7 Jam Pasca Beraksi, Pelaku Curas di "Air Terjun La Nggeru" Akhirnya Dibekuk Polisi



Bima, Poros NTB.- Tak kurang dari 7 jam pasca aksi Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Minggu, (24/2/19) sekitar pukul 12.00 wita, di lokasi wisata air terjun La Nggeru Desa Simpasai Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Kepolisian Sektor Monta akhirnya berhasil meringkus Pelaku, berinisial EP (27), warga Desa Simpasai, Monta.

Berdasarkan rilis Kasubag Humas Polres Bima Kabupaten, Iptu Hanafi, menyebut, pelaku dalam melakukan aksinya dibantu oleh dua rekannya.

“Dilakukan oleh 3 orang terduka pelaku yang dalam masih dalam penyelidikan,” ujar Hanafi.

Sementara itu korban Curas terdiri dari 4 orang. Mereka adalah, Siti Nurah (16), Pelajar kelas 2 SMAN 1 Woha, Hafsah (17), Pelajar kelas 3 SMAN 1 Belo, Arianto (20), baru lulus SMA, dan Mirwan (26), warga Desa Tangga.

Hanafi menuturkan, para korban sedang berada di lokasi wisata air terjun La Nggeru Desa Simpasai menggunakan 3 unit kendaraan.

Saat menikmati pemandangan alam sambil berfoto-foto, Beberapa jam kemudian, datang pelaku yang berjumlah 3 orang yang tidak dikenali oleh para korban, karena memakai penutup wajah dan membawa parang.

Mereka langsung mengancam para korban dengan cara mengarahkan parang ke arah korban dan meminta para korban untuk menyerahkan barang-barang berharga miliknya kepada pelaku.

“Karena para korban ketakutan dibawah ancaman parang, maka para korban menyerahkan barang berharga miliknya.” Tutur Hanafi.

Adapun barang berharga milik korban yang diambil oleh para pelaku, antara lain : 3 unit Handphone milik korban Siti Nurah, Hafsah, dan Arianto, serta 2 unit Camera DSLR Canon milik Arianto dan Mirwan, 

Setelah meminta keterangan para korban dan saksi mengenai ciri fisik 3 pelaku, jajaran Polsek Monta yang dipimpin oleh Kapolsek Monta, Iptu Takim, langsung melakukan penyelidikan.

Pada hari yang sama dengan kejadian, Pukul 18.30 wita, salah satu pelaku berinisial EP berhasil ditangkap saat berada di salah kios yang terletak di ujung Desa Simpasai.  pelaku  an  Inisial EP.

Di hadapan polisi, EP  mengakui sebagai salah satu dari 3 pelaku yang beraksi di lokasi wisata air terjun tersebut. Iapun secara terus terang menunjukkan keberadaan barang bukti milik para korban yang langsung disita polisi.

“2 teman komplotannya, saat ini masih dilakukan pencarian oleh jajaran polsek Monta.” Terang Hanafi.

Kapolres Bima, AKBP Bagus S. Wibowo S.IK, meminta agar 2 terduga pelaku lainnya agar segera menyerahkan diri ke Polsek Monta atau ke Kantor Kepolisian terdekat karena identitasnya sudah diketahui.

“Saya juga memperingatkan masyarakat agar lebih waspada dan jangan membawa barang berharga ketika mengunjungi tempat atau lokasi wisata. Apalagi lokasinya sepi dan jauh dari pemukiman,” kata Kapolres mengingatkan, seperti dikutip Hanafi.

Kerja cepat Kepolisian Sektor Monta, dalam membekuk pelaku curas ini layak diapresiasi. (Aden) 

Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.