Desember 2018

Poros NTB.- Dinas Pariwisata Kabupaten Bima berhasil meraih predikat terbaik kedua saat anugerah Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) OPD, Kecamatan dan Desa Tingkat Kabupaten Bima Tahun 2018, Senin, (31/12/18) kemarin di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.
Penghargaan ini tentunya menjadi kado indah bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Bima menutup Tahun 2018 yang baru lewat. Karena untuk mendapatkan penghargaan ini sendiri tidaklah mudah. Melainkan melewati tahapan seleksi yang ketat.
Penghargaan ini sendiri menjadi bukti bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, telah membuktikan dirinya sebagai  badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan HM Noer dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs. Dahlan.
Sementara menduduki Peringkat I, Dinas Peternakan & Keswan, dan di bawah Dinas Pariwisata, Peringkat III Dinas Sosial, Peringkat IV Dinas Perhubungan, Peringkat V DPMPTSP, Peringkat VI Dinas PU & PR, Peringkat VII BPBD, Peringkat VIII DP3AP2KB, Peringkat IX BKD & Diklat, Peringkat X Dinas Perpustakaan & Arsip.
Adapun PPID Tingkat Kecamatan : Peringkat I PPID Kecamatan Langgudu, Peringkat II PPID Kecamatan Palibelo, Peringkat III PPID Kecamatan Bolo.
Sedangkan Tingkat Desa: Peringkat I PPID Desa Rupe-Langgudu, Peringkat II PPID Desa Leu-Bolo, Peringkat III PPID Desa Teke Palibelo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs. Dahlan, berharap penghargaan sebagai peringkat kedua yang diterima oleh Dinas Pariwisata, lebih memacu tata kelola informasi publik pada masing-masing unit kerja menuju Bima RAMAH. (Aden)



