima kembali menorehkan prestasi dalam dunia Pendidikan Tinggi khususnya di NTB. Hal ini dikarenakan kampus tersebut diberi kepercayaan oleh Kemeristekdikti melalui Direktorat Karir dan Kompetensi SDM untuk mengutus salah satu dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengikuti Bimtek di Yogyakarta. 

Kegiatan tersebut berlangsung pada 24 hingga 27 September, kemarin. STKIP Taman Siswa Bima menjadi salah satu dari 60 kampus di Indonesia yang diberi kesempatan tersebut. Adalah Ady Irawan SH MH dosen yang diutus untuk mengikuti Bimtek tersebut.

Bimtek tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena masyarakat, khususnya generasi milenial yang semakin jauh dari pemahaman kebangsaan. Disisi lain, semakin maraknya lahir di tengah masyarakat paham-paham radikal yang tentunya sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. 

"Dengan Bimtek ini, diharapkan menjadikan dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan lebih kreatif dalam meramu dan mengajarkan Pancasila dan Kewarganegaraan. Dengan metode yang tidak monoton yang cenderung membosankan bagi mahasiswa. Sehingga bermuara pada mahasiswa didikan yang cinta tanah air," ungkap Ady Irawan, SH MH, kemarin. 

Menurutnya, hal ini disebabkan karena selama ini matakuliah Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang membosankan. 

"Dosen belum punya terobosan baru dalam memberi pengajaran bagi mahasiswa. Inilah tujuan Bimtek selama empat hari ini," ujarnya. 

Kegiatan tersebut dibuka Prof Dr Bunyamin Maftuh selaku Direktur Karir dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti. Dalam sambutannya, dia memaparkan strategisnya peran dosen Pancasila dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda. 

Menurutnya, dosen Pancasila tidak hanya menjadikan mahasiswa pintar secara intelektual. Melainkan juga cinta dan bangga terhadap bangsa Indonesia. Selain itu, juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi perguruan tinggi tidak mengajarkan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kampusnya. Apalagi dengan tantangan Revolusi Industri 4.0 sekarang ini," tuturnya yang dikutip Ady Irawan. 

Berapa materi pelatihan pada kegiatan itu yakni kebijakan tentang perkuliahan MKWU Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Pancasila sebagai Sistem Filsafat, Pancasila sebagai Ideologi, Geopolitik dan Geostrategi Indonesia. Pancasila dan Radikalisme, Bela Negara dan Pengabdian Profesi, Kebijakan Publik dan Partisipasi Kewarganegaraan, Model Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai General Education berbasis Project Citizens. 

Selanjutnya, para peserta Bimtek diberi tugas untuk berdiskusi merumuskan konsep dasar pembelajaran dan pengajaran Pancasila dan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Sebelum penutupan, para peserta melakukan kunjungan ke Pusat Studi Pancasila UGM. Adapun narasumber dalam kegiatan Bimtek ini adalah Prof Dr. Mukhtasar, PhD Of Arts (Dosen UGM), Dr Arqom Kuswanjono (UGM), Dr. Rr Siti Murtiningsih (UGM), Dr Hadirin Suryanegara, M.A.P (Sesdirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti), Dr. Encep Syarief Nurdin, M. Pd., M.Si (Universitas Pendidikan Indonesia), Prof. Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni (Universitas Sebelas Maret), dan Prof. Dr Dasim Budimansyah, M.Si (Universitas Pendidikan Indonesia).(poros-07) 

20 siswa SMPN 1 Woha saat bersiap-siap berangkat ikuti Kemah Akbar di Sanggar
Bima, Poros NTB.- SMPN 1 Woha memberangkatkan 20 orang siswanya untuk mengikuti Kemah Akbar di Kecamatan Sanggar, Jumat (28/9/18)

20 siswa yang terdiri dari murid Kelas VIII dan kelas IX tersebut akan mengikuti kegiatan kemah akbar yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab), yakni satuan organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka Tingkat Kabupaten Bima, mulai 28 September hingga 2 Oktober mendatang.

