Separuh Diisi Pemain Baru, Ini 45 Wajah Legislator Kabupaten Bima



Proses rekapitulasi di KPU Kabupaten Bima



Bima, porosntb.com-Rekapitulasi penghitungan suara DPRD tingkat KPU Kabupaten Bima sudah rampung dilaksanakan. Dari data tersebut, mengerucut 45 nama yang dipastikan akan melenggang ke jalan Gadjah Mada Kota Bima sebagai wakil rakyat Kabupaten Bima.

Diketahui, dari 45 nama itu lebih dari separuhnya adalah wajah pendatang baru. Yakni sekitar 23 orang, sisanya Caleg petahanan.

Berdasarkan data pleno terakhir KPU Kabupaten Bima, wajah baru mendominasi di daerah pemilihan (Dapil) 1. Di wilayah itu, hanya H Muhammad (Golkar) dan Ismail SAg (PKS) Caleg petahanan yang bertahan. Dari delapan jumlah kursi yang diperebutkan untuk Kecamatan Woha, Monta dan Parado.  

Dapil ini, perolehan suara tertinggi diraih Mahdalena caleg PKB pendatang baru. Istri pemilik Bolly itu meraih total 2.509 suara. Posisi kedua ditempati Sirajuddin caleg PAN. Dia meraih suara signifikan dengan mengalahkan incamben di internal partai dengan total 2.116 suara. Selain itu, ada Demokrat, dengan caleg M Isnaini yang berhasil meraih suara 1.279 suara. Baru disusul caleg dari PDIP, Firdaus SH dengan 1.094 suara, selanjutnya Caleg Nasdem Mustakim dan terakhir PBB, caleg atas nama Ahmad SH, dengan total 881 suara.    

Bergeser ke Dapil 2, dengan alokasi 7 kursi. Ada sesuatu yang menarik di Dapil ini. Nama anak Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri disebut-sebut lolos ke DPRD dengan perolehan suara fantastis. Muhammad Putera Ferryandi Caleg dari partai Golkar itu memperoleh 4.729 suara pribadi. Posisi kedua ditempati caleg dari Gerindra, Ruslan dengan total 1.901 suara. Baru kemudian caleg dari PAN, Kurniawan dengan memperoleh 1.947 suara. PPP, mengirim Hj Nurhayati dengan total 1.306 suara. Ir Ahmad dari Nasdem, 1.678 suara. Kemudian Ilham Yusuf caleg petahana PKS lolos dengan total 1.814 suara. Kursi terakhir kembali diraih Golkar atas nama caleg Azhar SE. Dia memperoleh 1996 suara. Di dapil dua mencakup wilayah Bolo dan Madapangga jumlah caleg yang memperoleh kursi masih didominasi incumben.

Berbeda dengan Dapil 2, di Dapil 3 dari 6 kursi yang diperebutkan tidak ada satupun caleg petahana yang bertahan. Semua celeg di Dapil Donggo, Soromandi, Tambora dan Sanggar ini dihuni pendatang baru. Di Dapil ini perolehan suara tertinggi diraih partai Hanura, Drs Ismail dengan total 1.750 suara pribadi. Di urutan kedua diraih Caleg PAN Rafidin S Sos. Pimpinan media di Bima in memperoleh 1.669 suara. Kemudian, Supardin dari Gerindra dengan jumlah 1.487 suara. Setelah itu, Ramdin caleg Golkar dengan 1.416 suara dan Dedy caleg Demokrat memperoleh 1.216 suara. Sedangkan kursi terakhir untuk caleg PPP, M Erwin dengan total 985 suara.

Berlanjut ke Dapil 4, hampir sama dengan Dapil 3. Hanya saja di Dapil Wera dan Ambalawi ini masih ada satu orang Caleg petahanan yang bertahan. Yakni, H Adlan caleg dari PAN dengan perolehan 1.165 suara. Sisanya dari jumlah lima kursi dihuni pendatang baru. Di Dapil ini, suara tertinggi diraih caleg Golkar, Ibnu Hajar dengan 1.992 suara. Baru disusul PPP, H Mustakim dengan perolehan 1.459 suara. Setelah itu Gerindra, Boymin meraih 794 suara. Kemudian kursi terakhir diraih PDIP, Muliawan Afriadin dengan total 1.234 suara.

Pindah ke Dapil 5, dari kuota 9 kursi, rata-rata caleg yang terpilih masih didominasi wajah lama. Seperti Gerindra, Sulaiman MT, PAN, M Aminurlah, Demokrat, Julkarnain, Golkar Ir Suryadin, PPP, Maaruf dan Ma’aruf dari Hanura. Golkar kembali rebut dua kursi di Dapil ini. Kursi kedua Golkar diisi H Anwar, Nasdem, Syahbudin dan Ahyar dari PKS merupakan caleg penantang baru.

Terakhir di Dapil 6, di Dapil yang paling banyak memiliki alokasi kursi yakni 10 kursi ini hampir juga didominasi wajah lama. Hanya saja ketua DPRD sebelumnya Murni Suciati harus didepak dari persaingan para caleg. 

Wajah baru diisi caleg dari PKB, Muhtar dengan perolehan 1.877 suara. Kedua caleg PPP, Ardwin SH dengan raihan 1.403 suara. Ketiga dari Golkar yang mendapat dua kursi di Dapil ini, yakni, Hj Suhartini dengan memperoleh 1.883 suara. Sisanya wajah lama, seperti Edy Muhlis dari NasDem, Musmuliadin SH dari Golkar, Syaifullah dari PKS, M Natsir dari PAN, Yasin SPd dari Gerindra, Nukrah dari Demokrat dan kursi terakhir H Abdurahman dari partai Hanura.(Poros07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.