Jakarta, Poros NTB.- Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menjadi provinsi pertama yang melaunching Calendar of Event (CoE) 2019. Launching dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekaro Hatta, Sabtu (29/12), pukul 10.00-12.35 WIB. Total, ada 18 event yang digelar tahun 2019.
Dari total event yang dirilis, 4 diantaranya berstatus 100 Top Event Nasional. Empat event itu adalah Festival Pesona Bau Nyale, Tambora, Moyo, dan Khazanah Ramadhan.
“NTB kini hadir dengan spirit baru. Berkat dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pariwisata, kami bersemangat menyongsong tahun 2019. Dengan komposisi event seperti ini, kami optimistis bisa meraih target 4 Juta kunjungan wisatawan di 2019,” ungkap Gubernur NTB Zulkieflimansyah.
Dari rangkaian event itu, Pulau Seribu Masjid ditarget 4 Juta kunjungan wisatawan. Rinciannya, masing-masing 2 juta bagi wisman dan wisnus. Target ini realistis sebab, NTB memiliki destinasi dengan brand luar biasa.
“NTB sangat eksotis, baik alam atau budayanya. Untuk itu, perlu sinergi kuat dengan banyak pihak untuk optimalisasi potensi NTB tersebut,” terangnya.
Demi mengoptimalkan program, support diberikan Kemenpar. Empat program 100 Top Event Nasional milik NTB akan disubsidi Rp1 Miliar per event. Kemasan terbaik juga akan diberikan melalui pemakaian kostum, musik, koreografi, hingga konsep karnavalnya.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menerangkan, NTB menjadi provinsi pertama yang me-launching CoE 2019.
“Kami ucapkan selamat atas launching CoE NTB untuk 2019. NTB jadi provinsi pertama di Indonesia yang melaunching CoE-nya untuk tahun depan. Mereka memiliki 4 agenda dengan status 100 Top Event Nasional. Jumlah ini sangat banyak karena setiap provinsi idealnya hanya 3 event yang masuk,” terang Menpar.
Skenario besar juga sudah disiapkan Kemenpar. Memakai konsep BAS, seluruh link media promosi milik Kemenpar di mancanegara khususnya akan menayangkan TVC eksotisme Lombok-Sumbawa. Berikutnya, didorong dengan kekuatan media sosial. Ada juga famtrip, misi penjualan ke kota dan originasi utama, event MICE, hingga penyusunan paket tour.
“Sejak awal 2019, branding Lombok-Sumbawa akan dilakukan masif. Cara ini efektif untuk menarik wisman. Setelah itu, baru media sosial,” katanya lagi.
Menpar pun optimistis pariwisata NTB akan pulih kembali. Apalagi, Pulau Seribu Masjid ini memiliki brand kuat sebagai destinasi wisata halal. Mengacu Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2018, NTB ini berada di urutan pertama dengan nilai 58. Strip kedua ditempat Aceh, lalu Jakarta di posisi 3. Pada 2016, NTB bahkan memenangkan 3 award di World Halal Tourism Award.
“Target kunjungan wisatawan ke NTB akan tercapai. Selain alam dan budayanya yang kuat, NTB ini punya image bagus. NTB kuat di halal tourism. Status halal ini justru menguntungkan NTB dalam menarik kunjungan wisman. Setelah mendeklarasikan status halal tourism, arus masuk wisman justru naik 50%. NTB tidak lagi di bawah bayang-bayang Bali,” ujar Menpar.
Selain itu, NTB juga diuntungkan oleh aspek aksesibilitas. Bandara Internasional Lombok terkoneksi langsung dengan Malaysia dan Singapura. Ada 2 maskapai yang menghubungkan rute ini, yaitu Silk Air dan AirAsia. NTB juga terkoneksi dengan kota besar Makassar, Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Bali. Maskapainya Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.
“Kami akan bantu NTB mewujudan target 4 Juta wisatawan. Event-event NTB akan dikunjungi banyak wisatawan. Selain unik dan menarik, aksesibilitas di NTB bagus. Semuanya normal di sana. Yang jelas, NTB dengan atraksi yang dimiliki sudah siap menerima kehadiran wisatawan,” tegas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa.
Bagaimana dengan amenitasnya? Secara umum, amenitas di Pulau Seribu Masjid sudah berfungsi baik. Aspek amenitas di wilayah Lombok Selatan bahkan sudah beroperasi penuh 100%. Untuk zona Lombok Tengah sudah tercapai 75%, lalu Lombok Utara sudah bergulir 50%. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani mengatakan, CoE siap digelar penuh di NTB.
“Untuk akomodasi sudah tidak ada masalah. Semua sudah siap. Event-event yang masuk CoE ini bisa digelar secara penuh. Amenitas di NTB sudah siap dari beberapa bulan terakhir. Perkembangan fase recovery #NTBBangkit ini positif,” tutur Ricky.
Mengusung tema ‘The Spirit of Lombok-Sumbawa’, #CalendarOfEventNTB2019 akan didukung dengan paket wisata terbaik. Ada beberapa opsi paket yang bisa dipilih wisatawan. Sebut saja Paket NTB Bangkit 4D3N, Paket NTB Bangkit 5D4N A dan B, 4D3N Voluntour Lombok Sumbawa Recovery, hingga 5D4N Exotic Voluntour Authentic Sasak Tribe. Selain itu, ada 5D4N Voluntour Gili T Coral Re-Plantation.
“Paket-paket wisata terbaik ini akan efektif mendukung wisatawan. Selain menikmati event, wisatawan juga bisa menikmati sisi eksotis lain dari NTB. Semua dibuat menarik. Yang jelas, ada banyak experience unik dan berbeda yang akan diberikan kepada wisatawan,” tutup Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Hendry Noviardi. (PR)


Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dewantoro Umbu Joka. (Foto  Credit : Antaranews/Iman).

Lombok, Poros NTB.- Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Barat Dewantoro Umbu Joka mendorong proses pemulihan (recovery) pariwisata pascagempa bumi yang melanda daerah itu harus dilakukan secara berkelanjutan minimal hingga Maret 2019.

