Dua orang DPO Kasus Pembunuhan Secara "Ajaib", Kini Menjadi TNI Aktif

Kapolres Bima, AKBP BAGUS S. WIBOWO, saat memberikan penjelasan kepada Massa Aksi
Bima, Poros NTB.- Kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Dewa (20), warga Desa Bima Baru Kecamatan Donggo di Desa Kamunti Mpili pada tanggal 29 Juni 2017 lalu kini mulai dicuatkan kembali oleh pihak keluarga korban.

Pasalnya dua dari tiga pelaku pembunuhan yang sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut, kini telah diketahui keberadaannya.

Namun urusannya menjadi rumit, tatkala diketahui bahwa kedua DPO tersebut, secara “ajaib” telah menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia. Tak jelas, semenjak kapan keduanya menjadi anggota TNI.

Mengetahui keberadaan kedua pelaku pembunuhan Dewa, keluarga Korbanpun tak tinggal diam.

Kamis (14/3/19) kemarin sekitar Pukul  09.00 wita, seperti dituturkan Kasubag Polres Bima Kabupaten, Iptu Hanafi, mereka melakukan aksi pemblokiran jalan Lintas Bima-Sumbawa di Desa Rasabou Kecamatan Bolo.

Meminjam istilah Hanafi, dalam “Aksi  Spontanitas”  tersebut pihak keluarga korban yang diwakili Iskandar, SH, warga dari Kecamatan Donggo bersama Hikmah, warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo, menuntut pihak kepolisian agar segera menangkap dua pelaku pembunuhan itu.

Masing-masing, beirinisial M (20), yang sekarang tengah mengikuti pendidikan kejuruan Kosrad di Cilodong depok Jabar, dan  Inisial J alias Habe (20). Sementara pelaku ketiga berinisial S (22), menurut informasi, kini menjadi TKI di Malaysia.

Untuk menanggapi tuntutan massa aksi, Kapolres Bima, AKBP BAGUS S. WIBOWO tiba di lokasi Pukul  11.30 Wita dan langsung naik di atas mobil pick up untuk memberikan pemahaman dan penjelasan  terhadap keluarga korban  terkait proses hukum terhadap kedua pelaku yang sudah diterbitkan DPOnya, dan sekarang sudah menjadi anggota TNI.

Kapolres menyesalkan adanya aksi pemblokiran jalan tersebut, karena kata dia banyak pihak yang dirugikan terutama para pengguna jalan raya.

Ia menyatakan, masyarakat tidak perlu melakukan aksi semacam itu untuk menuntut penegakan hukum. “Saya minta kepada seluruh masyarakat Bima agar tidak melakukan dengan cara seperti ini.

Karena menurutnya, masyarakat bisa langsung mengkomunikasikan masalahnya langsung kepada Kapolres. “Saya selaku kapolres tetap meluangkan waktu, bahkan Hand phone saya tidak pernah dimatikan.” Ungkapnya.

Kapolres menambahkan, bahwa kasus tersebut telah ditangani dan sudah dikomunikasikan dengan bersurat ke Kesatuan masing-masing pelaku karena kedua pelaku yang menjadi DPO sudah menjadi anggota TNI aktif.

Kapolres kemudian menghimbau keluarga korban agar bersabar menunggu proses hokum dari kasus tersebut yang kini tengah berjalan. “Proses hukum tetap diutamakan, tapi membutuhkan waktu karena kedua DPO tersebut sudah aktif jadi anggota TNI,” ujarnya, mengutip rilis Kasubag Humas Polres Bima.
 
Iapun mengajak perwakilan keluarga korban untuk melakukan audiensi lebih lanjut di Kantor Desa Rasabou.

Ajakan Kapolres tersebut langsung diamini massa aksi. Pemblokiran jalan akhirnya kembali dibuka Pukul 12.15, sehingga arus lalu lintas yang sempat macet dengan antrian kendaraan lebih kurang 1 Km baik dari arah  Sumbawa maupun dari  arah Bima kembali lancar.
   
Usai menunaikan Sholat dhuhur di Masjid Rasabou, kemudian dilanjutkan audensi dengan keluarga korban di kantor Desa Rasabou yang berlangsung tertib dan lancar. (Aden)
Labels: , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.