Ustad Zundi Al Mahyi, Isi Iklim Zikir dan Pikir STKIP Taman Siswa

Suasana pemberian materi terakhir untuk mahasiswa baru

Bima, porosntb.com-Menutup kegiatan Penguatan Imtaq dan Soft Skills Mahasiswa Baru tahun akademik 2019/2020, STKIP Taman Siswa sengaja mengundang Ustad Zundi Al Mahyi. Ustad muda kelahiran  Desa Nunggi Kecamatan Wera 25 tahun yang lalu tersebut merupakan lulusan Arab Saudi.

Sejak remaja, ustad Zundi nyantri di Pulau Jawa untuk belajar dan mendalami Agama Islam. Setelah tamat dari Pondok Pesantren, mendapat beasiswa untuk studi lanjut di Madinah pada jenjang S1, S2, dan Insya Allah tahun depan akan lanjut S3. Beberapa tahun terakhir, ustad ini berdakwah dan mengisi pengajian di Kota Mataran dan sekitarnya.

Kini, ustad Zundi diundang khusus oleh Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si untuk memberikan kuliah Iklim Zikir dan Pikir bagi mahasiswa baru. Dalam kuliahnya, dia mengangkat tema tentang “Menjadi Insan Beradab”. 

"Materi ini sengaja diangkat karena relevan dengan Visi Kampus “Menjadi Perguruan Tinggi Pendidikan Beradab” dan Motto Kampus “Pendidikan Untuk Peradaban," ujarnya.

Menurutnya, Pendidikan Beradab adalah pendidikan yang berorientasi pada tuhan dan bemanfaat bagi kehidupan. Dalam hal ini manusia dituntut untuk mendalami ilmu dunia dan ilmu agama sekaligus. 

Katanya, semangat Pendidikan Beradab harus terinspirasi dan berpedoman dari surat Al Alaq ayat 1-5; dimana setiap Insan diwajibkan untuk membaca atau belajar atas nama Tuhannya. 

"Artinya, bahwa ilmu apapun yang kita pelajari harus semata-mata bernilai ibadah dan berorintasi kepada Tuhan dan kemaslahatan umat. Semakin cerdas sesorang maka semakin bijak dan berakhlak budi pekertinya," tuturnya. 

Ustad Zundi (baju putih tengah) foto bersama civitas akademika STKIP Tamsis Bima


Disampaikan juga, bahwa ciri manusia beradab adalah yang memiliki sikap terpuji seperti disiplin, sabar, jujur, bersyukur, ikhlas, khusu’ dalam berdoa kepada Allah SWT, dan lainnya. Beliau sangat meyakini bahwa do’a adalah kunci sukses kehidupan. Do’a memiliki keajaiban yang luar biasa bagi kelancaran dan kesuksesan hidupnya selama ini. Dengan berdoa, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang sulit menjadi mudah, dan itulah yang dialaminya selama ini. Beliau bisa studi ke Madinah, diyakininya berkat kekuatan doa yang diucapkan bertahun-tahun; begitupun dengan jodoh, dan karirnya.

Ustad Zundi begitu kagum dengan doa Nabi Zakaria dalam surat Maryam ayat 4,  berbunyi “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah beruban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, Ya Tuhanku”. 

Lebih lanjut dalam uraiannya Ustad muda kelahiran Desa Nunggi Wera tersebut, mengajak berenung, bahwa setiap tahun, banyak sekali lulusan atau sarjana yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi. Tetapi keadaan Bangsa, Negara, dan Agama tidak pernah berubah dan tetap saja dalam kemunduran. Hal ini terjadi karena para mahasiswa dan para lulusan kebanyakan hanya berpikir hal-hal kecil untuk diri sendiri, kelompok, dan keluarga saja.  

"Saya ajak kepada kalian semua agar memiliki target sederhana yang harus dilakukan setiap hari yang bermanfaat untuk diri dan sesama. Misalnya, kalian harus memiliki target untuk membaca setiap hari minimal satu jam sehari, memiliki target untuk mengerjakan tugas teori dan praktek dari dosen kalian. Selain itu, kalian juga harus punya target untuk bisa hidup bersih dan disiplin, bahwa setiap hari kalian harus dapat membersihkan lingkungan disekitarmu, mulai dari memungut sampah dan membersihkan WC," ujarnya di hadapan mahasiswa baru.

Sambungnya, ukuran untuk sebuah kemajuan atau peradaban itu sederhana. Cukup melihat dari hal-hal kecil, seperti kebersiham rumah, masjid, kampus, kantor, WC, dan jalan raya. 

"Kalau fasilitas publik tersebut masih kotor dan banyak sampah, maka kita belum dapat dikatakan maju dan belum memiliki peradaban. Karena kemajuan dan peradaban itu tidak semata diukur dari hal-hal besar, kecanggihan dan kemegahan infrastruktur," terangnya. 

"Adik-adik, saya berharap kalian memiliki kebiasaan untuk membaca Al Qur’an dan buku-buku yang dapat mengubah mindset kalian. Salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk kalian baca adalah buku best seller yang berjudul “Enjoy Your Live” (Seni Menikmati Hidup) yang ditulis oleh Syaikh Dr Muhammad Al Ariefi yang diterbitkan oleh Qisthi Press. Insya Allah saya sumbang beberapa buku untuk Perpustakaan Kampus STKIP Taman Siswa Bima," katanya disambut tepuk tangan mahasiswa baru. 

Dia menambahkan, bahwa konsep hidup itu, kalau lagi tidak punya, harus sabar. Hidup itu harus dinikmati apapun keadaannya. Hidup itu harus ada tantangannya, kalau sukses menghadapi tantangan, disitulah nikmatnya hidup. Kalau bisa hidup sederhana dan bisa menikmatinya, itulah sesungguhnya kebahagiaan itu. Ilmu yang paling besar adalah yang paling banyak manfaatnya. Perbuatan yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi sesama. Harta yang paling mulia adalah harta yang diinfakkan di jalan Allah. Kalau membantu sesama, maka Allah akan membantu di dunia dan di akhirat.

"Kita harus biasakan diri untuk membuat rencana aksi, memperbaiki pribadi, mengagungkan Allah, dan melakukan Amalan Jaariyah. Nah, hari ini saya mengajak kita semua mempraktekkan kebaikan untuk berinfak sesuai kemampuan kita. Dan uang yang kita infakkan ini kita gunakan untuk membeli karpet tebal buat masjid Sudirman Kampus kita tercinta, agar ibadah kita lebih khusu’ dan nyaman," bebernya sembari memulai mengeluarkan infak dan diikuti beberapa dosen, dan mahasiswa.

Sementara Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengatakan, kampus setempat tidak hanya sebagai pusat berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tetapi juga sebagai pusat untuk melahirkan insan yang beradab dan masyarakat yang berperadaban. 

"Salah satu program kampus untuk mewujudkan misi tersebut adalah menghidupkan Iklim Pikir dan Iklim Zikir setiap hari Jum’at dan pada moment penting lainnya. Selain itu, setiap dosen memiliki ‘Rapor Beradab’ untuk mengevaluasi kinerja dan kepribadiannya yang dibagikan sekali setahun masa kerja. Kegiatan iklim zkir ini juga merupakan upaya untuk memakmurkan masjid kampus," pungkasnya. (Poros07)
Labels: ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.