Menurut Pembina Pramuka SMPN 1 Woha, Ibrahim, S.Pd, 20 siswa yang diberangkatkan itu telah diseleksi dari 108 siswa penggalang.

“Dipilih berdasarkan beberapa kriteria,” ujar pembina yang akrab disapa Baim ini.

Yakni yang memiliki kemahiran dalam Teknik Kepramukaan (Tekram) dan menguasai materi pramuka, karena keduanya ini yang akan dilombakan.

Tekram, seperti kemampuan membaca kompas, Peraturan Baris Berbaris (PBB) memakai tongkat, menafsirkan sebuah kalimat menggunakan bendera (semapur), menggambar sebuah rute perjalanan jelajah alam (peta pita), membaca sandi morse, dan merangkai tongkat dengan simpul untuk dijadikan sebagai jembatan atau menara kaki tiga (pionering) .

“Sementara menguasai materi pramuka, contohnya memahami sejarah pramuka nasional dan internasional,” jelas Baim.

Bicara kiprah dan prestasi, Tahun 2015 lalu saat mengikuti kemah akbar di Kalaki, SMPN 1 Woha pernah meraih juara pertama Lomba Cermat Ketangkasan (LCT), dan juara kedua untuk lomba pioneering.

Tahun 2016 saat diselenggarakan di Sila, meraih juara pertama lomba PBB memakai tongkat dan juara kedua lomba LCT. Bahkan di tahun yang sama, 3 orang siswa SMPN 1 Woha diutus sebagai duta Kabupaten Bima untuk mengikuti Jambore Nasional di Cibubur.


Baim berharap, tahun ini, prestasi SMPN 1 Woha bisa lebih mentereng lagi. (Aden)

Drs. Syafruddin
Bima, Poros NTB.- Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, Drs. Syafruddin, tanpa tedeng aling-aling mengatakan, jika ada pegawai berseragam keki yang berani menyetop kendaraan saat operasi razia gabungan berlangsung, maka tabrak saja.

Pernyataan yang terkesan emosional dari Syafruddin ini dilontarkannya saat menanggapi tidak dilibatkannya pihak Dishub oleh UPT Bappenda Panda yang nota bene sebagai penyelenggara operasi razia gabungan.

Sementara pegawai berseragam keki yang ditujuinya “tabrak saja” itu, adalah pegawai Bappenda.

“Mereka itu tidak berhak berdiri di tengah jalan untuk menyetop kendaraan dan memeriksa,” ujar Syafruddin, ditemui di kantornya, Jumat (28/9/18)

“jadi kalau melihat petugas PNS berseragam keki berani menyetop kendaraan tabrak saja,” geramnya.

Baca Juga : Dishub Kabupaten Bima Gerah Tak Dilibatkan dalam Operasi Gabungan

Menurut pria yang berpembawaan lugas ini, tugas Bappenda hanya berurusan dengan pajak. Bukan sok-sokan menyetop kendaraan untuk diperiksa.

“Mereka hanya boleh duduk di tenda yang disediakan di lokasi (razia), sambil menunggu pengendara yang bermasalah dengan pajak, ” terang Syafruddin.

Informasi yang didapat Poros, tidak dilibatkannya Dishub dalam operasi razia gabungan ini di luar kewenangan UPT Bappenda Panda. Karena Bappenda Panda menggelar razia berdasarkan Surat Keputusan dari Dispenda Provinsi NTB, yang tentunya menuangkan pihak-pihak yang akan dilibatkan.

Bahkan Kepala Seksi Pendataan dan Penempatan UPT Bappenda Panda, Norris Satria, terkesan menyalahkan pihak Dishub.

“Seharusnya Dishub langsung berkoordinasi dengan kami antar instansi,” ujar Norris, seperti dilansir berita11.

Pernyataan Norris di atas malah semakin memicu emosi Kepala Dishub Kabupaten Bima.

“Mereka itu UPT, bawahan kami. Kita ini Dinas kok, masa iya berkoordinasi dengan UPT,” jengkelnya.

Di era otonomi daerah saat ini, Syafruddin menganggap Bappenda telah melampaui kewenangannya.

Senada dengan Syafruddin, Kanit Laka Lantas Polres Bima Kabupaten, ditemui di lokasi razia membenarkan, petugas Bappenda memang tidak berhak menyetop kendaraan. Mereka hanya boleh duduk di tempat yang disediakan untuk memproses pelanggar pajak yang diarahkan


“Tapi mau bagaimana lagi? Bappenda yang punya hajat,” getir Kanit Laka Lantas (Teddy)


Bima, porosntb.com-Pelajar SMAN 1 Belo kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. Kedatangan dinas tersebut dalam rangka memberikan pemahaman dan sosialisasi terhadap bahaya narkoba dan HIV/AIDS.

Kepala SMAN 1 Belo Mustamin SPd menyampaikan, sosialisasi tersebut diikuti ratusan siswa setempat. Para pelajar sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan pihak Dikes.

“Memang, bahaya HIV/Aids harus terus dioptimalkan di kalangan remaja. Sehingga mereka menghindari perilaku menyimpang atau yang berisiko tertular HIV," ujarnya.

Menurut dia, sosialisasi pencegahan HIV/Aids di kalangan remaja perlu dilakukan. Mengingat kasus HIV/Aids dan kenakalan remaja dewasa ini semakin memprihatinkan. Untuk itu, kegiatan tersebut dianggap penting dan mampu memberi pemahaman langsung kepada generasi muda kedepan.

“Kita tidak ingin generasi kita hancur karena narkoba dan HIV/AIDS. Sosialisasi seperti ini harus gencar dilakukan di sekolah-sekolah,” harapnya.


Diakui, hadirnya HIV/AIDS di Bima karena dibawa dari daerah lain.
"Mereka yang menderita HIV/Aids, kebanyakan tinggal lama dan menetap dari luar daerah kemudian kembali ke daerah ini karena sakit akibat tertular virus HIV. Ini yang harus segera kita hindari," tegasnya.(poros-07)


Bima, Porosntb.com- Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima menggelar sosialisasi dana Bantuan Operasional (BOP) bagi lembaga PAUD. Tak kurang dari 555 lembaga bakal mendapat dana bantuan tersebut pada awal Oktober nanti.

Kegiatan yang berlangsung di ruangan Bidang PAUD ini diikuti sejumlah kepala UPT Dikpora dan penilik PAUD kecamatan.

Plt Kepala Dikbudpora H Makhruf menyampaikan, penggunaan BOP harus sesuai juklak dan juknis. Dia berpesan agar pengimplementasian dana bantuan itu tidak memicu persoalan. Karena hasil evaluasi BOP tahun lalu, masih ada dua kecamatan yang belum menyerahkan SPJ.

"Ini yang harus dihindari. BOP tidak mungkin cair jika belum ada SPJ. Jangan main-main dengan bantuan ini," tandasnya.

Kabid PAUD, Drs Chairunnas MPd mengungkapkan, dana BOP untuk 2018 naik dibanding tahun 2017. Karena Bupati Bima juga telah menambahkan anggaran BOP ke APBD perubahan.

Penambahan dana BOP kata dia, karena jumlah siswa PAUD setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dari 555 lembaga, terdiri dari 19190 siswa yang tersebar.

"Anggarannya menyentuh angka Rp 11 miliar lebih. Ditambah lagi 43 lembaga sebesar Rp 580 juta. Serta APBD P sebesar Rp 370 juta," bebernya.

Dana BOP Paud menyasar TK, KB, TPA, dan lembaga sejenisnya. Diharapkan dengan bantuan dana ini dapat meningkatkan kualitas lembaga di Kabupaten Bima.

Menurutnya sosialisasi ini sangat perlu, agar lembaga calon penerima BOP lboh paham menggunakan dana bantuan tersebut. Seperti 50 persen penggunaan untuk kegiatan bermain dan belajar, pembelian alat belajar dan kegiatan parenting.

"50 persen sisanya terbagi dalam 35 persen untuk belanja buku, alat deteksi, biaya pertemuan, transportasi dan makanan sehat. Sedangkan 15 persen untuk perawatan saran dan prasarana, dukungan alat dan langganan jasa," sebut pria yang akrab disapa Dae Ko'o ini.

Disamping itu, juga masih ada 48 lembaga yang akan menerima pencairan tahap kedua sekitar November nanti. Hal ini disebabkan karena sejumlah lembaga terlambat menyerahkan SPJ. (poros-07)

Bima, Porosntb.com- Ratusan warga tiga desa di Bima Nusa Tenggara Barat, keracuna usai menghadiri hajatan pernikahan. Para korban mengalami pusing-pusing muntah dan juga diare langsung dirawat di Puskesmas setempat, bahkan tiga diantaranya mengalami kritis dan satu orang dirujuk ke Rumah Sakin Umum Daerah Kabupaten Bima.
Satu persatu para korban tersebut dibawa ke puskesmas sape pada malam tadi untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan pertama, karena menderita keracunan bakso tak lama setelah menghadiri acara hajatan pernikahan di Desa Kowo Kecamatan Sape Kabupaten Bima.
Berdasarkan pantauan Porosntb.com, Data terakhir dari pihak PKM Sape,  korban berjumlah 211 orang, terdiri dari tiga desa yakni, Desa Kowo, Lamere dam Buncu. Namun berdasarkan keterangan salah satu petugas PKM Sape, satu diantaranya dirujuk ke RSUD Bima karena mengalami kritis.
Sedangan ratusan korban lainya sudah kembali kerumah masing-masing dan puluhan korban lainya masih dirawat di PKM Sape.
Untuk memastikan keracunan tersebut, pihak PKM Sape sudah mengambil sampel dari makan yang disajikan saat hajatan pernikahan di Desa Kowo Kecamatan Sape untuk diuji Laboratorium.(Andre)

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasinya, Drs. Azhari Rahman (kiri), ditemani Bendahara Dishub, Jefi MJT (kanan)

Bima, Poros NTB.- Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, lewat Kepala Bidang Pengendalian dan Operasinya, Drs. Azhari Rahman, nampaknya sudah mulai gerah.

Pasalnya merasa dipandang sebelah mata, karena hampir setahun terakhir ini, Dishub tidak dilibatkan dalam Operasi Razia Gabungan, yang dilakukan UPT Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Panda, menggandeng Satlantas hingga personil TNI.

Kegerahan Dishub ini sangat beralasan, mengingat, Dinas perhubungan memiliki kewenangan langsung berkaitan dengan operasi gabungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan Nomor 14 Tahun 1992 dan Undang-Undang 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas.

Menyepelekan kewenangan Dishub dalam hal ini, tentunya, secara tidak langsung tidak menjunjung wibawa dan otoritas Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.
Belum lagi Dinas Perhubungan mengantongi tugas sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), untuk memastikan kelayakan jalan kendaraan karena menyangkut keselamatan berkendaraan

“Hanya Dinas Perhubungan dan Kepolisian yang memiliki PPNS. Bappenda itu tidak,” ujar Azhari, ditemui di kantornya, Rabu (26/9/18).

“Kita yang punya jalan kok,” tukasnya lagi dengan nada ketus.

Oleh karena itu, dianggapnya aneh jika Dinas Perhubungan tidak dilibatkan dalam setiap Opgab.

Jika yang mereka takutkan terkait dana operasional, menurutAzhari, Dishub punya alokasi dana tersendiri untuk itu. Jadi keterlibatan Dishub dalam Opgab tidak akan membebani dana operasional institusi lain.

Menyinggung hubungan Dishub dengan Satlantas, ia mengaku cukup harmonis. “Setiap ada acara HUT Satlantas, Dishub tak pernah ketinggalan berpartisipasi kok,” bebernya. (Teddy)

Kasi Sarpras, Husnul Khatimah, S.Fil
Bima, Poros NTB.- Kepala Seksi Sarana Prasarana Subsidi dan Bantuan untuk SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bima, Husnul Khatimah, S.Fil, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan adanya penyelewangan terkait pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh oknum manapun.

Bantuan PIP ini, sebut Husnul, berkisar antara Rp. 750 hingga 1 juta per siswa yang berhak sebagai penerima manfaat.

“Tidak ada potongan dalam bentuk apapun dan alasan apapun,” tegasnya, saat kegiatan sosialisasi dana PIP Tingkat SD SMP beberapa waktu lalu.

Artinya siswa penerima manfaat akan menerima utuh sebesar nilai yang disebutnya di atas. Serta siswa akan dibekali dengan Buku Tabungan sendiri dan ATM. Jadi tanpa diperantarai oleh pihak sekolah, siswa bisa mencairkannya secara langsung lewat ATM.

Sehingga tertutup kemungkinan dana PIP ini bisa ditelikung oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Meski begitu, “Apabila ditemukan indikasi penyelewengan yang dilakukan oleh pihak sekolah terkait dana PIP. Kita akan menindaknya dengan tegas,” ujar Husnul.

Penegasan Husnul ini, guna menepis selentingan seringnya terjadi kebocoran dana bantuan pemerintah untuk dunia pendidikan, yang kadangkala nilai dana yang sampai ke siswa tidak sesuai angka pusat lantaran “disunat”.

Namun khususnya untuk dana PIP, sunat menyunat dana ini sepertinya tidak akan terjadi lagi. Menilik upaya keras pihak Dikbudpora Kabupaten Bima yang akan mengawalnya secara ketat dengan melibatkan pihak perbankan sebagai instansi perantara. 

Husnul berharap dana PIP ini dapat digunakan dengan bijak oleh wali siswa untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka(Teddy) 

Kepala Pemasaran CV. Lewa Mori, Wildan, S.PdI (kanan) didampingi isteri, Anisa Wildan, saat berada di lokasi demo
Bima, Poros NTB.- Menanggapi demonstrasi ratusan petani terkait kelangkaan pupuk di Desa Sakuru Kecamatan Woha, Senin (24/9/18) lalu, pihak CV. Lewa Mori sebagai distributor angkat bicara.

Menurut Kepala Pemasaran CV Lewa Mori, Wildan, S.PdI, pupuk urea bersubsidi untuk Desa Sakuru sebenarnya tidak langka.

Persepsi kelangkaan pupuk yang meresahkan petani itu, kata Wildan, lebih dikarenakan kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihak pengecer di desa tersebut.

Pihak pengecer yang dimaksud, yakni, UD. Berdikari, UD. Kasih Sayang, dan UD. Sumber Tani.

“Tidak benar bahwa pupuk langka di Sakuru. Ini semua karena kurangnya sosialisasi oleh pengecer. CV. Lewa Mori sudah mendistribusikan pupuk, bahkan melebihi kuota permintaan pupuk subsidi di Desa Sakuru,” terang Wildan, saat melakukan audiensi dengan para demonstran.


Saat demonstrasi berlangsung, demonstran memang menuntut pihak distributor untuk hadir.

Wildan yang dikabari via HP terkait tuntutan demonstran, langsung hadir di lokasi bersama isteri, Anisa Wildan, yang juga Direktris CV. Lewa Mori.

Tanggapan cepat dari pihak distributor ini ternyata membuahkan hasil. Ratusan petani yang dimotori Forum Komunikasi Mahasiswa Desa Sakuru, menjadi lebih terkendali saat melihat kehadiran pihak distributor saat itu, dan langsung menggelar audiensi guna mencari solusi.

Selain menepis persepsi kelangkaan pupuk, Wildan juga menyinggung harga pupuk.

Saat ini, urainya, Harga Eceran Tertinggi (HET) berkisar antara Rp. 90 hingga 93 rbu per sak, tanpa menggunakan sistem penjualan secara paket antara pupuk bersubsidi dan non-subsidi.

CV. Lewa Mori, lanjut Wildan, akan selalu berpihak pada para petani, karena itu ia meminta para petani agar tidak segan-segan melaporkan ke pihaknya, jika ada pengecer yang melanggar ketentuan.

“Apabila ditemukan para pengecer melanggar aturan main yang ditentukan CV Lewi Mori, maka pihak kami akan menindak tegas pengecer nakal serta akan dicabut ijin operasinya,” tegasnya.

Tak sampai itu, pihak CV Lewi Mori juga, janji Wildan, siap mengantar pupuk ke desa-desa yang bermasalah dengan harga (HET).

Mendengar uraian Wildan, pihak demonstran nampak tenang dan bubar dengan tertib. Aksi demonstrasi yang dikhawatirkan ricuh tersebut akhirnya berujung damai. (Ted)


Bima, Porosntb- Rabu 26/9/2018, seorang Pengendara Motor Jenis Yamaha Mio Gt dengan Nomor Polisi (Nopol) EA 3403 SM, meninggal ditempat setelah beradu body dengan Mobil Dam Truk dengan Nopol L 9483 US di tikungan Muku Desa Sanolo Kecamatan Bolo, sekitar pukul 02.30 wita.

Diketahui korban bernama  M. Syaid (40) Warga Desa Timu Kecamatan Bolo. Menurut salah satu saksi mata Ilham, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sondosia, Namun Dewi Fortuna berkehendak laen, M. Syaid lebih dulu menghadap sang khalik setelah mengalami luka benturan dikepala.

"Melihat Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban sudah meninggal di lokasi,"ceritanya.

Dikatakanya, korban meninggal ditempat karena posisi motor vs dam truk berlawanan, sehingga motor milik korban langsung nyangkut di body dam truk dibagian depan. Diduga kuat, korban meninggal setelah kepela terbentur dengan body dam truk.

"Korban meninggal, karena terbentur dengan body dam truk,"ucapnya.

Pantauan Wartawan dilokasi kejadian, akibat lakalantas tersebut arus lalulintas dijalan Negara itu macet total. Sementara pengendara dam truk langsung mengamankan diirnya ke pihak yang berwajib.(Andre)

Dosen pendamping STKIP Taman Siswa Bima, Maryamah MPd (Kanan) dan guru SDN 2 Tente, Nurbaya SPd (Kiri)


Bima, porosntb.com-Program penempatan dosen di sekolah (PDS) di STKIP Taman Siswa Bima berjalan sangat baik. Program yang digagas Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini, mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi guru.

Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang ditorehkan guru di SDN 2 Tente Kecamatan Woha. Nurbaya SPd, sukses menjadi juara lomba inovasi tingkat Kabupaten Bima. 

"Lomba ini digelar Dewan Pendidikan. Nanti saya akan mewakili Kabupaten Bima di tingkat provinsi untuk ajang yang sama," ungkap Nurbaya SPd. 

Dijelaskan, metode penilaian dilakukan selama dua tahap. Pertama, seleksi masuk lima besar kemudian tahap kedua presentasi. 

"Begitu juga nanti di tingkat provinsi. Kalau seleksi tahap satu lolos 10 besar, kita akan kirim video inovasinya. Setelah itu dipresentasikan kembali di Mataram," beber guru berkacamata ini. 

Dia merasakan betul manfaat dari program PDS di kampus STKIP Taman Siswa Bima. Karena mampu mengembleng guru untuk terus menciptakan inovasi. 

"Kami mengapresiasi program PDS ini, karena memberikan banyak manfaat bagi para guru. Dan ini terbukti," tambah kepala SDN 2 Tente, Dra Syahraini.  

Torehan guru SDN tersebut memang tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan dosen PDS Maryamah MPd yang intens melakukan pertemuan dan observasi. 

"Untuk mendapatkan hasil ini, kita menggelar pertemuan sebanyak delapan kali. Selain itu pertemuan dua kali untuk observasi," ungkap dosen PDS, Maryamah MPd. 

Menurut dia, program PDS dapat membina para guru agar mengembangkan kerangka pembelajaran yang bermutu dan berdaya saing.

“Tugas melahirkan siswa berkualitas di sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan dinas pendidikan, melainkan juga menjadi tugas semua pihak termasuk perguruan tinggi yang membidanginya,” ujarnya. 

Ia mengatakan, dalam proses mengajar di kelas, dosen dan guru dapat berkolaborasi dalam memberikan ilmu pendidikan kepada siswa. Hasil dari kolaborasi tersebut mampu memberikan dampak positif bagi guru untuk mengembangkan kerangka pembelajaran.

“Tugas guru harus mampu melahirkan generasi yang berprestasi. Inilah pentingnya program PDS yakni untuk mengkolaborasikan ilmu yang dimiliki dosen terhadap guru,” tutupnya.(poros-07)


Kota Bima, Poros NTB.- Tim Jatanras Polres Bima Kota yang dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Akmal Novian Reza S.I.K, berhasil menggagalkan aksi curanmor, Senin (24/9/18), sekitar pukul17:30 Wita.
2 pelaku berinisial I dan M, memang tengah diintai  saat hendak melakukan aksinya.
Sadar aksi mereka dalam intaian polisi, 2 pelaku yang salah satunya DPO kasus yang sama, membatalkan aksi.
2 orang pelaku Curanmor ini sebelumnya sudah kita lakukan pengintaian, tetapi keduanya sudah mengetahui bahwa mereka sedang diincar. Kemudian pelaku berinisial M membuang kunci T di tanah dan hendak pergi meninggalkan TKP,” tutur Kasat Reskrim.
Namun dengan sigap tim berhasil mengamankan Kedua Pelaku tersebut.
Berdasarkan hasil introgasi, polisi akhirnya berhasil menemukan tempat penyimpanan barang bukti hasil pencurian yaitu Sepeda Motor (SPM) Yamaha Vixion.
Di hadapan petugas interogasi, mengakui telah berkali-kali melakukan aksinya di tempat berbeda-beda. 
Ia membeberkan, di Kelurahan Sadia, ia menggasak SPM Honda Vario, di Mande SPM Honda Beat POP, di Rabangodu Utara, di Runggu Kecamatan Langgudu SPM yamaha Mio, dan di Desa Tangga Kecamatan Monta SPM yamaha Mio.
“Tersangka berinisial M tersebut adalah residivis curanmor yang telah beberapa kali melakukan aksi pencurian,dari kasus ini maka kami mengembangkan dan melakukan pengintaian terhadap tersangka,alhamdulillah hari ini kami berhasil menangkap pelaku curanmor yang meresahkan warga, jelas Kasat Reskrim. (Aden)


Bima, Poros NTB.- Heboh kasus dugaan penculikan anak kembali terjadi di Bima. Kali ini terjadi Desa Waduwani Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kabar penculikan anak ini, awalnya diunggah oleh akun facebook bernama Acma Wati.

“Penculikan anak pake pick up., baru sj trjd., sdng dlm pengejaran. Hti2 buat kita para orng tua.” Unggah Acma dalam statusnya, Selasa (25/9/18) sekitar Pukul 16.15 Wita..

Alhasil, unggahan tersebut ramai dibanjiri komentar warga net menanyakan kebenaran kasus tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, Acma kembali mengabarkan kalau pelaku penculikan berhasil ditangkap di Desa Sakuru.

Belum jelas siapa pelaku dan motif dari dugaan penculikan tersebut.

Namun berdasarkan keterangan akun Vicca Adriani yang tertaut dalam kolom komentar, dikatakan, bahwa penculikan tersebut tidak sebagaimana dipersepsikan warga net sebelumnya.

Karena yang “menculik” si anak ternyata ayah kandungnya sendiri.

“ Bukan penculikan kk2 cntik...itu anakx sendiri yg di ambil saling rebut sama mantan istrix,” komen Vicca.

Sebelumnya, kasus dugaan penculikan anak juga pernah menghebohkan social media 20 September lalu, yang katanya melibatkan seorang oknum polisi menggunakan mobil Pick-Up

Namun, Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Made Winarta,S.I.K. melalui Kasubbag Humas, Ipda Suratno,  menegaskan, bahwa kabar penculikan tersebut Hoax.

“Hasil interogasi dari Ibu korban menerangkan bahwa anaknya bukan diculik melainkan dibawa oleh temannya yang merupakan istri dari anggota Polri yang tinggal di Asrama Gunung dua,” jelas Kasubag Humas, Ipda Suratno, mengutip laman resmi kepolisian, tribratanews.

Besar kemungkinan, kejadian di Desa Waduwani tersebut hanyalah kesalahpahaman yang sama.

Masyarakat harus cermat memilih sebuah informasi yang beredar, jangan mudah percaya lantas latah untuk disebar, padahal informasi tersebut belum jelas kebenarannya,” pungkas Ipda Suratno. (Aden)

Personil kepolisian saat mengawal ketat aksi demo pupuk
Bima, Poros NTB.- Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, ratusan petani yang dimotori mahasiswa yang bergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Desa Sakuru menggelar demo terkait kelangkaan pupuk yang dialami petani setempat dalam beberapa bulan terakhir.

Demo yang digelar Senin (24/9/18) di depan Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Monta ini, menuntut pemerintah lewat dinas terkait untuk segera turun tangan menyelesaikan kelangkaan pupuk tersebut.

Korlap aksi, M. Yudran, dalam orasinya, dengan lugas menyebut “tikus-tikus berdasi” yang bertanggung jawab terhadap kelangkaan pupuk ini secara langsung telah menyiksa petani yang terbebani oleh kelangkaan pupuk.

“Kasihan petani ini, susah dapat pupuk,” ujar Yudran.

Bagaimana mungkin daerah agraris yang mayoritas masyarakatnya bertani, tapi selalu menghadapi kelangkaan pupuk setiap tahunnya. Seandainya pemerintah serius, mestinya mengutamakan kesinambungan kebutuhan dari petani sebagai mayoritas.

Massa aksi mengancam, apabila persoalan ini tidak diselesaikan maka akan menyegel kantor Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan BP3K dan UPTD Pertanian Monta.

Tak hanya itu, massa aksi yang geram, juga mengancam akan membakar kantor dan memblokade total jalan di tempat aksi.

Korlap aksi menegaskan, bahwa aksi yang mereka lakukan semata-mata karena tergugah oleh nasib petani.

“Demo ini sama sekali tidak ditunggangi oleh kepentingan pribadi siapapun. Melainkan atas dasar pangglan jiwa serta atas nama petani yang dirugikan,” tegas Yudran.

Aksi ini awalnya dikawal ketat oleh sejumlah aparatur kepolisian dari Polsek Tangga yang dipimpin langsung Kapolseknya, Iptu Edy Dpryatno. Namun akibat aksi yang semakin tak terkendali, terlihat sejumlah aparat kepolisian dari Polres Bima Kabupaten juga ikut diturunkan.

Untuk berjaga-jaga, pihak kepolisian meminta seluruh pegawai dan staf Kantor BP3K untuk meninggalkan kantor. Mengingat massa aksi berusaha menyeruduk untuk menduduki kantor tersebut, apalagi sembari mengancam akan membakar kantor.

Menurut Kepala BP3K Kecamatan Monta, Rusmayadi, S.ST, aksi demo kelangkaan pupuk yang dilakukan saat itu merupakan aksi massa yang kedua. (Ted)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget