Lomba Tari, Perkuat Budaya Lokal Mulai Pelajar

TARI: Sejumlah peserta saat menampilkan tarian pada pompa tari STKIP Tamsis Bima.





BIMA-Dalam rangka memperkuat visi Education For Civilitation, STKIP Taman Siswa Bima selalu membuat warna baru. Kali ini melalui UKM Terompet STKIP Taman Siswa Bima yang menyelenggarakan Lomba Kreasi Tari Tradisional tingkat SMA sederajat se Pulau Sumbawa.

Pembina UKM Terompet Nunung, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program kerja UKM Terompet periode kepengurusan 2019-2020. Menurutnya, tujuan utama melaksanakan lomba tari tidak lain untuk memperluas ruang dalam upaya menjaga keutuhan budaya lokal.

"Dengan hadirnya lomba tari tradisional ini menjadi titik awal generasi penerus bangsa untuk terus memacu untuk tetap mempertahankan nilai kearifan lokal masyarakat di Pulau Sumbawa. Dan tentunya ini salah satu bentuk dari kepedulian kami selaku pembina UKM di bidang seni tari. Maka dengan itu kami mempersiapkan diri dengan penuh tanggung jawab untuk menyelanggarakan program ini," tuturnya.

Penyerahan hadiah bagi para juara 


Dikatakan, program tersebut tidak terlepas dari salah satu ajang mengenalkan Visi BERADAB kampus. Sehingga masyarakat luarpun tahu betapa STKIP Tamsis memiliki daya simpati yang kuat terhadap upaya menjaga nilai lokal.

Peserta yang mengikuti Lomba tersebut sebanyak lebih dari 20 peserta yang berasal dari berbagai SMA dan SMK se Pulau Sumbawa.

Kegiatan Lomba berlangsung meriah dengan penampilan tari yang memukau dari seluruh peserta.

Ditemui terpisah, Ketua STKIP Taman Siswa, Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si memaparkan, kampus setempat selalu berupaya mewujudkan visi pendidikan yang BERADAB. Untuk itu, setiap unit kegiatan mahasiswa atau lembaga mahasiswa untuk selalu berkreasi menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif dalam membina karakter.
Lomba Tari Tradisional Bima ini diharapkan dapat melestarikan dan mengenalkan lebih jauh lagi tentang warisan budaya terutama budaya Bima.

"Kata Soekarno, jika ingin maju maka Jasmerah jangan lupakan sejarah," ujarnya.

Dr. Ibnu juga berharap, apabila ada sekolah yang ingin bekerjasama dalam membina siswanya dalam hal kesenian dan budaya, pihaknya dengan senang hati membantu. Karena di STKIP Taman Siswa memiliki dosen-dosen kesenian yang berkualitas untuk memberikan pembinaan.

Sementara itu, pada kegiatan lomba yang berlangsung pada Senin (7/10) ini dimulai sejak pagi hingga sore. Keluar sebagai juara 1, SMKN 3 Kota Bima dengan judul tarian "Tari Sarau Dou Sampela". Juara 2  SMK 45 Kota Bima dengan judul tarian "Tari Raho Ngupa Ra Ngepe". Juara 3 SMAN 1 Belo Kabupaten Bima dengan judul tarian "Tari Doku Siwe Sampela". Kemudian Juara Harapan 1, 2 dan 3 berturut-turut diraih oleh SMA 2 Woha, SMA 1 Ambalawi dan SMKN 1 Woha.

Kemeriahan peserta lomba tampak memenuhi auditorium Sudirman


Di akhir kegiatan, salah satu kepala sekolah peserta Lomba Dedi Rosady, M.Pd menilai jika lomba tersebut sangat bagus. Karena akan menamakan nilai-nilai budaya sejak dini kepada siswa.

"Kalau bisa dilaksanakan setiap tahun agar budaya terus dilestarikan dan menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah. Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada STKIP Taman Siswa Bima yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini melalui UKM Terompet," ucapnya. (Poros07)

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.