"Kalau bisa jangan berhenti sampai disini, minimal sampai Januari atau Maret 2019. Karena memang kondisi pariwisata NTB belum pulih benar pascagempa bumi," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia menilai, pemulihan pariwisata yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sejak September hingga Desember 2018 ini sudah berjalan baik. Hanya saja hal itu belum terlalu berdampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB.

Terlebih lagi, disaat yang tidak begitu lama jaraknya kejadian gempa bumi disertai stunami juga melanda sejumlah daerah di Indonesia seperti Palu, Sulawesi Tengah dan Selat Sunda yang menimpa Banten dan Lampung juga ikut berimbas pada NTB.

"Jangan kan kita di Lombok, di Bali saja wisatawan yang mau datang kesana, tanyak dekat tidak sama Banten. Jadi semua kena imbas, meski jauh tempat kejadiannya," ungkap Dewantoro Umbu Joka.

Menurutnya, untuk memulihkan pariwisata NTB, pemerintah tidak boleh berhenti melakukan promosi, terutama kepada negara-negara yang selama ini menjadi pasar utama pariwisata NTB, seperti Malaysia dan Singapura. Kegiatan promosi bisa dilakukan dengan mengikuti "travel mart", di Malaysia, seperti Mata Fair.

"Kenapa, karena Malaysia dan Singapura ini menjadi pintu utama masuknya wisatawan mancanegara, karena terkait penerbangan langsung ke NTB," ujarnya.

"Tidak hanya promosi, pemerintah juga harus melakukan pembenahan di destinasi yang terkena dampak bencana. Arti kata promosi dan pembenahan destinasi itu harus berjalan beriringan, tidak bisa satu saja yang didorong," sambung Dewantoro Umbu Joka.

Lebih lanjut, ia juga menyayangkan ketidaan peran Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB terutama pascadihapusnya anggaran lembaga itu dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 oleh Pemprov NTB dan DPRD NTB. Padahal, disaat daerah itu dilanda gempa lembaga itu sangat dibutuhkan.

"Mestinya disaat inilah (pascagempa, red) peran BPPD dibutuhkan. Tapi mudah-mudahan seiring waktu kondisi ini cepat segera pulih," katanya. (Antara)



Bima, Poros NTB.- Bupati Bima didampinggi Wabup, Sekda, Kapolres, Para Assisten, Kabag Lingkup Setda Bima, Kepala OPD dan Camat lakukan Silaturahmi sekaligus Pelepasan ASN yang memasuki masa purna tugas, di Ruang Sidang Utama Bupati Bima, Senin (31/12).

Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri SE, mengatakan bahwa dalam sebuah organisasi masa pensiun bagi Aparatur Sipil Negara tidak bisa terelakan lagi, karna masa pengabdian seorang ASN sudah memasuki masa pengabdiannya selama menjabat dan ini merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi.
Oleh karena itu Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada ASN yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi yang dilakukan selama ini untuk bersama–sama menjalankan dan mendukung setiap kewajiban yang kami lakukan demi membangun daerah Kabupaten Bima kearah yang lebih baik.
Disamping itu, yang memasuki masa purna tugas sebagai ASN nantinya bukan akhir dari segalanya akan tetapi nantinya akan kembali mengabdi di tengah–tengah masyarakat guna melakukan hal–hal yang positif sekaligus dapat mendukung program yang dijalankan oleh pemerintah kedepanya .
Bupati berharap, dengan memasuki masa purna tugas, itu bukanlah akhir dari segalanya akan tetapi kami harapkan agar bisa memberikan teladan serta mampu memberi karya terbaik bagi bangsa dan daerah kita tercinta ,” imbuhnya.
Sementara Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer juga menyampaikan  bahwa selaku pribadi dan pemerintahan mengucapkan banyak terima kasih atas segala kinerja yang luar biasa, loyalitas yang patut dibanggakan serta dedikasi yang tinggi bagi pemerintah.
Banyak hal yang telah saudara berikan bagi pemerintah ini sehingga rasanya ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas apa yang telah diterima.
Sementara itu Sekda kabupaten Bima Drs. HM.Taufik HAK,M.Si juga menyampaikan bahwa rasanya tidak akan ada habisnya bila saya membicarakan semua jasa dan pengabdian saudara  bagi pemerintahan ini.
Namun, satu hal yang patut digaris bawahi adalah sebuah tauladan kepemimpinan yang telah suadara tunjukkan selama ini semoga bisa menjadi contoh bagi kita semua yang masih mejalani masa tugas di pemerintahan ini.
Adapun yang memasuki masa purna tugas yaitu H. Makruf, SE, Muhamad Yamin, S.Sos, Ridwan, S.Sos, Djunaiddin, ibu Hajrah, Muhamad Rum dan Syafruddin.
Sebagai bentuk penghargaan bagi ASN yang memasuki masa purna tugas ini Bupati didampinggi Wakil Bupati dan Kapolres menyerahkan cinderamata. (PR)


Bima, Poros NTB.- Pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo dan statistik Kabupaten Bima menyerahkan penganugerahan pada PPID Organisasi Perangkat Daerah, PPID Kecamatan dan PPID Desa tingkat Kabupaten Bima.

Penyerahan tersebut dilangsungkan di aula kantor Bupati Bima, Senin (31/12). Hadir dalam kegiatan ini Kapolres Bima Kabupaten Bima AKBP. Bagoes Satrio Wibowo, S.IK, para Assisten, Kabag Lingkup Setda Bima, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima,  para camat dan  Desa.
Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Penilai Pemeringkatan yang telah melaksanakan sejumlah tahapan kegiatan sepanjang bulan November dan Desember, mulai dari pengiriman angket, visitasi sampai dengan penganugerahan yang dilaksanakan pada hari ini.
Pemeringkatan ini ditujukan sebagai wahana evaluasi pelayanan informasi publik, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa.
Perlu saya sampaikan bahwa Kabupaten Bima merupakan satu-satunya Kabupaten/Kota di Provinsi NTB yang melaksanakan pemeringkatan pelayanan PPID, selain yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi NTB.
Terkait dengan kinerja pelayanan informasi publik, Alhamdulillah pada tahun 2018 ini PPID  Kabupaten Bima berhasil meraih “Peringkat II Kategori Badan Publik Terinformatif” setelah pada tahun sebelumnya tidak masuk dalam kategori.
Di satu sisi keberhasilan ini dapat diraih atas kerja keras dan dukungan penuh para kepala OPD dalam  tata kelola Informasi sesuai amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Di sisi lain, anugerah dari Komisi Informasi Provinsi NTB tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih meningkatkan kinerja pelayananinformasi publik di masing-masing unit kerja.
Sebagai ujung tombak perumusan kebijakan pemerintah daerah danOrganisasi Perangkat Daerah (OPD), para pejabat PPID dituntut untuk memahami dengan baik tugas pokok dan fungsi, Program dan Kegiatan OPD serta hal-hal yang kiranya perlu disampaikanbaik kepada Pimpinan Daerah maupun  kepada publik.
Wabup berharap kinerja pelayanan Informasi publik di sebuah OPD dapat lebih ditingkatkan pada masa yang akan datang.
Menurut Kepala Dinas Kominfo dan Stik H. Abdul  Wahab Usman, SH, M.Si dalam pengantar, apa yang dilakukan ini sebagai salah satu upaya dalam rangka keterbukaan informasi public, sehingga dari kegiatan tersebut masyarakat akan mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh Dinas/Instansi.
Kegiatan  penilaian yang dilakukan ini melalui tahapan–tahapan yang dilakukan semenjak bulan September untuk memberikan pengarahan dan penilaian yang dilakukan di tiap – tiap OPD, Kecamatan dan Desa Se – Kabupaten Bima yang mengikuti kegiatan ini, dimana kami selaku tim penilai memberikan Format sehingga dari format yang kami berikan tersebut para PPID dapat mengisi terkait dengan kegiatan yang dilakukan kedalam Form tersebut, sehingga setelah mengisi kegiatan yang dilakukan oleh PPID, OPD, Kecamatan dan desa selanjutnya diserahkan ke kami dalam hal ini Dinas Kominfo dan Stik untuk memberikan penilaian.
Dari 32 OPD yang mengikuti kegiatan ini, ada beberapa OPD yang mengembalikan Format tersebut dan kami langsung memberikan penilaian terhadap OPD yang mengembalikan forma tersebut. Disamping itu kami juga melakukan kunjungan ke OPD, Kecamatan dan Desa untuk mengecek apa benar atau tidak data yang diberikan sesuai dengan data OPD tersebut.
Setelah kami melakukan penilaian dan kunjungan ke lapangan maka kami memutuskan bahwa  untuk Katagori PPID OPD Peringkat  1 diraih oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, peringkat Ke – 2. Diraih oleh Dinas Pariwisata, peringkat 3 Diraih oleh Dinas Sosial, peringkat Ke–4 diraih oleh Dinas Perhubungan, peringkat Ke – 5 diraih oleh Dinas PMTSP, peringkat Ke – 6. Diraih oleh Dinas PUPR, peringkat Ke – 7 diraih oleh BPBD, peringkat Ke – 8 diraih oleh Dinas DP3AP2KB, peringkat Ke – 9 diraih oleh BKD dan Diklat serta peringkat Ke – 10 diraih oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip.
Untuk katagori PPID Kecamatan, peringkat 1, diraih oleh Kecamatan Langgudu, peringkat ke – 2 diraih oleh PPID  Kecamatan Palibelo, peringkat Ke – 3 diraih oleh PPID Kecamatan Bolo.
Sedangkan di tingkat PPID Desa , peringkat 1 diraih oleh PPID Desa Rupe Kecamatan Langgudu, peringkat 2 diraih oleh PPID desa Leu Kecamatan Bolo, serta peringkat 3 diraih oleh PPID desa Teke Kecamatan Palibelo.
Bagi yang mendapatkan predikat juara ini mendapatkan tropi, piagam penghargaan  dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bima. (PR)



Bima, Poros NTB.- Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer serta Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Bima menghadiri kegiatan Doa dan Dzikir bersama dengan majelis Sholawat di desa Tente Kecamatan Woha, Senin Malam (31/12).

Kegiatan dzikir dan Doa bersama dipandu oleh Habib Hasan  Al–Habsy.
Usai dilakukan dzikir dan Doa bersama tersebut, Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur, dan ungkapan penghormatan atas kecintaan kita yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW serta dalam rangka menyemarakkan syiar Islam di Daerah kita tercinta ini.
Oleh karena itu, atas nama pribadi dan pemerintah daerah saya memberikan apresiasi dan terimakasih yang tulus kepada seluruh masyarakat dan pengurus Majelis Dzikir atas terlaksananya kegiatan doa dan dzikir akbar pada hari malam ini.
Disamping itu, patut kita syukuri bersama bahwa setiap pergantian tahun, baik Tahun Baru Hijriah maupun Masehi, di Kabupaten Bima ini selalu diisi juga dengan kegiatan dzikir dan doa bersama guna mengajak seluruh masyarakat untuk merenung dan merefleksikan kembali berbagai aktifitas yang telah kita lakukan selama satu tahun yang lalu.
Seraya memohon kepada Allah kiranya di tahun kita senantiasa diberikan rahmat, hidayah, kekuatan dan perlindungan dalam menjalani segala aktifitas dan pengabdian kita kepada masyarakat dan kemajuan daerah ini kedepan.
Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat dan aparat keamanan, atas suksesnya terselenggaranya Pelaksanaan Pilkades beberapa waktu yang lalu, semoga dengan lancarnya pelaksanaan Pilkades ini nantinya kita akan dapat memilih pemimpin yang dapat mengemban amanah rakyat.
Bgitupula terkait dengan Kamtibmas dimana kamtibmas di daerah kita sudah kondusif dan aman semoga dengan adanya rasa aman ini kedepannya dapat kita jaga bersama – sama dan saling kerja sama antara masyarakat, toga, toma dan aparat keamanan demi mewujudkan rasa aman daerah kita.
Bupati berharap  kita semua untuk marilah kita awali dzikir ini dengan niat dan doa yang tulus, kiranya melalui dzikir ini Allah SWT mengampuni dosa, kehilafan dan kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini, kiranya hari esok kita akan dituntun untuk mampu mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi dalam membangun daerah ini menuju negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (PR)



]Bima, Poros NTB.- Sebanyak 1848 botol minuman beralkohol (Bir) dan 242 liter minuman keras tradisional dimusnahkan oleh jajaran Kepolisian Resort Bima Kabupaten, Senin (31/12/18) kemarin di halaman Polres setempat.

Jika dikonversikan, hasil sitaan tersebut mencapai angka Rp.150 juta. 

Dalam jumpa persnya, Senin kemarin, Kapolres Bima, AKBP Bagus S Wibowo S.Ik yang ditemani Kasat Reskrim, Kasat Lantas, beserta Anggota Buser Polres Bima, menjelaskan, barang bukti berupa minuman haram tersebut, merupakan hasil penyitaan anggota Buser Polres Bima yang berada di wilayah hukumnya.

Diaharapkannya, razia miras ini dapat meningkatkan Kamtibmas di Kabupaten Bima, mengingat Miras kerap memicu aksi terlarang dari para pengkonsumsinya.

Razia “besar-besaran” miras, lanjut Bagus, merupakan kegiatan rutin saat menjelang pergantian tahun.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak menyimpan maupun menjual minuman beralkohol, karena akan berhadapan dengan sanksi pidana tentang menjual dan menyimpan minuman beralkohol pasal 4 ayat 1 dan 2.

"Perda kabupaten Bima juga melarang masyarakat untuk menjual barang tersebut, di Pasal 05 tahun 2003 bunyinya dilarang keras bagi masyarakat Bima untuk menjual minuman alkohor," terang Bagus.

Lagi tambahnya, Kapolres yang dikenal familiar dengan awak media ini, menekankan, agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam usaha memberantas peredaran miras di wilayah hukum Kabupaten Bima.

"saya mohon juga kerjasama dan partisipasi masyarakat Bima untuk sama sama memberantas para penjual minuman," tuntasnya. (Aden)



Bima, Poros NTB.- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) “Toti Mori” di jalan Lintas Bima Sumbawa desa Donggobolo Kecamatan Woha, Sabtu (29/12) kemarin akhirnya diresmikan penggunaannya.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer bersama Wakil Walikota Bima Fery Sofian, SH.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DRPD Kota Bima, Anggota DPRD Kabupaten Bima, Kapolres Kabupaten Bima AKBP. Bagus Satryo Wibowo, SIK, Direktur PD. Wawo, Sales Executive Retail wilayah NTB, Sigit Wicaksono, HP, Kepala Balai Standarisasi Meteorologi Legal Yogyakarta, Angga Wijaya Nawa Putera, Kepala TBBM Bima, Direktur PT. Toti Mori, Kabag Lingkup Setda Bima, Para kepala OPD, Camat Woha serta masyarakat umum.
Direktur PT. Toti Mori, Rijal Muhlis, SE dalam pengantarnya, menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Bima dan PT. Pertamina yang telah melancarkan proses perijinan operasional SPBU tipe reguler yang terletak di antara Desa Donggobolo dan Desa Pandai tersebut.
“Maka hari ini kita bisa melihat berdirinya SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Bima guna pemenuhan kebutuhan masyarakat.” Ujar Rizal.
Dengan berdirinya SPBU ini, tentunya menjadi berkah tersendiri bagi warga Desa Donggobolo dan Pandai. Karena menurut Rizal, 95 persen dari pegawai SPBU Toti Mori ini diserap dari 2 desa itu.
Selain pegawai, keberadaan SPBU ini juga dipastikan akan berandil pada meningkatnya geliat perekonomian di 2 desa itu. Seperti keberadaan warung-warung di sekitar SPBU.
Sumbangsih lain dari SPBU ini, yakni disiapkannya 1 unit Ambulans untuk kebutuhan para pegawai maupun warga sekitar yang membutuhkan.
Sementara itu Sales Executive Retail wilayah NTB, Sigit Wicaksono, HP dalam pernyataanya, bahwa keberadaan PT. Pertamina ini sangat diperlukan dalam rangka penyaluran BBM,guna menyalurkan BBM ke SPBUdemi kebutuhan masyarakat.
Terkait berdirinya SPBU, pada tahun 2018, sudah ada 2 perusahaan yang mendirikan SPBU, dimana SPBU yang berada di Kecamatan Wera dan SPBU yang berada di desa Donggobolo Kecamatan Woha yang kita saksikan ini, sehingga dengan berdirinya kedua SPBU ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam kebutuhan energi.
Disamping itu juga sejalan dengan visi misi PT. Pertamina, keberadaan sebuah SPBU ini akan dijadikan sebagai pelayanan service.dimana selain kita mengisi BBM untuk kendaraan dan kebutuhan masyarakat, di sekitar area SPBU juga disediakan tempat service, pertokoan dan musholla. Ini semua dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait fasilitas yang ada.
Pada kesempatan ini pihak  PT. Pertamina juga melakukan subsidi penyaluran Gas Elpiji. Ini semua sebagai bentuk dari keperdulian PT. Pertamina terhadap warga masyarakat terkait dengan penggunaan gas elpiji tersebut.
Oleh karena itu dengan adanya program dari PT. Pertamina diharapkan kepada kepala daerah dan masyarakat dapat mendukung program kami tersebut demi kebuuhan masyarakat. Imbuhnya
Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer  menyampaikan ucapan selamat kepada Direktur PT. Toti Mori yang pada kesempatan ini dimulainya beroperasinya SPBU Toti Mori , sehingga dengan dimulainya beroperasi SPBU ini kedepannya laju pertumbuhan ekonomi dapat terwujud.
Kehadiran SPBU ini tentunya menjadi salah satu indikator berkembangnya daerah Kabupaten Bima, dimana seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, sehingga akan menjadikan peningkatan jumlah kebutuhan Bahan Bakar Minyak bagi kebutuhan masyarakat.
Dengan  bertambahnya  SPBU ini juga akan berpengaruh pada peningkatan kuota BBM, sehingga diharapkan kedepanya tidak lagi terjadi kelangkaan dan antrian BBM bagi kendaraan di Kabupaten Bima, sebab distribusi Ke kecamatan juga dapat dilakukan.
Kepada pihak PT. Pertamina dengan peresmian beroperasinya SPBU ini  dapat mensuplay Bahan Bakar Minyak demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di Kabupaten Bima dan sekitarnya.
Wabup Berharap dengan diresmikanya SPBU ini kedepanya dapat memberikan kontribusi daerah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal meneuhi kebutuhannya.(Man)

Bima, Poros NTB.- Menyikapi perayaan Tahun Baru 2019 Masehi ini, Bupati Bima, Hj. Indah  Dhamayanti Putri, SE, sebagai Kepala Daerah Kabupaten Bima menerbitkan surat edaran bernomor : 451 15/21 /03.2/2018, Tentang muhasabah, dzikir dan do'a menjelang tahun baru 2019 M.

Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bima menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Melaksanakan muhasabah dzikir dan do'a bersama/tabligh akbar pada malam tahun baru 2019 M yang dipusatkan di masjid - masjid jami' Desa dan Kecamatan.

2. Menghimbau kepada kalangan muda dari unsur Pelajar/Mahasiswa untuk tidak melaksanakan pesta narkoba, maksiat dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak sesuai dengan
adat dan akidah islam.

3. Menghimbau kepada para orang tua, guru, alim ulama agar memberikan taushiyah tentang
merayakan tahun baru, dan menghimbau kepada para pedagang, toko/kios untuk tida memperjual belikan mercon, kembang api, miras/ narkoba yang dijadikan media memeriahkan malam tahun baru masehi

4 Meninta pada pihak-pihak berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan 
poin 1 dan 3 tersebut.

Tembusan surat edaran ini dikirim juga kepada : Ketua DPRD Kabupaten Bima, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kab. Bima, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima. (PR)

 

Bima, Poros NTB.- Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 1608 - 04/Woha menggelar Diklat I bagi para anggotanya di SMA KAE Woha Bima, Minggu (23/12) kemarin.

Menurut pelatih Pramuka SWK, kegiatan pendidikan dan latihan uji terampil perorangan (I) kali ini dipusatkan di Desa Sambori Kecamatan Lambitu.

Kami sebagai pelatih memberikan materi dan ujian, agar setiap anggota dapat menyelesaikan serta mampu mengerjakan dan melaksanakan tugasnya dengan baik.” Ujar anggota Koramil Woha yang dikenal getol berupaya membentuk karakter generasi muda ini.

Dalam kegiatan tersebut, ikut mendampingi para pembina dari SMA KAE Woha. Di antaranya, Hajairin S.Pd, Sukartini, S.Pd, Arif  S.Pd, Khairunisa, S.Pd, Ruwaida, S.Pd, serta tim senior HUMPA yang juga alumni Sma Kae pimpinan persaudaraan.



Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini, lanjut Agus, disamping bertujuan untuk memperluas wawasan kepramukaan peserta, juga untuk melatih fisik dan menggembleng mental anggota pramuka SWK 1608 - 04/WOHA.

Karena kata Agus, Satuan Karya Sakawirakartika harus mampu mengatasi kesulitan apapun. Baik di medan terbuka maupun tertutup.

“Contohnya, apabila menghadapi situasi rumit atau tersesat di tengah hutan, mereka harus mahir mengetahui utara dan selatan yang sebenarnya, agar peserta dapat mengetahui jalan yang harus di tempuhnya dengan membaca peta dan menggunakan alat kompas.” Tutur Agus

Tak hanya itu, guna mempertebal rasa nasionalisme anggota pramuka, mereka ditanamkan pemahaman tentang tentang idiologi pancasila, UUD 45 ,serta mengerti makna dari bendera merah putih.

Menjadi syarat mutlak kecapakan para peserta didik sakawirakartika, harus mahir dan mampu mengetahui dalam ilmu sejarah tentang pramuka, wawasan kebangsaan, Bela negara, idiologi pancasila, serta UUD 45, serta berprilaku yang sopan di dalam bermasyarakat. 

Anggota Pramuka SWK juga, dituntut untuk ikut membantu program pemerintah, seperti reboisasi dan penanggulangan bencana. Bahkan peran SWK ini diharapkan sebagai komponen cadangan TNI yang harus punya kepekaan social dan lingkungan.


Kegiatan yang dilakukan oleh Koramil Woha 04 ini layak dicontoh dan diapresiasi bersama. Karena Jika kegiatan seperti ini secara intensif dilakukan di wilayah Koramil lain, tentunya energy generasi  muda dapat disalurkan ke hal-hal yang positif. Sehingga mampu meminimalisir degradasi moral generasi muda, dan memenetrasi keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunakan narkoba serta perilaku kekerasan. (Maman)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget